Selasa, 18 Mei 2010

Rumah Idaman “Jabar Butuh 80.000 Rumah” plus 3 more

Rumah Idaman “Jabar Butuh 80.000 Rumah” plus 3 more


Jabar Butuh 80.000 Rumah

Posted: 18 May 2010 03:26 PM PDT

Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius

Selasa, 18/5/2010 | 22:26 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Jawa Barat membutuhkan rumah sekitar 80.000 unit per tahun. Namun, jumlah yang bisa dibangun hanya sekitar 40.000 unit. Kekurangan itu disebabkan lahan yang terus menyempit akibat pendirian bangunan, sementara populasi penduduk terus bertambah.

Direktur Utama Margahayu Land Hari Raharta seusai acara Ground Breaking Apartemen The Suites di Bandung, Selasa (18/5/2010), mengatakan, pemenuhan kebutuhan rumah di Jabar setiap tahun memang tidak pernah tercapai. Persoalan pengembang lainnya adalah harga tanah yang semakin mahal.

Harga tanah di Gedebage, Bandung, misalnya, saat ini sekitar Rp 250.000 per meter persegi dengan kenaikan sekitar 30 persen per tahun. Hari menambahkan, jumlah rumah yang dibutuhkan di Indonesia sekitar 800.000 unit per tahun dan yang bisa dibangun hanya sekitar 240.000 unit.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Teguh Satria, kian mahalnya harga tanah membuat pembangunan hunian vertikal perlu diperhatikan. Bangunan itu bisa menghemat penggunaan lahan. Apartemen The Suites dengan lahan hanya 1,2 hektar (ha), misalnya, dapat dihuni 1.650 keluarga. Jika dibangun rumah untuk keluarga sejumlah itu, maka lahan yang dibutuhkan seluas 25-30 ha. 

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Alex Tedja: Dua Proyek Baru Pakuwon di Surabaya, Satu di Jakarta

Posted: 18 May 2010 02:22 PM PDT

Selasa, 18/5/2010 | 21:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilik Grup Pakuwon Jati, Alexander Tedja (64), menyatakan bahwa perusahaan properti itu sedang membangun dua proyek baru di Surabaya dan satu proyek di Jakarta.

Pertengahan tahun 2010, proyek superblok Gandaria City selesai dan beroperasi. Di kawasan ini dibangun gedung perkantoran yang ramah lingkungan Gandaria8, apartemen Gandaria Heights, pusat perbelanjaan Gandaria City, dan hotel bintang lima Gandaria.

Sebelumnya, Pakuwon memiliki pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Surabaya, yaitu Tunjungan Plaza I, II, III, dan IV di superblok Tunjungan City. Tunjungan Plaza merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia dengan luas seluruhnya 228.612 meter persegi dan luas yang disewakan 111.782 meter persegi. Sebanyak 550 toko ritel, restoran, hiburan, toko buku, dan departement stores dibuka di sini. Di kawasan ini juga dibangun kondominium Regensi dan Sheraton Surabaya Hotels and Towers.

Grup Pakuwon Jati juga mengembangkan Pakuwon City Township yang meliputi perumahan, Pakuwon Trade Center, dan Pakuwon Power Center Shopping Center.

Berikut ini wawancara khusus Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Alexander Tedja, Chairman dan owner Grup Pakuwon Jati.

Setelah superblok Gandaria City di Jakarta, apa lagi yang akan dikembangkan Grup Pakuwon Jati dalam waktu dekat ini?
Saat ini Pakuwon menggarap dua proyek baru di kawasan Pakuwon City di Surabaya Timur. Proyek properti baru itu adalah kondominium East Coast Residences dengan tiga menara yang seluruhnya berjumlah 700 unit.

Proyek lainnya yang juga berlokasi di kawasan Pakuwon City di Surabaya Timur adalah East Coast Center. Ini merupakan community shopping center. Di sini antara lain akan hadir Hypermart, Ace Hardware, Index. East Coast Center segera beroperasi bulan Agustus 2010.

Dua proyek baru itu di Surabaya. Bagaimana dengan proyek baru di Jakarta?
Proyek properti baru di Jakarta yang sedang digarap adalah Kota Kasablanka di lahan seluas 9,6 hektar. Di superblok yang berlokasi di kawasan segi tiga emas Jakarta ini akan dibangun apartemen high-end Casa Grande Residence, Mal Kota Kasablanka dengan kafe dan restoran serta lounges dan fasilitas hiburan yang bertema Middle East dan Morocco. Selain itu, di superblok ini dibangun gedung perkantoran Eighty8 @ Kasablanka.

Pendapat Anda tentang prospek bisnis properti di Jakarta?
Pospek bisnis properti di Jakarta sangat cerah. Jakarta sudah menerima konsep high-rise, tinggal di apartemen, kondominium. Karena itulah Pakuwon membangun apartemen di superblok Gandaria City dan Kota Kasablanka. Sementara di Surabaya, konsep high-rise belum begitu populer.

Pendapat Anda tentang kepemilikan asing?
Yang paling tepat bicara soal ini adalah Pak Menteri Perumahan Rakyat. Saya no comment dulu.

Ada kekhawatiran jika orang asing dibebaskan membeli properti di Indonesia, harga properti di Indonesia akan overheating seperti di China...
Harga properti di Indonesia sudah paling murah. Harga properti di Indonesia itu slow but sure, naik perlahan tapi pasti. Berbeda dengan di China, harganya naik dengan cepat, lalu turun lagi. Naik turun. Kalau di Indonesia, harga properti tak mungkin turun karena memang sudah yang termurah di antara harga properti di dunia.

Pembeli properti di China sebagian besar masyarakat China sendiri. Kalaupun ada orang asing, paling di Beijing, Shanghai, Shenzhen. Jadi, kenaikan harga properti di China bukan karena banyak orang asing yang membeli properti. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Lotte, Metro, Gramedia Penyewa Utama Mal Gandaria City

Posted: 18 May 2010 01:05 PM PDT

Selasa, 18/5/2010 | 20:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mal Gandaria City di kawasan superblok Gandaria City, Jakarta Selatan lebih mengarah pada lifestyle mall, mal gaya hidup. Sejumlah penyewa utama (anchor tenants) memastikan hadir di mal yang dibangun Grup Pakuwon tersebut.

Vice President Director Pakuwon A. Stefanus Ridwan kepada Kompas.com hari Selasa (18/5/10) menjelaskan, sejumlah penyewa utama itu adalah hipermarket asal Korea Lotte (8.000 meter persegi), Metro Department Store (20.000 meter persegi, empat lantai), Celebrity Fitness, Toko Buku Gramedia, sinema XXI dan Amazone.

Mal Gandaria City dijadwalkan beroperasi mulai 2 Juli 2010 mendatang. Mal seluas 90.000 meter persegi ini memiliki empat lantai, dengan tiga lantai basement untuk parkiran.

Selain itu, kata Ridwan, pihaknya juga membangun kawasan yang dinamakan Main Street yang dibuka hingga larut malam. "Panjang Main Street dua kali dari panjang Citos. Di sini pengunjung dapat bersantai di berbagai restoran dan kafe, sambil memandang ke arah taman. Main Street ini ada dua lantai. Sebagian indoor, sebagian lagi outdoor," katanya. Salah satu restoran terkenal yang akan buka di mal ini adalah MayStar, restoran oriental dengan menu bintang lima.

Selain itu, di mal ini, dibangun semacam plaza tempat untuk acara-cara fashion show sampai pertunjukan musik.

Ridwan menambahkan, pihaknya juga memikirkan manajemen lalu lintas agar tak terjadi kemacetan di depan mal itu. "Kami memberi satu lajur jalan lagi agar lalu lintas jalan di depan mal ini tidak terganggu," jelasnya. Selain itu, pengunjung mal yang datang dari arah Blok M, dapat langsung ke mal ini melalui jalan bawah tanah (tunnel) yang langsung masuk ke kawasan parkir di basement.

"Saya optimistis mal Gandaria City tetap ramai, meskipun di Jalan Arteri Pondok Indah sudah ada Pondok Indah Mall I dan II, dan di Senayan ada Plaza Senayan dan Senayan City. Saya berpendapat, justru mal-mal yang berdekatan, diminati. Coba lihat di Orchard Road Singapura atau Harajuku Jepang. Mal berdekatan, malah berdempetan. Toh, pengunjung makin banyak," papar Ridwan.

Mal Gandaria City ini juga ramah sepeda. "Kami akan menyediakan parkiran sepeda bagi para pesepeda," kata Ridwan, yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia itu.

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Bakrieland Targetkan Pendapatan 2010 Rp 1,3 Triliun

Posted: 18 May 2010 12:09 PM PDT

Selasa, 18/5/2010 | 19:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - PT Bakrieland Development Tbk menargetkan pendapatan akan mencapai Rp1,31 triliun pada tahun 2010 atau naik 25 persen dengan asumsi tingkat bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih lebih rendah dibanding tahun 2009.

"Target sengaja kami buat sangat konservatif mengantisipasi perkembangan krisis ekonomi di Eropa," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib di Jakarta, Selasa, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPST dan RUPSLB).

Menurutnya, apabila dalam semester I ternyata krisis di Eropa tidak mengganggu bisnis properti di Indonesia dan target pendapatan Bakrieland ternyata terlampaui maka manajemen tinggal melaksanakan revisi target tahun 2001.

Bakrieland, menurut Hiramsyah, dalam tahun 2009 berhasil mempertahankan pendapatan sebesar Rp1,059 triliun, aset tumbuh 39 persen mencapai Rp11,592 triliun. "Salah satu kontribusi pendapatan didapat dari selesainya sejumlah proyek properti dan infrastruktur seperti di Rasuna Epicentrum Kuningan, Bogor Nirwana Resort (BNR), Pullman Bali, dan Tol Kanci - Pejagan yang beroperasi 26 Januari 2010," jelas Hiramsyah.

Hiramsyah menjelaskan, Epicentrum Walk sebagai tempat hiburan di Kuningan telah diresmikan Maret 2010, serta gedung perkantoran Bakrie Tower diharapkan beroperasi penuh pada bulan Juni 2010.

Kemudian Bakrieland juga akan mengoperasikan Apartemen Sentra Timur di Pulo Gebang Jakarta Timur pada bulan Juni 2010 bekerjasama dengan Perum Perumnas, ungkap Hiramsyah.

Sedangkan untuk Bogor Nirwana Residence dalam tahun 2010 akan meluncurkan tiga cluster baru yakni Harmony 3, Harmony Boulevard, dan The Cliff yang ditujukan bagi pasar menengah atas.

Kemudian untuk infrastruktur, Hiramsyah optimis pertumbuhan lalulintas di Tol Kanci - Pejagan pada tahun 2010 sangat bagus mengingat sejak beroperasi awal Januari rata-rata setiap bulannya naik 10 sampai 12 persen.

"Kalau melihat pertumbuhannya, kami memperkirakan pada akhir tahun 2010 Tol Kanci - Pejagan akan memberikan kontribusi 7 sampai 9 persen terhadap total pendapatan. Kami yakin pendapatan dari Tol Kanci - Pejagan bisa mencapai Rp100 miliar sampai Rp120 miliar tahun 2010," ujarnya optimis.

Sementara itu Direktur Keuangan PT Bakrieland Development Tbk, Ferdinand Sadeli mengatakan, dengan ekuitas di atas Rp4,6 triliun, menempatkan Bakrieland sebagai perusahaan properti yang tercatat di bursa dengan ekuitas tertinggi.

Bakrieland memiliki neraca keuangan yang solid tercermin dari rasio kewajiban dengan beban bunga terhadap ekuitas atau Debt Equity Ratio (DER) pada tahun 2009 sebesar 66 persen.

"Angka ini semakin rendah apabila menggunakan rasio net gearing sebagai acuan yakni sebesar 48,4 persen," ujarnya.

Dia juga menyampaikan, terkait dengan berita yang menyebutkan Bakrieland akan melaksanakan penerbitan saham dan obligasi, rencana itu masih dilaksanakan evaluasi untuk melihat kondisi pasar modal di Indonesia. 

"Paling tidak dalam waktu dekat ini sudah ada hasil kajian dari evaluasi itu. Nanti kami akan umumkan. Tetapi yang jelas kondisi pasar modal di Indonesia sejauh ini masih kondusif," jelasnya. (ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar