Selasa, 20 Oktober 2009

Rumah Idaman “TIPS : Unsur Lain Penunjang Fengsui” plus 3 more

Rumah Idaman “TIPS : Unsur Lain Penunjang Fengsui” plus 3 more


TIPS : Unsur Lain Penunjang Fengsui

Posted: 20 Oct 2009 08:06 AM PDT

KOMPAS.com - Percaya atau tidak, fengsui dapat membawa keseimbangan dan harmoni dalam rumah. Mulai dari perabot sampai warna dinding rumah, memberi pengaruh dari pergerakan energi di dalam rumah Anda.

Pendek kata, fengsui mempunyai pengaruh dalam memberi energi atau kestabilan di dalam rumah Anda.

Unsur warna merupakan hal yang dominan mempengaruhi fengsui. Unsur warna tersebut sudah pernah diulas pada tulisan yang lalu. Berikut ini merupakan unsur penunjang fengsui yang lain.

Pencahayaan
Pencahayaan yang sangat baik untuk di dalam rumah adalah pencahayaan alami. Penempatan titik cahaya yang baik dapat meningkatkan atau menyejukkan sebuah ruangan. Cahaya terang membuat suasana ruang menjadi penuh dengan pergerakan dan aktivitas.

Untuk menimbulkan kesan tenang ke sebuah ruangan, masukkan energi Yin ke dalam rumah. Energi Yin akan menciptakan suasana tenang dan damai. Cara yang terbaik untuk bermain dengan pencahayaan adalah dengan menggunakan dimmer (pengatur terang-gelap cahaya lampu). Cara ini memungkinkan Anda mengatur suasana yang diinginkan.

Sentuhan
Seringkali hal ini terlewatkan dalam fengsui. Setiap hari kita bersentuhan dengan banyak hal tapi kita tidak dapat benar-benar merasakan apa yang kita sentuh. Nah, luangkan satu hari untuk merasakan semua itu. Nikmati kehangatan sofa atau kesan damai dari meja.

Rasakan sensasi dari bantal, pakaian, makanan, dan perhatikan apa yang Anda rasakan. Kehangatan dari sebuah gelas membuat Anda merasa santai. Sebaliknya, dinginnya segelas minuman akan memicu Anda beraktivitas mengisi hari Anda.

Lukisan/Benda Seni
Apa yang dikatakan oleh benda-benda seni koleksi Anda tentang diri Anda? Jika Anda menginginkan adanya suatu "ikatan" yang baik, lihatlah keseluruhan dari benda tersebut dan temukan "pesan" apa yang diberikan.

Wewangian
Wewangian atau aroma berperan penting dan mudah untuk membawanya ke dalam rumah. Aroma buah lemon membuat rumah menjadi terasa terang dan penuh udara, sementara bau dari sekeranjang kentang akan membuat rumah Anda terasa sebaliknya. Sedikit aroma saja dari satu bagian dari rumah, akan memengaruhi komposisi energi dari keseluruhan rumah.

Tak pelak lagi, kita menjadi terbiasa dengan bau rumah kita. Berjalanlah ke dalam rumah dengan mata tertutup sesudah bepergian beberapa jam untuk benar-benar bisa merasakan rumah Anda melalui indera pencium. Apa pengaruhnya pada Anda? Anda dapat mengubah aroma rumah dan tingkat energi yang ada dengan menggunakan minyak atau lilin beraroma tertentu. Habis bertengkar, misalnya, nyalakanlah lilin beraroma lavender untuk membawa suasana harmonis kembali ke dalam rumah.

Benda Hidup
Hewan piaraan, tanaman, dan bunga bisa meningkatkan energi dalam rumah. Jika Anda tidak suka berkebun dan tidak pandai merawat binatang, cukup taruh seikat bunga di dalam vas cantik, letakkan di meja ruang tamu atau ruang makan dan rasakan sensasinya.

Siklus
Energi selalu berputar di sekitar kita. Seringkali kita lupa betapa pentingnya udara dan apa pengaruhnya terhadap kita. Sebuah rumah yang penuh asap rokok akan berkesan berat dan melelahkan. Sementara rumah yang memiliki udara luar yang mengalir dengan baik,akan membuat suasana tetap segar dan menyenangkan. Bukalah jendela rumah sesaat saja untuk mendapatkan udara segar.


Editor: acandra

This content has passed through fivefilters.org.

TIPS : Percantik Tempat Tidur dengan "Runner"

Posted: 20 Oct 2009 07:44 AM PDT

KOMPAS.com - Sebagian besar dari Anda pasti sudah mengenal bahkan mungkin sudah menggunakan runner sebagai elemen interior Anda. Taplak meja yang sedang "in" ini bentuknya panjang (bahkan seringkali sampai menjuntai di kedua sisi meja), dan tak terlalu lebar.

Umumnya, runner digunakan untuk menutupi meja tamu, meja makan, atau meja console. Tapi ternyata runner dapat pula digunakan untuk mempercantik tempat tidur Anda.

Contohnya bisa Anda lihat pada gambar yang kami tampilkan di sini. Kedua tempat tidur itu telah ditutupi dengan bed cover, namun masih terlihat pucat dan datar.

Untuk menyegarkan tempat tidur yang pucat sekaligus sebagai aksen, digunakanlah runner yang panjangnya melebihi lebar tempat tidur, sehingga sedikit menjuntai ke bawah.

Untuk warna, dipilih yang senada dengan warna dasar bed cover atau bisa juga disesuaikan dengan warna dominan pada kamar. Hasilnya, tempat tidur pun tampak lebih hidup dan berwarna. (Tabloid Rumah/rma)


Editor: acandra

This content has passed through fivefilters.org.

KONSTRUKSI : Membangun Rumah, Menahan Gempa

Posted: 20 Oct 2009 03:03 AM PDT

KOMPAS.com -  Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (30/9) sore, dan 7,0 SR di Jambi pada Kamis (1/10) pagi harusnya menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Bukan apa-apa, gempa itu telah merusakkan segalanya. Hanya dalam tempo sekejap, keindahan ranah Minang itu meredup.

Lebih dari 800 orang tewas, ribuan terluka, dan ribuan rumah ambruk, rata dengan tanah. Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 2 triliun. Daerah dengan dampak terbesar adalah Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut pengamatan penulis setelah melihat langsung ke berbagai lokasi, konstruksi mayoritas rumah yang rusak ternyata tidak memenuhi syarat teknis (non-engineered housing).

Hancurnya rumah disebabkan beberapa hal. Di antaranya, konfigurasi rumah. Ketidakteraturan denah mengakibatkan gaya puntir dan konsentrasi tegangan sehingga menghancurkan bagian bangunan.

Selain itu, rumah yang roboh itu tidak memiliki kolom praktis, balok keliling (ring balk), dan sloof. Tanpa hal-hal itu, rumah mudah roboh atau ambles. Kalaupun ada, ukurannya tidak memenuhi syarat.

Ketidaksempurnaan sambungan mengakibatkan elemen-elemen struktur tidak terikat baik. Mutu material, seperti bata, kayu, pasir, dan bahan beton yang rendah, juga berdampak pada kualitas bangunan.

Jika kualitas pekerjaannya buruk—adukan beton salah, campuran adukan salah, penyusunan bata sembarangan, detail pembesian salah, sambungan kayu atau beton buruk, pengangkeran (anchoring) buruk, dan lain sebagainya, rumah gampang roboh. Kurangnya pemeliharaan juga memperlemah kekuatan bangunan.

Rumah ramah bencana

Berdasarkan fenomena tersebut, sudah saatnya kita berbenah.   

Departemen Kelautan dan Perikanan telah menginisiasi pembangunan rumah ramah bencana sejak 2006. Sampai 2008 telah dibangun sekitar 497 rumah di 18 kabupaten/kota. Rumah-rumah itu telah terbukti ampuh dan tetap kokoh berdiri walaupun digoyang gempa. Di Kota Pariaman dan Kabupaten Agam, misalnya, semua rumah itu mampu bertahan.

Demikian juga rumah ramah bencana yang dibangun di Kabupaten Pesisir Selatan. Rumah- rumah itu tahan terhadap gempa Bengkulu 7,4 SR, Rabu (12/9), dua tahun lalu.

Pada tahun 2009 sedang dibangun 2.236 unit rumah nelayan ramah bencana di 55 kabupaten/kota. Di Kabupaten Agam, dari 50 rumah yang sedang dibangun, 14 rumah dindingnya roboh digoyang gempa Padang Pariaman. Pasalnya, dinding baru dikerjakan setinggi 1 meter dan kondisinya masih basah. Kolom praktis belum dicor sehingga belum ada ikatan yang baik antara dinding dan kolom praktis.

Ada dua tipe rumah yang dikembangkan, yakni nonpanggung dan panggung. Bagi daerah di luar rayapan tsunami, rumah berbentuk nonpanggung. Adapun kawasan yang rawan tsunami dengan kedalaman genangan tsunami kurang dari 3 m dibuat rumah panggung.

Dibentuk panggung agar tsunami dapat leluasa lewat sehingga mengurangi beban horizontal pada struktur. Di hari biasa, lantai bawah dapat digunakan untuk santai, parkir, kios, memperbaiki jaring, menimbang ikan, dan lain sebagainya. Lantai-lantai di atasnya bisa dipakai untuk mengungsi saat tsunami.

Denah bangunan sederhana, simetris, satu kesatuan, dan seragam. Ukuran rumah rata-rata 27,5 meter persegi. Arah bangunan dibuat sedapat mungkin sejajar dengan arah penjalaran gelombang tsunami atau tegak lurus garis pantai agar tekanan air ke bangunan lebih kecil.

Sloof dipasang di atas seluruh panjang fondasi untuk mendukung dan meratakan beban tembok di atasnya dan meneruskannya ke fondasi di bawahnya. Sloof juga berfungsi mencegah naiknya air dari bawah ke atas tembok. Khusus untuk rumah panggung, sloof dipasang untuk menghubungkan tiap-tiang panggung dan dapat berfungsi sebagai lateral bracing (penguat horizontal) terhadap hantaman tsunami.

Kolom praktis dibuat untuk menguatkan tembok dan tiang pendukung, dipasang. Jarak maksimum 3 meter, pada pasangan tembok lurus dan pertemuan-pertemuan tembok. Balok keliling fungsinya untuk meratakan beban kuda-kuda dan rangka atap, rangka plafon ke dinding, atau kolom bawahnya.

Struktur rumah panggung diperhitungkan guna mengatasi benturan benda keras akibat kapal atau benda lain yang terlempar ke pantai. Tiang rumah panggung sebaiknya dari beton dan berbentuk silinder—agar bidang sentuhan dan benturan dengan puing yang hanyut sekecil mungkin.

Fondasi rumah panggung berbentuk telapak (foot plate) dan terhubung kuat dengan sloof dan tiang rumah. Fondasi diletakkan 1,5 meter di bawah permukaan tanah agar ketahanannya lebih baik, guna me- nahan gerusan akibat arus air deras. Tsunami dapat menggerus tanah hingga sedalam 1,5 meter.

Pola Bantul dan Klaten

Untuk membangun rumah tahan gempa dan tsunami secara efisien dan efektif, kita layak meniru kegiatan rekonstruksi rumah akibat gempa di Bantul dan Klaten, model Java Reconstruction Fund (JRF).

Sekitar 6.080 rumah tahan gempa dibuat JRF tanpa tender. Kontraktor tak dilibatkan. Masyarakat melaksanakan dan mengawasi pembangunan rumahnya secara langsung.

Setiap kepala keluarga yang rumahnya roboh atau rusak berat mendapat bantuan Rp 20 juta untuk membuat rumah tahan gempa 21 m-27 m. Sebagian dari mereka mengeluarkan uang pribadi untuk tambahan agar rumah lebih cantik dan elok.

Agar proses pembangunan berjalan sesuai standar rumah tahan gempa, mereka didampingi konsultan. Konsultan pendamping mengawasi pelaksanaan pembangunan rumah, mulai dari mutu material bangunan sampai teknik-teknik pembuatan rumah. Konsultan digaji JRF.

Kini, para korban itu sudah menikmati rumah-rumah tahan gempa tersebut. Hidup mereka jauh lebih tenang. Lebih dari itu, tak ada uang bantuan yang bocor karena berbagai hal.

SUBANDONO DIPOSAPTONO Penulis buku Hidup Akrab dengan GEMPA dan TSUNAMI


Editor: acandra
Sumber : Kompas Cetak

This content has passed through fivefilters.org.

PERUMAHAN : Bedanya "Townhouse" di Sini dan Mancanegara

Posted: 20 Oct 2009 01:55 AM PDT

KOMPAS.com -  Apa definisi town house atau "Rumah Bandar"? Masyarakat umumnya memahami rumah bandar sebagai komplek perumahan kecil yang eksklusif dan berharga mahal.

Benarkah demikian? Dari survey Tabloid RUMAH, kebanyakan rumah bandar yang ditawarkan di Jakarta dan sekitarnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

- Lokasinya di dalam kota.

- Dalam satu komplek jumlah total unitnya hanya 10—30, dengan luas area umumnya di bawah 5000 m2.

- Bentuk rumah bertingkat (biasanya 2 atau 3 lantai).

- Struktur rumah biasanya berdiri sendiri, bukan kopel.

- Tersedia fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk digunakan bersama.

- Sebagian besar dipasarkan dengan sistem penjualan, bukan sewa.

Ciri-ciri inilah yang membangun definisi rumah bandar di Indonesia. Definisi ini sedikit berbeda dengan pengertian town house di luar negeri. Di Eropa dan Amerika, town house didefinisikan sebagai rumah tinggal yang dibangun berderet di mana dindingnya saling menempel antar unit rumahnya (kopel).

Lokasi town house umumnya di tengah kota dan si pemilik juga memiliki tanah di mana unit town house-nya berdiri. Jika status hunian dari bangunan seperti ini adalah sewa, maka namanya bukan lagi town house melainkan kondominium.

Masih di luar negeri, town house adalah alternatif rumah tinggal yang murah di tengah kota, jauh dari citra ekslusif, kecuali di beberapa tempat seperti New York dan Boston yang harga tanah di perkotaannya memang sangat tinggi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa istilah town house yang dipakai di Indonesia sudah mengalami pergeseran dari makna aslinya.

Sejarah rumah bandar atau town house di Indonesia dimulai sejak era 80-an. Menurut Wijoyo Hendromartono (Arsitek), town house pertama dibangun di daerah Prapanca, Jakarta Selatan.

Rumah bandar ini ditujukan bagi kalangan ekspatriat yang kebetulan memang banyak bermukim di wilayah Jakarta Selatan. Sementara menurut Tulus Santoso (Ketua REI DKI) istilah town house mulai diperkenalkan kepada masyarakat Jakarta sekitar tahun 80-an, lewat tipe rumah yang ditawarkan oleh sejumlah pengembang real estat saat itu. (Tabloid Rumah/cia/lia)


Editor: acandra

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar