Senin, 07 November 2011

Rumah Idaman “Jangan Menyerah, Ruang Tamu Tak Perlu Dibuang!” plus 2 more

Rumah Idaman “Jangan Menyerah, Ruang Tamu Tak Perlu Dibuang!” plus 2 more


Jangan Menyerah, Ruang Tamu Tak Perlu Dibuang!

Posted: 07 Nov 2011 09:14 AM PST

KOMPAS.com - Saat ini, ruang tamu dianggap sebagai ruang yang dapat "dihilangkan" jika ada kendala keterbatasan lahan. Fungsi ruang ini dapat digabungkan dengan ruang keluarga.

Tamu-tamu yang akrab dapat diterima langsung di ruang lain yang sifatnya lebih santai, seperti ruang keluarga. Namun, masih banyak juga yang mempertahankan keberadaan ruang tamu dengan alasan etika bertamu dan ingin menjaga privasi.

Nah, jika Anda salah satu yang tetap ingin menghadirkan ruang tamu di rumah, tetapi lahan terbatas, jangan khawatir. Berikut ini beberapa tips untuk menata ruang tamu yang ukurannya mungil:

Furnitur simpel

Model furnitur menentukan kesan ruang yang diciptakan. Furnitur berbentuk simpel akan membuat ruang terkesan lebih lega. Untuk itu, pilihlah model kursi berkaki ramping sehingga membuat furnitur berkesan ringan.

Demi kenyamanan, sofa boleh saja ditambahkan, tetapi pilih yang tidak terlalu gemuk dan memiliki kaki agar tidak tampak berat.

Furnitur multifungsi

Dengan meletakkan sebuah furnitur yang memiliki banyak fungsi, Anda tak perlu lagi banyak-banyak melengkapi ruang tamu dengan furnitur. Misalnya, kursi tanpa sandaran yang berbentuk kotak, dapat Anda jadikan meja kecil.

Meja tamu pun dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan. Hal itu bisa dilakukan dengan menambahkan laci-laci di bawahnya.

Paduan bentuk furnitur

Meletakkan seperangkat furnitur yang semodel memang membuat ruang tampak serasi. Akan tetapi, bisa jadi, hal ini merupakan pemborosan ruang. Misalnya, seperangkat sofa terdiri dari sofa dua dudukan, serta 2 buah sofa 1 dudukan. Cobalah, Anda mengganti sofa 1 dudukan dengan kursi lain yang modelnya lebih hemat tempat, seperti puf atau kursi berkaki ramping.

Warna terang

Trik ini selalu berhasil membuat ruang tampak lebih lega. Sapukan dinding ruang tamu dengan cat berwarna terang, seperti putih atau krem. Ruang tampak lebih terang dan lega. Lagi pula, dengan dinding berwarna terang, warna perabot lain di dalam ruang tamu tersebut dapat lebih beragam, tanpa harus takut merusak keharmonisannya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Dandani Ruang Kerja, Biar yang Dirumah Tidak "Ngomel"

Posted: 07 Nov 2011 08:25 AM PST

KOMPAS.com - Meski sudah bekerja dari pagi hingga sore hari, ada kalanya pekerjaan terasa tak kunjung tuntas. Mata berkunang-kunang, lengan terasa ngilu, betis pun serasa membatu.

Apa boleh buat? Seorang profesional sering dituntut menyelesaikan pekerjaan setuntas mungkin. Itulah sebabnya, banyak profesional yang akhirnya memilih meneruskan pekerjaannya di rumah, sambil berharap agar istri dan anak tak ikut mengomel.

Tentu saja, bila hal itu terjadi, kita butuh ruang khusus kerja di rumah agar tak mengganggu aktivitas penghuni lainnya. Adanya ruang kerja di rumah juga membantu kita fokus bekerja sehingga dapat menghemat waktu.

Ukurannya tak perlu terlalu luas. Bahkan, salah satu sudut di ruangan bisa kita sulap menjadi ruang kerja. Namun, bagaimana cara agar ruang yang sempit itu bisa terasa longgar?

Menurut beberapa praktisi interior, salah satu langkah bisa dilakukan adalah dengan tidak menempatkan terlalu banyak furnitur dan aksesori. Kita mesti mengatur penggunaan furnitur.

Beruntungnya, banyak furnitur saat ini yang didesain ramping untuk kita pilih. Bisa juga, model furnitur yang transparan.

Di dalam ruang kerja di rumah, kita cukup meletakkan satu set meja dan kursi. Kita bisa menggunakan meja yang terbuat dari kaca. Untuk kursinya, bisa dipakai yang terbuat dari rangka besi dan bentuknya simpel atau ramping. Adapun untuk dudukan dan sandaran kursi, kita bisa pakai yang terbuat dari acrylic transparan.

Benda-benda penghias ruangan yang transparan menciptakan kesan lega pada suatu ruangan. Bila membutuhkan tempat untuk menyimpan peralatan kerja, kita bisa membuat sebuah rak berbentuk huruf "S".

Rak dapat dibuat dari pagan kayu finishing duko. Untuk memasangnya, Anda dapat menggunakan sistem kantilever yang disekrup pada dinding. Bila warna merah dipakai untuk memoles rak tersebut, itu akan menjadi aksen di dinding.

Kini, dengan perkakas yang ramping dan berfungsi sebagai aksen, ruang kerja pribadi kita di rumah bisa tampak apik dan manis. Apalagi, bila dinding-dinding di sekitarnya dibalut wallpaper bermotif lembut, tentu ruang kerja Anda saat ini lebih menyenangkan dan bikin betah meskipun tak luas.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Agar Karpet dan Furnitur Tampil Serasi

Posted: 07 Nov 2011 07:52 AM PST

shutterstock

Untuk membuat ruangan terlihat lebih hidup, Anda dapat menggunakan karpet dengan pilihan warna mencolok atau warna-warni.

shutterstock

Jika Anda penyuka karpet warna cerah, Anda dapat menyesuaikannya dengan furnitur di dalam ruangan seperti di kamar anak ini.

shutterstock

Karpet dapat memperkuat suasana di dalam ruangan. Sebutlah, misalnya dengan memakai warna-warna netral seperti cokelat dan abu-abu akan membuat ruangan lebih hangat.

KOMPAS.com - Memadupadankan karpet dengan benda-benda di dalam ruangan perlu panduan yang tepat. Hal itu berguna agar ruangan dengan beragam elemen interior dapat tampil serasi. Berikut lima langkah panduan padu padan karpet di rumah Anda:

Warna mencolok untuk aksen

Bangunan-bangunan rumah modern biasanya menggunakan warna-warna netral untuk dinding hingga aksesoris ruang. Untuk membuat ruangan terlihat lebih hidup, Anda dapat menggunakan karpet dengan pilihan warna mencolok atau warna-warni. Pilihan karpet seperti ini bisa langsung menarik perhatian orang.

Karpet bermotif

Untuk ruangan berfunitur polos, Anda dapat memadukannya dengan karpet yang memiliki motif klasik dan motif modern. Motif klasik atau biasa disebut dengan motif persia mengadopsi gaya Timur Tengah dengan ciri banyak ornamen dan lengkungan. Sementara motif modern memiliki ciri lebih sederhana berbentuk garis atau lingkaran.

Serasikan dengan furnitur

Jika Anda penyuka karpet warna cerah, Anda dapat menyesuaikannya dengan furnitur di dalam ruangan. Ruangan tentu akan terlihat indah dengan warna padu-padan yang serasi ini.

Sesuaikan ukuran

Masing-masing ukuran ruangan berbeda-beda, begitu juga dengan ukuran dan ketebalan karpet yang dibutuhkan. Untuk ruangan kecil, jangan gunakan karpet terlalu besar dan tebal. Pakailah bulu sedang atau tebal, tapi ukurannya kecil.

Ciptakan suasana sesuai keinginan

Karpet dapat memperkuat suasana di dalam ruangan. Sebutlah, misalnya dengan memakai warna-warna netral seperti cokelat dan abu-abu akan membuat ruangan lebih hangat. Sementara warna-warna seperti merah, ungu, hijau, atau biru akan membuat ruangan lebih ceria dan menghilangkan kebosanan. (Gusti Ayu Made Maharani)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar