Minggu, 23 Mei 2010

Rumah Idaman “Millie Stephanie Dapat Lisensi Terbitkan Forbes di Indonesia” plus 1 more

Rumah Idaman “Millie Stephanie Dapat Lisensi Terbitkan Forbes di Indonesia” plus 1 more


Millie Stephanie Dapat Lisensi Terbitkan Forbes di Indonesia

Posted: 23 May 2010 08:56 AM PDT

Minggu, 23/5/2010 | 15:56 WIB

KOMPAS.com – Millie Stephanie Lukito adalah pembeli pertama The Residences at W Bali-Seminyak. Dia membeli dua unit vila sekaligus, yang masing-masing berkamar satu tempat tidur.

Millie, putri bungsu Maria Lukito, salah seorang pemilik Blok M Plaza, yang bermitra dengan Alex Tedja dari Grup Pakuwon ini, mengatakan, tidak ada lokasi sebaik Seminyak. Dan vila yang dibelinya itu berada di lokasi prime.

"Layanan W Hotels juga luar biasa. Bayangkan kalau kita tiba tengah malam di Bali, lalu datang ke vila, bisa menikmati spa yang buka 24 jam. Kalau kita capek, petugas hotel akan bilang bahwa kita bisa check-in di dalam kamar. Inilah bedanya," kata Millie.

Berikut ini wawancara Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Millie Stephanie Lukito, pemilik Grup Indonesia Tatler di sela-sela peluncuran The Residences at W Bali-Seminyak, di OnFive, Hotel Grand Hyatt Jakarta, Sabtu (22/5/10) malam.

Kabarnya Indonesia Tatler mendapatkan lisensi menerbitkan Majalah Forbes di Indonesia...
Benar sekali. Grup Majalah Indonesia Tatler akan menerbitkan Majalah Forbes mulai bulan Agustus 2010 mendatang.

Siapa saingan Anda dalam hal ini?
Sebelumnya memang saya bersaing dengan para konglomerat antara lain James Riady. Tapi saya tetap jalan terus. Akhirnya manajemen Forbes memilih grup Indonesia Tatler sebagai mitra di Indonesia dan mendapatkan lisensi menerbitkan Forbes, tetap dalam Bahasa Inggris, di Indonesia.

Saya bangga dipercaya Forbes, menerbitkan majalah internasional yang sering memuat daftar orang terkaya tersebut.

Mengapa akhirnya Forbes memilih grup IndonesiaTatler?

Forbes memilih grup Indonesia Tatler karena kami memang fokus dalam bidang penerbitan media. Jadi mereka tidak melihat konglomerat atau bukan.

Tampaknya Anda memang punya passion dalam bidang media...
Saya menyelesakan menyelesaikan pendidikan TK, SD, SMP dan SMA, semua di St Theresia Jakarta. Saya memang punya hobi menulis dan memotret sejak remaja. Passion saya memang bidang media.

Kapan Anda pertama kali menerbitkan majalah?
Tahun 1991, saya mengerjakan majalah internal BCA. Saya ingat saya memotret sendiri, menulis sendiri. Staf majalah ada dua orang. Saya dan satu orang lagi yang sekarang masih bekerja pada saya. Bahkan saya masih ingat tak bisa bayar gaji staf waktu itu.

Karena passion Anda pada bidang media, dunia tulis-menulis dan fotografi, Anda kemudian menerbitkan majalah high-end "Indonesian Tatler". Kapan Anda menerbitkan Tatler?
Awalnya pada tahun 2000 lalu, saya lihat kok di Malaysia ada Malaysia Tatler, di Singapore juga demikian. Kenapa Indonesia belum ada? Akhirnya saya mengontak principal Tatler di Hongkong dan mendapat lisensi menerbitkan Indonesia Tatler.

Saat Indonesia Tatler terbit, ada yang mempertanyakan majalah ini. Saya memuat foto-foto komunitas high-end dan ini baru pertama di Indonesia. Eh sekarang banyak majalah melakukan hal serupa.

Perkembangan Indonesia Tatler saat ini?
Tiga tahun pertama, menerbitkan majalah ini memang berdarah-darah. Tapi sekarang sudah menunjukkan hasilnya.  Kini Majalah Indonesia Tatler yang terbit sebulan sekali ini dan dijual seharga Rp 80.000 per eksemplar ini sudah menginjak usia ke-10 pada tahun 2010 ini.

Tahun ini kami akan memperingati anniversary 10 tahun Indonesia Tatler. Oplah tahun ini mencapai 42.800-an sekali terbit. Dan kami sudah menerbitkan Indonesia Tatler Home, Children, Travel, dan Lifestyle. Saya juga menerbitkan majalah lainnya "Surgery and Beauty" dan "Millionare Asia" serta beberapa majalah lainnya.

Anda pernah menjadi finalis penghargaan bagi wirausaha...
Tahun 2005, saya sempat menjadi finalis penghargaan Ernst & Young untuk spirit, wirausaha, dan ide bisnis. Tapi yang menang waktu itu Pak Jakob Oetama.

Apa prinsip Anda menjalankan kehidupan ini?
"Never give up", jangan pernah menyerah meskipun di depanmu ada hambatan. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Magda Hutagalung Padukan Vila dan Hotel 'High-End' di Seminyak

Posted: 23 May 2010 05:42 AM PDT

Minggu, 23/5/2010 | 12:42 WIB

KOMPAS.com — The Residences at W Bali-Seminyak merupakan perpaduan hotel dan vila mewah di lahan seluas 7 hektar. Bangunan semacam ini pun merupakan yang pertama di Seminyak.

Di sini ada 79 vila dengan ruang terbuka yang tampil dalam warna dan desain berbeda. Dari 79 unit, 65 vila dengan satu kamar tidur, 10 vlla dengan dua kamar tidur, dan 4 vila dengan tiga kamar tidur.

Vila-vila mewah ini dibangun oleh pengembang PT Dua Cahaya Anugerah. Setelah dijual dan dibeli investor, vila-vila akan dioperasikan oleh W Hotels yang merupakan brand dari Grup Starwood Hotels & Resorts Worldwide.

Adapun hotel memiliki 158 kamar dengan fasilitas spa 24 jam, kolam renang multi-level yang dapat dinikmati sambil berjemur di bawah sinar matahari Seminyak yang hangat, dan pantai di kawasan hotel.

Tamu hotel dan vila juga dapat memanfaatkan perpustakaan, pusat bisnis, dan ruang pertemuan ultramodern.

"Saya bangga membawa produk ini ke Bali. Lokasinya di Seminyak dan sangat strategis. Hotel yang akan mengoperasikan merupakan brand terkemuka, yaitu W Hotels. Jadi, jangan heran jika suatu hari Anda menginap di sini, di vila sebelah Anda ada Julia Roberts," kata Magda Hutagalung, pengembang PT Dua Cahaya Anugerah yang membangun The Residences at W Bali–Seminyak.

The Residences at W Seminyak dirancang oleh arsitek terbaik di Asia, Chan Soo Kian. Interiornya oleh ABC Hongkong. Adapun Restoran F&B dirancang oleh Adpole Singapura.

Pembeli pertama vila ini adalah Millie Stephanie Lukito, pemilik Grup Indonesia Tatler. "Saya membeli dua vila ini yang masing-masing satu kamar tidur. Saya suka dengan suasana di vila ini. Spa-nya saja buka 24 jam dan kita bisa check-in di dalam kamar," kata Stephanie.

General Manager W Hotels Craig Seaward menekankan soal pelayanan yang diberikan kepada tetamu. "Whatever you want, whenever you want, we will do. Jadi kalau Anda butuh helikopter, kami akan sediakan itu," kata Craig.

The Residences at W Bali Seminyak akan beroperasi November 2010. Ini merupakan hotel resor pertama yang dikelola W Hotels di kawasan Asia.

Berikut ini wawancara Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Magda Hutagalung, pemilik PT Dua Cahaya Anugrah (DCA), pengembang yang membangun The Residences at W Bali, Sabtu (22/5/2010) malam di OnFive, Hotel Grand Hyatt Jakarta.

Lahir di Medan, 20 April 1962, Magda Hutagalung pernah mengenyam pendidikan Bussiness Administration di Pacific State University di California, Amerika Serikat, tahun 1984. Istri Irwan Oetama yang memiliki dua putra ini sudah 20 tahun terjun dalam bisnis properti. Proyek terakhirnya, The Residences at W Bali, merupakan proyek paling prestisius.

Anda membangun The Residences at W Bali – Seminyak yang high-end. Bagaimana Anda bisa menggandeng W Hotels?
Sepuluh tahun yang lalu, tahun 2000, saya melihat brand W di New York City, Amerika Serikat. Saya terkesan pada hotel dengan brand W ini. Lalu saya memimpikan suatu hari saya bisa memiliki hotel dengan brand W. Jadi, dalam hati, saya berharap dapat mewujudkan impian saya.

Lalu bagaimana akhirnya Anda dapat mewujudkan impian Anda?

Saya percaya dalam perjalanan hidup ada blessing dari Tuhan. Dalam proyek ini, tercipta lapangan kerja untuk 1.000 orang saat pembangunan konstruksi dan 500 orang saat hotel ini beroperasi. Saya percaya Tuhan menitipkan ini semua kepada saya.

Sebelumnya saya memiliki lahan 2,8 hektar saat menawarkan kepada W Hotels. Tapi saat itu belum ada jawaban, sampai akhirnya terjadi bom Bali I dan II. Setelah itu, industri properti dan pariwisata di Bali sempat tenggelam, meski harga tanah tetap tinggi.

Tahun 2005-2006, saya membeli tanah 7 hektar ini di Seminyak, dan menjual tanah 2,8 hektar sebelumnya itu. Ketika ditawarkan ke W Hotels, mereka senang dengan lokasi di Seminyak ini. Mereka tak suka lokasi yang sepi seperti Ubud atau Nusa Dua.

W Hotels lebih suka di lokasi keramaian, dan Seminyak kan dikenal dengan lokasi sunset dan memiliki semangat muda.

Soal The Residences at W Bali Seminyak, Anda memang mencari pasar high-end?
Saya aktif dalam bisnis properti sejak 20 tahun yang lalu. Kebetulan suami saya (Irwan Oetama) juga senang dengan dunia ini.

Saya membangun Daksa Residences sebanyak 29 unit di lahan seluas 3.000 meter persegi. Saya juga membangun gedung perkantoran Adityawarman Tower.

Saya memang sejak awal bermain di kelas high-end dan lokasi prime, seperti rumah-rumah single di Jalan Sriwijaya, Tirtayasa, Sanjaya, Brawijaya, semuanya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lalu, W Hotels sebelum memutuskan tawaran mengelola vila dan hotel di Seminyak ini kan mengecek dulu siapa developernya. Selain itu, kami memang terbiasa dengan pasar high-end.

Berapa investasi yang Anda tanamkan untuk proyek properti high-end di Seminyak ini?
Untuk membangun The Residences at W Bali Seminyak, investasi seluruhnya mencapai 200 juta dollar AS. Dananya kami peroleh dari pinjaman bank.

Dalam proyek ini, Anda membangun vila dan menjualnya kepada investor, lalu mengoperasikan vila-vila itu. Sejauh ini, sudah berapa unit yang terjual?
Benar, ada 79 vila yang dibangun dan ditawarkan kepada para pembeli atau investor. Dari 79 vila ini,. 65 villa dengan satu kamar tidur, 10 vila dengan dua kamar tidur, dan 4 vila dengan tiga kamar tidur. Harganya antara 1,2 juta dollar AS dan 3,6 juta dollar AS per unit.

Sampai 22 Mei, sudah 60 persen yang terjual. Para pembelinya 80 persen adalah orang Indonesia. Sisanya 20 persen orang asing.

Setelah ini, kami akan mengadakan roadshow di Singapura, Beijing, Shanghai, dan Hongkong, mempromosikan produk ini.

Selain vila, ada kamar hotel yang dikelola W Hotels. Berapa harga sewa vila dan hotel ini?
Sewa vila ini antara 600 dollar AS dan 5.000 dollar AS per malam, sedangkan sewa hotel antara 450 dollar AS dan 10.000 dollar AS.

Setelah proyek di Bali ini, ada rencana mengembangkan proyek properti lainnya?
Perkembangan dunia pariwisata di Indonesia relatif pesat. Perusahaan kami punya rencana membangun di daerah seperti di Sumatera, antara lain di Padang, dan juga di Indonesia Timur, persisnya di Maluku.

Saya belum memutuskan brand mana yang akan mengelola hotel dan vila kami di Sumatera dan Indonesia Timur. Tapi Starwoods juga punya hotel bintang empat, seperti Four Points. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar