Jumat, 23 Desember 2011

Rumah Idaman “Seperti Inilah Tipe-tipe Gaya Eklektik...” plus 1 more

Rumah Idaman “Seperti Inilah Tipe-tipe Gaya Eklektik...” plus 1 more


Seperti Inilah Tipe-tipe Gaya Eklektik...

Posted: 23 Dec 2011 08:40 AM PST

KOMPAS.com — Konsep gaya eklektik akan menjadi tren interior pada 2012. Untuk Anda yang kurang mengerti apa itu eklektik, arsitek dan desainer interior Keiza Amorani dalam bukunya Ide-Ide Segar Menata Rumah terbitan Gramedia Pustaka Utama akan memberikan gambaran kepada Anda.

Gaya eklektik muncul pada awal abad ke-20. Pada masa itu, rumah adalah simbol kekayaan dan kemakmuran. Semakin mewah isi rumah, semakin tinggi derajat kebangsawanan seseorang untuk diakui.

Secara estetika, gaya ini lebih berkaca pada gaya masa lampau ketimbang pada masa depan. Tak heran, di dalamnya terdapat berbagai unsur arsitektur seperti gothic, rococo, dan victorian.

Namun, eklektik juga menjadi simbol romantisme dalam arsitektur karena di dalamnya terdapat beragam detail yang penuh cerita sejarah. Maksimalis, begitulah kata lain untuk eklektik.

Tiga elemen eklektik

Eklektik dibagi menjadi tiga tipe. Berikut ini pernik-pernik eklektik berdasarkan tipe itu, dan Anda bisa memilih salah satunya untuk diterapkan sebagai aksentuasi yang akan memperindah rumah Anda:

Eksotik - hippy
- Dipan dengan aneka bantal bersulam atau bordir.

- Kain kaya motif dengan aksen manik-manik.

- Upholstery ala India warna fuchshia dan indigo.

- Kain sari dan kaca.

- Warna bumi ala Maroko.

- Motif China berupa warna merah cabai atau hijau dengan aksen hitam.

Romantik-feminin

- Motif bunga, sulur, dan tanaman.

- Bahan upholstery yang terbuat dari kain halus, sutra, atau bulu angsa.

- Warna pink pastel kebiruan dipadu ungu lavender, merah stroberi, dan turkoise terang.

- Kursi klasik dengan penutup kain berenda.

Penuh seni

- Furnitur antik dan desain beraliran dekonstruksi atau asimetris.

- Cat tembok bertekstur.

- Upholstery berupa patchwork.

- Lukisan artwork.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Duh...Lampu Impor China, Minta Ampun!

Posted: 23 Dec 2011 07:01 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) memproyeksikan penggunaan lampu listrik hemat energi (LHE) yang pemakaiannya selama setahun ini sebanyak 261,25 juta lampu. Jumlah tersebut akan meningkat menjadi sekitar 300 juta lampu tahun depan.

Setelah perjanjian perdagangan bebas, bea masuk LHE ke dalam negeri nol persen. Ini membuat harga barang impor relatif lebih murah, produk LHE dalam negeri jadi susah bersaing.

-- John Manoppo

"Prospeknya cukup bagus, tahun depan konsumsi bisa sampai 300 jutaan," kata Ketua Umum Aperlindo, John Manoppo, di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Namun sayangnya, lanjut dia, produsen LHE lokal hingga kini belum bisa secara maksimal memanfaatkan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Walaupun kapasitas produksi terpasang dari 11 produsen LHE lokal Indonesia sampai 195 juta lampu per tahun namun, John menjelaskan, lampu lokal hanya bisa menguasai sekitar 20 persen pangsa pasar LHE dalam negeri.

"Setelah perjanjian perdagangan bebas, bea masuk LHE ke dalam negeri nol persen. Ini membuat harga barang impor relatif lebih murah, produk LHE dalam negeri jadi susah bersaing," katanya.

Kondisi yang demikian membuat pasar produk LHE dalam negeri tertekan. Apalagi, dari tahun ke tahun impor LHE cenderung terus naik.

Menurut data Aperlindo, impor LHE yang tahun 2006 sebanyak 56,94 juta unit, naik menjadi 71,78 juta unit pada 2007 dan meningkat lagi menjadi 95,57 juta unit pada 2008. Impor produk tersebut tercatat bertambah tinggi hingga mencapai 135,53 juta unit pada 2009 dan naik lagi menjadi 161,24 juta unit pada 2010.

Pada 2011, impor LHE selama periode Januari-Agustus, saja sudah mencapai 131,42 juta unit. Sebagian besar LHE impor, menurut John, berasal dari China.

"Karena China memang pemasok LHE terbesar di dunia. Sekitar 90 persen pasokan LHE dunia berasal dari China," katanya.

John berharap, pemerintah membantu produsen LHE dalam negeri mengatasi tekanan barang impor dengan melakukan inspeksi sebelum pengapalan serta mengenakan bea masuk tindak pengamanan. Pemerintah, menurut dia, juga harus memastikan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) LHE serta memperketat pengawasan masuknya produk LHE impor di seluruh Indonesia.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar