Selasa, 22 November 2011

Rumah Idaman “Alasan Perlunya Memanfaatkan Furnitur Multifungsi” plus 2 more

Rumah Idaman “Alasan Perlunya Memanfaatkan Furnitur Multifungsi” plus 2 more


Alasan Perlunya Memanfaatkan Furnitur Multifungsi

Posted: 22 Nov 2011 06:38 AM PST

KOMPAS.com - Keterbatasan ruang di dalam rumah bisa diatasi dengan menggabungkan fungsi dua ruang. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan furnitur multifungsi.

Furnitur multifungsi lebih mudah diartikan satu furnitur dengan beragam fungsi yang bisa dimanfaatkan di dalam rumah. Jenis furnitur seperti ini akan menghemat tempat yang tak luas bila dibandingkan dengan ruangan penuh perabotan dan furnitur.

Di pasaran saat ini banyak tersedia furnitur multifungsi, misalnya meja dapur yang bisa dimanfaatkan sebagai meja makan dan meja kerja. Atau, rak buku yang bisa difungsikan sebagai partisi antara dua ruang di dalam rumah.

Untuk menghemat tempat, saat ini memang banyak dijual furnitur kompak yang memfasilitasi semua alat elektronik. Furnitur multifungsi juga dapat dimanfaatkan sebagai area penyimpanan. Misalnya, area tangga dibuat tempat penyimpanan mainan anak atau buku pada anak tangganya.

Coffee table juga begitu. Furnitur yang satu ini bisa dipilih karena memiliki laci untuk menyimpan barang-barang tertentu di dalamnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Letak Pintu yang Tepat di Rumah Mungil

Posted: 22 Nov 2011 06:04 AM PST

KOMPAS.com - Penempatan pintu di rumah berukuran mungil memiliki arti penting bagi akses keluar-masuk area dalam dan luar rumah. Pintu yang tepat bila rumah Anda berukuran mungil adalah pada ujung dinding depan rumah.

Penempatan di ujung tersebut dapat memberi keleluasaan di ruang tamu, terutama saat penghuni membuka pintu. Penempatan di tengah, yang mengadopsi konsep rumah-rumah berukuran luas, sebaiknya Anda hindari. Apa pasalnya?

Konsep menempatkan pintu pada bagian tengah akan menyulitkan peletakkan furnitur di ruang tamu, menyulitkan saat menerima tamu, serta sirkulasi udara akan berkurang karena tertutup furnitur. Untuk menjaga privasi rumah, penempatan pintu sebaiknya tidak menghadap langsung ke jalan. Selain menjaga privasi, juga meminimalkan resiko keamanan rumah yang dapat terlihat dari jalan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Daripada Rusak, Rusunawa Dipakai untuk Asrama Mahasiswa

Posted: 22 Nov 2011 04:18 AM PST

MATARAM, KOMPAS.com - Meskipun belum ada izin resmi dari Menteri Perumahan Rakyat, Rektor Universitas Mataram Prof H Sunarpi akan mengambil langkah nekat untuk memanfaatkan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Ia khawatir bangunan tersebut akan rusak karena belum juga terpakai.

Kalau tidak begitu, bangunan akan rusak. Buktinya, sebagian besar kunci pintu kamar sudah hilang.

-- Sunarpi

"Kami akan nekat. Toh, yang akan memanfaatkan rumah susun sederhana sewa itu adalah anak-anak bangsa yang mengenyam pendidikan di Universitas Mataram. Kalau tidak begitu, bangunan akan rusak. Buktinya, sebagian besar kunci pintu kamar sudah hilang," katanya di Mataram, Senin (21/11/2011) kemarin.

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bekerja sama dengan Unram membangun (Rusunawa) asrama mahasiswa di lingkungan kampus perguruan tinggi tersebut. Saat itu, pada 16 Maret 2009, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Mohammad Yusuf Asy'ari sempat meninjau lokasi pembangunan rusunawa sebagai asrama mahasiswa Unram didampingi Kepala Pusat Pengembangan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat, Andi Zainal A. Dulung,

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Ir H Badrul Munir dan Rektor Unram Prof Dr Ir Mansur Ma'shum (sebelum diganti Prof Sunarpi Ph.D). Rusunawa asrama mahasiswa Unram tersebut berlantai empat dengan jumlah kamar 96 unit, dibangun di atas tanah seluas 5.000 meter persegi dengan total luas lantai 3.500 meter per segi, serta unit hunian tipe 21 meter persegi mampu menampung tiga hingga empat mahasiswa.

Adapun rusunawa yang dibangun PT Metro Lestari Utama mulai 11 Desember 2008 dan selesai pada 2009 itu dilengkapi kamar mandi dan WC, serta ruang belajar di setiap lantai hunian. Pembangunannya menelan biaya sebesar Rp 9,86 miliar.

"Cuma, yang jadi persoalan adalah belum ada serah terima pengelolaan dari Kemenpera ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kemenpera ke Unram," katanya.

Meskipun demikian, kata Sunarpi, pihaknya tidak tinggal diam. Beberapa upaya telah dilakukan seperti mendatangi langsung Kemenpera dan Kemendikbud menanyakan kejelasan pemanfaatan rusunawa tersebut.

"Kami sudah susul ke Kemendikbud. Tapi, malah mendapat jawaban suruh tunggu kepastian," ujarnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah dengan melakukan pengadaan sarana dan prasarana seperti fasilitas air dan listrik yang belum terpasang serta meubelair. Dana untuk pengadaan seluruh fasilitas rusunawa tersebut bersumber dari dana APBN Perubahan sebesar Rp 1,6 miliar dan dari bantuan Pemerintah Kota Mataram sebesar Rp 250 juta.

"Pengadaan sarana dan prasarana yang bersumber dari dana APBN Perubahan dilakukan dengan pola tender dengan pihak ketiga. Proses tender akan dilakukan dalam waktu dekat ini, sehingga pada 2012 sudah bisa ditempati mahasiswa," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar