Senin, 19 Juli 2010

Rumah Idaman “The Oberoi Lombok Selalu Masuk Peringkat Asia dan Dunia” plus 3 more

Rumah Idaman “The Oberoi Lombok Selalu Masuk Peringkat Asia dan Dunia” plus 3 more


The Oberoi Lombok Selalu Masuk Peringkat Asia dan Dunia

Posted: 19 Jul 2010 04:00 PM PDT

LOMBOK, KOMPAS.com - Manajemen The Oberoi Lombok, Nusa Tenggara Barat berupaya mempertahankan penghargaan sebagai hotel "five star diamond" yang selalu masuk peringkat 1-3 di tingkat Asia dan 1-100 di dunia.

"Kami terus berupaya mempertahankan penghargaan itu dan tahun ini kami masih menerimanya versi majalah Travel Leisure di Amerika Serikat," kata General Manager The Oberoi Lombok Rudynald A. Baihaqi, di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin. 

Rudynald mengemukakan hal itu setelah "Coktail Party" yang juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB Lalu Gita Aryadi, dan pejabat terkait lainnya.

Ia mengatakan, The Oberoi Lombok Indonesia sudah sering mendapat penghargaan sebagai hotel dengan pelayanan terbaik ke-1 hingga ke-3 sejak tahun 2007 versi majalah Travel Leisure di Amerika Serikat dan majalah lainnya. "Kalau di tingkat Asia seringnya mendapat penghargaan peringkat 1, 2 dan 3 sementara di dunia 1 sampai 100," ujarnya.

Tahun ini, kata Rudynald, The Oberoi yang menyebar di sejumlah negara termasuk di Indonesia (Bali dan Lombok) meraih peringkat 1, 2, 3 dan 4 di tingkat Asia dan 1,5,13, dan 15 di tingkat dunia.

Dengan penghargaan itu, The Oberoi yang ada di berbagai negara termasuk di India (manajemen pusat) akan terus berupaya meningkatkan pelayanan sebaik-baiknya demi kenyamanan tamu hotel.

"Kami tidak menargetkan yang terbesar, namun selalu yang terbaik, sehingga tidak terpaku pada ketentuan tetapi selalu membuat tamu bahagia. Namun, kami pun selalu mengutamakan yang benar," ujarnya.

Menurut Rudynald, hotel The Oberoi Lombok yang berlokasi di Desa Sigar Penjalin, Kecematan Tanjung, sekitar 30 kilometer arah utara Kota Mataram, lebih mengutamakan nuansa ketenangan namun menampilkan pemandangan pantai yang indah.

The Oberoi Lombok hanya memiliki 50 unit tempat menginap namun berbentuk vila dengan luas lahan 375 meter persegi dan paviliun yang luasnya mencapai 70 meter persegi.

Vila hanya 20 unit dan paviliun sebanyak 50 unit yang letaknya menyebar di kawasan pantai utara Pulau Lombok. Tarifnya paling murah Rp4 juta dan paling mahal Rp15 juta/malam.

Untuk membuat para tamu merasa nyaman selama menginap, semua kamar menonjolkan fitur ruangan bebas rokok, penyejuk udara, jubah mandi, koran harian, film in-house, meja tulis, pengering rambut, dan kotak penyimpanan dalam kamar.
Hotel itu menyediakan fasilitas bersantai dan rekreasi unggul termasuk pijat, jacuzzi, gym/fasilitas kebugaran, sauna, ruang uap. 

"Jika tamu kami ingin mengunjungi obyek wisata tiga gili (Trawangan, Meno dan Air), dengan jarak tempuh hanya 10 menit itu, kami beri kemudahan," ujar Rudynald.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Best Western Bangun Hotel di Pantai Lasiana Kupang

Posted: 19 Jul 2010 03:50 PM PDT

KUPANG, KOMPAS.com - Sebuah jaringan hotel internasional yang bermarkas di Amerika Serikat, Best Western, membangun sebuah hotel bintang empat bertaraf internasional di Pantai Lasiana Kupang, Nusa Tenggara Timur, karena menilai daerah itu strategis dan memiliki prospek.

Direktur Utama PT Dwi Pratama Sukses Jusuf Sawurin sebagai pemegang saham Best Western di Indonesia, di Kupang, Senin, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya dan Direktur Bank NTT Daniel Tagudedo, berkaitan dengan pembangunan hotel tersebut.

Dia mengatakan, realisasi pembangunan fisik hotel akan dilakukan secepat mungkin setelah penandatanganan MoU itu. Pihaknya segera menyelesaikan desain arsitekturnya agar peletakkan batu pertama segera dimulai, katanya. Gubernur NTT Frans Lebu Raya bahkan menantang Yusuf Sawirin, agar peresmian hotel bisa dilakukan pada Desember 2011.

Ketika menjawab pertanyaan pers mengenai pilihan Best Western untuk membangun hotel di Kupang, Jusuf Sawirin mengatakan, ibu kota Provinsi NTT itu belum memiliki hotel bertaraf internasional dengan fasilitas yang bisa digunakan untuk kegiatan regional. Kupang baru memiliki beberapa hotel berbintang tiga, namun belum memiliki fasilitas bertaraf internasional.

Dia mengatakan, Best Western adalah sebuah jaringan hotel internasional untuk memulai bisnis sejak 1946 dan kini memiliki lebih dari 4.200 hotel di lima benua, mencakup 88 negara.

Di Kupang, ii merupakan hotel ke 19 di Indonesia, sedangkan yang sudah lebih dahulu ada dibangun antara lain di Jakarta, Solo, Padang, dan Bali. Untuk pembangunan hotel tersebut, pemerintah provinsi menyertakan saham melalui lahan yang ada di Pantai Lasiana dan modal langsung yang bersumber dari APBD. Sementara Bank NTT, siap mendanai pembangunan hotel tersebut.

Selain memiliki lebih dari 4.200 hotel bintang tiga dan empat di 88 negara, Best Western juga memiliki sembilan juta pelanggan yang mengantongi kartu keanggotaan, guna mendapatkan berbagai kemudahan.

"Dengan keanggotaan dan kemudahan itu, mereka kemana pun hanya mau menginap di hotel jaringan Best Western," katanya dan menambahkan, pihaknya membangun hotel dengan 200 kamar, belum termasuk "ballroom" dan pusat hiburan.

Dengan keberadaan hotel tersebut, Nusa Tenggara Timur dipromosikan dijaringan Best Western di lebih 4.200 hotel di 88 negara.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Aston Bali Resort and Spa Tak Layak Dipailitkan

Posted: 19 Jul 2010 03:38 PM PDT

DENPASAR, KOMPAS.com — Hotel Aston Bali tidak layak dipailitkan sebagaimana putusan hakim Pengadilan Niaga Surabaya, kata Agung Mattauch, pengacara Rustandi Yusuf, penjamin kredit PT Dewata Royal International (DRI).

"Sejak awal proses kepailitan terlihat sangat dipaksakan dan majelis hakim yang diketuai Ali Makki ternyata mengabulkan permohonan kepailitan itu pada 10 November 2009," katanya dalam siaran pers.

Padahal, kata dia, kredit Hotel Aston sendiri tidak macet dan tidak ada tunggakan pajak. "Jadi jelas tidak layak dipailitkan," katanya menegaskan.

Ia mengemukakan bahwa putusan memailitkan Aston Bali Resort & Spa yang berlokasi di Tanjung Benoa, Nusa Dua, itu sangat merugikan kliennya. Apalagi kondisi Hotel Aston sangat sehat, didukung tingkat hunian di atas 95 persen, tidak ada permasalahan dengan pihak mana pun dan sekitar 360 karyawan mendapat bonus sekitar Rp 2 juta per bulan.

"Kurator juga mengalihkan pengelolaan hotel ke pihak pemenang lelang dengan mengatasnamakan PT DRI. Pembeli lelang juga dapat dirugikan karena ternyata membeli aset bermasalah akibat mendapatkan informasi yang tidak akurat," kata Agung.

Menurut dia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) harus turun tangan untuk memeriksa aliran dana sekitar Rp 42 miliar dari tiga bank milik nasabah penyimpan yang diduga menguap setelah diblokir. "Polisi dan BI harus memeriksa masalah ini karena merusak sistem perbankan," kata Agung.

Ia menjelaskan bahwa selama 10 bulan Rustandi Yusuf, pemilik Hotel Aston, membiayai sendiri operasional hotel lebih dari Rp 50 miliar. "Lalu ke mana larinya uang hasil Hotel Aston itu semua?"

Agung Mattauch juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan menangani masalah ini karena ada dugaan kerugian negara. "Kami dalam waktu dekat akan melaporkan masalah tersebut ke KPK," ujarnya.

Sementara itu, ratusan karyawan Hotel Aston sebelumnya berunjuk rasa menolak proses kepailitan itu.

Humas Hotel Aston Resort & Spa Sam Maulana Akbar mengatakan bahwa para karyawan Aston berunjuk rasa bukan karena takut PHK, melainkan menolak keras eksekusi kepailitan oleh kurator.

"Tidak ada niat sedikit pun dari manajemen Hotel Aston Resort & Spa untuk mem-PHK karyawan karena seluruh operasional dan administrasinya berjalan baik, bahkan kebutuhan para karyawan terpenuhi dengan baik. Jadi, yang dimaksud pailit itu apa?" katanya.

Pihaknya berharap agar kasus pailit ini tidak menjadi keresahan berkepanjangan, dan Mahkamah Agung sudah seyogianya mengambil tindakan tegas untuk menyikapi bahwa kepailitan ini tidak layak.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Sosialisasi Pemerintah Tak Jelas, Pengembang Butuh Kepastian

Posted: 19 Jul 2010 03:24 PM PDT

SURABAYA,KOMPAS.com - Mulai bulan Juli ini pemerintah akan mengubah skim kredit pemilikan rumah masyarakat berpenghasilan rendah dari sistem subsidi selisih bunga menjadi sistem fasilitas likuiditas. Namun, hingga sekarang sosialisasi belum juga dilakukan sehingga realisasi kredit pemilikan rumah, khususnya rumah sederhana sehat terhambat.

"Kami butuh penjelasan langsung dari pemerintah terkait perubahan skim kredit pemilikan rumah (KPR) RSH. Katanya bulan Juli ini skim baru diberlakukan tapi pemerintah belum juga menjelaskan. Efeknya, kami harus menunggu realisasi KPR lama, padahal rumah sudah terbangun,"  kata Wakil Ketua Bidang RSH Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jatim Tri Wediyanto, Senin (19/7) di Surabaya.

Di Jatim kini terdapat sekitar 10.000 unit RSH yang telah dibangun. Namun, baru sekitar 4.000 unit RSH yang telah menjalani realisasi dengan total dana Rp 192 miliar. Sementara itu, sekitar 6.000 unit lainnya belum terelaisasi karena dua kendala, yaitu menunggu skim KPR baru dan belum adanya infrastruktur.

Menurut Tri Wediyanto, selama tahun 2010 target pembangunan RSH di Jatim sebanyak 20.000 unit. "Dari total jumlah itu, REI akan membangun sekitar 12.000 unit. REI sendiri kini telah membangun sekitar 8.000 unit," ucapnya. (Aloysius Budi Kurniawan)

 

 

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar