Kamis, 26 Agustus 2010

Rumah Idaman “Hotel Terapung di Morotai Maluku Utara” plus 2 more

Rumah Idaman “Hotel Terapung di Morotai Maluku Utara” plus 2 more


Hotel Terapung di Morotai Maluku Utara

Posted: 26 Aug 2010 01:47 PM PDT

TERNATE, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mengusulkan pembangunan hotel terapung di daerah itu ke Bappenas sebagai salah satu solusi mengatasi keterbatasan sarana akomodasi di daerah itu terkait pelaksanaan Sail Morotai pada 2012.

Pembangunan hotel terapung lebih dipilih oleh Pemkab Morotai, karena daerah itu merupakan kabupaten kepulauan, sehingga hotel seperti itu memungkinkan berpindah-pindah tempat sesuai keinginan para tamu.

-- Ismail

"Dalam Sail Morotai tersebut, Morotai akan dibanjiri tamu baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga pembangunan hotel terapung di Pulau Morotai dinilai sangat perlu," kata Kadis Perikanan dan Kelautan Pulau Morotai, Ismail di Ternate.

Pembangunan hotel terapung lebih dipilih oleh Pemkab Morotai, karena daerah itu merupakan kabupaten kepulauan, sehingga hotel seperti itu memungkinkan berpindah-pindah tempat sesuai keinginan para tamu.

Selain itu, kata Ismail, adanya hotel seperti itu di Pulau Morotai akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berkunjung ke sana.

Pemkab Pulau Morotai mengusulkan pembangunan hotel terapung tersebut ke Bappenas, karena pemkab setempat tidak memiliki dana untuk membangunnya sendiri, sementara untuk mengharapkan keterlibatan investor tampaknya sulit. Pemkab Pulau Morotai mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyongsong pelaksanaan Sail Morotai pada 2012 seperti segera membentuk panitia persiapan pelaksanaan Sail Morotai tingkat kabupaten.

Selain itu, mulai mengintensifkan pembangunan berbagai infrastruktur di Kota Daruba, Ibukota Pulau Morotai, yang sumber pendanaannya selain dari APBD Pulau Morotai, juga dari APBD Provinsi dan APBN.

Gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn sebelumnya mengatakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Sail Morotai pada 2012 di Kabupaten Pulau Morotai sekitar Rp200 miliar yang sebagian besar di antaranya untuk pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur yang akan dibangun tersebut di antaranya pelabuhan, bandara, jalan dan jembatan, rumah sakit dan listrik. Sebagian besar dana tersebut diupayakan dari pemerintah pusat.

Pelaksanaan Sail Morotai pada 2012 di Kabupaten Pulau Morotai telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Malut dari Ternate ke Sofifi pada 4 Agustus 2010.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

BTN Salurkan KPR Dengan Fasilitas Likuiditas

Posted: 26 Aug 2010 01:25 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Tabungan Negara (BTN) siap menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah menggunakan fasilitas likuiditas perumahan.

Secara administratif, calon penerima subsidi hanya diwajibkan menunjukkan NPWP dan SPT asli, serta surat pernyataan jika kedua surat tadi asli.

-- Iqbal Latanro

"Sebagai langkah awal kami akan mengambil alih proses verifikasi yang selama ini ditangani pemerintah," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, Rabu, usai menandatangani kesepakatan penyaluran bantuan fasilitas likuiditas dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). 

Iqbal mengatakan, secara administratif, calon penerima subsidi hanya diwajibkan menunjukkan NPWP dan SPT asli, serta surat pernyataan jika kedua surat tadi asli.
Kesepakatan dengan pemerintah merupakan bentuk komitmen BTN untuk menjadikan pembiayaan perumahan sebagai inti bisnis perseroan.

Melalui skim baru ini, Bank BTN menargetkan dapat melipatgandakan pembiayaan rumah bersubsidi dari 130.000 unit menjadi 260.000 unit hingga akhir tahun 2010. Hingga semester I-2010, BTN telah membiayai pembiayaan terhadap 57.000 unit rumah bersubsidi.Khusus untuk penyaluran tahap pertama senilai Rp416 miliar.

Iqbal menjelaskan sebagai langkah awal BTN masih akan menggunakan pola subsidi lama yakni subsidi selisih bunga, sambil menunggu terbitnya SOP penyaluran bantuan likuiditas perumahan.

Menurut Iqbal, dana itu mampu menutup pencairan dana subsidi sesuai target pemerintah sebanyak 82.000 unit, yang meliputi penerima subsidi baru dan sekitar 3.000 unit rusunami yang masuk daftar tunggu di BTN sejak akhir tahun 2009 menyusul kebijakan perubahan pola subsidi perumahan.

Para pembeli rusunami tersebut sudah dinyatakan memenuhi syarat memeroleh subsidi selisih bunga dan subsidi uang muka berdasarkan pola lama, namun karena dana subsidi belum dicairkan pemerintah, pengembang terpaksa harus menanggung beban tersebut kepada bank. Iqbal juga mengungkap, pihaknya optimis penyaluran kredit perumahan BTN pada semester II/2010 bisa melampaui dari Rp12 triliun.

Optimisme ini berdasarkan kinerja penyaluran kredit pada semester I/2010 menunjukkan 60 persen dari target tahun 2010 sudah tercapai. Target penyaluran kredit BTN pada 2010, imbuh Iqbal, mencapai Rp20 triliun, naik 30 persen dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp16 triliun.

"Target kami tahun ini Rp20 triliun, itu akan terlampaui. Kenapa saya berani mengatakan hal itu, sampai dengan posisi semester pertama tahun ini sudah mencapai 60 persen dan biasanya kita hampir double sampai akhir tahun," ujarnya.

Mengacu kinerja perseroan yang diperoleh di semester pertama tahun ini, proyeksi penyaluran kredit BTN hingga akhir 2010 mencapai kisaran Rp24 triliun atau lebih tinggi 20 persen dari target yang dipatok.

Iqbal menambahkan keyakinan itu sejalan dengan komitmen pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang akan menyelesaikan tunggakan kredit pemilikan rumah sederhana (KPRSh) dan kredit pemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami) di sejumlah bank penyalur kredit.

"Kami bank penyalur KPR terbesar dengan pangsa pasar 97 persen dari seluruh kredit rumah bersubsidi. Beberapa tunggakan kredit, seperti rusunami di 2008-2009 sekarang sudah mulai dibayar, begitu pula landed house tahun ini juga dijanjikan akan selesai seluruhnya," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa memastikan pencairan bantuan fasilitas likuiditas tahap pertama sudah dapat dilakukan melalui bank penyalur. Dana sebesar Rp416 miliar telah disiapkan, dan diharapkan mampu membiayai sekitar 82.000 unit rumah termasuk 3.065 unit rumah susun sederhana milik (rusunami).

Ia mengungkapkan, anggaran tersebut merupakan dana masa transisi yang telah dipersiapkan untuk membiayai subsidi daftar tunggu tahun 2009, membayar kewajiban subsidi selisih bunga yang jatuh tempo pada tahun 2010 dan penerbitan baru tahun 2010.

"Ini langkah pertama yang dilakukan pemerintah sebelum penyaluran dana bantuan fasilitas likuiditas sebesar Rp2,6 triliun efektif dimulai pada 31 Agustus mendatang. Kini sedang kita tuntaskan standar operasional prosedur (SOP)-nya," kata Suharso.

Menpera menjelaskan, berdasarkan Permenpera No. 11 tahun 2010 tentang Pengadaan Perumahan dan Permukiman dengan Dukungan Bantuan Pembiayaan Perumahan dalam Bentuk Fasilitas Subsidi Perumahan, maka proses verifikasi calon penerima bantuan fasilitas likuiditas langsung dilakukan bank penyalur dan tidak lagi melalui Kementerian Perumahan Rakyat.Dengan pola bantuan fasilitas likuiditas.

Suharso mengingatkan, pemerintah tidak lagi mensubsidi harga rumah. Dia menilai tuntutan pengembang agar pemerintah menaikkan batasan harga RSh dan Rusunami tidak lagi relevan.
Lewat pola pembiayaan perumahan yang baru nantinya batasan harga rumah yang dapat dibeli calon konsumen ditentukan pihak bank berdasarkan penghasilan.

Sedangkan besar komposisi pembiayaan gabungan (blended financing) antara pemerintah dan bank penyalur bervariasi tergantung harga rumah yang diajukan. Rumah yang lebih murah misalnya di bawah Rp40 juta per unit, maka komposisi dana bantuan yang diberikan pemerintah bisa lebih besar dibanding rumah dengan harga di atas Rp80 juta, sehingga suku bunganya menjadi lebih rendah, paparnya. "Kita sangat mempertimbangkan azas keadilan," jelasnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Agung Podomoro Bakal Lepas Saham 30 Persen

Posted: 26 Aug 2010 12:52 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  Niat PT Agung Podomoro untuk melantai di bursa semakin jelas. Pasalnya, salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia ini sudah menyampaikan dokumen awal kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, Agung Podomoro sudah memasukkan dokumen penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO) awal pekan ini.  "Agung Podomoro berniat melepas saham sebanyak 30 persen," katanya.

Sayang, Eddi enggan mengungkapkan target dana yang bakal diraih perusahaan. "Saya belum tahu," ucapnya. Namun, KONTAN pernah menulis jika Agung Podomoro bisa menangguk dana segar sebesar Rp 3 triliun dari hajatan ini.

Yang pasti, untuk melancarkan aksinya ini Agung Podomoro sudah menunjuk tiga penjamin emisi alias underwriter. "Ada tiga penjamin emisi, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Deutsche Securities," imbuh Eddy. (Abdul Wahid Fauzie/KONTAN)

Ada tiga penjamin emisi, PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT Deutsche Securities.

-- Eddy Sugito

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar