Senin, 19 Oktober 2009

Rumah Idaman “INTERIOR : Warna dan Emosi Anak” plus 2 more

Rumah Idaman “INTERIOR : Warna dan Emosi Anak” plus 2 more


INTERIOR : Warna dan Emosi Anak

Posted: 19 Oct 2009 07:13 AM PDT

KOMPAS.com - Warna dan anak adalah dua elemen yang tak terpisahkan. Dari bayi, anak sudah mengenal warna. Terbukti, mereka lebih menyukai mainan berwarna primer seperti merah, biru, dan kuning ketimbang yang berwarna pastel.

Beberapa ahli psikologi seperti Hemphill di tahun 1996, Lang di tahun 1993, dan Mahnke di tahun 1996, telah melakukan penelitian mengenai warna dan hubungannya dengan emosi anak. Hasilnya, mereka mengakui memang ada hubungan antara warna dengan emosi anak, walaupun ada beberapa hal yang masih meragukan.

Keraguan mereka didasarkan pada kultur manusia yang berbeda tentang suatu warna. Di Amerika contohnya, warna merah dinilai membangkitkan semangat atau agresivitas. Sementara di China, merah itu menyimbolkan perayaan dan keberuntungan, serta menimbulkan efek menenangkan. Namun demikian, terdapat efek universal yang terjadi di seluruh dunia akibat penggunaan warna.

Warna & Interior

Menurut desainer interior Anies Alkuratu, warna adalah senyawa dari interior. Kaitannya cukup erat dengan emosi anak. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memilih warna untuk anak, terutama pada ruang-ruang yang sering ditempati anak seperti ruang tidur, kamar mandi, ruang bermain, dan ruang belajar. Ruang-ruang lain seperti ruang tamu, ruang makan, dan ruang keluarga tak memberi pengaruh cukup besar pada anak.

Warna-warna yang lebih disarankan adalah warna-warna cerah yang dapat dioptimalkan untuk merangsang kreativitas, memberi semangat, memengaruhi rasa estetika, memperkuat daya imajinasi, dan memperkuat rangsangan motorik. Selain itu, anak pun memiliki reaksi positif terhadap warna cerah, seperti pink, biru, maupun merah. Reaksi negatif pun akan diberikan pada warna-warna gelap seperti coklat, hitam, serta abu-abu.

Efek Universal Warna

Merah: dinamis, bersemangat, menstimulasi, aktif, kuat, hangat, agresif. Bila terlalu banyak, warna ini dapat menimbulkan kemarahan, tekanan, ketidaksabaran, intimidasi, dendam, dan suasana ribut. Sebaiknya, jangan digunakan untuk kamar bayi (di bawah 1 tahun).

Kuning: warna yang susah ditangkap mata, ceria, hangat, dan berenergi. Warna ini tidak cocok digunakan di kamar tidur anak, terutama untuk kuning yang terlalu terang, karena bisa menyebabkan silau dan sulit untuk beristirahat.

Biru: warna yang paling nyaman untuk mata, menenangkan, aman, menerima, sabar. Terlalu banyak warna biru dapat menyebabkan rasa dingin dan membuat anak jadi pasif. Jika ingin menggunakan warna biru, pilih yang warnanya tidak terlalu pucat sehingga tak terkesan dingin.

Hijau: rileks, sepi, natural, menenangkan dan terkesan malu-malu. Terlalu banyak hijau, akan membuat anak menjadi malas, sehingga untuk menetralisir dapat dikombinasikan dengan merah atau oranye.

Oranye: percaya diri, ramah, penuh keceriaan. Warna oranye di kamar bisa membuat anak selalu terjaga, sehingga harus dikombinasikan dengan warna lain. Jika terlalu banyak oranye, bisa membuat ruangan terasa gelap, sehingga memerlukan banyak cahaya yang masuk.

Ungu: bisa meningkatkan imajinasi anak dan kreativitas. Tapi terlalu banyak ungu juga bisa membuat mood anak terganggu dan menyebabkan anak terlalu ingin berkuasa.

Lilac: terkesan spiritual. Jangan gunakan lilac di kamar anak laki-laki karena bisa membangkitkan sifat feminin. Agar tak terasa hambar, padukan dengan warna hitam atau perak.


Editor: acandra

This content has passed through fivefilters.org.

TAMAN & TANAMAN : Taman Inspiratif di Belakang Rumah

Posted: 19 Oct 2009 04:39 AM PDT

KOMPAS.com - Percaya nggak kalau taman ternyata bisa membangkitkan inspirasi? Coba saja praktikkan hal-hal ini, dijamin pikiran Anda lebih segar dan kreatif.

Taman tak harus ditempatkan di depan rumah. Taman dapat dibuat di mana saja ada area terbuka. Pasti area sekitarnya menjadi segar. Namun, setelah taman terbangun, jangan sia-siakan keberadaannya dan membiarkannya tak terawat.

Kalau saja Anda sedikit malas merawat atau tak punya waktu banyak untuk itu, ketika membangun taman, pilih tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus. Misalnya, rumput liar yang tak perlu diberi pupuk atau disiram setiap hari seperti yang terlihat pada gambar. Meski liar tapi tetap cantik kan?

Agar lebih terasa manfaatnya, fasilitasi taman dengan teras yang dilengkapi dengan tempat duduk yang nyaman. Meja rendah alias coffee table boleh juga diletakkan sebagai tempat santai untuk membaca sambil minum kopi.

Sempatkan diri untuk sekadar duduk-duduk di sana setiap pagi untuk memulihkan energi agar siap menghadapi aktivitas selanjutnya. Hirup sejuknya udara pagi untuk menenangkan pikiran. Bisa dengan duduk santai atau melakukan peregangan ringan di depan hamparan taman yang hijau.

Percayalah, inspirasi bisa datang dari kegiatan sederhana seperti itu. Bahkan, seorang desainer produk Nendo dari Jepang, Oki Sato, mengaku inspirasi desainnya datang dari hal-hal yang dilihatnya setiap hari. Menurutnya, "Designers see what nobody else sees."

Kita coba yuk melihat apa yang biasanya tak terlihat. Semuanya bisa dimulai dari duduk santai di taman. (iDEAonline/Putri Dwimirnani)


Editor: acandra

This content has passed through fivefilters.org.

INTERIOR : "Storage" yang Bikin Kamar Mandi Makin Cantik

Posted: 19 Oct 2009 04:21 AM PDT

KOMPAS.com - Bagaimana bentuk storage di kamar mandi Anda? Sekadar lemari atau rak? Coba yuk bikin yang beda.

Berniat bikin penyimpanan (storage) di kamar mandi? Sekalian saja buat yang istimewa. Jadi, kamar mandi pun ikutan istimewa. Tak perlu kok memikirkan desain-desain yang rumit. Cukup dengan cerukan dinding.

Bentuk dan desain boleh sama, polesannya yang dibuat beda. Kita pasti sudah sering melihat cerukan dinding dijadikan storage. Nah, supaya beda kita dandani. Contohnya seperti di foto kamar mandi ini. Cerukan dinding seperti bersinar keunguan.

Tampilan seperti ini didapat dari lapisan mozaik kaca ungu, di dinding bagian dalam cerukan. Dilengkapi dengan lampu di bagian atas. Cahaya lampu dipantulkan oleh mozaik kaca. Jadilah cerukan yang bercahaya. Di antara dinding keramik sekitarnya, yang berwarna putih, cerukan ini jelas menyita perhatian.

Selain sederhana dan cantik, cerukan ini juga tidak menyita lahan. Seperti yang bisa dilihat di foto, cerukan dibuat di dinding shower. Tak ingin membuatnya di dinding shower, pilih saja area lain, di sekitar wastafel misalnya. Pas banget deh, buat si empunya kamar mandi mungil. Kecil tak berarti tak bisa tampil cantik. Ayo, coba buat cerukan secantik ini! (iDEAonline/Anissa Q. Aini)


Editor: acandra

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar