Rabu, 24 Agustus 2011

Rumah Idaman “Tetap Maskulin dengan Nuansa Putih” plus 2 more

Rumah Idaman “Tetap Maskulin dengan Nuansa Putih” plus 2 more


Tetap Maskulin dengan Nuansa Putih

Posted: 25 Aug 2011 05:34 AM PDT

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.com

Nuansa putih tidak perlu mendominasi seluruh furnitur maupun aksesoris seperti terlihat pada kamar anak remaja perempuan, namun dipadukan dengan warna abu-abu, hitam, perak, serta warna emas.

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.com

Sebagai sentuhan maskulin, bantal-bantal hias di ranjang ini dipilih dengan padanan warna berbeda seperti perak dan abu-abu.

KOMPAS.com - Merasa malu dengan kesan feminim bila warna putih digunakan sebagai interior untuk anak lelaki Anda? Rasanya, hal itu sudah tidak berlaku lagi jika Anda melihat sendiri contoh kamar remaja laki-laki seperti terlihat di foto ini.

Diambil dari contoh kamar di apartemen Regatta, Pluit, Jakarta Utara, warna putih ditonjolkan dengan sentuhan lebih maskulin. Caranya, nuansa putih tidak mendominasi seluruh furnitur maupun aksesoris seperti terlihat pada kamar anak remaja perempuan (Baca: Putih Memikat di Kamar Remaja Puteri). Namun, putih dipadukan dengan warna abu-abu, hitam, perak, serta warna emas.

Warna putih tetap akan muncul, yaitu dari ranjang beserta bed cover-nya dengan corak kotak yang elegan. Putih juga dipilih untuk warna lemari pakaian yang dirancang terbuka berikut ambalan di dekat pintu masuk kamar.

Sebagai sentuhan maskulin, bantal-bantal hias di ranjang ini dipilih dengan padanan warna berbeda seperti perak dan abu-abu. Panel di sekitar tempat tidur juga dipilih yang berwarna maskulin, yakni abu-abu bergaris hitam.

Sandaran tempat tidur juga dibuat dengan warna senada. Sedikit sentuhan warna keemasan pada ujung kamar tidur ini cukup untuk memberi nuansa glamor.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Empat Fungsi yang Menandai Cat Anda Berkualitas

Posted: 25 Aug 2011 04:59 AM PDT

KOMPAS.com - Logikanya, cat berkualitas baik pasti dibuat dari bahan-bahan berkualitas yang harganya juga tentu berbeda. Maka, ada baiknya kita memang mempertimbangkan idiom lama, 'ada harga, ada barang' yang kerap diucapkan para pedagang.

Selain itu, kandungan zat-zat tambahan (additive) yang semakin lengkap tentu akan membuat harga jadi lebih tinggi dan menyempurnakan kualitas cat. Misalnya, dalam hal kehalusan cat, kemampuan menutupi retak rambut, kemampuan dibersihkan dari noda, kelenturan lapisan cat, juga kemudahan aplikasinya.

Cat berkualitas minimal mempunyai empat fungsi yang harus dimiliki, di antaranya daya sebar, daya tutup, mudah dalam pengaplikasiannya, dan aman bagi kesehatan lingkungan.

Memang, semakin tinggi kualitas cat, harganya pun akan semakin mahal. Pasalnya, di samping keempat hal pokok di atas, cat yang berkualitas akan memiliki nilai tambah seperti daya tahan terhadap cuaca, anti jamur, tidak memudar (anti fading), mudah dibersihkan (washable), dapat menutup retak rambut (cover hair line crack) serta tambahan pengharum (fragnance).

Cat juga harus aman. Bila memilih cat, misalnya, kita harus memilih yang mengandung bahan-bahan yang tidak beracun dan tentunya aman bagi kesehatan manusia. Selain itu, cat harus ramah lingkungan, tidak berbau, dan mengandung kadar VOC (Volatile Organic Compound) yang rendah.

VOC adalah organik yang mudah menguap pada saat cat diaplikasikan dan bersifat mengganggu pernafasan bila terhirup. Biasanya perusahaan cat yang memiliki sertifikat Singapore Green Label telah memenuhi uji baku mutu VOC dan menerapkan standar ramah lingkungan tidak hanya diterapkan pada produknya, tetapi juga diterapkan pada proses produksi di pabrik hingga pengolahan limbahnya yang diaudit secara berkala oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Nah, siap memilih cat untuk tampilan baru rumah Anda di hari raya?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

REI Jamin Pengembangnya Siapkan Bangunan Tahan Gempa

Posted: 25 Aug 2011 04:32 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Perusahaan Realestate Indonesia (REI) menjamin bangunan yang didirikan tahan gempa disesuaikan dengan zonasi gempa yang telah ditetapkan pemerintah.

Intinya, semua daerah bisa kita garap sepanjang mematuhi peraturan di daerah tersebut. Kalau dilarang dibangun, kita tidak akan mengembangkan kawasan tersebut.

-- Setyo Maharso

"Kami menggunakan teknologi konstruksi ramah gempa sehingga bangunan yang dirikan tetap terjamin keamanannya," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI, Setyo Maharso di Jakarta, Kamis (25/8/2011), terkait gempa di Washington DC, Amerika Serikat (AS), yang berkekuatan 5,9 pada Rabu (24/8/2011). Gempa tersebut menimbulkan kerusakan struktural yang parah pada sejumlah bangunan.

Setyo mengatakan, ahli bangunan Indonesia saat ini terus mengembangkan konstruksi ramah gempa. Konstruksi "sarang laba-laba" merupakan konstruksi buatan putra Indonesia yang dapat diaplikasikan pada daerah-daerah gempa, termasuk kondisi tanah kritis. Bangunan di Indonesia yang telah menggunakan konstruksi sarang laba-laba tersebut saat di antaranya Mall Tatura Palu, Mall Grand Basco Padang, Mall Hadi Manokwari, Gedung Sentra Bisnis Simeulue NAD, serta Pasar Tradisional Bengkulu.

Ia mengatakan, pemerintah daerah di kawasan gempa terus memperketat izin mendirikan bangunan (IMB), terutama pada bangunan-bangunan publik yang banyak dikunjungi masyarakat seperti mal, kantor, hotel dan sebagainya. Untuk itu, pengembang anggota REI sejauh ini tidak khawatir membangun di kawasan rawan gempa mengingat teknologi yang tersedia sudah mumpuni dan beragam untuk diaplikasikan.

"Intinya, semua daerah bisa kita garap sepanjang mematuhi peraturan di daerah tersebut. Kalau memang dilarang dibangun, kita tidak akan mengembangkan kawasan tersebut," papar Setyo.

Setyo menambahkan, tidak semua wilayah rawan gempa diminati pengembang, karena pertimbangan pasar dan daya beli masyarakat juga menjadi pertimbangan meskipun dari konstruksi mampu untuk dibangun.

"Kalaupun kami diharuskan masuk sebagai perintis untuk mengembangkan suatu daerah, maka harus ada insentif misalnya keringanan pajak dan kemudahan-kemudahan lain," kata Setyo.

Kekuatan bangunan, lanjut Setyo, menjadi syarat utama membangun di daerah gempa. Umumnya biaya struktur bangunan sekitar Rp 4 juta per meter persegi, sedangkan untuk di daerah gempa sedikit lebih mahal. Kekuatan struktur tersebut sangat bergantung kepada fondasi yang dipergunakan dan biasanya melihat dari kondisi alam, tanah, serta zonasi gempa di daerah tersebut.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar