Jumat, 14 Mei 2010

Rumah Idaman “Perluasan Bandara Tana Toraja Butuh Rp 4 Miliar” plus 3 more

Rumah Idaman “Perluasan Bandara Tana Toraja Butuh Rp 4 Miliar” plus 3 more


Perluasan Bandara Tana Toraja Butuh Rp 4 Miliar

Posted: 14 May 2010 03:10 PM PDT

Jumat, 14/5/2010 | 22:10 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan dana Rp4 miliar untuk melakukan perluasan Bandara Tana Toraja.

Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Syuaib Mallombasi di Denpasar, Jumat, mengatakan, dana tersebut diambil dari dana dekonsentrasi yang akan diberikan Kementerian Pariwisata sebesar Rp10 miliar pada tahun 2011.

Selain akan dimanfaatkan untuk perluasan bandara juga akan digunakan untuk pembenahan infrastruktur jalan umum dan jalan pariwisata di Toraja. Sementara, sisanya dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur sejumlah pulau di Sulsel, terutama Pulau Takabonerate.

Jumlah ini, katanya, meningkat sekitar 200 persen dibanding alokasi 2010 sebesar Rp4 miliar. Pihaknya mengharapkan pembenahan infastruktur pariwisata ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Sulsel.

Peningkatan alokasi dana dekonsentrasi pariwisata ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program "Visit South Sulawesi 2012" untuk mencapai target kunjungan 100 ribu wisman.

Infrastruktur, khususnya jalan, selama ini menjadi salah satu kendala pemerintah provinsi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Kepastian alokasi dana dekonsentrasi untuk pengembangan pariwisata Sulsel diperoleh dalam Musyawarah Pembangunan Nasional 2010 yang dilaksanakan awal Mei lalu.

Khusus untuk kerja sama promosi pariwisata Sulsel dan Bali, Dinas Pariwisata Sulsel mengalokasikan dana Rp1 miliar untuk seluruh program selama satu tahun ke depan. (ANT)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Intiland Makin Agresif Berekspansi

Posted: 14 May 2010 02:49 PM PDT

Jumat, 14/5/2010 | 21:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Membaiknya daya beli masyarakat menyusul pemulihan ekonomi dalam negeri mendorong peningkatan kinerja perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland). Kondisi ini mendorong perseroan melakukan ekspansi usaha. Dana ekspansi berasal dari penawaran umum saham terbatas atau rights issue III yang dilakukan April 2010 sebesar Rp 2 triliun.

Presiden Direktur Intiland Lennard Ho Kian Guan, Rabu (12/5), mengatakan, pada triwulan I tahun 2010 pihaknya meraih laba bersih Rp 85,09 miliar. Melonjak lebih 28 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama 2009 sebesar Rp 2,98 miliar. Pencapaian laba bersih selama tiga bulan itu bahkan melampaui laba bersih sepanjang 2009 sebesar Rp 25,61 miliar.

Ia menjelaskan, lonjakan laba bersih itu sepenuhnya ditopang peningkatan penjualan, baik dari sektor residensial maupun jasa sewa perkantoran. Nilai pendapatan bersih Intiland tercatat Rp 277,88 miliar. Naik hampir tiga kali lipat dari periode yang sama tahun 2009 Rp 95,82 miliar.

Sektor perumahan, kata Lennard Ho, masih menjadi kontributor pendapatan terbesar, mencapai 89 persen. Nilai penjualan sektor ini Rp 246,94 miliar, naik 362 persen dari periode yang sama tahun 2009. Kontributor pendapatan lainnya dari jasa sewa, pemeliharaan dan daya (6,5 persen), sarana olahraga (3,2 persen), dan sisanya dari pendapatan lain-lain (1,4 persen).

"Peningkatan laba bersih yang signifikan ini menunjukkan bahwa strategi kami efektif. Proses transformasi usaha yang kami mulai sejak tahun lalu memberikan dampak positif bagi perbaikan kinerja usaha secara keseluruhan. Prestasi ini memberikan keyakinan bagi kami untuk mampu menjaga tren pertumbuhan ini di masa depan," ujar Lennard Ho.

Dia mengungkapkan, kondisi makroekonomi yang relatif kondusif memberikan keyakinan bagi perseroan melakukan sejumlah langkah ekspansi. Pada triwulan I-2010, perseroan meluncurkan sejumlah proyek hunian baru di Jakarta, seperti apartemen 1 Park Residences dan proyek Pinang Residence, serta Graha Natura di Surabaya.

Penawaran saham
Salah satu langkah strategi yang telah dilaksanakan adalah penawaran umum saham terbatas atau rights issue III pada April 2010. Lewat rights issue ditawarkan 2,073 miliar lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp 1.000 per lembar. Total dana yang dihimpun Rp 2,07 triliun.

Pasca-rights issue, total jumlah saham perseroan bertambah menjadi 5,12 miliar lembar. Nilai aset perseroan naik tinggi pasca-rights issue dari Rp 2,11 triliun menjadi Rp 4,02 triliun.

Lennard Ho memaparkan, setelah proses rights issue jumlah cadangan lahan perseroan bertambah 1.600 hektar. Lahan-lahan tersebut masing-masing berada di kawasan TB Simatupang, Kota Baru Tangerang, dan Banten. Total landbank Intiland mencapai 2.400 hektar.  (Reinhard Nainggolan/KOMPAS Cetak)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

APPSI Minta Syarat Pendirian Mini Market Direvisi

Posted: 14 May 2010 02:31 PM PDT

Jumat, 14/5/2010 | 21:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran meminta pemerintah melakukan revisi terhadap persyaratan pendirian mini market.

Salah satu persyaratan yang diajukannya adalah, pendirian mini market harus melibatkan pedagang pasar atau pewarung yang ada di sekitar mini market. "Sebaiknya dilibatkan dalam pemilikan saham sekitar 5-10 persen, ini bertujuan agar pewarung kecil tidak mati perlahan," kata Ngadiran.

Menurut Subagyo, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, usulan yang sampaikan oleh Ngadiran tersebut haruslah dibicarakan dulu di internal pedagang pasar kemudian baru didialogkan dengan asosiasi peritel modern.

Namun, permintaan itu menurut Subagyo tidak perlu dilakukan dengan cara membuat kebijakan dari pemerintah.  "Itu prinsipnya hubungan bisnis, kalau disepakati bisa saja dilakukan," kata Subagyo. (Asnil Bambani Amri/KONTAN)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Chairul Tanjung Berminat Perbesar Porsi Kepemilikan di Carrefour

Posted: 14 May 2010 02:25 PM PDT

Jumat, 14/5/2010 | 21:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bos Grup Para yang kini menjadi komisaris utama Carrefour Indonesia Chairul Tanjung mengaku masih tertarik untuk memperbesar porsi kepemilikannya di Carrefour.

"Bahkan jika ditawari 100 persen saya siap, meski artinya Carrefour tak ada lagi di Indonesia, tidak masalah kan," cetusnya.

Meski begitu Chairul menampik anggapan dirinya telah mulai melakukan penawaran. Menurutnya, ia hanya mengambil posisi seandainya ditawari.

Asal tahu saja, Trans Corp (Para Group), melalui anak usahanya PT Trans Retail telah mengakuisisi 40 persensaham PT Carrefour Indonesia dengan nilai lebih dari US$ 300 Juta.

Chairul menjelaskan, dana akuisisi pasar swalayan asal Perancis tersebut diperolehnya dari pinjaman konsorsium empat bank, yaitu Credit Suisse, Citibank, GP Morgan dan ING.

Dengan mengakuisisi 40 persen saham tersebut, ia memastikan Trans Retail sebagai pemegang saham terbesar Carrefour Indonesia. Sementara 60 persen sisanya digenggam Carrefour SA (39 persen), Carrefour Nederland BV (9,5 persen), dan Onesia BV (11,5 persen). (Nadia Citra Surya/KONTAN)

Five Filters featured article: The Art of Looking Prime Ministerial - The 2010 UK General Election. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar