Kamis, 15 Juli 2010

Rumah Idaman “Lebih 100 Unit Kondo Terrene at Bukit Timah Terjual” plus 3 more

Rumah Idaman “Lebih 100 Unit Kondo Terrene at Bukit Timah Terjual” plus 3 more


Lebih 100 Unit Kondo Terrene at Bukit Timah Terjual

Posted: 15 Jul 2010 01:25 PM PDT

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pengembang properti Singapura, UOL Group, telah menjual lebih 100 unit proyek kondominium terakhir, Terrene at Bukit Timah. Jumlah itu hampir 89 persen dari 130 unit yang diluncurkan dalam acara pribadi yang dimulai 8 Juli lalu.

UOL Group akan melanjutkan merilis 42 unit lainnya dalam peluncuran resmi hari Jumat besok.

Kondominium dengan hak sewa 999 tahun itu merupakan joint venture 50-50 antara UOL dan La Salle Asia Investment Management.

Harga apartemen ini rata-rata 1.250 dollar Singapura per square foot untuk unit standar. (1 square foot setara dengan 0,0092 meter persegi, atau 100 square feet sama dengan 9,2 m2)

Harganya berkisar dari 719.000 dollar Singapura untuk unit satu tempat tidur sampai 2,79 dollar Singapura untuk unit penthouse dengan lima tempat tidur.

UOL menyatakan, 23 dari 30 unit penthouse sudah terjual.

Permintaan sebagian besar datang dari pembeli Singapura, sebagian besar dari rumah pribadi yang ada di sekitarnya.

Kondominium lima lantai dengan 172 unit, berlokasi di areal seluas lebih dari 130.000 square feet (atau 12.077 m2), dekat Bukit Timah Nature Reserve. Pembangunan ini diharapkan selesai pada April 2014.

Terrene at Bukit Timah Condominium berlokasi di sepanjang Jalan Jurong Kechil, sangat dekat dengan Stasiun MRT Beauty World yang sedang dirancang.

Berbagai tempat belanja dan makan di Upper Bukit Timah antara lain Bukit Timah Food Centre, The Rail Mail, dan Bukit Timah Shopping Centre.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Singapura Bangun Jalur Sepeda untuk Alternatif Transportasi

Posted: 15 Jul 2010 12:35 PM PDT

SINGAPURA, KOMPAS.com — Infrastruktur untuk sepeda sebagai salah satu alternatif moda transportasi di sejumlah wilayah di Singapura mulai dibangun dan dapat digunakan tahun 2014.

Otoritas Transportasi Darat atau Land Transportation Authority (LTA) Singapura menyebutkan, wilayah Changi-Simei dan Bedok akan memiliki jalur khusus sepeda.

Jalur sepeda ini akan menjadi pelengkap infrastruktur sepeda yang sudah ada dalam kawasan apartemen housing and development board (HDB) dan akan selesai tahun 2014.

Menteri Senior Bidang Transportasi Teo Ser Luck mengatakan, dengan jalur sepeda, masyarakat dapat bersepeda dari rumah mereka ke titik transportasi, sedangkan para pekerja dapat bersepeda dari titik transportasi ke tempat kerja mereka dan sekitarnya.

Rencana serupa untuk lima wilayah lainnya, bernilai 43 juta dollar Singapura, akan diumumkan pada Februari 2011.

Pembangunan jalur khusus sepeda di Tampines dan Yishun sudah dimulai. Jalur pertama sepanjang 1,2 kilometer di Tampines akan dapat digunakan mulai hari Minggu ini.

LTA menyebutkan, pekerjaan jalur sepeda di lima wilayah di Singapura diharapkan selesai seluruhnya tahun 2012. LTA menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Urban Redevelopment Authority dan National Parks Board untuk membangun jalur sepeda di Marina Bay.

Para pesepeda di Singapura dapat menunggu pembangunan jalur khusus sepeda sepanjang 16 km sampai tahun 2014. Pembangunan jalur sepeda ini dimulai tahun ini juga dengan dana 26 juta dollar Singapura.

Pemerintah Singapura juga akan menggelar sejumlah program promosi bersepeda dengan aman. Program ini digelar melalui Safe Cycling Clinics dan Safety Talks, serta acara lainnya.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pengembang Thailand Cari Pasar Baru di Vietnam dan Kamboja

Posted: 15 Jul 2010 11:15 AM PDT

BANGKOK, KOMPAS.com - Para pengembang properti Thailand mulai mencari peluang baru dengan mencari pasar mancanegara karena ketatnya kompetisi di pasar Thailand.

Konsultan properti internasional CB Richard Ellis hari Kamis (15/7/10) menyebutkan, pengembang Thailand mencari pasar properti di Vietnam dan Kamboja karena kedekatan lokasi, tingkat pengembangan, dan fakta bahwa kompetisi lokal, tidak sebaik pasar Malaysia, misalnya.

"Banyak peluang dalam pasar Vietnam dan Kamboja, mulai dari pembangunan perkantoran pusat kota, ritel, residensial, hotel, sampai pasar resort yang terus tumbuh," kata James Pitchon, Kepala Riset dan Konsultansi CBRE Thailand.

 Dia memperkirakan ini akan menunjukkan suatu tantangan bagi pengembang akan peraturan pemerintah tentang pengembangan dan kepemilikan properti yang berbeda di setiap negara dan dinamika setiap sektor properti di negara-negara ini juga berbeda dari Thailand.

"Informasi akurat tentang regulasi, penyediaan, permintaan, harga, kompetitor, dan prospek setiap sektor properti sangat penting bagi pengembang Thailand untuk bisa berhasil masuk pasar baru," jelasnya. 

CBRE menmbuka kantornya di Vietnam tahun 2003 dan kini sudah lebih 200 profesional real estate bekerja di kantor di Ho Chi Minh City , Hanoi, dan Danang. Tim pemasaran, penelitian, konsultansi sudah bekerja sama dengan pengembang mancanegara dalam jumlah besar yang sukses membangun berbagai proyek baik di kawasan resort maupun di kota-kota besar.

CBRE berada di Phnom Penh, Kamboja, tahun 2009 dan memberikan advis kepada klien dalam pasar Kamboja untuk beberapa tahun sebelum kantor dibuka resmi.

David Simister, Chairman CBRE Thailand, Kamboja, dan Vietnam memberi usulan kepada Pemerintah Australia unuk mengakuisisi situs baru bagi kantor Kedubes tahun 2005.

"Sangat sedikit informasi yang terpublikasi dan tersedia dalam pasar properti Vietnam dan Kamboja. CBRE menjual dan menyewakan properti di negara-negara ini setiap hari. Itulah sebabnya mengapa kami memiliki data pemasaran terbaik dalam transaksi aktual dan penyediaan di masa depan. Kami memberikan data pemasaran terbaik untuk klien kami sehingga mereka mendapatkan pengetahuan terbaik yang membawa mereka menjadi sukses," kata Pitchon.
 
Dia percaya banyak peluang dan kesempatan bagi para pengembang Thailand untuk mengakuisisi ataupun membangun properti di Kamboja maupun Vietnam, namun mereka butuh riset pasar yang akurat agar bisnis mereka berhasil.
 

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Properti Tumbuh Pesat, Pendapatan Produsen Bangunan Meningkat

Posted: 15 Jul 2010 08:37 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Positifnya pertumbuhan di sektor properti berimbas menjadi sumber rezeki bagi para produsen bahan bangunan, salah satunya adalah PT Kokoh Inti Arebama (KOIN).

Pada semester I 2010 lalu, perseroan meraup pendapatan sekitar Rp 367 miliar. Angka tersebut naik 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mampu membukukan Rp 282,78 miliar.

Direktur Utama PT Kokoh Inti Arebama, Dharmawandi Sutanto berpendapat, kenaikan tersebut dipicu oleh menggeliatnya sektor properti di dalam negeri. "Kenaikan diperkirakan sekitar 30 persen sampai Juni ini. Aturan baru mengenai kepemilikan asing di properti menjadi salah satu pemicunya," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/7).

Seperti diketahui, pemerintah berencana memperpanjang hak pakai atas properti di Indonesia dari 25 tahun hingga jangka waktu 70 tahun. Hal tersebut ditengarai berpotensi mendongkrak pertumbuhan di sektor properti.

Kenaikan penjualan itu didorong dari penjualan produk sanitari dan aksesori serta gipsum. Namun, Dharmawandi masih enggan menyebutkan lebih lanjut terkait besaran kenaikan dan kontribusinya.

Dengan terus meningkatnya penjualan mulai dari kuartal I tahun 2010, ia optimistis tahun ini pertumbuhan penjualan sepanjang tahun bisa lebih dari 30 persen. (Amailia Putri Hasniawati/KONTAN)

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar