Kamis, 27 Mei 2010

Rumah Idaman “Hiramsyah: Pemerintah Harus Pangkas Pajak Pembangunan Rusunami” plus 2 more

Rumah Idaman “Hiramsyah: Pemerintah Harus Pangkas Pajak Pembangunan Rusunami” plus 2 more


Hiramsyah: Pemerintah Harus Pangkas Pajak Pembangunan Rusunami

Posted: 27 May 2010 07:26 AM PDT

Kamis, 27/5/2010 | 14:26 WIB

NUSA DUA, BALI, KOMPAS.com - Pemerintah diminta memangkas pajak pembangunan rusunami. Pajak yang dikenakan selama ini dianggap terlalu tinggi.

Hal ini disampaikan CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib di sela-sela Kongres FIABCI di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/5/10).

Menurut Hiramsyah, cost of fund pembangunan rusunami terlalu tinggi. Karena itu, pemerintah harus menggunakan kesempatan untuk menyedehanakan birokrasi dan memangkas pajak-pajak yang tidak perlu.

"Termasuk peran Menteri Perindustrian, terkait jasa konstruksi. Bagaimana agar pembangunan rusunami bisa lebih efisien. Ini tugas Menkeu untuk membuat kebijakan yang mendukung pembangunan rusunami bagi masyarakat menengah dan berpenghasilan rendah," kata Hiramsyah.

Ia memberi contoh, saat membangun rusunami, pajak yang harus dibayar pengembang mulai dari semen keluar dari pabrik sampai PPN.

"Kalau pajak-pajak itu dipangkas, dampak lanjutannya akan menguntung masyarakat berpenghasilan rendah. Dan ini tugas pemerintah untuk merealisasikannya," tandas Hiramsyah.

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Hiramsyah: Kepemilikan Asing Bawa Dampak Positif

Posted: 27 May 2010 07:05 AM PDT

Kamis, 27/5/2010 | 14:05 WIB

NUSA DUA, BALI, KOMPAS.com - CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib menegaskan kebijakan yang mengizinkan orang asing membeli properti di Indonesia, akan membawa dampak positif pada penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kebijakan kepemilikan asing dan penyediaan rumah rakyat saling terkait. Karenanya, pemerintah jangan terlalu lama merealisasikan kebijakan ini. Sebab jika terlalu lama, saya khawatir momentumnya hilang," kata Hiramsyah.

Menurut Hiramsyah, ini merupakan waktu yang tepat untuk memberlakukan kebijakan kepemilikan asing. "Pengembang yang menjual properti kepada orang asing kan dapat diminta membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Akan terjadi subsidi silang, dan ini menguntungkan masyarakat," jelasnya.

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Ciputra Harapkan Wacana Kepemilikan Asing Segera Direalisasikan

Posted: 27 May 2010 06:27 AM PDT

Kamis, 27/5/2010 | 13:27 WIB

NUSA DUA, BALI, KOMPAS.com - Tokoh properti Indonesia Ciputra berharap janji Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yang akan mengizinkan orang asing boleh membeli properti di Indonesia, tidak sekadar wacana.

Ciputra mengatakan hal ini menjawab pertanyaan hari Kamis (27/5/1). "Saya harapkan wacana yang disampaikan Menpera dapat segera direalisasikan," kata Ciputra di sela-sela Kongres FIABCI.

Menurut Ciputra, pemikiran Menpera sangat luar biasa. "Kita hargai keinginannya yang luar biasa soal kepemilikan asing ini. Namun kalau kita tak bisa direalisasikan, kita akan kecewa berat," kata pemilik Grup Ciputra ini.

Ciputra menambahkan, Indonesia bisa belajar dari Malaysia yang mengizinkan orang asing membeli properti sejak 20 tahun lalu. Malaysia menerapkan kebijakan kepemilikan asing dari sisi harga. "Orang asing boleh membeli properti yang harganya minimal 100.000 dollar AS," katanya.

Mantan Presiden FIABCI dunia tahun 1987 mengatakan juga, Indonesia makin tertinggal dari Malaysia yang sudah mengeluarkan kebijakan Malaysia My Second Home. Program ini menciptakan banyak lapangan kerja, membawa devisa dan pajak.

"Pemerintah memberi insentif 8 juta dollar AS untuk program ini, dan apa artinya uang sejumlah itu bila uang yang masuk sejumlah 1 miliar dollar AS?" tanyanya.

"Saat ini Indonesia membutuhkan banyak lapangan kerja dan pendapatan pajak. Dan kebijakan soal kepemilikan asing akan menciptakan lapangan kerja baru karena banyak proyek pembangunan properti," kata Ciputra.

"I love Indonesia. I'm proud of Indonesia. Tapi saya tidak ingin menangis karena Indonesia masih tertinggal dalam kebijakan kepemilikan asing," tandasnya.

Menjawab pertanyaan, Ciputra mengatakan memang ada pengaruh pada harga rumah kelas menengah. "Tapi jumlahnya tidak banyak. Dan yang pasti, pendapatan masyarakat akan bertambah," kata Ciputra. (KSP)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar