Minggu, 16 Mei 2010

Rumah Idaman “Arsitek Indonesia Peroleh Penghargaan Internasional” plus 3 more

Rumah Idaman “Arsitek Indonesia Peroleh Penghargaan Internasional” plus 3 more


Arsitek Indonesia Peroleh Penghargaan Internasional

Posted: 17 May 2010 04:34 AM PDT

Senin, 17/5/2010 | 11:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Sepuluh perusahaan jasa arsitektur menerima penghargaan dari BCI Asia, sebuah media utama penyedia informasi konstruksi kawasan Asia Pasifik di Jakarta. 

Dalam portofolio para perusahaan arsitektur ini termasuk proyek-proyek properti dengan nilai konstruksi hingga USD 3,8 miliar yang dijadwalkan mulai pembangunannya di tahun ini.

Penghargaan BCI Asia Top 10 Awards 2010 diraih oleh Airmas Asri PT, Arkonin PT, Bias Tekno Art Kreasindo PT, Indomegah Cipta Bangun Citra PT, Megatika International PT, PDW Architects, PTI Architects, Sekawan DesignInc Arsitek PT, Tetra Desain Indonesia PT, Urbane Indonesia. Sedangkan pelaksanaan acara ini didukung oleh sponsor AKZO Nobel Decorative Indonesia, Asri Pancawarna PT (Indogress) dan TAK Products & Services Pte Ltd.

Managing Director BCI Asia, Thor Kerr, mengatakan: "kesepuluh besar perusahaan arsitektur mengubah arah pengembang ataupun pemilik proyek menuju bangunan gedung yang sesuai dengan kondisi lingkungan terkini. Mereka memberikan efisiensi proyek dan secara bersamaan mengikuti perubahan kondisi ekonomi yang berubah dengan cepat dan mengikuti preferensi konsumen. Dalam portofolio tahun ini, kita melihat sebuah pergeseran ke arah desain bangunan Green."

Malam penghargaan secara eksklusif dihadiri oleh 180 arsitek, konsultan perencana, para profesional terkemuka dari bangunan dan pengembang properti terkemuka tanah air. Ini adalah acara penghargaan tahunan keenam BCI Asia Top 10 Awards untuk merayakan prestasi perusahaan arsitektur di Hong Kong SAR, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam.

BCI Asia Awards 2010 juga terdiri dari penyerahan penghargaan kepada para pemenang sayembara The FuturArc Prize 2010 dan BCI Green Design Award.

The FuturArc Prize 2010 adalah sayembara perancangan bangunan ramah lingkungan (green building) yang diluncurkan oleh Kelompok Media BCI Asia melalui sayap publikasinya: Jurnal FuturArc, bertujuan untuk mencari perancangan "bangunan hijau" yang inovatif di Asia Pasifik. Pemenang ketiga FuturArc Prize 2010 diraih oleh tim dari Bandung, terdiri dari Lim Yu Sing, Benyamin Narkan, Thoat Fauzi, Reza Prima.

Pemenang dari Indonesia lainnya adalah Azan Subhie, mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro, Semarang dan Cokorda Rai W. Tiksna dari Bali masing-masing meraih Citation Award untuk kategori mahasiswa dan profesional.

Sedangkan BCI Green Design Award adalah sayembara yang diluncurkan di tahun 2007 untuk menentukan karya arsitektur yang inovatif dan bertanggung jawab lingkungan, serta telah terancang, terbangun dan telah beroperasi di Asia, termasuk di Indonesia.

Dari Indonesia, Denton Corker Marshall Jakarta - Duta Cermat Mandiri PT dengan proyek Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, berlokasi di Depok, Jawa Barat memenangkan Citation Awards untuk kategori Institusional.

Tentang BCI Asia
BCI Asia adalah bagian dari Kelompok Media BCI Group, Penyedia jasa informasi konstruksi di kawasan Asia Tenggara dan Hong Kong - Macau, serta Australia.

Tim riset BCI Asia menyajikan laporan berbagai tipe proyek-proyek konstruksi yang terdiri dari beberapa tahap, dari tahap perencanaan, tender dan pemenangnya hingga awal tahap Konstruksi. Laporan terdiri dari kategori proyek bangunan gedung (hotel, rumah sakit, real estate, apartemen, mall, menara perkantoran), infrastruktur (energi, transportasi, jalan, air), industri, hingga proyek migas dan pertambangan.

BCI Asia mengelola 600.000 data rencana proyek yang menjadi sumber utama peta potensi pasar jasa konstruksi sebagai peluang bisnis dan kontrak baru di industri jasa konstruksi dari seluruh wilayah. BCI Asia menerbitkan jurnal arsitektur progresif tiga bulanan, FuturArc dan tahunan, architecture@. (ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Makin Banyak Investor Bangun Hotel di Belitung

Posted: 17 May 2010 04:24 AM PDT

Senin, 17/5/2010 | 11:24 WIB

BELITUNG, KOMPAS.com -  Ada gula ada semut. Pepatah ini cocok untuk menggambarkan kondisi Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Potensi pariwisata di Belitung yang mencuat belakangan ini, membuat banyak hotel ternama mengincar kawasan ini.

Menurut Bupati Belitung, Darmasnyah Husein, kunjungan wisatawan melonjak sejak pemutaran film Laskar Pelangi 2008. Maklum, film tersebut banyak mengambil lokasi shooting di tempat-tempat wisata di Belitung.

Dia mencatat, sebelum 2004, total wisatawan yang datang ke Belitung baru ratusan orang per bulan. Tapi, setelah pemutaran film itu, kunjungan wisatawan bulanan naik menjadi hampir 4.000 orang, domestik maupun asing. "Tahun 2010, kami menargetkan tingkat kunjungan naik jadi 5.000 orang per bulan," katanya pekan lalu.

Nah, investor perhotelan tak mau melewatkan peluang ini. "Awalnya hotel di sini hanya satu. Sekarang sudah banyak yang mengajukan pendirian hotel baru," tambahnya.

Saat ini, jumlah hotel, dari kelas melati sampai berbintang, di Belitung baru sebanyak 10. Hotel baru yang tengah dibangun adalah Hotel Horison. Ini akan menjadi hotel bintang empat pertama di Belitung. Hotel ini, mungkin, akan selesai tahun ini.

Ada tiga hotel lain yang sedang dalam proses pembangunan, yakni Darmawangsa, Aerowisata, dan Grand Pelangi. Di luar itu, menurut Darmansyah, Grup Santika juga sedang melakukan survei lahan untuk hotel mereka.

Sayang, harapan Darmasyah untuk mendatangkan hotel berkelas bintang lima ke wilayahnya belum kesampaian. Ia berharap, ada investor dari industri perhotelan kelas dunia yang mau berinvestasi di daerahnya dengan menggandeng investor lokal. Memang ada The Oberoi Hotel dan Four Season Hotel yang berminat. Tapi, statusnya masih dalam tahap negosiasi. (Asnil Bambani Amri/KONTAN)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Bed Car, Tempat Tidur Idola Si Kecil

Posted: 16 May 2010 03:30 PM PDT

Minggu, 16/5/2010 | 22:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bentuk-bentuk tempat tidur terus berkembang termasuk tempat tidur anak. Menyesuaikan kesukaan anak-anak, tempat tidur pun dimodifikasi sedemikian mungkin untuk memuaskan si kecil.

Salah satu yang kini tengah menjadi idola yaitu Bed Car. Bed car adalah tempat tidur yang berbentuk mobil yang bagian tengahnya terdapat matras empuk untuk si kecil beristirahat. "Bed car yang paling disukai anak-anak sekarang ini. Selain desainnya yang unik, ada juga dalam berbagai gambar seperti batman, spiderman," ujar Marketing Supervisor Seven Color, Cahyadi, Minggu (16/5/2010), di Jakarta Convention Center.

Bentuk tempat tidur tersebut cocok untuk anak usia 5-12 tahun dengan harga sekitar Rp 5,5 juta. Cahyadi mengaku untuk menata kamar anak, memang faktor kesukaan anaklah yang paling berpengaruh. "Anak-anak biasanya suka warna-warna cerah atau tokoh-tokoh kartun," ujarnya kembali.

Selain bed car, Seven Color juga menyediakan berbagai tipe tempat tidur seperti triple bad ataupun paket full set bed room dengan ukuran ruangan minimal 3 x 3 meter. Adapun furniture untuk anak, banyak tersaji dalam Jakarta Furniture Fair 2010 di Jakarta Convention Center, Senayan. Berbagai bentuk dan desain kamar tidur beserta furniture-nya siap memanjakan si kecil.

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Jakarta Furniture Fair Sepi Pengunjung

Posted: 16 May 2010 01:48 PM PDT

Minggu, 16/5/2010 | 20:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki hari kedua pelaksanaan Jakarta Furniture Fair di Jakarta Convention Center (JCC), pengunjung yang datang masih saja sepi bahkan di akhir pekan seperti saat ini, Minggu (16/5/2010).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sepanjang sore hingga malam hari, pameran tampak lengang. Hal tersebut kontras dengan jumlah peserta pameran yang berjubel dalam pagelaran kali ini. "Dari kemarin jumlahnya segini-segini saja, biasa saja. Tidak terlalu ramai," ujar Marketing Simmons, Afi, Minggu (16/5/2010), di JCC, Jakarta.

Afi mengaku dalam sehari baru ada sekitar belasan pembeli yang melakukan transaksi di standnya. Hal serupa juga terjadi pada stand Natural Jess. "Sepertinya orang-orang masih banyak yang lihat-lihat dulu belum banyak yang beli karena baru masuk hari kedua," ujar pemilik furniture shop berbahan alam, Jessie Dewi, kepada Kompas.com.

Jakarta Furniture Fair dilangsungkan pada 15-23 Mei mendatang di JCC, Senayan. Dalam pameran tersebut terdapat banyak stand furniture hingga home equipments, mulai dari bergaya minimalis, victorian, sampai nuansa alami dan tradisional dapat ditemukan di sini.

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar