Jumat, 12 Agustus 2011

Rumah Idaman “5 Langkah Bikin "Wallpaper" Awet Muda” plus 2 more

Rumah Idaman “5 Langkah Bikin "Wallpaper" Awet Muda” plus 2 more


5 Langkah Bikin "Wallpaper" Awet Muda

Posted: 12 Aug 2011 09:18 AM PDT

KOMPAS.com - Setelah menerapkan wallpaper di ruang tamu Anda, kini saatnya Anda mengetahui cara membersihkan wallpaper yang baik dan benar agar tetap awet dan terawat. Jangan berisiko merusak dinding indah, selalu ikuti instruktur perawatan yang tepat untuk wallpaper Anda.

Namun, jika Anda lebih memilih melakukannya sendiri, ada baiknya kami ingatkan bahwa terdapat beberapa jenis wallpaper dan jenis-jenis kotoran dan sampah yang memerlukan penanganan khusus. Hal ini karena orang sering kali salah kaprah dalam menggunakan alat dan bahan untuk membersihkan wallpaper di ruang tamu kesayangan Anda.

Tentu saja, Anda harus apik memelihara wallpaper. Apalagi, sebentar lagi Anda akan menyambut hari raya Idul Fitri, kan? Yuk, ikuti beberapa instruksi dan cara penanganan berikut ini agar wallpaper tetap awet digunakan, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan:

Kemoceng

Ini cuma untuk mengusir debu. Mulailah dengan menggunakan lap kemoceng yang berstruktur swiffer atau kain elektrostatik kering agar debu yang menempel mudah terangkat. Lakukan gerakan memutar searah jarum jam agar debu terpusat pada satu titik bersihan.

Steples penyeka noda

Noda yang menempel atau sekedar bekas sidik jari di sekitar wallpaper dinding Anda akan sangat merusak keindahan kertas dinding tersebut. Namun, hanya dengan menggunakan kain lembab, seluruh noda akan terangkat. Diukur dengan penggaris lebar, gunakan selotip berbahan perekat rendah dan hindari selotip yang terlalu lengket agar tidak merusak warna wallpaper.

Jeruk nipis

Bahan alami ini sangat ampuh untuk membasni noda membandel. Maka, bila wallpaper Anda tanpa sengaja terkena percikan noda, seperti bekas minuman, kecap, dan kotoran lainnya yang sulit dibersihkan, Anda bisa menggunakan sedikit perasan jeruk nipis.

Setelah diperas, masukkan air perasan ke dalam air hangat dan gosokkan pada dinding wallpaper menggunakan spons lembut. Diamkan beberapa saat, kemudian lap bekas gosokan spons memakai kain halus kering. Khusus wallpaper berbahan kain, Anda dapat menggunakan sikat dengan perasan air hangat dan jeruk nipis.

Air hangat dan sabun khusus

Campuran air hangat dan sabun khusus sangat cocok untuk membersihkan wallpaper tahan air berbahan vinyl atau akrilik. Wallpaper jenis ini dapat dicuci dengan air hangat, sabun ringan, dan menyeka dengan kain kapas atau spons lembut.

Perlu diketahui, wallpaper yang dilapisi vinyl memiliki lapisan akrilik di atas permukaannya, sehingga cukup tahan terhadap noda minyak, suhu lembab dan lebih toleran dalam proses pembersihan. Hanya, Anda harus menghindari penggunaan alat pembersih abrasif, spons kasar, atau batu apung karena akan menyobek lapisan vinyl wallpaper ini.

Dry cleaning

Sebagai sentuhan akhir membersihkan wallpaper, Anda dapat menggunakan dry cleaning untuk mengeringkan dengan segera kertas dinding Anda ini. Hal yang harus Anda lakukan adalah menjaga kecerahan warnanya.

Mau coba? Jangan lupa, siapkan alat dan bahan-bahan tersebut jika Anda ingin membersihkan wallpaper. Lakukan instruksi secara baik dan benar agar wallpaper ruang tamu tetap awet!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Demi Silaturahim, Rombak Saja Ruang Keluarga!

Posted: 12 Aug 2011 08:54 AM PDT

KOMPAS.com — Saking sibuknya menyambut tamu di hari raya Idul Fitri, anak-anak "kadang" terlupakan. Terlalu lama bersama orang-orang dewasa dapat membuat mereka cepat bosan dan merasa tidak bebas.

Agar tidak lekas bosan, Anda perlu mencermati kebutuhan mereka dengan menyiapkan ruang keluarga sebagai tempat khusus. Di sinilah anak Anda dan sanak kerabat seusianya atau tamu bisa saling mengakrabkan diri tanpa mengaburkan arti silaturahim itu sendiri.

Berada di ruangan keluarga, keakraban antara anak Anda dan teman sebayanya bisa terbangun lebih baik daripada kebingungan membaur bersama orang dewasa dalam waktu yang lama. Agar lebih nyaman saat berkumpul di ruang keluarga, cobalah Anda mengatur ulang tata letak isi ruangan dengan memindahkan furnitur seperti meja ke sudut ruangan.

Letakkan karpet di dekat televisi, ditambah bantal-bantal hias, atau bunk bed khusus untuk anak-anak. Siapkan toples-toples berisi makanan kesukaan untuk anak-anak. Tidak merepotkan, karena ini bisa Anda terapkan untuk sementara waktu saat libur hari raya Lebaran. Tapi kalau cocok, mungkin Anda bisa seterusnya menerapkan ini.

Satu lagi. Selain ruang keluarga, tempat lain yang bisa Anda manfaatkan seperti ini adalah taman belakang atau teras depan rumah. Bagaimana menurut Anda?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Sori...Seberapa Tinggi Rating Hijaunya Hunian Anda?

Posted: 12 Aug 2011 07:23 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) sebagai satu-satunya anggota World Green Building Council dengan status emerging member di Indonesia meyakini, upaya Indonesia menekan emisi karbon pada 2020 dapat terwujud. GBC saat ini berhasil merumuskan sistem rating terhadap bangunan lama maupun bangunan baru.

Sistem rating itu nantinya akan menjadi kaidah-kaidah green building dalam keyakinan GBC Indonesia dan dinamakan dengan greenship. Sejauh ini, hasil implementasi tahapan-tahapan rating dalam greenship menunjukkan perbedaan signifikan dalam pemanfaatan energi di suatu bangunan.

"Dalam exercise pada tahapan sertifikasi suatu gedung terdapat penghematan konsumsi energi sebesar 20 sampai 40 persen," kata Rana Yusuf, Direktur Rating & Technology GBC Indonesia di Jakarta, Jumat (12/8/2011).

Ia mengatakan, greenship sendiri saat ini sudah dirumuskan untuk menentukan tingkat "green" sebuah bangunan. Di dalamnya terdapat sejumlah poin yang menjadi acuan dasar pemberian rating.

Sementara itu, menurut Naning Adiwoso, Chairperson GBC Indonesia, sistem rating pada bangunan merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh GBC Indonesia dalam mewujudkan program pengurangan total emisi karbon di Indonesia pada 2020. Selain itu, masih ada sejumlah program berkelanjutan lain yang akan dilakukan untuk terwujudnya Indonesia hijau dan berkelanjutan.

"Jika sebuah bangunan memenuhi rating poin yang ditentukan di dalamnya, maka kemudian dapat ditentukan pada tingkat berapa bangunan itu dapat disertifikasi. Apakah memenuhi kaidah dasar sebagai green building atau sama sekali tak memenuhinya," kata Naning.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar