Jumat, 23 Desember 2011

Rumah Idaman “Sayangnya, "Green Building" Belum Diminati....” plus 2 more

Rumah Idaman “Sayangnya, "Green Building" Belum Diminati....” plus 2 more


Sayangnya, "Green Building" Belum Diminati....

Posted: 23 Dec 2011 06:35 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan bangunan berteknologi hijau belum sebesar yang diharapkan. Pasalnya, masih banyak yang belum mengetahui nilai ekonomis green building.

Resapan air lama-kelamaan menipis, kita semakin boros energi.

-- Naning Adiningsih Adiwoso

Naning Adiningsih Adiwoso, pendiri sekaligus Ketua Green Building Council Indonesia (GBCI) mengatakan, konsep green building memberikan penghematan energi sampai 65%.

Green building atau konsep bangunan hijau merupakan bangunan dengan penerapan kaidah sustainable consumption. Konsep ini mendukung penghematan energi dan air, sehingga penting untuk kenyamanan hidup.

"Setiap hari 85% kegiatan manusia dilakukan dalam ruangan, makanya lingkungan sehat itu perlu," ujar Naning di Jakarta, Kamis (22/12/2012).

Namun sayangnya, konsep ini belum juga teredukasi dengan baik di masyarakat. Tahun lalu, GBCI menjaring 86 anggota. Dengan 114 anggota di tahun ini, GBCI menargetkan tahun depan mencapai 125 anggota.

Naning yakin, ini akan menjadi tren masa depan, asalkan pengembang, pemilik, kontraktor, dan pengelola, serius menerapkan. Apalagi, jika pemerintah memberi insentif layaknya di Singapura dan Australia.

Sekadar catatan, pilot project sertifikasi di Indonesia mulai Rp 80 juta per gedung. Apalagi, pajak tanah di Indonesia tidak tinggi, sehingga mendorong pemilik tanah menjual ke pengembang untuk dibangun kantor atau apartemen. Padahal, lahan 1 hektare atau 2 hektare saja jika dijadikan perkebunan atau pepohonan sudah mendukung konsep hijau. Di Bali, petani menjual lahan ke asing untuk dikembangkan hotel.

"Resapan air lama-kelamaan menipis, kita semakin boros energi," kata dia.

Secara umum, saat ini belum banyak gedung di Indonesia menerapkan standar bangunan hijau. Padahal, keuntungan yang diraih lebih besar ketimbang yang tidak menerapkan.

Sebagai gambaran, setiap gedung harus menggelontorkan biaya lebih tinggi 15%-20% dari investasi. Tapi, dalam kurun 5-7 tahun sudah balik modal (break event point/BEP). Saat ini dari 28 gedung terdaftar GBCI, baru 7 yang tuntas sertifikasi dalam waktu dekat.

GBCI berharap, tahun depan 25 bangunan sudah tersertifikasi dan menyusul gedung-gedung lainnya. Sementara Menara BCA PT Grand Indonesia dan Kantor Manajemen Pusat (Kampus) PT Dahana Persero Subang menjadi dua green building pertama di Indonesia. (Maria Rosita)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Eklektik...Inilah Pengganti Tren Minimalis!

Posted: 23 Dec 2011 06:03 AM PST

KOMPAS.com - Konsep gaya interior minimalis akan segera tergeser oleh eklektik, sebagai tren desain interior pada 2012 nanti. Eklektik digemari karena tak hanya memasukkan barang-barang produk modern saja, melainkan juga barang-barang bergaya vintage, termasuk barang bekas untuk dipadupadan.

"Sekarang ini banyak orang memakai minimalis, meski di luar Indonesia itu sudah lewat sejak lima tahun lalu. Minimalis di sini juga rancu, karena tadinya konsep ini cocok di ruangan sempit. Sekarang, ruangan besar juga dibuat minimalis," kata desainer interior Lea Aviliani Aziz kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (21/12/2011).

Tren ke depan, lanjut Lea, konsep eklektik. akan menggantikan minimalis. Konsep ini akan membuat suasana ruangan menjadi lebih nyaman dan dinamis.

"Mau pakai rotan di satu sudut, lalu di sebelahnya memakai material metal, tidak masalah. Semuanya bisa masuk," jelasnya.

Eklektik bahkan dapat memadukan bermacam konsep, seperti etnik, modern, art deco, dan lainnya.

"Dengan konsep ini ruangan menjadi lebih hidup. Beragam gaya dipadukan dalam satu ruang, dan tidak ada yang salah dari itu," ujarnya.

Namun, lanjut Lea, meskipun memadukan beragam bahan material dan konsep gaya interior, penerapan eklektik harus memperhatikan peletakkan.

"Luas ruangan, seberapa besarnya, itu penting untuk besar kecilnya perabotan yang hendak diletakkan. Dimensi ruang itu penting di sini," jelasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tower Topaz, Bersiap Jadi "Tower" Baru di Gateway Pasteur

Posted: 23 Dec 2011 03:34 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Animo masyarakat terhadap nilai investasi properti di Bandung masih tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Binakarya Propertindo Group melalui percepatan penambahan tower untuk Gateway Pasteur Apartment.

Perlu dicatat, bahwa lokasi properti di Pasteur, terutama untuk nilai investasinya, akan segera naik.

-- Hengky Go Setiawan

Binakarya Propertindo Group (BOG) dan Istana Group akan segera meluncurkan Tower Topaz sebagai menara ketiga dari Gateway Pasteur Apartment, Bandung, awal 2012 nanti. Peluncuran tersebut akan didahului dengan test market.

Go Hengky Setiawan, CEO Binakarya Propertindo Group kepada Kompas.com, Rabu (22/12/2011) mengatakan, rencana peluncuran Tower Topaz tak lepas dari besarnya minat masyarakat untuk memiliki apartemen di gerbang kota Bandung ini. Tingginya animo masyarakat terlihat sejak diluncurkannya dua tower terdahulu, yaitu Tower Ruby dan Tower Jade, pada Oktober 2011. 

"Mulai dari launching hingga saat ini kedua tower itu telah terjual lebih dari 80 persen. Artinya, animo itu memang tinggi," kata Hengky.

Tower Topaz direncanakan memiliki kurang lebih 506 unit apartemen yang terbagi ke dalam beberapa tipe, yaitu studio,1 kamar, 2 kamar, dan 3 kamar. Adapun harga yang dipatok BPG selama masa test market adalah Rp 100 jutaan untuk tipe studio, Rp 200 jutaan untuk tipe 1 kamar, Rp 300 jutaan untuk tipe 2 kamar, serta Rp 500 jutaan untuk tipe 3 kamar.

"Dengan melihat tingginya animo ini kami terpaksa harus mempercepat rencana pembukaan tower ketiga, yaitu Tower Topaz ini. Kami optimistis, rencana peluncuran ini akan mendapat sambutan baik dari masyarakat, apalagi saat ini adalah momentum yang tepat untuk berinvestasi properti di kota Bandung," ujarnya.

"Perlu dicatat, bahwa lokasi properti di Pasteur, terutama untuk nilai investasinya, akan segera naik," tambah Hengky.

Ia mengungkapkan, sama halnya dengan tower Ruby dan Jade, maka Tower Topaz juga akan dilengkapi beragam fasilitas seperti sky garden, BBQ area, lagoon, hingga fitness centre. Selain apartemen, konsorsium tersebut rencananya juga akan membangun commercial dan entertainment centre berupa hotel dan plaza di bagian depan Gateway Pasteur Apartment.

Endang Susilomurti, Head of Corporate Communication BPG, mengatakan, aktivitas komunikasi yang teratur dan terarah antara pengembang dan konsumen masyarakat sangat berperan dalam mencetak tingginya animo masyarakat terhadap Gateway Pasteur Apartment.

"Baik untuk yang sudah bergabung atau pun belum, kami secara teratur mengadakan customer gathering dengan masyarakat dan terus melakukan sosialisasi terkait product knowledge kami ini di Istana Plaza, Bandung Indah Plaza, dan Bandung Super Mal pada akhir Desember ini," ujarnya.

Selain itu, komunikasi juga mulai dijaga dengan aktif berkomunikasi di berbagai media jejaring seperti Facebook.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar