Jumat, 04 Desember 2009

Rumah Idaman “BERITA : Pejabat China Terkesan dengan Konsep Lippo Village” plus 1 more

Rumah Idaman “BERITA : Pejabat China Terkesan dengan Konsep Lippo Village” plus 1 more


BERITA : Pejabat China Terkesan dengan Konsep Lippo Village

Posted: 03 Dec 2009 07:46 AM PST

Kamis, 3/12/2009 | 22:46 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Pejabat Republik Rakyat China (RRC) Liu Qi  terkesan dengan konsep Township Development Lippo Village yang mengembangkan kota mandiri lengkap dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, perbelanjaan, perkantoran dan rekreasi. Konsep ini dinilai sangat tepat dan dapat mencapai pengembangan yang berkelanjutan.

Liu Qi yang menjadi Tamu Negara ini menyempatkan berkunjung ke kawasan Lippo Village, Tangerang, Banten. Liu Qi disebutkan mengenal baik pendiri Lippo, Mochtar Riady. Namun Mochtar Riady, menurut Tian Jingjing, Asisten Dr.Mochtar Riady, tidak tampak hadir karena kesehatan yang kurang baik.

Namun putra Mochtar, James T. Riady, ikut menerima kunjungan Liu Qi. "Selama dua puluhan tahun belakangan ini kita banyak belajar dari pengalaman unggul dari RRC dan pengalaman tersebut kita terapkan dalam pengembangan bisnis kelompok usaha Lippo di Indonesia," kata James, Rabu (2/12).

Sebelumnya Liu Qi berkunjung ke kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Village, Tangerang, Banten. Liu Qi didampingi Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qiyue. Keduanya disambut oleh Pendiri Lippo James Riady, President UPH Sheldon C Nord Phd, dan Rektor UPH Dr (Hon) Jonathan L Parapak, MEng Sc.

Saat mengunjungi kampus UPH, mereka diajak melihat fasilitas di kampus UPH, termasuk kantin. Menurut Rektor UPH Jonathan L Parapak, tamu kehormatan dari China, Liu Qi, adalah Ketua Panitia Olimpiade Beijing 2008. "Liu Qi sebenarnya tamu negara. Beliau berkesempatan mengunjungi Lippo Village," kata Parapak.

Setelah berkunjung ke UPH, tamu dari China itu berkeliling kawasan Lippo Village, Tangerang. Mereka secara khusus melihat pola pengembangan Lippo Village sebagai salah satu kota satelit komprehenshif yang sangat berkembang di Indonesia. Selain menyaksikan fasilitas pendidikan di UPH, sebagai salah satu sarana penunjang penting yang ada di Lippo Village, rombongan juga berkunjung ke Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN).

 

This content has passed through fivefilters.org.

BERITA : Emaar Properties Tetap Tanam Investasi di Lombok

Posted: 03 Dec 2009 07:25 AM PST

Kamis, 3/12/2009 | 22:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Emaar Properties, perusahaan properti asal Dubai tetap akan menanamkan investasi, membangun resor di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Badrul Munir menegaskan, Emaar Properties tetap akan menanamkan investasi di wilayahnya. "Nilai investasi Emaar sangat besar, sehingga harus berhati-hati dalam mengelola investasi tersebut," katanya di Mataram, Kamis (3/12).

Meski demikian, Badrul belum memastikan kapan Emaar akan mulai beraktivitas. Hanya, pihaknya akan mengupayakan agar Emaar secepatnya merealisasikan investasi tersebut. Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyusun rencana detail dan kemungkinan besar bisa berjalan tahun depan.

Pernyataan Badrul menjadi secercah harapan bagi Indonesia. Sejak krisis melanda Dubai World belum lama ini, pemerintah dan pengusaha Indonesia banyak mengkhawatirkan imbasnya ke sejumlah proyek raksasa Indonesia.

Dubai World merupakan perusahaan properti raksasa milik Keemiratan Dubai itu banyak menanam investasi saham di sejumlah perusahaan Indonesia. Salah satunya ke proyek Emaar di Lombok. Emaar dan Dubai World sama-sama perusahaan raksasa asal Dubai yang saling berinteraksi.

Kekhawatiran bakal mandeknya proyek resor di Lombok diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim.

Firmansyah telah meminta jajarannya mengecek nasib kerja sama pembangunan resor di Lombok pascakrisis Dubai World. Sebab pada proyek itu, Emaar Properties bersedia menginvetasikan 600 juta dollar AS. Mereka menjalin kerja sama dengan Bali Tourism Development Corporation. Firmansyah khawatir jika proyek ini gagal, pemerintah kesulitan mencari gantinya.

 

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar