Rabu, 14 Juli 2010

Rumah Idaman “Orascom Kembangkan Proyek Perumahan Dekat Kairo” plus 3 more

Rumah Idaman “Orascom Kembangkan Proyek Perumahan Dekat Kairo” plus 3 more


Orascom Kembangkan Proyek Perumahan Dekat Kairo

Posted: 14 Jul 2010 03:56 PM PDT

KAIRO, KOMPAS.com - Orascom Hotels & Development merencanakan membangun lebih dari 7.000 unit rumah untuk masyarakat menengah bawah di dekat Kairo, Mesir.

Demikian diungkapkan Omar El-Hitamy, Managing Director perusahaan yang membangun rumah sederhana kepada surat kabar yang terbit di Kairo Al Mar, seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (14/7/10).

Omar mengatakan perusahaannya masih menunggu persetujuan Pemerintah Mesir untuk menerima 124,6 acres (setara dengan 22.431.725 meter persegi atau 22,4 km2) lahan pengembangan Haram City di Kota 6 Oktober (Six of October).

Orascom Development Holding AG adalah pengembang terkemuka yang membangun kota terpadu di Mesir dan Timur Tengah dengan pengalaman lebih dari 18 tahun. Grup ini membangun kota terpadu dengan hotel, villa pribadi, dan apartemenm serta fasilitas seperti lapangan golf dan marina, serta infrastruktur pendukung.

Saat ini Orascom mengoperasikan tiga kota yaitu El Gouna, Taba Heights, dan The Cove, dengan 32 hotel dan 6.400 kamar, mengendalikan bank tanah seluas 141 juta meter persegi, dan memiliki 18.000 pekerja.

Pendiri perusahaan ini, Samih Sawiris, pebisnis asal Mesir, masih menguasai 60 persen saham bersama keluarganya.

Sejak kuartal keempat tahun 2006 silam, Grup Orascom meluncurkan rumah subsidi yaitu Orascom Housing Communities (OHC). Orascom mengalokasikan tanah seluas 8,4 juta meter persegi di Kota 6 Oktober, dekat Kota Kairo, untuk proyek ini. Di sini akan dikembangkan lebih dari 50.000 rumah dalam waktu 5 tahun sampai 7 tahun ke depan.

Infrastruktur kota terpadu ini meliputi sekolah, rumah sakit, kawasan komersial, kompleks sinema, klub olahraga, yang akan dioperasikan dan dikelola Pemerintah Mesir dan lembaga swadaya masyarakat.

Selain itu, Orascom juga membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (budget housing communities) di Haram City.

Orascom juga membangun sejumlah proyek di Andermatt, Oman, Chbika, Amoun Island, Berenice, El Fayoum Oasis, dan Riyad Resort.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

24 Perusahaan Multinasional Pindahkan Kantor Pusat ke Shanghai

Posted: 14 Jul 2010 01:45 PM PDT

SHANGHAI, KOMPAS.com - The Walt Disney Co, Kraft Food Inc, dan Novartis International AG termasuk 24 perusahaan multinasional yang memutuskan memindahkan kantor pusat regional mereka ke Shanghai, China.

Perusahaan multinasional itu, termasuk enam di antaranya masuk dalam daftar Fortune Global 500 dunia, mendapat sertifikat untuk memindahkan markas besar regional mereka ke Shanghai.

Saat ini jumlah total perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Shanghai 795, termasuk pusat pengembangan dan penelitian regional. Kondisi ini membuat status Shanghai sebagai destinasi utama untuk kantor pusat perusahaan multinasional.

"Petumbuhan jumlah perusahaan-perusahaan asing ini merupakan pengakuan atas kondusifnya iklim investasi di Shanghai bagi investor asing," kata Sha Hailin, Chairman Komisi Perdagangan Shanghai.

"Ini menjadi momen spesial di saat World Expo digelar di Shanghai. Pameran ini makin menyadarkan orang asing akan potensi Shanghai," lanjutnya.

Selama ekonomi global mengalami penurunan, investasi asing di Shanghai meningkat 4,5 persen dibandingkan satu tahun sebelumnya (2009), yang mencapai rekor 10,5 miliar dollar AS.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, investasi asing di Shanghai telah mencapai 5,4 miliar dollar AS, menurut Komisi Perdagangan Shanghai.

Akumulasi investasi di Shanghai dari mancanegara tercatat sampai 110,7 miliar dollar AS. Angka ini membuat Shanghai kota ketiga di China yang ramah investasi asing, setelah Provinsi Guangdong (230 miliar dollar AS) dan Provinsi Jiangsu (200 miliar dollar AS).

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

PT MRT Gandeng Dua BUMD, Bangun Lima Stasiun Transit

Posted: 14 Jul 2010 12:36 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) akan menggandeng dua badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta untuk membangun lima stasiun transit moda angkutan rel MRT.

Direktur Fungsi Korporasi PT MRT Jakarta, Eddi Santosa, di Jakarta, Rabu mengatakan dua BUMD tersebut yaitu PT Jakarta Tourisindo dan PD Pasar Jaya yang akan membangun stasiun transit berbasis "transit oriented development" (TOD).

Eddi mengatakan pihaknya menggandeng dua BUMD karena pembangunan rute tahap pertama moda angkutan MRT yaitu Lebak Bulus - Hotel Indonesia melewati lahan milik mereka.

Dalam kerja sama tersebut, PT Jakarta Tourisindo akan membangun satu stasiun transit pada lahan miliknya seluas 1,2 hektar di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan dengan fasilitas bisnis lengkap.

Sementara PD Pasar Jaya yang memiliki saham PT MRT Jakarta sebesar 0,5 persen akan membangun empat stasiun transit yang berlokasi di Pasar Cipete, Pasar Blok A, Pasar Blok M dan Pasar Bendungan Hilir.

Eddi mengatakan PT MRT mengajukan usul lokasi stasiun transit di lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, meski nantinya yang menentukan adalah Dinas Tata Ruang DKI.

"Hal itu kami lakukan agar sinkronisasi bisa efektif dan efisien. Sekaligus juga bisa mengembangkan kegiatan bisnis BUMD, karena mereka ikut dalam kerja sama pengembangan stasiun transit ini," katanya.

Usulan PT MRT tersebut juga menyesuaikan syarat pembangunan lokasi TOD secara teknis yang harus sesuai dengan ketentuan tata ruang, ketersediaan lahan, tingkat jumlah penumpang, kebutuhan fasilitas, dan lokasinya maksimal berjarak 100 meter dari stasiun yang dilewati. 

"Artinya, lokasi milik BUMD yang akan dikembangkan menjadi stasiun transit atas usulan PT MRT Jakarta cukup memadai," tambah Eddi.

PT MRT sendiri masih membuka kesempatan kerjasama kepada BUMD atau pihak swasta lain yang memiliki lahan di sepanjang rute jalur MRT.

Sedangkan Direktur PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan pihaknya siap bekerjasama dengan PT MRT membangun stasiun transit.

Dengan pembangunan stasiun transit MRT diharapkan dapat memperbaiki kualitas di empat pasar tradisional di Jakarta yang selama dicitrakan sebagai kawasan yang kumuh dan becek.

Sebelumnya, Dinas Tata Ruang DKI menyebutkan sedikitnya ada lima stasiun dari 12 stasiun MRT yang akan sesuai konsep pengembangan berorientasi transit oriented development/TOD utama dalam pembangunan MRT Tahap I. Kelima kawasan yang akan dijadikan TOD maksimum itu yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Blok M, dan Dukuh Atas.

Tiga stasiun lainnya yakni Senayan, Istora, dan Bendungan Hilir akan dikembangkan dengan pola TOD atau konsep pengembangan medium, sementara empat stasiun sisanya yakni Haji Nawi, Blok A, Sisingamangaraja dan Setiabudi akan dikembangkan dengan konsep TOD minimum.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pembangunan Tol Semarang-Bawen Kekurangan Dana

Posted: 14 Jul 2010 11:54 AM PDT

SEMARANG, KOMPAS.com - Pembangunan proyek jalan tol Semarang Bawen, sepanjang 26 kilometer, terlambat hingga 5,5 bulan. Keterlambatan pembangunan ini salah satu penyebabnya pelaksana proyek kekurangan dana sehingga tidak mampu membebaskan lahan milik penduduk.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Ruas Jalan Tol Semarang Solo Seksi II, Suyoto, Rabu (14/7) menyatakan, proyek tol itu terbagi dua seksi. Pada Seksi I ruas Semarang-Ungaran sepanjang 14,5 kilometer, pengerjaaan konstruksi jalan dan jembatan sudah selesai.

"Tapi, masih ada hambatan dalam penyediaan lahan pengganti lahan hutan di Penggaron milik PT Perhutani Jateng," kata Suyoto. "Kami masih belum dapat menyediakan kekurangan lahan seluas 17,5 hektar lebih di lahan pengganti karena terkendala dana," jelasnya.

Untuk proyek seksi II meliputi ruas tol Ungaran-Bawen. problemnya pembebasan lahan lebih berat. Pasalnya, ruas jalur tol itu melewati pabrik garmen, perkampungan industri rumahan (home industry) milik penduduk, empat kompleks sekolahan serta enam pemakaman umum.

Total kebutuhan dana untuk pembebasan lahan di ruas Seksi II mencapai Rp 65,9 miliar. Pihak pelaksana proyek, khususnya tim pengadaan lahan masih kekurangan dana sehingga memerlukan bantuan dana APBN. Kebutuhan total lahan proyek tol Seksi II seluas 133,5 hektar, namun baru 38 persen yang berhasil dibebaskan.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Rukma Setia Budi menyatakan, pelaksana proyek tol itu sebaiknya merancang ulang dengan tata kelola yang baik dalam pembangunan jalan tol Semarang-Bawen-Solo. "Lahan sebaiknya 100 persen telah dibebaskan, baru pembangunan bisa berlangsung dengan baik," kata Rukma

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar