Sabtu, 03 Desember 2011

Rumah Idaman “Yuk, Menghijaukan Atap Rumah” plus 2 more

Rumah Idaman “Yuk, Menghijaukan Atap Rumah” plus 2 more


Yuk, Menghijaukan Atap Rumah

Posted: 03 Dec 2011 03:36 AM PST

KOMPAS.com - Dengan menghijaukan atap rumah atau akrab disebut taman atap, manfaatnya ialah penurunan suhu ruangan di dalam rumah. Panas matahari yang diterima atap, akan diserap oleh tanaman di atap, sehingga sengatan panas tidak akan memenuhi rumah Anda.

Memang, diperlukan usaha lebih untuk mewujudkan atap yang hijau. Berikut ini informasi yang bisa membantu Anda memahami pentingnya taman atap, serta langkah untuk persiapannya.

1. Tanaman yang ditanam di atas atap akan menyerap panas matahari yang diterima, tetapi tidak akan diteruskan ke dalam ruangan. panas ini justru akan digunakan oleh tanaman untuk berfotosintesis dan bertumbuh kembang. Dengan begitu, suhu di lingkungan sekitar akan menurun dengan adanya taman atap.

2. Akar tanaman akan menyerap sebagian air hujan yang jatuh ke atap. Jika tidak ada tanaman,air hujan dari atap akan langsung jatuh ke jalan. Jika drainase tidak baik, air hujan yang berlimpah akan membuat genangan yang mengganggu jalan.

3. Tanaman bahkan pepohonan yang ada di atap menyediakan hunian bagi serangga. Burung-burung akan berdatangan memangsa serangga, sehingga tercipta sebuah ekosistem kecil pada atap. Ini akan membantu kelangsungan ekosistem kecil pada atap. Ini juga akan membantu kelangsungan ekosistem lingkungan dalam skala lebih besar.

4. Bentuk taman atap sangat beragam, mulai dari hamparan rumput sampai pada tanaman sayuran. Apa pun bentuknya, atap hijau harus memiliki konstruksi kuat karena harus menampung media tanam yang cukup berat serta bobot tanamannya sendiri. Konsultasikan ini kepada kontraktor atau arsitek lanskap rumah Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Menyiasati Ruang Dengan Memainkan Wallpaper

Posted: 03 Dec 2011 03:32 AM PST

KOMPAS.com - Kalau selama ini menyiasati ruangan dilakukan lewat pemilihan warna cat dinding, jeli memilih furnitur, atau menggunakan bantuan cermin, kini cobalah yang satu ini, mainkan wallpaper! Untuk menyiasati ruangan, cermati dengan memilih warna, motif atau bentuk wallpaper.

Berikut tipsnya: Membuat ruang terasa lebih tinggi Jika ruangan memiliki tinggi plafon rendah, maka pilihlah wallpaper dengan motif garis vertikal. Garis vertikal akan memberi kesan dinding lebih tinggi. Alternatif lainnya, pilihlah wallpaper dengan dengan warna senada dengan plafon.

Untuk hasil terbaik, pakai yang berwarna terang atau netral seperti putih, krem, abu-abu muda, dan cokelat muda. Bila memilih warna yang gelap malah berkesan "menekan". Membuat ruang terasa lebih intim Jika ruangan terlalu besar terkadang menimbulkan rasa dingin dan kaku. Agar ruangan seperti ini berkesan lebih hangat dan intim, manfaatkanlah wallpaper berwarna gelap atau bermotif besar.

Anda bisa mengaplikasikan ke seluruh sisi dinding atau beberapa sisi yang ingin ditonjolkan. Motif yang bisa Anda terapkan misalnya polos berwarna kopi susu. Membuat ruang polos jadi ceria Untuk membuat ruang yang terasa kosong menjadi ceria, Anda bisa memanfaatkan kekayaan motif wallpaper.

Anda bisa memilih motif sulur atau retro dan menerapkannya pada salah satu sisi dinding. Efeknya akan menjadi berbeda dari kesan ruang sebelumnya. Membuat ruang terasa lebih lapang Di ruangan yang sempit, agar terasa lebih lapang dapat disiasati dengan memakai wallpaper berwarna terang.

Warna terang diketahui dapat memberi kesan lebih luas. Untuk hasil maksimal, terapkan warna terang pda keempat sisi dinding. Membuat ruang terasa lebih lebar Untuk ruangan yang terlalu tinggi, proporsi ruang membuat tidak nyaman. Gunakan wallpaper motif horisontal yang akan mengurangi kesan tinggi pada ruangan.

Untuk hasil yang maksimal, penerapan wallpaper motif horisontal tak harus merata pada keempat dinding. Terlalu banyak garis dalam ruangan justru akan melelahkan mata.

Sumber: Seri Rumah Ide Imelda Akmal Architectural Writer Studio/ Gramedia Pustaka Utama.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Berkonsep Taman 24 Jam, Surabaya Hemat Biaya listrik

Posted: 03 Dec 2011 03:27 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah penghijauan pemerintah kota Surabaya dengan mengembangkan taman selama 24 jam patut dicontoh kota-kota lainnya. Karena selain mengembangkan konsep hijau, ternyata biaya listrik yang dikeluarkan bisa dihemat sampai separuhnya.

"Taman beroperasi selama 24 jam lengkap dengan fasilitas hotspot. Kami mengandalkan penerangan dengan lampu hemat energi selama itu karena disini menjadi tempat yang digunakan oleh masyarakat untuk bersosialisasi, belajar, memanfaatkan internet, bahkan untuk rapat," kata Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dalam Seminar bertajuk "Inspiring Green Cities for Sustainable Indonesia Future" yang diselenggarakan oleh PT. Philips Indonesia, di Jakarta, Kamis lalu.

Risma mengatakan untuk mewujudkan kota yang layak huni, maka penerangan sampai malam menjadi salah satu langkah perwujudannya. "Bukan hanya di taman yang dibuat terang, tapi juga di kampung-kampung. Dengan pencahayaan yang baik, maka fungsi keamananan dan kelancaran lalu lintas bisa dicapai. Selain itu, penerangan di jalan dimanfaatkan anak-anak untuk belajar. Warga juga bisa menghemat biaya listrik rumah karena jalanan terang," ujarnya.

Langkah ini, diceritakan oleh Risma, telah dimulai sejak tahun 2005 ketika dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan. "Saat itu, kami sudah mulai perlahan-lahan mengganti lampu di jalan dan taman dengan yang hemat energi. Desain lampu juga mengikuti tren, sehingga ketika malam tetap tampak indah," katanya.

Hemat biaya listrik Dengan mengganti lampu hemat energi, Risma mengatakan, pihaknya malah lebih hemat dalam urusan pembayaran rekening listrik di setiap bulannya. "Untuk biaya listrik penerangan jalan, tadinya kami mengeluarkan biaya sampai Rp 3 Miliar per bulan. Setelah diganti, ternyata lebih hemat dan biaya turun menjadi Rp 2,7 Miliar per bulan," katanya.

Menurut Risma, investasi di awal untuk berganti menjadi lampu hemat energi memang lebih mahal. Namun, dengan melihat biaya operasional dan perawatan maka terasa jauh lebih murah. "Dalam beberapa tahun, investasi bisa kembali. Belakangan, banyak permintaan penambahan penerangan kampung-kampung. Bisa mencapai 1000 - 3000 lokasi dalam setahun, namun rekening pembayaran malah turun," jelasnya.

Sinta Marino, Marketing Manager PT. Philips Indonesia mengatakan, Philips menyadari benar pentingnya pencahayaan dalam mewujudkan kota yang layak huni.

"Sepuluh tahun lalu pandangan terhadap pencahayaan dalam kota sekedar penerangan. Tapi, sekarang untuk memberikan kesan pengalaman mendalam terhadap kota, maka lampu tidak cukup sekedar terang," jelasnya.

Menyadari pentingnya peranan pencahayaan dan gaya hidup kota, Philips memenuhinya dengan inovasi produk teknologi terkini yakni lampu LED (Light Emitting Diode). "LED dan pencahayaan hemat energi akan memungkinkan perencana tata kota mewujudkan kota yang dinamis dan cerdas," ujarnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar