Jumat, 21 Mei 2010

Rumah Idaman “Kepemilikan Asing Direvisi, Harga dan Permintaan Naik 25 Persen” plus 3 more

Rumah Idaman “Kepemilikan Asing Direvisi, Harga dan Permintaan Naik 25 Persen” plus 3 more


Kepemilikan Asing Direvisi, Harga dan Permintaan Naik 25 Persen

Posted: 22 May 2010 03:29 AM PDT

Sabtu, 22/5/2010 | 10:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang properti khususnya apartemen kian agresif dalam memasarkan produknya. Apalagi, status kepemilikan asing terhadap properti di Indonesia bakal direvisi. Salah satunya PT Lippo Karawaci Tbk yang mengembangkan proyek Kemang Village di kawasan Jakarta Selatan.

Dengan menggandeng fasilitas kredit pembiayaan dari Bank BRI, Lippo Karawaci menargetkan sisa apartemennya yang belum terjual bisa ludes akhir tahun 2010 ini. "Saat ini dari lima menara dengan total 1.100 unit, yang sudah terjual sekitar 800 unit," kata Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli, Jumat (21/5). Dari hasil penjualan tersebut, Kemang Village telah mengantongi lebih dari Rp 1,3 triliun.

Jopy yakin, ditekennya aturan baru soal revisi kepemilikan asing atas proyek, maka harga dan permintaan properti segmen premium bisa melonjak cukup tinggi. "Baik harga maupun permintaan apartemen segmen premium bisa melonjak 25 persen," kata Jopy yakin.

Keyakinan Jopy tersebut didukung sejumlah fakta di lapangan. Antara lain tingginya minat warga negara asing untuk membeli apartemen di sekitar wilayah Kemang. "Salah satu menara kami ada yang lebih dari 25 persennya terjual pada warga negara asing," ungkap Jopy. Saat ini harga jual per unit apartemen Kemang Village berada di kisaran harga Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar. (Nadia Citra Surya/KONTAN)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

BRI Kucurkan Rp 50 Miliar untuk KPA Kemang Village

Posted: 22 May 2010 03:19 AM PDT

Sabtu, 22/5/2010 | 10:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyediakan fasilitas Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) fixed rate 5 tahun dengan bunga 8,5 persen dan uang muka 15 persen. "Ini program khusus, biasanya kami mengharuskan uang mukanya sekitar 30 persen," kata General Manager Kredit Konsumer BRI, Joice F. Rosandi.

Salah satu gandengan BRI adalah PT Lippo Karawaci Tbk yang mengembangkan proyek Kemang Village di kawasan Jakarta Selatan.

Joice beralasan, keberanian BRI memberikan program khusus tersebut karena percaya diri dengan kapitalisasi dari proyek Kemang Village tersebut. "Kami targetkan lewat program KPA ini akan mencapai Rp 50 miliar," imbuh Joice.

Direktur Lippo Karawaci Jopy Rusli yakin, dengan peluang ditekennya aturan baru soal revisi kepemilikan asing atas proyek, harga dan demand properti segmen premium bisa melonjak cukup tinggi. "Baik harga maupun permintaan apartemen segmen premium bisa melonjak 25 persen," cetus Jopy, yakin.

Keyakinan Jopy tersebut di dukung sejumlah fakta di lapangan. Antara lain tingginya minat warga negara asing untuk membeli apartemen di sekitar wilayah Kemang. Salah satu tower Kemang Village ada yang lebih dari 25 persennya terjual pada warga negara asing. Padahal, harganya pun terbilang premium, yaitu Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar.

Wajar jika Kemang Village pun secara agresif berusaha menangkap peluang ekspatriat yang terbuka lebar tersebut. Di antaranya dengan memberi kemudahan kepemilikan apartemen bagi warga asing dengan prosedur yang sederhana.

"WNA bisa membeli lewat perjanjian dengan pengembang ataupun lewat metode penanaman modal asing, tinggal pilih mana yang lebih mereka sukai," ujar Jopy. (Nadia Citra Surya/KONTAN)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Bakrieland Bangun Tol Ciawi-Lido

Posted: 22 May 2010 03:08 AM PDT

Sabtu, 22/5/2010 | 10:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bakrieland Development Tbk segera membangun infrastruktur jalan arteri ataupun jalan tol baru untuk menghubungkan beberapa perumahan yang sahamnya telah diakuisisi. Dananya dari penerbitan saham baru (rights issue) sebesar Rp 5,42 triliun.

"Kami tak menunggu pemerintah atau investor tol lainnya, kami bangun sendiri jalan," kata Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah S Thaib, Jumat (21/5/2010) di Jakarta. Jalan arteri dan tol itu dibangun di selatan Jakarta, tepatnya di Bogor dan sekitarnya.

"Desember 2011 ditargetkan Ciawi sampai Lido sudah selesai dibangun. Tol sepanjang 12 kilometer itu sebagai akses jalan ke Hotel Lido Lakes yang sudah kami akuisisi," ujar Hiramsyah.

Awal Mei lalu, PT Bakrie Toll Road, anak perusahaan Bakrieland, telah mempercepat pembebasan tanah tol Ciawi-Sukabumi. Pembayaran awal lahan dikerjakan di Desa Ciherang, Pondoh, Kabupaten Bogor.

"Sebenarnya kami dijanjikan dana pembebasan lahan dari Badan Layanan Umum. Namun, ternyata berbulan-bulan tidak turun, ya sudah, kami gunakan dana internal," ujar Hiramsyah.

Lahan Bakrieland di daerah Lido sudah mencapai 1.000 hektar. "Nantinya, kami akan bangun kota mandiri dengan harapan penghuninya bekerja di Sukabumi atau Bogor. Namun, untuk menuju Jakarta, selain tol juga ada kereta dari Sukabumi-Bogor-Jakarta," ujar Hiramsyah.

Sejalan pembangunan tol Ciawi-Sukabumi, kini PT Bakrie Toll juga mempercepat pembangunan tol Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, dan Pasuruan-Probolinggo.

Arteri Jonggol
Sementara itu, Bakrieland akan membangun jalan akses menuju Jonggol sepanjang 12 kilometer. "Jalan arteri itu akan dibangun selebar 60 meter, nantinya menghubungkan perumahan Bukit Jonggol dengan Tol Jagorawi," kata Hiramsyah. Di Bukit Jonggol dan Sentul City, total lahan yang telah siap untuk dibangun seluas 11.000 hektar.

"Kami akuisisi lahan besar-besaran, dengan perkiraan melonjaknya permintaan perumahan pada tahun 2010 dan dalam lima tahun ke depan," ujar Hiramsyah.

Menurut Hiramsyah, booming properti akan terjadi karena tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) rendah.

Perbankan di Indonesia pun, kata Hiramsyah, menargetkan pertumbuhan rata-rata KPR sebesar 45 persen pada tahun ini.

Hiramsyah menegaskan, meski membangun di selatan Jakarta, Bakrieland tidak melupakan pembangunan Rasuna Epicentrum di Kuningan dan di Sentra Timur, Jakarta.  (Haryo Damardono/KOMPAS Cetak)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Wow, Ternyata Indonesia Penggila Properti Singapura

Posted: 21 May 2010 09:39 AM PDT

Jumat, 21/5/2010 | 16:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia menjadi pembeli asing terbesar properti di Singapura dalam lima tahun terakhir. Bahkan, Indonesia diperkirakan menguasai sekitar 25 persen pembelian properti asing berupa apartemen dan kondominium di Singapura.

Demikian disampaikan Head of Special Project HSR Dennis Yong dalam peluncuran Treasure on Balmoral di Hotel Four Season, Jumat (21/5/2010). Ia mengatakan, dibandingkan China, India, dan Malaysia, warga negara Indonesia lebih banyak berinvestasi di Singapura.

Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kondisi sosial, ekonomi, dan hukum yang tergolong kondusif. Sistem pendidikan yang berkualitas, kata Dennis, menjadi salah satu faktornya.

"Properti yang kami tawarkan mampu memenuhi semua kebutuhan. Unit yang indah, keamanan, kenyamanan, lokasi yang unggul, dan akses mudah ke sekolah-sekolah yang bagus," kata Dennis.

Dennis mengatakan, dari segi kepastian hukum, warga negara asing mempunyai hak yang sama dengan warga negara Singapura. Pasalnya, sejak pertengahan 2005, pihak asing memiliki apartemen dengan strata tittle tanpa ada pembatasan kepemilikan dan izin dari otoritas Singapura.

"Mereka yang berusia di atas 45 tahun dengan memiliki satu properti di Singapura diberikan visa selama lima tahun," ucap Dennis.

Sementara itu, CEO Vibizconsulting Alfred Pakasi mengatakan, keunggulan berinvestasi di Singapura adalah adanya kepastian dan stabilitas kenaikan investasi.

"Diperkirakan, investasi per tahunnya akan meningkat sebesai 10 hingga 20 persen. Ini yang menyebabkan orang Indonesia berinvestasi di sana. Aman, pasti, dan menguntungkan," ungkap Alfred.

Mengenai kelemahan properti Indonesia, Alfred menilai bahwa masyarakat lebih memiliki rumah ketimbang apartemen. "Singapura lahannya sempit. Jadi, pihak asing hanya bisa memiliki apartemen. Otomatis karena demand-nya banyak, harga terus naik. Sementara itu, di Indonesia, masyarakat lebih memilih rumah ketimbang apartemen. Tapi, apartemen peluang yang bagus bagi warga asing yang mayoritas tinggal di wilayah strategis," papar Alfred.

Alfred menambahkan, salah satu cara meningkatkan penjualan properti di Indonesia dapat dilakukan dengan menambah izin pakai asing. Selain itu, kata Alfred, Indonesia juga harus membuktikan bahwa negaranya memiliki kepastian hukum.

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar