Selasa, 24 Agustus 2010

Rumah Idaman “Grup Lippo Berinvestasi di Sulawesi Tenggara” plus 3 more

Rumah Idaman “Grup Lippo Berinvestasi di Sulawesi Tenggara” plus 3 more


Grup Lippo Berinvestasi di Sulawesi Tenggara

Posted: 24 Aug 2010 03:11 PM PDT

KENDARI, KOMPAS.com - Lippo Group akan menanamkan investasi properti di Sulawesi Tenggara (Sultra). "Kami akan berinvestasi properti di bidang perkantoran, kami akan membangun kompleks perkantoran untuk dipasarkan kepada siapapun juga," kata delegasi Lippo Group, Hadi Kusnadi, saat menghadiri rapat kemitraan swasta antara Pemda Sultra dengan Lippo Goup, di Kendari, Selasa.

Lippo Group sudah menyusun master plan untuk mengembangkan perkantoran yang repesentatif yang bisa melayani kebutuhan semua kalangan akan perkantoran.

-- Hadi Kusnadi

Ia mengatakan, Lippo Group sudah menyusun master plan untuk mengembangkan perkantoran yang repesentatif yang bisa melayani kebutuhan semua kalangan akan perkantoran.

"Perkantoran yang kami akan bangun nantinya, akan kami kelola dengan cara menyewakan kepada siapa saja, setelah dalam jangka waktu tertentu, bangunan itu akan kami serahkan ke pemerintah Sultra," katanya.

Untuk itu kata Hadi, dia berharap agar pemerintah menyiapkan lahan pembangunan kompleks perkantoran tersebut, agar Lippo Group bisa secepatnya berinvestasi di daerah ini di bidang property.

"Inilah sebagai bentuk kerja sama kita, pemerintah yang siapkan tanahnya, kami yang bangun gedungnya, toh dalam waktu tertentu, gedung itu akan menjadi milik pemerintah," ujarnya.

Gubernur Sultra, Nur Alam, mendengar komitmen Lippo Group, langsung menyatakan dukungannya, persoalan lahan katanya, pemerintah Sultra yang akan menyiapkan, yang penting pihak Lippo segera membangun kompleks perkantoran tersebut.

Kata Nur Alam, kalau Lippo membangu kompleks perkantoran itu, dia yakin akan segera terisi oleh lambaga ataupun pihak pengusaha. "Di Kota Kendari ini, banyak sekali investor tambang dari luar, saya bisa instruksikan mereka agar berkantor pada satu kompleks, sehingga kalau kompleks itu selesai dibangun, akan langsung terisi semua," pungkasnya

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Lippo Karawaci Bangun 15 Mal dan 25 Rumah Sakit

Posted: 24 Aug 2010 09:31 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima tahun ke depan, manajemen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berambisi menambah portofolio asetnya, yakni 15 pusat perbelanjaan modern atau mal dan sekitar 25 rumah sakit baru.

Setidaknya, rencana itulah yang mereka ungkapkan dalam roadshow 9 Agustus-12 Agustus silam. Lewat lawatan ini, mereka berharap bisa memikat investor di sejumlah kota penting Asia, seperti Hong Kong, Singapura, dan Tokyo.

Kepala Komunikasi Perusahaan LPKR Danang Kemayan Jati mengungkapkan, investor asing sangat tertarik dengan proyek investasi di Indonesia, termasuk di sektor properti. Maklum, Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang cerah.

Roadshow LPKR kali ini merupakan non-deal roadshow alias tanpa kesepakatan. "Selain membina hubungan, kami juga ingin melihat minat investor asing ke Indonesia," tutur Danang, kemarin (23/8).

Hubungan Investor LPKR Mark Wong menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki landbank atau cadangan lahan seluas 1.600 hektare (ha). Aset inilah yang akan mereka pakai untuk membangun beberapa proyek properti tersebut.

Saat ini saja, LPKR mengaku telah mengelola tidak kurang dari 25 mal yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tak cuma itu. LPKR juga berencana menambah dua menara apartemen baru pada tahun ini.

Sayang, manajemen LPKR masih enggan mengungkap total dana yang dianggarkan untuk mewujudkan seluruh proyek tersebut. Danang hanya mengatakan, sebagian pendanaan akan mereka tutup dari sumber eksternal. Belum jelas, apakah wujudnya kredit bank, penerbitan obligasi, atau real estate investment trust (REIT).

Pada 10 Mei lalu, LPKR menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 270,61 juta. Obligasi itu mereka terbitkan melalui anak usahanya yang benama Sigma Capital Pte Ltd. Hasilnya digunakan untuk melunasi utang obligasi anak usahanya yang lain, yakni Lippo Karawaci Finance B.V.

Hingga penutupan pasar kemarin, harga saham LPKR berakhir di level Rp 530 per saham atau naik 1,92 persen. (Yuwono Triatmodjo/KONTAN)

investor asing sangat tertarik dengan proyek investasi di Indonesia, termasuk di sektor properti. Maklum, Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang cerah.

-- Danang Kemayan Jati

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Gapuraprima Cari Dana Untuk Akuisisi Tiga Trade Center

Posted: 24 Aug 2010 09:22 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) sedang mencari dana untuk mengakuisisi tiga buah pusat perdagangan atau trade center. Saat ini, perusahaan properti ini sedang mengevaluasi dua opsi pendanaannya, yakni antara penerbitan saham baru (rights issue) atau emisi obligasi. "Tapi kami lebih cenderung memilih rights issue," kata Rosihan Saad, Sekretaris Perusahaan GPRA, Senin (23/8).

Menurut Rosihan, Gapuraprima sedang dalam pembicaraan dengan beberapa pihak untuk menentukan opsi yang akan mereka ambil. "Kami masih menjajaki dengan beberapa pihak, yaitu Henan Putihrai, Danareksa Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. Hasilnya nanti tergantung mereka," katanya.

Rosihan mengakui, sebetulnya kondisi pasar saat ini tidaklah terlalu bagus untuk menggelar rights issue. Namun, Gapuraprima memastikan tetap melakukan aksi tersebut tahun ini. Pasalnya, pengembang ini membutuhkan dana untuk mengakuisisi Bekasi Trade Center, Bandung Trade Center dan Jatinangor Trade Center. Gapuraprima akan mengambil alih ketiga pusat perdagangan yang berada di Jawa Barat tersebut, tahun ini juga.

Gapuraprima menargetkan hasil rights issue sebesar Rp 700 miliar. Rosihan menyebutkan, rencananya aksi ini akan digelar Oktober mendatang.

Selain akuisisi, tahun ini Gapuraprima berencana mengembangkan sejumlah proyek baru, yakni pembangunan apartemen low rise di Kebayoran, Jakarta Selatan, serta pembangunan hotel dan apartemen di Kuta, Bali.

Rosihan menuturkan, tahun ini Gapuraprima sedang menuntaskan perizinan untuk membangun sejumlah apartemen low rise di Jakarta. "Ada beberapa titik, dan sedang dalam proses perijinan di Pemda DKI," ujarnya. Kabarnya, izin tersebut akan terbit usai Lebaran.

Rosihan juga mengklaim, masyarakat menyambut baik sejumlah proyek baru Gapuraprima. "Perumahan Bukit Cimanggu City di Bogor, setiap bulannya memberikan pemasukan lebih dari Rp 10 miliar," kata Rosihan.

Selain Cimanggu, Gapuraprima tengah mengembangkan kawasan perumahan di Metro Cilegon dan Taman Raya Cilegon di Cilegon Banten, Taman Raya Citayam di Citayam, Depok, Jawa Barat, dan Anyer Palazzo di Anyer, Banten. Di Bogor, GPRA memiliki lahan seluas 140 hektare dan Cilegon seluas 100 hektare.

Pada penutupan bursa kemarin (23/8), harga saham GPRA naik 1,85% menjadi Rp 110 per saham. (Anita Suci Perwitasari/KONTAN)

Pengembang Gapuraprima membutuhkan dana untuk mengakuisisi Bekasi Trade Center, Bandung Trade Center dan Jatinangor Trade Center.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Saphire d'Consulate Lounge, Fasilitas Baru Pengguna Bandara

Posted: 24 Aug 2010 09:12 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Over capacity yang terjadi di Bandara International Soekarno Hatta, dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas setiap tahunnya, mengakibatkan ketidaknyamanan bagi penumpang.

Saphire d'Consulate Lounge ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat memenuhi tuntutan kebutuhan para Frequent Fliers atau Rich and Premium yang sering bepergian melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

-- Edyana Paramitasari

Saphire d'Consulate Lounge hadir sebagai jasa layanan yang memberikan dan meningkatkan kenyamanan penumpang di tengah kepadatan jumlah penumpang.

"Over capacity terjadi di Bandara Soekarno Hatta. Bandara ini hanya memiliki kapasitas maksimum 22 juta penumpang per tahun, namun harus melayani 37 juta penumpang per tahun. Dengan adanya over capacity tersebut sangat mustahil untuk dapat memberikan kenyamanan pada penumpang bandara," ucap Tri S. Sunoko, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, dalam konferensi pers Peresmian Penggunaan Saphire d'Consulate Lounge, Selasa (24/8/2010) di Terminal 2DE Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Diungkapkannya, hadirnya Saphire d'Consulate Lounge dapat menjadi salah satu solusi bagi peningkatan kenyamanan pemakai Bandara Soekarno Hatta.

Menyambut positif usaha yang dilakukan oleh Saphire yang bekerja sama dengan d'Consulate Group tersebut, dalam salah satu upaya meningkatkan kenyamanan penumpang di tengah kepadatan. "Kita memang sedang melakukan optimalisasi, bagaimana penumpang bisa nyaman dalam keadaan yang padat, dan salah satunya adalah dengan Saphire d'Consulate Lounge ini," tuturnya.

Dijelaskan oleh Edyana Paramitasari, Presiden Direktur PT Angkasa Pura Schiphol, Saphire d'Consulate Lounge ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat memenuhi tuntutan kebutuhan para Frequent Fliers atau Rich and Premium yang sering bepergian melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Khusus untuk anggota Saphire, Lounge ini adalah fasilitas baru di luar fasilitas yang sudah ada dari program Saphire, yaitu area parkir khusus, pintu masuk khusus ke area check-in, konter khusus check-in pada maskapai penerbangan yang bekerja sama, dan proses keimigrasian secara elektronik melalui mesin Automatic Border Passage.

Saphire d'Consulate Lounge memberikan layanan-layanan khusus, yang adalah pelayanan Airlines Check-in dan penanganan bagasi untuk maskapai penerbangan yang bekerja sama, yang dilakukan di Lounge tersebut, akses khusus untuk keluar ataupun masuk ke area terminal, serta asitensi untuk melakukan pembayaran Airport Tax dan pengurusan fiskal.

"Ide ini dari problem Angkasa Pura II untuk menangani over capacity yang terjadi. Memberikan kenyamanan bagi penumpang, di mana pengurusan check-in, fiskal, Airport Tax, bagasi diurus oleh jasa ini," tutur perempuan tersebut.

Ditambahkannya, Saphire d'Consulate Lounge juga dilengkapi berbagai fasilitas lainnya, seperti ruang meeting, business center, dan gratis pijat reflexi. "Ini gratis bagi anggota Saphire yang akan bepergian. Bagi kalangan umum dikenakan biaya Rp325.000 nett/pax/visit," lanjutnya menerangkan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar