Senin, 12 Juli 2010

Rumah Idaman “DKI Bebaskan Lahan untuk Kepentingan MRT Jakarta” plus 3 more

Rumah Idaman “DKI Bebaskan Lahan untuk Kepentingan MRT Jakarta” plus 3 more


DKI Bebaskan Lahan untuk Kepentingan MRT Jakarta

Posted: 12 Jul 2010 03:38 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membebaskan sejumlah bidang tanah untuk kepentingan pembangunan MRT Jakarta. Pembangunan konstruksi MRT akan dimulai tahun 2012 mendatang.

Ini merupakan komitmen Pemprov DKI menjadikan Mass Rapid Transit (MRT) sebagai transportasi publik yang nyaman. Angkutan massal ini rencananya memiliki rute Lebak Bulus-Dukuh Atas sepanjang 14,5 kilometer, dan dilengkapi 12 stasiun. Stasiun-stasiun tersebut meliputi 8 stasiun layang dan 4 stasiun bawah tanah, serta satu depo di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Delapan stasiun layang menyebar di Lebakbulus, Fatmawati, Jl Cipete Raya, Jl Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan. Sedangkan empat stasiun bawah tanah terletak di sepanjang Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas.

"Nantinya MRT dapat mengangkut sebanyak 300 ribu penumpang per hari. Dengan jarak tempuh selama 28 menit dari Lebakbulus menuju Dukuhatas. Selain itu, MRT juga dapat mengurangi CO2 sebanyak 30 ribu ton pada tahun 2020 mendatang. Bahkan, moda transportasi ini juga dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi bagi warga yang dilewatinya," ungkap Hasyim Duski, perwakilan PT MRT saat sosialisasi di kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Senin (12/7).

Untuk pembangunan jalur MRT sendiri, Pemkot Administrasi Jakarta Selatan juga telah membebaskan lima bidang tanah di Lebak Bulus. Rencananya, pada tahun 2010 ini pembebasan tanah di sekitar Lebak Bulus akan diselesaikan. Serta beberapa bidang tanah di Pondok Pinang dan Cilandak Barat. Di Kecamatan Cilandak, bidang tanah yang akan dibebaskan sebanyak 146 bidang tanah dengan 75 orang pemilik di Kelurahan Gandaria Selatan dan 101 bidang tanah dengan 101 pemilik di Kelurahan Cipete Selatan.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mangara Pardede, mengatakan sosialisasi telah dilakukan pihaknya sejak tahun 2008 silam. Namun sosialisasi dilakukan secara bertahap. Sosialisasi pertama dilakukan kepada warga yang berada di koridor antara SPBU Fatmawati dan ITC Fatmawati. 

Di sepanjang rute yang dilewati MRT akan ada pembebasan tanah. Berdasarkan studi yang dilakukan, lebar jalan yang diperlukan untuk pembuatan jalur MRT ini yakni 22 meter. Sedangkan beberapa ruas jalan di sepanjang Jl Fatmawati hingga Jl Panglima Polim memiliki lebar kurang dari 22 meter. "Warga yang terkena pelebaran, paling hanya akan terkena sekitar 1-2 meter," ujarnya.

Namun untuk pembangunan stasiun, lebar yang diperlukan lebih dari 22 meter, sehingga perlu ada pembebasan lahan yang lebih luas yakni 10 meter di sisi kiri dan kanan. "Kalau yang letaknya pas dengan stasiun baru, pembebasan lahannya akan lebih banyak lagi," terangnya.

Anggaran yang disediakan untuk pembebasan lahan pada APBD tahun 2010 ini sebanyak Rp 60 miliar. Harga untuk lahan yang akan dibebaskan berdasarkan musyawarah dan kesepakatan yang dibuat Pemkot Administrasi Jakarta Selatan dan warga yang terkena pembebasan. "Nilai pembebasan mengacu pada kesepakatan. Harganya juga bervariasi. Semakin ke arah Blok M akan semakin mahal," tandasnya.
 

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pemda Diminta Sediakan Lahan untuk Rusun Sederhana

Posted: 12 Jul 2010 03:05 PM PDT

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah pusat mengharapkan pemerintah daerah berkomitmen menyediakan lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana bagi masyarakat kurang mampu.

Dirjen Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Syamsul Arief Rivai di Makassar, Senin, mengatakan, ketersediaan lahan merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi dalam pencapaian target pembangunan 1,000 menara rusun sederhan.

"Sebenarnya program ini tidak terhenti, tetap berjalan hanya saja kami mengalami kesulitan pada ketersediaan lahan. Selain lahan, dukungan infrastruktur seperti air, listrik dan gas juga menjadi tantangan," jelasnya.

Ia menambahkan, kesiapan lahan juga tergantung pada salah satu fungsi penting rusun sederhana yaitu membangunnya dekat dengan lahan usaha warga. Program untuk menampung mereka yang tinggal di kawasan kumuh dan berpenghasilan rendah ini dicanangkan sejak akhir 2006 dan ditargetkan rampung pada 2011 di seluruh Indonesia.

Asisten Deputi Urusan Penyediaan Rumah Susun Kemenpera Paul Marpaung mengatakan, secara nasional pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 100 menara rusun sederhana hingga akhir 2011 khusus untuk pekerja dengan anggaran Rp12 miliar setiap menara.

"Hingga kini Kemenpera membangun 138 rusun sederhana sewa, departemen pekerjaan umum 256 unit dan rumah susun sederhana dengan status hak milik hampir 100 tower," jelasnya.

Di Makassar sendiri, pihaknya telah membangun empat rusun sederhana sewa di Kawasan Industri Makassar, Universitas Hassanuddin dan Kecamatan Mariso sementara untuk rusunami belum ada satu pun yang terealisasi. "Rencana mau masuk lagi di Kima tapi lahannya belum siap bangun," ujarnya.

Menurut dia, rata-rata harga sewa setiap kamar dalam rusun sederhana senilai Rp100 -150 ribu per bulan di bawah pengelolaan perusahaan, pemda atau kampus. 

Kemendagri, Kemenpera dan pemerintah provinsi menggelar forum pemantapan dan sinkronisasi pelaksanaan penyediaan dan pemanfaatan lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana di kawasan perkotaan selama dua hari di Makassar.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi bagi masalah pemenuhan kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat menengah ke bawah yang terbentur harga rumah yang tinggi dan lahan. Pembangunan 1.000 menara rusun sederhana merupakan program pengentasan kawasan kumuh.

Arief menambahkan, pihaknya telah membuat peraturan untuk membebaskan biaya izin mendirikan bangunan bagi pengembang yang membangun rusun sederhana.  Daerah juga diminta segera menetapkan perda tata ruang wilayah untuk menjadi acuan pembangunan termasuk dalam RPJMD.

"Hingga waktu penetapan perda ini berakhir pada April 2010, baru enam provinsi di antaranya Sulsel yang telah membuatnya," jelasnya. 

Ia juga meminta daerah proaktif memberikan ruang bagi pengusaha dan pengembang serta mempercepat proses pemberian perizinan.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

HDB Singapura Beli Panel Solar untuk Apartemen

Posted: 12 Jul 2010 01:51 PM PDT

SINGAPURA, KOMPAS.com -The Housing and Development Board (HDB), lembaga yang mengurusi masalah perumahan di Singapura membeli panel-panel solar senilai 2,3 juta dollar untuk dipasang di atap apartemen yang dibangun di Singapura.

Sampai akhir tahun 2010 ini, sedikitnya 3.000 unit residensial di Singapura akan dipasangi panel-panel solar. Atap apartemen yang akan dipasangi panel solar antara lain di Jurong, Aljunied, Telok Blangah, Bishan, Ang Mo Kio, dan Jalan Besar.

Untuk keperluan itu, HDB melakukan pembelian panel solar terbesar senilai 2,3 juta dollar dari Renewable Energy Corporation. Keputusan ini diambil menyusul turunnya harga teknologi solar.

Sejak tahun 2008, harga modul Solar PV turun hingga 55 persen, dari 5,17 dollar per Watts-peak turun menjadi 2,33 dollar/Wp.

Bekerja sama dengan kantor konsultan Amerika, Dresser & McKee, HDB Singapura akan memulai studi di Punggol. Studi ini bertujuan mengembangkan Key Performance Indicator (KPI) pada reduksi sampah, energi, dan air.

Tay Kim Poh, CEO HDB Singapura mengatakan, "Ketika kami dapat meletakkan energi terbarukan dalam bentuk panel solar, ini akan membantu mengurangi konsumsi energi dalam proyek-proyek perumahan HDB."

Energi matahari akan membantu mengurangi konsumsi energi di wilayah umum, dan pada gilirannya akan menghemat pengeluaran masyarakat.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Solo Paragon Hotel and Residence Beroperasi Agustus 2010

Posted: 12 Jul 2010 01:29 PM PDT

SOLO, KOMPAS.com - Solo Paragon Hotel di Solo, Jawa Tengah mulai beroperasi bulan Agustus mendatang. Hotel bintang empat yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo, Kota Solo ini, akan dikelola oleh Tauzia Hotel Management. Selama ini Tauzia dikenal mengelola Hotel Harris.

Lokasi Solo Paragon Hotel dekat dengan Jalan Slamet Riyadi, jalan utama Kota Solo yang identik dengan atraksi kebudayaan dan kegiatan pariwisata di sepanjang jalan. ?
"Solo Paragon Hotel & Residences merupakan akomodasi modern yang digabungkan dengan karakter kota Solo yang kuat dengan kebudayaan tradisonalnya," ungkap Hengky Tambayong, General Manager Solo Paragon Hotel & Residences.

Hotel ini memiliki 237 kamar, termasuk 31 suite, lounge dengan live music, restoran internasional dan bar, empat ruang rapat, dan ballroom utama yang dapat berkapasitas 1.500 orang, pelayanan spa dan pusat kebugaran dengan lapangan basket 3 on 3. Selain itu hotel ini memiliki kolam renang bergaya resort serta Nemo Kid's Club untuk anak-anak.? Seluruh kamar dilengkapi dengan TV LCD, AC, mini bar, fasilitas kopi dan teh, kotak deposit, gratis akses internet.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar