Senin, 22 Agustus 2011

Rumah Idaman “"Rustic", Gaya Pintar Pecahkan Kebekuan Ruang” plus 2 more

Rumah Idaman “"Rustic", Gaya Pintar Pecahkan Kebekuan Ruang” plus 2 more


"Rustic", Gaya Pintar Pecahkan Kebekuan Ruang

Posted: 23 Aug 2011 05:28 AM PDT

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.com

Pada hunian bergaya modern, gaya "Rustic" biasanya dipakai untuk memberi kesan hangat. Pemilihan materialnya dengan bahan yang memberi kesan tekstur kuat, seperti dinding dengan batu-batuan, kayu, atau batu bata.

RODERICK ADRIAN MOZES/KOMPAS.com

"Rustic" di sini ditampilkan dari potongan bergerigi pada batu marmer buatan Italia. Marmer berwarna keabu-abuan dengan semburat tipis ini diletakkan terpisah, namun bagian bergeriginya berhadapan.

KOMPAS.com - Dominasi warna putih pada hunian tepi laut di apartemen contoh Regatta, Pluit, Jakarta Utara, ini dicairkan salah satunya dengan membentuk dinding bergaya "Rustic". Pada hunian bergaya modern, gaya ini biasanya dipakai untuk memberi kesan hangat.

Pemilihan materialnya dengan bahan yang memberi kesan tekstur kuat, seperti dinding dengan batu-batuan, kayu, atau batu bata. Gaya ini tidak rapi, bahkan sengaja dibuat tidak beraturan.

Pada ruang keluarga apartemen Regatta yang mengambil warna putih sebagai tema utama, gaya "Rustic" ini dimunculkan pada dinding tempat menaruh televisi. Pemakaian gaya ini untuk memecah kebekuan dinding putih yang mendominasi.

"Rustic" di sini ditampilkan dari potongan bergerigi pada batu marmer buatan Italia. Marmer berwarna keabu-abuan dengan semburat tipis ini diletakkan terpisah, namun bagian bergeriginya berhadapan. Kedua batu mengapit televisi yang menempel pada dinding putih bertekstur kasar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tak Sempat Mengecat? Siasati dengan "Cutting Sticker"!

Posted: 23 Aug 2011 05:03 AM PDT

KOMPAS.com - Mengecat dinding rumah agar tampil segar saat hari raya Idul Fitri nanti memang telah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, bila tak sempat melakukan pengecatan, Anda dapat menyiasati tampilan baru dinding rumah dengan menggunakan wall sticker atau dikenal dengan cutting sticker.

Cutting sticker bisa berupa lembaran plastik, kertas, atau vinil yang diberi perekat di bagian belakangnya. Selain pemasangannya mudah, harganya juga relatif terjangkau.

Harga cutting sticker dari kertas sekitar Rp 5.000 - Rp 15.000 per lembar, sementara yang terbuat dari plastik atau vinil harganya mulai Rp 60.000 per lembar. Berbeda dengan wallpaper yang membutuhkan tukang khusus untuk memasangnya, cutting sticker bisa dengan mudah dipasang oleh siapa saja. Anda bisa memasangnya pada dinding bercat, dinding keramik, pintu atau kaca. Berikut langkah-langkah pemasangannya:

- Pastikan permukaan dinding atau kaca yang akan dipasangi stiker dalam kondisi bersih dari debu. Debu dapat mengurangi daya tempel stiker. Bila dinding agak basah, sebaiknya dilap dulu sampai benar-benar kering.

- Pastikan permukaan dinding atau material yang akan ditempeli stiker tersebut rata atau datar.

- Sebelun dilekatkan ke dinding, pasang dulu stiker di dinding dengan bantuan perekat yang mudah dilepas. Hal ini dilakukan untuk memastikan posisi stiker sudah cocok dengan yang diinginkan, sebab stiker yang sudah ditempel akan sulit diangkat dari dinding.

- Pasang stiker dari ujung atas ke bawah. Agar tidak bergeser, setiap ujung dilekati dengan perekat kecil. Untuk mempermudah proses penempelan, gunakan penggaris, buku tebal, atau kartu dan lainnya. Cara ini dapat membantu stiker tertempel dengan baik dan tidak ada gelembung udara di balik lem stiker tersebut.

Selamat mencoba!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Empat Ruangan yang Perlu Dipersiapkan di Hari Raya

Posted: 23 Aug 2011 04:35 AM PDT

KOMPAS.com - Saat hari raya Idul Fitri tiba, pastinya Anda ingin rumah dalam keadaan siap sedia menyambut sanak saudara dan para tamu. Nah, ruang mana saja yang sekiranya perlu dipersiapkan?

Ruang tamu

Ruangan ini patut ditata dengan apik, rapi, dan diberi sentuhan berbeda agar memberi kesan menyenangkan saat tamu atau sanak saudara masuk ke dalam rumah. Misalnya, setelah memastikan sofa atau kursi dan meja dalam kondisi siap, berikan pemanis dengan menempatkan vas cantik dengan rangkaian bunga di atasnya.

Pilihan bunga seperti anggrek bulan, aster, krisan, mawar bisa menjadi pemanis ruangan. atau, bisa juga Anda menambahkan bantal-bantal hias pada sofa untuk mempercantik ruangan sekaligus tambahan sandaran duduk.

Ruang makan

Ruang makan menjadi pusat perhatian, karena di sinilah tersaji beragam hidangan lebaran yang biasanya dihidangkan untuk menjamu tamu atau sanak saudara. Jika biasanya ruang makan Anda terlihat biasa-biasa saja, maka berilah saatnya kini memberikan sentuhan berbeda dengan menata peralatan makan ala table setting.

Tempatkan bunga dalam rangkaian kecil di tengah-tengah meja. Atur kursi mengelilingi meja dalam posisi saling berhadapan. Beri sedikit aksesoris pada pinggiran kursi seperti hiasan berbentuk ketupat. Kini, table setting sudah siap!

Ruang keluarga

Bila rumah Anda memiliki ruang keluarga, ada baiknya ruangan ini benar-benar dipersiapkan. Pasalnya, ruangan ini bisa menjadi tempat berkumpul kedua, terutama ketika ada tamu lain datang sementara sanak saudara masih berkumpul.

Buatlah ruang keluarga ini dalam kondisi leluasa, misalnya dengan mengangkat meja. Kemudian, letakkan karpet di atasnya. Sediakan makanan dalam toples berikut minuman.

Kamar kecil atau WC

Karena akan kedatangan tamu dalam jumlah banyak, kamar kecil atau WC adalah ruangan yang tak bisa luput dipersiapkan sehingga perlu segera dibersihkan. Dengan kondisi kamar mandi bersih dan wangi, Anda telah memberi kesan baik bagi para tamu yang kebetulan masuk ke dalamnya.

Nah, selamat bersiap-siap menyambut lebaran!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar