Sabtu, 05 Juni 2010

Rumah Idaman “Simfoni Alam Tropis di Taman Rumah” plus 3 more

Rumah Idaman “Simfoni Alam Tropis di Taman Rumah” plus 3 more


Simfoni Alam Tropis di Taman Rumah

Posted: 04 Jun 2010 12:07 PM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 4/6/2010 | 19:07 WIB

KOMPAS.com - Bukan sekadar taman tropis dengan kolam ikan. Ada jembatan sebagai area favorit, yang menyatukan seluruh anggota keluarga.

Sinar matahari pagi mengguratkan bayangan di atas permukaan kolam dan dek. Kecipak puluhan ekor Koi yang tengah memperebutkan jatah makan pagi, menciptakan riak-riak air di permukaan. Suara burung Cucak Ijo, Murai Batu, dan Kenari, saling bersahutan. Suasana pagi yang indah.

"Suasana seperti ini sudah susah didapat, kalau tidak sengaja kita ciptakan," ucap Kurnia Ningsih, sang nyonya rumah. Itulah sebabnya, ia tak pernah menyesal telah mengalokasikan 77m2 lahan huniannya untuk taman belakang yang asri ini.

Kolam, yang sesungguhnya menjadi "jiwa" suasana di taman itu, membentang sepanjang 9,5m dengan lebar 4m. Kolam sedalam 60cm ini diisi lebih dari 40 ekor Koi. Meski berhubungan langsung dengan alam terbuka, air di dalam kolam terlihat jernih dan terpelihara kebersihannya.

Di atas kolam membentang sebuah jembatan ukuran ± 4,2mx 3m. Letaknya 10cm di atas permukaan air. Dek jembatan dari lembaran papan bangkirai itu pun seolah-olah melayang. Jembatan inilah tempat favorit keluarga, untuk menghabiskan waktu bersama sambil memberi makan ikan-ikan.

Kolam dikelilingi tanaman hijau. Di sua sisinya tumbuh Pisang Madagaskar (Ravenala madagascariensis). Tanah di antara pohon-pohon pisang itu ditanami Air Mancur (Russelia juncea). Di tengah kolam juga ada tanaman, seperti Kamboja (Plumeria rubra) dan Lilil Air Mancur (Hymenocallis sp). Keduanya tumbuh di dalam pot beton yang "direndam" dalam air kolam, dengan ukuran pot sedikit lebih tinggi dari permukaan air.

Sinar matahari, udara, air, dan tanaman, adalah empat elemen alam yang membangun suasana alami di halaman belakang ini. Pemilik rumah tak lupa menambahkan napas kehidupan melalui ikan-ikan Koi dan burung dalam sangkar, yang digantung tak jauh dari teras. Suara kicauan burung menggenapi keindahan suasana taman. (iDEA/Dewi Kartini)

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Percantik Headboard Ranjang Tidur Pakai Lampu Cabe Rawit

Posted: 04 Jun 2010 11:52 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 4/6/2010 | 18:52 WIB

KOMPAS.com - Ada banyak cara mengubah tampilan kamar tidur agar lebih menarik. Bisa menghiasnya dengan lukisan, atau sekadar menggunakan wallpaper dengan motif yang atraktif. Tapi terpikirkah oleh Anda untuk mendandani area di sekitar headboard ranjang?

Dinding di belakang area headboard ranjang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan dekorasi ruang tidur. Untuk mempercantiknya, di sana di atas headboard bisa ditambahkan satu buah lukisan berukuran 250 cm x 150cm. Kehadirannya bisa menjadi focal point yang artistik.

Selain lukisan, masih banyak kreasi lain yang bisa digunakan untuk mengubah tampilan area sekitar headboard pada ranjang. Seperti yang tampak pada foto berikut ini. Bayangkan bila area headbord-nya hanya dihiasi cat polos berwarna cokelat.

Tampilannya mungkin terkesan hangat dan dinamis. Tapi dengan menambahkan elemen dekorasi pada area tersebut, maka ruang tidur akan terlihat makin hidup dan menimbulkan kesan romantis dengan adanya pencahayaan melalui lampu cabe rawit yang ditempel vertikal ke dinding dengan paku kecil.

Untuk membuatnya ternyata cukup mudah dan sederhana. Pertama, pilih lampu cabe rawit yang menggunakan dimmer agar lampu bisa "berkedip" nyala dan mati. Selanjutnya susunan lampu diatur hingga selebar headboard. Lalu tutup seluruh susunan lampu dengan bentangan beberapa lembar selendang tipis dengan motif yang berbeda ke dinding belakang area headboard. Untuk menempelnya, bisa menggunakan paku payung pada kedua ujungnya.

Hasilnya? Seperti yang Anda lihat pada foto, unik dan artistik. Dengan memaksimalkan area sekitar headboard, ruang tidur akan lebih "hidup" dan memikat hati siapapun yang memandangnya. (iDEA/Astri Diana)

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Warna dan Suasana untuk Semua Anggota Keluarga

Posted: 04 Jun 2010 11:40 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 4/6/2010 | 18:40 WIB

KOMPAS.com - Perlu kompromi untuk menentukan tema warna ruang keluarga. Warna netral menjadikan ruang tenang. Aksen warna tegas menjadikan ruang bergairah dan funky.

Ruang keluarga menjadi area yang paling sering dipergunakan secara bersama-sama. Di sini penghuni rumah biasa berkumpul, bercengkrama, sambil menonton film atau mendengarkan musik. Di sini pula, pada saat bersamaan, berlangsung kegiatan lain, seperti menerima kerabat, bermain, membaca, atau bekerja.

Sebuah ruang keluarga yang ideal sepantasnya mampu mengakomodasi segala kebutuhan bersama seperti di atas. Namun faktanya, banyak kendala untuk mewujudkan ruang keluarga yang seperti itu. Keterbatasan ruang atau jumlah dan ragam tingkah laku penghuni yang beda, menjadi alasan. Maka untuk menjadikan ruang keluarga yang ideal, perlu kompromi antaranggota keluarga. Misalnya, menentukan apa saja kegiatan yang "boleh" dilakukan di sana dan apa suasana yang diharapkan.

Setiap anggota keluarga tentu memiliki impian dan mood ruang yang berbeda. Orangtua mungkin menginginkan suasana yang tenang. Sedangkan anak-anak mungkin ingin suasana modern dan funky. Cobalah langkah terbaik, yaitu menyatukan keinginan-keinginan tersebut.

Langkah kompromi itu dapat diawali dari warna ruang. Untuk memberi kesan tenang, aplikasikan warna netral. Tipe warnanya lebih banyak warna-warna pastel. Pilihannya boleh berdasar warna alam yang tidak gelap dan tidak terlalu terang. Warna-warna pilihan itu, antara lain, putih atau hijau apel, biru langit atau biru lebih muda. Juga warna putih keabuan dan abu-abu muda.

Warna-warna tadi bisa dikombinasi dengan furnitur dan aksesori warna netral dan tegas. Mengaplikasikan furnitur warna netral dapat membuat ruang bersuasana tenang. Penambahkan sedikit furnitur warna kontras akan membuat ruang tampak bergairah. Penonjolan suasana itu dipertegas lagi dengan pilihan warna aksesori, seperti lampu dan pajangan. (iDEA/Rasantika M. Seta)

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Mandi Cahaya di Bawah Atap Kaca Ruang Keluarga

Posted: 04 Jun 2010 11:33 AM PDT

Message from Five Filters: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 4/6/2010 | 18:33 WIB

KOMPAS.com - Langit tampak jelas kala dipandang dari sofa di dalam rumah. Itu terjadi karena atap ruangan terbuat dari kaca. Siang hari Anda bisa mandi cahaya, kalau malam atap bertabur bintang.

Ruang dengan bukaan besar memang bisa mengurangi privasi. Bayangkan, bagaimana perasaan Anda ketika sedang bersantai di ruang keluarga, diintip orang dari luar rumah? Betapapun pasti muncul perasaan risih atau malu. Namun bagi keluarga pemilik ruang keluarga ini, hal tersebut tidak menjadi masalah. Ruang dengan bukaan besar justru favorit mereka. Bahkan beberapa ruang yang menuntut privasi, memiliki bukaan besar. Salah satu contohnya, ruang keluarga.

Sebagian dinding ruang keluarga memakai unsur kaca. Deretan jendela kaca berada di sisi barat ruangan. Di atas area jendela ada skylight seluas 20 meter persegi. Kombinasi skylight dengan jendela kaca membuat ruang seluas 24 meter persegi ini amat terbuka. Suasana begitu terang pada siang hari.

"Bahkan sewaktu rumah baru selesai diba-ngun, intensitas cahaya ke ruangan ini terlihat berlebihan," kata Rianto Wibisono, kontraktor pembangunan rumah. Ini terjadi bukan karena kesalahan desain, melainkan pada pemilihan material. Seharusnya skylight menggunakan kaca gelap sehingga dapat meredam intensitas cahaya ke dalam ruang. Pemilihan kaca bening adalah agar intensitas cahaya yang masuk besar. "Kami enggak sangka kalau efeknya menjadikan ruang terlalu terang dan panas," jelas Rianto.

Namun arsitek Idris Samad jeli dalam mendesain rumah ini. Walau ruang keluarga memiliki bukaan besar, tingkat privasi masih bisa dipertahankan. Sang arsitek merancang adanya skylight dan pagar tembok di sekeliling rumah. Pagar inilah yang membatasi pandangan orang ke dalam rumah. (iDEA/Rasantika M. Seta)

Five Filters featured article: Into the Abyss. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar