Rabu, 18 Agustus 2010

Rumah Idaman “Ciputra Bangun Perumahan di Bali, Jogja, Semarang” plus 3 more

Rumah Idaman “Ciputra Bangun Perumahan di Bali, Jogja, Semarang” plus 3 more


Ciputra Bangun Perumahan di Bali, Jogja, Semarang

Posted: 19 Aug 2010 03:01 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) yang cenderung rendah terus memacu penjualan properti. Tak pelak, para pengembang pun gencar membangun proyek baru. Tak terkecuali, PT Ciputra Surya Tbk (CTRS). "Kami akan segera membangun residensial di Bali, Semarang, dan Yogyakarta," kata Nanik Santoso, Direktur PT Ciputra Surya, Rabu (18/8).

Rencananya, untuk membangun proyek residensial tersebut, perusahaan milik taipan Ciputra ini akan menggandeng sejumlah investor, dengan konsep bagi hasil. "Sistem bagi hasilnya fifty-fifty," imbuh Nanik.

Nanik mengatakan, Ciputra Surya masih melakukan pembicaraan dengan sejumlah calon mitra strategis. Tapi, ia belum bersedia mengungkapkan identitas perusahaan tersebut.

Ketiga proyek tersebut kian mengukuhkan ambisi Ciputra Surya untuk membangun proyek residensial mewah di setiap provinsi di Indonesia.

Yang jelas, lanjut Nanik, Ciputra Surya sudah memiliki lahan di tiga wilayah tadi. Di Bali dan Semarang, luas lahan Ciputra Surya masing-masing 20 hektare (ha), sedangkan di Yogyakarta sekitar 10 ha. Untuk lahan di Bali, Ciputra Surya mematok harga tanah Rp 5 juta per meter persegi (m²). Adapun, di Semarang Rp 3 juta dan Yogyakarta Rp 1,5 juta per m².

Ketiga proyek tersebut kian mengukuhkan ambisi Ciputra Surya untuk membangun proyek residensial mewah di setiap provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, ini sukses membangun proyek residensial di luar Jawa. Sebut saja, Citra Garden Lampung, Citra Garden Banjarmasin, Citra Land City Samarinda, Citra Indah Balikpapan, Citra Grand City Palembang, Citra Land Celebes Makassar, dan Citra Garden Pangkalpinang.

Hingga akhir tahun ini, Ciputra Surya menargetkan pendapatan Rp 400 miliar dan laba bersih Rp 80 miliar. Hingga Juni 2010, pendapatan Ciputra Surya sudah mencapai Rp 241,79 miliar dengan laba bersih Rp 45,482 miliar. "Kami yakin akan bisa mencapai target yang ada," pungkas Nanik.

Analis Bhakti Securities Reza Nugraha menilai, Ciputra Surya unggul dari sisi nama dan pengalaman. Alhasil, perusahaan ini tak perlu banyak melakukan promosi dan pemasaran. Tapi, ekspansi CTRS ini baru akan terasa kontribusinya ke kinerja keuangan Ciputra Surya tahun depan.

Reza merekomendasikan beli saham Ciputra Surya dengan target harga Rp 740 per saham. Kemarin (18/8), harga saham Ciputra Surya naik 1,67 persen ke level Rp 610 per saham.

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Swasta Diajak Bangun 14 Bandara Kecil

Posted: 18 Aug 2010 02:57 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengajak pihak swasta untuk membangun 14 bandara kecil pada tahun 2011.

Menurut Menteri Perhubungan Freddy Numberi, dana yang dialokasikan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 untuk membangun 14 bandara itu sebesar Rp 198,7 miliar.

"Kebanyakan bandara itu dibangun di kawasan Timur Indonesia. Pada prinsipnya kalau ada swasta mau masuk boleh saja," kata Freddy, Rabu (18/8).

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan menambahkan, 14 bandara yang dimaksud adalah Bandara Seram Bagian Timur (Kuffar), Bone, Enggano, Muara Bungo, Muara Teweh, Morowali, Saumlaki Baru, Sinak Baru, Tojo Una-Una, Tual Baru, Wagete Baru, Waisai Raja Ampat, Nam Niwel, dan Sumarorong.

"Daerah-daerah itu ada di Papua, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Maluku, Bengkulu dan Jambi untuk kapasitas pesawat berbadan kecil. Selain 14 bandara baru itu, ada tiga bandara lain yang dikembangkan kapasitasnya antara lain Kamanat dan Pagar Alam. Sehingga total biayanya menjadi Rp 646,2 miliar," kata Bambang.

Selain memiliki rencana untuk membangun dan mengembangkan bandara berkapasitas kecil, menurut Freddy, pemerintah juga memiliki pekerjaan untuk mengembangkan lima bandara internasional di Jakarta, Surabaya, Medan, Bali dan Makassar.

"Kelimanya disiapkan untuk melayani Asean Open Sky pada 2015. Seperti Bandara Kualanamu Medan misalnya, pemerintah menganggarkan Rp 403 miliar tahun depan. Tapi ini baru usulan, perlu mendapat persetujuan DPR," imbuhnya.

Dalam nota keuangan RAPBN 2011, Kemenhub mendapat alokasi anggaran Rp 21,4 triliun atau naik Rp 3,8 triliun (21,7 persen) dibanding alokasi dana APBNP 2010 sebesar Rp 17,6 triliun.

Alokasi itu terdiri dari rupiah murni Rp 19 triliun, PHLN Rp 1,8 triliun, dan pagu penggunaan PNBP Rp 530,5 miliar.

Alokasi anggaran itu antara lain digunakan untuk program pengelolaan dan penyelenggaraan transportasi laut dengan alokasi Rp 6,8 triliun; program pengelolaa dan penyelenggaraan transportasi udara dengan alokasi Rp 4,9 triliun serta pengelolaan dan penyelenggaraan transportasi perkeretaapian dengan alokasi Rp 4,2 triliun.

Dari sisi angkutan udara, output dari anggaran tersebut diharapkan bisa digunakan untuk pengembangan dan rehabilitasi 118 bandara dan pembangunan 14 bandara baru. (Gentur Putro Jati/KONTAN)

Kebanyakan bandara itu dibangun di kawasan Timur Indonesia. Pada prinsipnya kalau ada swasta mau masuk boleh saja.

-- Freddy Numberi

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Eddy Mumin: Mal Kuningan City Fokus ke Gaya Hidup dan Hiburan

Posted: 18 Aug 2010 02:35 PM PDT

KOMPAS.com - Kuningan City, superblok baru di kawasan Jalan Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, akan beroperasi penuh tahun 2012 mendatang.

Di superblok yang dibangun pengembang Agung Podomoro Group itu, akan berdiri apartemen Denpasar Residences, gedung perkantoran The Oval (yang berubah nama menjadi AXA Tower setelah perusahaan asuransi AXA menempati 10 lantai gedung itu), serta pusat perbelanjaan Kuningan City.

Selain itu Kuningan City akan menjadi pionir dalam pembangunan shopping belt berkelas internasional di Jalan Dr Satrio.

Eddy Mumin (42) lulusan Desain Grafis Universitas Trisakti Jakarta ini mengawali kariernya di Plaza Indonesia (1990-1992), lalu bergabung dengan Lippo Village (1995-2006) dengan jabatan terakhir GM Asset Management.

Tahun 2006, Eddy menjadi Deputy CEO Senayan City, dan setahun kemudian ditugaskan di Kuningan City sebagai CEO. "Awalnya saya membantu Pak Handaka (CEO Senayan City dan Presdir Kuningan City)," kata Eddy.

Di Kuningan City, Eddy betul-betul menggarap proyek ini dari nol, dari tanah kosong sampai mengurus perizinan, mencari arsitek dan menentukan kontraktor.

Di lantai dasar yang dekat dengan pedestrian, akan dibangun resto dan kafe. Jadi orang bisa duduk-duduk sambil ngopi, ngeteh, dan melihat ke jalan.

-- Eddy Mumin

Berikut ini wawancara khusus Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan CEO Kuningan City Eddy Mumin di Jakarta, Rabu (18/8/10).

Bagaimana pekembangan terakhir Kuningan City hingga bulan Agustus 2010 ini?
Penjualan apartemen Denpasar Residences tinggal tersisa 10 persen dari 936 unit yang ada di menara 1 dan 2, Kintamani dan Ubud Tower.

Tahun 2010 ini, pekerjaan kami difokuskan pada gedung perkantoran grade A yang diluncurkan Maret 2009 lalu. Untuk low zone, lantai 1 sampai lantai 16 disewakan, sedangkan high zone terdiri dari lantai 17 hingga lantai 32 untuk strata-title.

Nah, lantai 1 sampai lantai 10, sudah disewa oleh perusahaan asuransi terbesar di dunia, AXA. Luas totalnya 16.000 m2, namun ke depan, AXA akan mengambil luas total sampai 23.000 m2.

Menurut Pak Randy Lianggara, Country CEO AXA Indonesia, perolehan premi baru AXA Indonesia pada semester pertama tahun 2010 mencapai Rp 1,27 triliun, naik 183 persen. Dengan perkembangan itu, AXA Indonesia butuh kantor baru yang memadai, dan mereka memilih The Oval Kuningan City.

Menurut pihak AXA, mereka memilih Kuningan City karena lokasinya strategis di kawasan segi tiga emas Jakarta dan bebas 3 in 1 sehingga mudah dijangkau.

Selain itu ada high zone, dari lantai 17-32, dengan status strata-title. Kami memasang harga 2.100 dollar AS per meter persegi untuk lantai-lantai di high zone. Sampai Agustus 2010, sudah terisi 35 persen sampai 45 persen.

Berapa transaksi yang diperoleh dari deal AXA ini?
Ini deal terbaik untuk kedua belah pihak, baik Kuningan City maupun AXA. Saya tidak mau menyebut angkanya.

Kuningan City pionir dalam pembangunan shopping belt di Jalan Dr Satrio. Namun saat ini antara Kuningan City, Ciputra World, Kota Kasablanka masih terputus-putus. Apa mungkin direasisasikan seperti Orchard Road di Singapura atau Nanjing Road di Shanghai?
Saya yakin shopping belt di Jalan Dr Satrio ini dapat diwujudkan. Mengapa? karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mencanangkan kawasan Jalan Dr Satrio sebagai kawasan international shopping belt. Jadi kami tidak sendirian. Pemerintah DKI Jakarta juga mendukung dengan mengeluarkan peraturan daerah bagi pengembang dan pemilik properti di sepanjang Jalan Dr Satrio.

Panjang pedestrian yang dimiliki Kuningan City sekitar 300 meter. Kami memiliki pedestrian luar selebar 10 meter dan pedestian dalam 10 meter. Jadi lebar pedestrian yang kami bangun 20 meter.

Kami harapkan tetangga-tetangga kami juga menyediakan pedestrian agar tidak terputus-putus. Kami minta dukungan pemerintah dalam soal ini.

Konsep mal seperti apa yang dibangun di Kuningan City?
Konsep mal Kuningan City berbeda dengan mal pada umumnya. Kami lebih menekankan pada lifestyle dan entertainment, dan tidak fokus pada fashion seperti Senayan City. Konsep kami mirip dengan FX, tapi mereka vertikal, kami horisontal, panjangnya sampai 300 meter.

Di lantai dasar yang dekat dengan pedestrian, akan dibangun resto dan kafe. Jadi orang bisa duduk-duduk sambil ngopi, ngeteh, dan melihat ke jalan. Konsep semacam ini sudah lazim terlihat di daerah suburb Filipina. Mungkin karena orang Filipino hobi nongkrong dan minum. Kami bukan di daerah suburb, tapi di tengah kota, di area CBD. Ini baru pertama di Indonesia.

Siapa saja anchor tenant di Mal Kuningan City?

Sampai Agustus 2010, mal Kuningan City sudah 60 persen terisi dari luas total 55.000 meter persegi. LotteMart akan mengambil luas 10.000 m2 di lower ground, 2.000 m2 di antaranya untuk gudang.  Lalu ada Toko Buku Gramedia seluas 1.700 m2. Ada kafenya, namun kami minta kafenya dengan desain yang lebih baik. Seperti di Grand Indonesia, itu bagus.

Ada Best Denki seluas 3.000 m2. Juga XXI sekitar 3.000 m2 dengan lima studio. Ada toko yang menjual gadget, home furnishing, dan produk-produk lifestyle.

Beberapa restoran dengan brand terkemuka dipastikan ada di sini seperti Outback Stage dan Vienna.  

Di Jalan Dr Satrio, bakal ada mal Ciputra World. Bagaimana Anda menghadapi kompetisi ini?
Konsep kami sudah jelas, mal ini fokus pada lifestyle dan entertainment. Kami tidak bermain pada segmen high-end seperti halnya Plaza Indonesia. Dan saya dengar Ciputra World akan masuk segmen high-end. Nah, segmen kami kelas menengah, bukan high-end. Jadi segmennya memang berbeda.

Seperti kita tahu, Jalan Dr Satrio selalu padat dengan kendaraan. Apakah ada jalan masuk dan keluar lain, selain dari Jalan Dr Satrio?
Kami membangun jalan masuk dan keluar dari Jalan Denpasar. Jalan ini bisa tembus ke Jalan HR Rasuna Said. Kelak, jika semuanya sudah oke, kami berharap jalan masuk dan keluar dari jalan ini agar pedestrian tidak terganggu. Kami juga memiliki gedung parkir yang mampu menampung sekitar 3.500 mobil. (Robert Adhi Ksp)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

UMN Bangun Asrama dan Kampus Ke-2 di Paramount Serpong

Posted: 18 Aug 2010 11:01 AM PDT

SERPONG, KOMPAS.com - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong, Tangerang akan membangun kampus kedua berikut asrama mahasiswa di lahan seluas 80.000 m2 di kawasan Il Lago, Paramount Serpong, Tangerang.

Penandatanganan perjanjian jual beli dilakukan di Clubhouse Serenade Lake, Paramount Serpong, hari Rabu (18/8/10), antara Yayasan Bentara Rakyat yang diwakili Lukas Widjaja dan Heru Saksono, dengan Paramount Serpong yang diwakili Tanto Kurniawan dan Ervan Adinugroho.

Yayasan Bentara Rakyat adalah sokoguru dari kelompok bisnis Kompas Gramedia yang saat ini juga berkecimpung dalam dunia pendidikan multimedia melalui UMN.

Di atas lahan seluas 80.000 m2 tersebut akan dibangun kampus kedua UMN beserta dormitory dan fasilitas pendidikan lainnya. Direncanakan kampus kedua ini dapat dipakai oleh mahasiwa baru UMN pada tahun 2014 mendatang.

Bangunan kampus ke-2 itu direncanakan dibangun setinggi 5 lantai, sedangkan menara 2 dormitory dibangun setinggi 15 lantai dengan kapasitas 6.000 orang, dan dilengkapi toko buku serta kantin.

Konsep yang diusung UMN adalah membangun kampus yang berwawasan lingkungan hijau dengan ruang terbuka yang luas sehingga nuansa alam akan sangat dominan di kampus ini.

"Paramount saat ini sedang gencar memasarkan produk yang juga berwawasan lingkungan di kawasan Serpong dalam 3 tahun terakhir ini," kata Presiden Direktur dan CEO Paramount Serpong, Tanto Kurniawan kepada Kompas.com

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar