Senin, 02 Januari 2012

Rumah Idaman “Menata Furnitur dan Aksesori Seken” plus 1 more

Rumah Idaman “Menata Furnitur dan Aksesori Seken” plus 1 more


Menata Furnitur dan Aksesori Seken

Posted: 02 Jan 2012 11:25 AM PST

KOMPAS.com - Material bekas serta aksesoris seken terlalu sayang dibuang jika masih bisa dimanfaatkan. Dengan karakter khas yang dimilikinya, material bekas atau aksesoris seken bisa diolah menjadi daya tarik interior rumah.

Bagi Anda yang baru ingin mencoba, berikut ini delapan kiat penataannya.

1. Tampilkan keaslian atau mengkamuflasekannya

Mengolah furnitur dengan aksesoris seken bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu menampilkan karakter khasnya, atau justru menyembunyikan hal itu dan memberinya tampilan baru yang bersih, halus, dan rapi.

2. Perhatikan keserasian gaya setiap elemen

Tidak harus membatasi pilihan terhadap benda bergaya sama. Anda dapat menyatukan berbagai gaya dengan memberikan benang merah. Misalnya, penambahan unsur warna yang sama sebagai aksen.

3. Menonjolkan karakter furnitur

Kursi kayu berukir warisan misalnya, bisa Anda padukan dengan sofa modern berlapis kain polos warna netral. Di sini, kursi warisan tersebut akan tampil menonjol sebagai pusat perhatian, dan sofa modern akan tampil sebagai latar penunjangnya. Keduanya bisa tampil serasi dan saling menunjang, tanpa harus saling bersaing berebut perhatian.

4. Beri tampilan baru furnitur dan aksesori

Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah warna, baik warna finishing maupun pelapisnya. Bisa juga, Anda mengurangi atau menambahkan elemen-elemen hias yang terdapat pada benda tersebut. Misalnya, menghilangkan beberapa elemen ukiran atau justru menambahkan beberapa elemen ukiran yang bisa ditempel.

5. Berpikir out of the box

Cari ide-ide kreatif yang menyenangkan. Berkreasi secara bebas bisa memberi tampilan segar, misalnya bekas pintu diolah menjadi elemen penghias dinding atau bekas bufet bisa diolah menjadi vanity cabinet dari wastafel di toilet kering. Ya, masih banyak kreasi lainnya bisa Anda ciptakan.

6. Padukan barang lama dan baru

Dengan cara ini, Anda bisa mempertegas mana yang bisa dijadikan sebagai elemen penunjang. Melalui pertimbangan ukuran, garis, bentuk, warna, tekstur, dan pola, Anda dapat menemukan "rumus" proporsi, komposisi, dan estetika yang tepat bagi interior Anda.

7. Tempatkan material sesuai kondisi yang tepat

Agar tidak tampak aneh, Anda harus memperlakukan furnitur atau aksesoris tergantung karakter material di sekitarnya serta hasil yang diinginkan.

8. Padankan produk material seken dengan produk simpel

Jadikan furnitur seken sebagai aksen, yaitu dengan mempadupadankan produk lain yang lebih sepi, simpel, dan elegan. Misalnya, kursi dan meja ruang tamu menggunakan bahan recycle kayu bekas.

(Dewi dan Asti/Majalah Renovasi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Amarone, Mencicipi Wine dalam Hangatnya "Country"

Posted: 02 Jan 2012 10:19 AM PST

KOMPAS.com - Nuansa country begitu terasa menyambut Anda, ketika melangkahkan kaki ke Amarone Bistro & Bar, sebuah restoran baru di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Tampilannya yang clean look akan membuat Anda betah berlama-lama menikmati wine bersama kehangatan orang-orang terdekat.

"Selain tempat makan, tempat minum anggur, di Amarone Anda bisa menjadikannya sebagai tujuan hang out," kata pemilik Amarone, Ryan Adrian, di pengujung Desember lalu.

Interior resto dengan dua lantai ini menyajikan nuansa berbeda. Di lantai pertama, konsep country dengan aksen modern sangat dominan. Sementara, lantai di atasnya berkonsep modern dengan sentuhan tropical.

Interior berdesain country di lantai pertama yang dilengkapi wine bar ini tertuang dengan apik pada penataan furniturnya. Ruangan penuh kehangatan, itulah kuncinya. Maka, dibuatlah area makan dengan beragam pilihan. Tanpa banyak sekat, Anda dapat memilih tempat luas dengan meja kursi kayu memanjang di tengah ruangan.

Furnitur kayu pudar dengan sentuhan unfinished sengaja dipilih untuk meja makan. Tampilan tersebut dipadukan dengan lemari-lemari kayu dan parket untuk mendukung kehangatan ruangan.

Area duduk lainnya yang tak kalah menarik ada pada sisi dekat jendela. Sofa besar dengan bantalan biru tua bergaris saling bersisian menjadi spot  menarik sebagai pilihan.

Mau area lebih pribadi? Anda bisa memilih sisi sebelah kanan wine bar dengan kursi dan sofa yang didominasi warna coklat dan merah tua. Namun, jika ingin merasakan nikmatnya menikmati hidangan di udara terbuka, Anda bisa memilih di lantai atas dengan konsep roof-top yang dilengkapi whisky bar.

Tampaknya, resto and bar ini sengaja didesain dengan tampilan off white yang menandakan sentuhan clean look. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung tidak mudah bosan ketika berada di dalamnya.

Terbukti, meski tampilan ruang didominasi warna putih, resto ini tidak membosankan. Warna biru pada wine bar cukup menyita perhatian, berikut aksesoris dengan warna-warna lainnya.

Kenyamanan saat makan atau minum anggur juga dijaga dengan benar di resto ini. Semakin malam adalah saat tepat bagi pengunjung menikmati wine, apalagi karena didukung tata pencahayaan yang lebih redup.

Amarone, yang merupakan outlet ketiga dari Pandora Grup, sejatinya adalah nama merek minuman anggur dari Italia berjenis dry grapes. Senada dengan namanya, di resto ini pengunjung tak hanya menikmati berbagai pilihan wine, namun juga dimanjakan lewat sajian makanan yang diolah dengan anggur. Pilihan menarik menu makanan dari international food sampai Asian food akan menggoda lidah Anda, mulai Spaghetti Allo Scoglio, Florentina Alla Griglia sampai masakan Thailand tersaji dengan olahan rasa yang nikmat.

Tertarik?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar