Senin, 30 Agustus 2010

Rumah Idaman Matahari Putra Prima Gunakan 30 Persen Modal Kerja

Rumah Idaman Matahari Putra Prima Gunakan 30 Persen Modal Kerja


Matahari Putra Prima Gunakan 30 Persen Modal Kerja

Posted: 30 Aug 2010 10:07 AM PDT

Jajaran Direksi PT Matahari Putra Prima, dari kiri ke kanan: Hendra Sidin (Direktur Keuangan), Lina Latif (Corporate Secretary) Benjamin Mailool (Presiden Direktur), Danny Kojongian (Direktur Corporate Communication)

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah menggenapkan rencana penggunaan modal kerja Rp 900 miliar dari sebagian hasil penjualan 90,76 persen saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF). MPPA telah menggunakan sekitar 30 persen dari modal kerja itu untuk biaya awal pembangunan 10 gerai Hypermart yang diperkirakan mulai beroperasi tahun 2011 mendatang.

Direktur MPPA Danny Konjongian menjelaskan, pembangunan tiap gerai Hypermart membutuhkan biaya awal berkisar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar. "Biaya itu meliputi gedung dan seluruh perlengkapannya," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, Senin (30/8).

Untuk modal kerja yang tersisa, MPPA akan terus memanfaatkannya untuk pembangunan 10 gerai Hypermart setiap tahunnya. Dus, hingga tahun 2015, Danny menaksir jumlah total gerai Hypermart baru akan mencapai lebih dari 100 gerai.

Hingga akhir Juli 2010 lalu, MPPA telah mengoperasikan 50 gerai Hypermart. Sejak awal tahun ini, MPPA telah mendirikan 4 gerai Hypermart baru. Adapun hingga akhir tahun, MPPA berencana menambah tiga gerai lagi, yang akan berlokasi di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Kami memang berharap bisnis ritel kami bisa menjadi pengganti departemen store," ujar Danny. Sebagai bukti, dari target pendapatan MPPA pada tahun ini sebesar Rp 8,5 triliun, sekitar 94 persen atau sebesar Rp 8 triliun akan disokong dari hasil penjualan Hypermart.

Namun, lanjut Danny, dampak liburan Lebaran pada kinerja Hypermart tidak akan sebesar yang dirasakan LPPF seperti tahun-tahun sebelumnya. Bila kenaikan pendapatan LPPF bisa terdongkrak hingga 50 persen karena Lebaran, sedangkan penjualan Hypermart paling hanya bisa terkerek hingga 20 persen. (Ade Jun Firdaus/KONTAN)

Pembangunan tiap gerai Hypermart membutuhkan biaya awal berkisar Rp 25 miliar hingga Rp 30 miliar. "Biaya itu meliputi gedung dan seluruh perlengkapannya.

-- Danny Konjongian

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar