Sabtu, 17 April 2010

Rumah Idaman “Pesepeda Bandung Terhambat Jalan Sempit” plus 3 more

Rumah Idaman “Pesepeda Bandung Terhambat Jalan Sempit” plus 3 more


Pesepeda Bandung Terhambat Jalan Sempit

Posted: 17 Apr 2010 05:55 AM PDT

Sabtu, 17/4/2010 | 12:55 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Ahli transportasi lingkungan ITB Ofyar Z Tamin mengatakan, saat ini para pesepeda di Kota Bandung masih terhambat kondisi jalan yang ada di kota itu yang kebanyakan sempit.

"Ruas jalan sempit, jaraknya relatif pendek, jumlah penggunanya sangat tinggi, terutama kendaraan bermotor. Makanya selalu macet. Itulah gambaran mayoritas kondisi jalan di Kota Bandung," katanya Ofyar Z Tamin, saat diskusi mengenai kondisi jalur bersepeda, di Bandung,  Sabtu.

Menurut Ofyar jaringan jalan Kota Bandung hanya 3-4 persen dari luas kota itu, jauh dari ideal untuk sebuah kota yang seharunya mencapai 10-30 persen.

Dia mengatakan, jaringan jalan di Kota Bandung menjadi semakin kecil karena digunakan sebagai lahan parkir dan tempat pedagang kaki lima.

"Tidak mungkin pemerintah melebarkan jalan. Selain tidak ada lahan lagi, dananya pun tidak ada. Jalan yang bolong saja banyak yang belum ditambal," kata Ofyar.

Selain terhambat kondisi jalan, menurut dia, kegiatan bersepeda di Kota Bandung juga terhambat oleh persepsi negatif masyarakat tentang transportasi sepeda.

"Masyarakat menganggap bersepeda itu mahal, karena harus membeli sepeda dulu seharga Rp2 juta hingga Rp5 juta. Selain itu bersepeda tidak aman, tingkat kecelakaan di jalan raya kan tinggi. Dan yang paling krusial adalah lajur khusus sepeda belum ada," kata Ofyar.

Menurut dia,  saat ini yang perlu dilakukan pemerintah dan para pesepeda adalah merangsang pengguna kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pribadi, untuk mau pindah menjadi pengguna sepeda.

Solusi nyata yang bisa dilakukan Pemkot Bandung, kata dia, adalah dengan mengurangi lahan parkir di ruas jalan dan menaikkan tarif parkir kendaraan pribadi.

"Pemerintah juga sebaiknya segera merealisasikan pembangunan jalur khusus sepeda di jalan-jalan yang sering dilalui pesepeda di Kota Bandung. Pemerintah juga bisa mengolaborasikan kebijakan penggunaan angkutan umum dan sepeda," katanya. (Sumber: Antara)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Menara Jakarta Butuh Rp 3 Triliun

Posted: 17 Apr 2010 05:16 AM PDT

Sabtu, 17/4/2010 | 12:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harapan atas berdirinya Menara Jakarta memang sangat di idam-idamkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Beberapa waktu lalu orang nomor satu di DKI Jakarta itu berharap agar Menara Jakarta itu bisa terealisasi dengan harapan bisa mengatasi rumitnya masalah yang muncul darin base tranceiver station (BTS).

Gayung itu bersambut. Keinginan dari Fauzi Bowo tertampung dalam proyek gedung tertinggi yang akan dipersiapkan untuk mengatasi permasalah teknologi informasi dan komunikasi. Dengan luas lahan 5,3 hektar ini diharapkan tersedia seluruh kebutuhan telekomunikasi dan penyiaran multi fungsi yang anggaranya pembangunannya diperkirakan, mencapai Rp 3 triliun.

Presiden Direktur di PT Prasada Japa Pamudja Handaka Santosa menyatakan, tahapan pembangunan yang diharapkan oleh Fauzi Bowo tersebut akan dimulai bertahap. Pembangunan fisik akan mulai akhir tahun 2010.

Rencananya, untuk awalan pembangunan yang selesai tahun 2012 akan direview terlebih dahulu; lalu pembangunan Menara Jakarta itu akan dirampungkan tahun 2013. "Nanti akan kami sampaikan detailnya," kata pengurus KADIN itu. (Asnil Bambani Amri/KONTAN)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Harga Properti di China Naik Lagi

Posted: 17 Apr 2010 03:59 AM PDT

Sabtu, 17/4/2010 | 10:59 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Harga properti di China meningkat mencapai rekor pada bulan Maret. Hal ini mengindikasikan bahwa usaha pemerintah untuk membendung kenaikan harga tidak berjalan. Diperlukan langkah-langkah lebih drastis di tengah keprihatinan atas gelembung pada pasar perumahan nasional. Harga real estate residensial dan komersial di 70 kota di China meningkat 11,7 persen dibandingkan tahun lalu, demikian angka resmi dari Biro Statistik Nasional.

Haikou, ibu kota di Provinsi Hainan, pulau di selatan China, memperoleh keuntungan terbesar, dengan lompatan 53,9 persen dari harga properti secara keseluruhan. Sanya, juga di Hainan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kontes kecantikan Miss World, menyusul dengan peningkatan sebesar 52,1 persen. Kedua kota ini juga berada di puncak dalam perolehan keuntungan atas harga rumah-rumah baru dibangun,d engan harga di Haikou naik 65 persen dan Sanya naik 58 persen.  

Harga properti di Hainan, yang berlokasi di Laut China Selatan, melonjak setelah Pemerintah China mengumumkan rencana mengubah pulau itu menjadi daerah tujuan wisata internasional.  
 
China telah menaikkan nilai hipotek dan mengenakan kembali pajak penjualan rumah dalam dua bulan pertama untuk mengurangi risiko gelembung aset. Pemerintah mengumumkan pada bulan Maret bahwa para pengembang diwajibkan membayar lebih tinggi untuk pembelian tanah dan melarang bank memberikan pinjaman kepada mereka yang membeli tanah hanya untuk menimbun tanah, sebagai langkah mengantisipasi harga yang lebih tinggi.
 
 "Data ini berita buruk. Ini berarti keuntungan bulanan kembali naik dengan cepat setelah sempat melambat sebesar 0,9 persen pada bulan Februari. Kami mengharapkan kebijakan berikutnya dari Pemerintah China untuk memperlambat pasar real estate," kata Dariusz Kowalczyk, Kepala Strategi Investasi SJS Markets di Hongkong.
 
 Suku bunga harus naik, kata Brian Jackson, pakar strategi pemasaran Royal Bank of Canada yang berkantor pusat di Hongkong. "Untuk meyakinkan para pembeli rumah bahwa pemerintah punya komitmen mengatasi pasar properti yang overheating dan mengurangi risiko gelembung properti, Beijing harus menggunakan semua perangkat kebijakannya, dan terutama menaikkan suku bunga," katanya.

Sementara itu Lee Wee Liat, analis Nomura Holdings mengatakan pajak properti dapat membantu, namun dibutuhkan langkah yang lebih untuk mengatasi hal ini.

Ini dapat dicoba di sejumlah kota-kota yang mengalami gelembung properti seperti Beijing, Shanghai, Chongqing, dan Shenzhen. Namun situasi cukup serius, menurut manajer hedge fund James Chanos yang menyatakan bahwa "China saat ini bergerak ke neraka". Pekan lalu dia menyatakan,"Mereka tidak mampu menurunkan pengembangan properti yang sudah menjadi semacam candu.  Ini hanya sekadar menjaga pertumbuhan ekonomi yang terus tumbuh."

Menurut Lee, beberapa pengembang skeptis dengan kenaikana harga properti dan menunda pembangunan sampai kuartal keempat tahun ini sehingga tak ada suplai dalam pasar.  
 
 Memang pengembang China mengumumkan kenaikan penjualan dalam kuartal pertama tahun ini. Grup Evergrande Real Estate mengatakan mengalami lompatan penjaualan sebanyak 175 persen dalam tiga bukan pertama tahun 2010, sedangkan China Overseas Land & Investment melaporkan kenaikan sebear 48,3 persen. (Sumber:Property Wire)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Harga Tanah di Bangkok Naik 88 Persen

Posted: 17 Apr 2010 02:25 AM PDT

Sabtu, 17/4/2010 | 09:25 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Harga tanah di Bangkok, Thailand naik 88 persen sejak tahun 2007 dan diharapkan terus meningkat, meskipun saat ini suhu politik memanas dan yang terburuk selama 20 tahun terakhir.

Penelitian dari perusahaan real estate Bingswanger Brooker (Thailand) menunjukkan harga di kawasan emas di Ploenchit di pusat kota melonjak tajam pada tahun 2008. Tanah itu dimiliki pengembang seperti Sansiri, Raimon Land, dan The Central Group yang melakukan investasi untuk mengamankan kawasan emas itu demi pengembangan masa depan. Investor lokal utama mencari diversifikasi usaha dari bisnis inti mereka.

Pada bulan Maret tahun ini, terjadi jumlah kegiatan yang tidak terprediksi dengan transaksi bernilai tinggi, meskipun iklim politik di Thailand memperlihatkan kekerasan di mana pengunjuk rasa berkaos merah menuntut diadakan pemilu baru.  
 
Hal ini menunjukkan bahwa pembelian tanah seluas 3.200 meter persegi senilai 36 juta dollar AS oleh Sansiri, yang lokasinya di sebelah rumah Duta Besar Amerika Serikat di Wireless Road, Bangkok, telah menciptakan rekor baru dalam harga tanah di Thailand. Ini menyatakan bahwa nilai kawasan CBD tumbuh sangat cepat  karena tanah di sana memang langka.
 
Chief Executive Nigel Cornick mengatakan suplai tanah yang terbatas yang dikombinasikan dengan permintaan tanah yang tinggi di pusat kota mendorong kenaikan harga, meskipun terjadi kebuntuan politik. "Ada permintaan yang sangat kuat untuk kondominium residensial high-end di pusat kota dari pasar domestik yang mempercepat kenaikan harga tanah. Kondisi ini menyebabkan jarak yang makin jauh bagi pengembang untuk membelinya," kata Cornick menjelaskan,

"Beberapa pengembang juga merencanakan membangun sejumlah hotel di lokasi emas, yang menunjukkan bahwa ini merupakan aset bagi investor lokal untuk tetap memiliki kepercayaan diri," katanya.

Cornick menambahkan harga akan terus naik tajam dan salah satu alasan untuk kegiatan beberapa bulan ini karena penarikan bea transfer, materai, dan pembebasan pajak bisnis yang direvisi pada 31 Mei.  
 
"Nilai jual kategori ini juga tinggi karena aspek kedewasaan pasar. Kami mengharapkan pandangan positif atas daerah ini terus berlanjut di masa depan karena harga yang terus naik. Ini merupakan berita baik bagi Thailand umumnya karena penelitian ini mengindikasikan pasar properti tetap sehat meskipun suhu politik di Bangkok memanas saat ini," katanya.  
 
Cornick menambahkan, nilai tanah milik meningkat, dan ini sepertinya memberikan dampak lanjutan atas tanah sewa yang harganya juga meningkat. Keuntungan besar diperoleh Crown Property Bureau yang mempunyai kepemilikan tanah milik di kawasan pusat kota Bangkok.  
 
Pasar saham Thailand yang terlihat jatuh akibat kerusuhan politik memberikan sedikit kekhawatiran bahwa hal ini akan berdampak pada pasar real estate di negeri gajah itu. (Sumber: Property Wire)
 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar