Senin, 29 Agustus 2011

Rumah Idaman “Tujuh Panduan Menyusun Furnitur di Rumah Baru” plus 2 more

Rumah Idaman “Tujuh Panduan Menyusun Furnitur di Rumah Baru” plus 2 more


Tujuh Panduan Menyusun Furnitur di Rumah Baru

Posted: 29 Aug 2011 07:51 AM PDT

KOMPAS.com - Bingung saat mengatur furnitur di rumah baru? Bagaimana meletakkannnya dengan tepat sehingga memberikan kenyamanan? Berikut tips yang bisa Anda terapkan:

Tentukan fungsi tiap ruang
Sebagai langkah awal, tentukan lebih dulu fungsi dari tiap ruang yang akan Anda rancang. Siapa yang menggunakan ruangan, berapa banyak yang beraktifitas di dalamnya juga perlu diperhitungkan. Hal ini berguna untuk menentukan furnitur apa saja yang dibutuhkan dalam ruangan tersebut.

Menentukan "focal point"
Focal point
dalam setiap ruang bisa macam-macam. Contohnya televisi, lukisan, cermin, atau jendela dengan pemandangan taman. Focal point adalah televisi dalam ruang tersebut, maka atur jarak ideal antara televisi dan tempat duduk seperti sofa. Atur pula kenyamanan di sekitar tempat duduk.

Posisikan furnitur besar
Untuk memudahkan pengaturan ruang, dahulukan posisi furnitur dengan ukuran lebih besar. Di kamar tidur, biasanya furnitur paling besar adalah tempat tidur. Kalau di ruang tamu biasanya sofa. Perhatikan Jalur Sirkulasi. Jangan mengabaikan jalur sirkulasi lalu lintas orang berjalan. Ini berlaku terutama untuk ruang dengan posisi berada di tengah, contohnya ruang keluarga. Usahakan agar orang yang hendak melintasi ruangan akan melewati bagian tepi dari seperangkat sofa dan meja, bukan memotong di tengahnya.

Bila jalurnya tak bisa diubah sehingga orang terpaksa memotong di tengah, ada baiknya Anda membuat dua area duduk lebih kecil.

Atur posisi meja
Untuk furnitur meja, letakkan pada posisi terjangkau oleh kursi dari manapun. Namun, tetap perhatikan jarak idealnya yaitu 35-45 sentimeter dari sofa. Fungsinya, agar tetap ada ruang cukup untuk kaki menapak sehingga orang dapat duduk dengan nyaman.

Beri jarak aman
Perhatikan pula jarak antar furnitur juga dengan dinding. Misalnya jarak ideal di ruang makan antara bagian tepi meja dengan dinding atau dengan furnitur lainnya adalah 1,2 meter. Sedangkan untuk kamar tidur, jarak ideal antara tempat tidur dengan dinding kira-kira 60 sentimeter.

Hindari menempel pada dinding
Untuk ruangan yang sangat kecil, Anda boleh menempatkan furnitur pada dinding. Namun, bila ruangan luas, berilah jarak antara furnitur dengan dinding. Hal ini bertujuan agar selain sebagai jalur sirkulasi, furnitur yang terpusat akan memberi kesanlega pada ruang.

(Made Mardiani Kardha/ Tabloid Rumah)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Beda Ruangan, Beda Jenis Ubin

Posted: 29 Aug 2011 07:14 AM PDT

KOMPAS.com - Lantai rumah terkadang luput dari perhatian. Padahal, keberadaan lantai merupakan satu elemen penting dalam ruangan. Oleh karena itu, penting juga untuk mencermati lantai rumah Anda, apakah sudah tepat antara ubin yang dipasang dengan fungsi ruangannya?

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengelompokkan sifat ruangan di dalam rumah. Misalnya, ruang tamu dan ruang keluarga masuk dalam kelompok area publik. Artinya, area ini bisa diakses tak hanya penghuni keluarga, tetapi juga para tamu atau sanak saudara.

Kemudian ruang tidur atau ruang kerja yang biasanya diakses khusus penghuni rumah masuk dalam kelompok area pribadi. Adapun, dapur dan kamar mandi masuk dalam kelompok area servis.

Setelah dikelompokkan, panduan berikut ini bisa Anda aplikasikan dalam pemilihan ubin:
1. Ubin untuk area publik bisa dipilih yang memiliki tekstur halus. Atau pilihlah yang memiliki nilai estetika tinggi karena ruang-ruang disini kerap dikunjungi.

2. Ubin untuk area privat bisa lebih fleksibel sesuai selera penghuni rumah. Namun, tetap mengutamakan kenyamanan.

3. Ubin untuk dapur pilih yang kuat dengan permukaan licin agar mudah dibersihkan dari kotoran dan noda setelah memasak.

4. Untuk kamar mandi pilih yang bertekstur kasar agar mengurangi resiko kecelakaan di kamar mandi seperti terpleset.

5. Untuk area luar rumah seperti teras, bisa memakai ubin berbahan granit atau batu gamping. Pilih ubin yang tahan terhadap cuaca.

6. Ubin warna senada cocok ditempatkan pada ruang dengan luasan lebih sempit, sementara ruang luas bisa memakai komposisi ubin dengan variasi warna dan motif.

7. Hunian bergaya tropis dapat memakai ubin berbahan batu alam. Bisa juga memakain ubin terakota yang berbahan tanah liat.

8. Hunian bergaya minimalis, dapat memakai ubin berwarna putih untuk mengesankan tampilan rumah yang luas.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Malas Merawat? Taman Kering Solusinya!

Posted: 29 Aug 2011 06:54 AM PDT

KOMPAS.com - Siapa tak suka keberadaan taman di tempat tinggalnya? Hampir semua orang menyukainya karena sentuhan hijau yang menyegarkan mata, juga produksi oksigen dari tumbuhan di taman pasti memberikan banyak manfaat. Masalahnya, ada yang terbentur dengan keterbatasan lahan, atau, malas merawatnya. Sehingga, taman pun ditiadakan. Perawatan taman memang membutuhkan ketelatenan dan keluangan waktu secara khusus.

Nah, bila masalahnya adalah keterbatasan lahan, ada banyak cara kreatif telah dikembangkan. Seperti menanam dalam pot, tanaman gantung, hingga vertical garden. Tetapi, kalau alasannya karena enggan merawat taman sementara memiliki lahan yang cukup luas, ide membuat taman kering bisa menjadi pilihan!

Taman kering merupakan alternatif taman dalam rumah pengganti taman "basah". Basah artinya, tanaman bersentuhan langsung dengan tanah dengan perawatan seperti pengairan rutin. Taman seperti ini bisa dibuat dengan menempatkan material seperti batu-batu alam, kerikil, koral sebagai pengganti rumput. Kemudian tempatkan tanaman dan lengkapi lampu taman, maka jadilah sudah taman kering.

Untuk penempatannya bisa di beberapa area seperti di sebelah ruang makan, dekat dapur, samping ruang keluarga, juga sebagai taman di area belakang dekat area servis. Nah, untuk tanaman yang tepat untuk taman kering, disarankan tanaman yang kuat dengan paparan banyak sinar matahari, tidak perlu rutin disiram setiap hari, dan memiliki kelembaban cukup. Seperti Aglonema, Diffen, Pandan Bali, Palem kuning, Anthurium, berbagai jenis kaktus dan lidah mertua. Agar semakin menambah eksotika taman, tambahkan aksesoris seperti bangku taman, pot unik, pancuran dari bambu, dan masih banyak lainnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar