Rabu, 31 Agustus 2011

Rumah Idaman “Taman Terang Saat Malam Datang” plus 1 more

Rumah Idaman “Taman Terang Saat Malam Datang” plus 1 more


Taman Terang Saat Malam Datang

Posted: 31 Aug 2011 12:38 PM PDT

KOMPAS.com - Keelokan taman dengan hijaunya dedaunan, warna warni bunga sayang sekali bila dinikmati pada siang hari. Dengan menambah lampu taman, keindahan taman tetap bisa Anda nikmati saat hari berganti malam.

Sebagai pencahayaan pada malam hari, Anda bisa memilih pencahayaan menyeluruh pada bagian taman atau hanya fokus di sudut- sudut tertentu. Jika taman Anda cukup luas, tempatkan lampu hias di beberapa titik. Namun, bila taman tergolong mungil, cukup tempatkan satu lampu hias di bagian tengah.

Jika ingin menonjolkan keindahan taman, salah satu jenis lampu yang bisa dipilih ialah jenis lampu halogen. Cahaya dari lampu halogen dapat memunculkan efek dramatis pada taman tanpa membuat tampilan taman menjadi lebih pucat dari warna aslinya.

Bila memilih menggunakan lampu pijar, pilihlah yang memiliki kualitas ketahanan terhadap hujan atau panas. Sinar lampu yang redup kekuningan akan menimbulkan suasana temaram dan romantis. Kalau ingin menonjolkan spot tertentu, Anda bisa menggunakan jenis lampu spotlight. Lampu jenis ini bisa diarahkan ke ornamen taman seperti patung, air mancur, tanaman khusus dan lainnya.

Ingin sentuhan yang lainnya? Anda bisa berekperimen menonjolkan nuansa tradisional dengan atap ijuk cukup tebal atau gaya atap rumah tradisional Jepang. Sebagai fondasi, pakai bebatuan alam yang kokoh namun eksotis. Nah, bila ingin tampak serasi sebaiknya sesuaikan pilihan desain lampu dengan gaya taman atau model hunian. Lewat pemilihan lampu dan pencahayaan yang tepat, taman akan tampil cantik pada malam hari. (MIL)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Yuk, Ciptakan Area Membaca di Rumah

Posted: 31 Aug 2011 11:55 AM PDT

KOMPAS.com - Menanamkan kebiasaan membaca bisa dimulai dari rumah. Untuk mendukungnya, ciptakan sudut baca di rumah agar kegiatan membaca jadi menyenangkan.

Bila di rumah Anda belum memiliki ruang khusus membaca, Anda bisa memanfaatkan ruang-ruang yang ada dengan sentuhan kreatif. Langkah pertama, tentukan dulu ruang mana yang akan dipakai sebagai sudut baca ideal. Ruang keluarga atau kamar tidur bisa dijadikan pilihan untuk itu.

Pertimbangkanlah luas ruangan, sebaiknya tidak terlalu sempit karena akan mengurangi kenyamanan. Untuk posisi sudut baca, pilihlah posisi yang bersebelahan dengan jendela. Dengan pencahayaan lewat jendela, penggunaan lampu saat membaca pada siang hari tak perlu lagi menggunakan lampu. Perhatikan pula posisi kursi agar cahaya matahari tidak membuat silau serta membuat mata cepat lelah.

Kedua, berdasarkan luas ruangan yang tersedia, sesuaikan perabotan untuk ruang baca. Apabila ruang tidak terlalu luas, cukup sediakan kursi, rak buku kecil, dan lampu baca. Kursi empuk akan menambah kenyamanan saat membaca.

Untuk ruangan yang lebih luas, pakailah kursi atau sofa dengan sandaran empuk. Usahakan perabotan di ruang ini tetap menyatu dengan tema desain rumah secara keseluruhan.

Ketiga, tampilkan warna-warna cantik perabotan di ruang baca selaras dengan warna ruangan secara keseluruhan. Misalnya, di kamar tidur Anda memadukan warna cokelat tua dan krem, maka warna putih dengan sedikit motif pada sofa atau kursi akan menjadi padanan yang tepat.

Keempat, beri pemanis pada meja dengan aksesori yang tidak berlebihan. Misalnya, menyusun bingkai foto keluarga atau koleksi lain yang lucu. Siapkan juga aksesori kegiatan membaca seperti pembatas buku dan alat-alat tulis. Selamat mencoba! (VAL, Kompas Klasika)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar