Senin, 01 Februari 2010

Rumah Idaman “BINCANG PROPERTI bersama Anisa Himawan” plus 3 more

Rumah Idaman “BINCANG PROPERTI bersama Anisa Himawan” plus 3 more


BINCANG PROPERTI bersama Anisa Himawan

Posted: 01 Feb 2010 01:56 PM PST

Senin, 1/2/2010 | 21:56 WIB

Pengantar 
Eco-property akan menjadi bahasan utama dalam Kongres FIABCI bulan Mei mendatang. Sebenarnya eco-property sudah diterapkan di Indonesia. Salah satu contohnya adalah Pakubowono Residences, yang baru saja mendapatkan penghargaan FIABCI, Prix d'Excellent Award 2009. Kali ini kita akan berbincang-bincang dengan CEO Pakubuwono, Ibu Anisa Himawan.

Terima kasih atas kesediaan waktu Ibu Anisa untuk berbincang dengan kami. Apa kabar Bu Anisa?  
Kabar baik

Bisa dijelaskan konsep eco-property yang diterapkan Pakubuwono Residences?
Ok, Sebenarnya Pakubuwono Residences dikembangkan tahun 2003. Waktu itu belum ada cerita tentang eco-property. Tapi masa pembangunan Pakubuwono Residences, dimulai dengan konsep. Konsepnya  adalah liveable apartement. Jadi saya lebih mementingkan liveable. Jadi comfortable dan convenience. Saya menaruh diri saya, kalau saya memilih apartemen, apa yang harus ada di sana. Nah, kemudian dikembangkanlah konsep Pakubuwono dan disesuaikan dengan lingkungan. Yaitu lingkungan kita ada di Kebayoran Baru. Kebayoran Baru dikenal dengan banyak taman dan pepohonan. Itu yang kita mau maintenance. Saya percaya orang yang hidup, perlu pepohonan. Tapi kemudian sekarang disebut eco-property, ya kita terima,

Apartemen high-end ini menyediakan 80 persen lahan untuk kawasan hijau. Bisa dijelaskan, bagaimana konsep ini bisa diwujudkan di kawasan apartemen ini ?

80 persen taman itu, satu sebenarnya yang berjasa untuk ketentuan 20 persen itu pemerintah DKI Jakarta. Lalu kita kembangkan sesuai lokasi. Jadi kita maintenance 80 persen sebagai lanskap. Mudah-mudahan disukai oleh seluruh calon penghuni yang akan membeli apartemen ini. Konsep ini kita kembangkan ke sana.

Pakubuwono Residences membangun kolam resapan air, membangun sistem daur ulang sampah dan limbah. Bisa jelaskan karena ini berkaitan dengan eco-property?
Kita bangun kolam resapan yang cukup besar. Ada dua kita bangun, Waktu kita bangun Pakubuwono Residences, sebenarnya baru kita bangun sumur resapan, bukan kolam resapan. Di seluruh high rise building di Indonesia sebenarnya sudah diharuskan bagun sumur resapan. Kemudian kita ada proyek baru, Pakubuwopno View, baru kita terapkan kolam resapan air yang cukup luas, 125 meter kubik. Dan kita bangun dua kolam resapan air di Pakubuwono View untuk antisipasi daur ulang dan air limbah.

Manfaat kolam resapan air bagi kawasan lingkungan sekitar?
Besar sekali. Biasanya air hujan, jkalau tak bikin sumur resapan, langsung akan lari ke ke jalan. Sebagian memang ada sumur resapan, masuk dulu ke sumur resapan nanti kelebihannya masuk ke saluran-saluran air. Kalau tak ada sumur resapan, itu bisa menyebabkan banjir. Dengan kolam resapan di Pakubuwoni View, hujan yang  turun, masuk dulu ke kolam resapan, lalu sebagian masuk ke tanah, sebagian lagi dialirkan ke sungai. Jadi beda. Jadi bisa membantu msalah (pengendalian) banjitr.

Sepanjang (apartemen) Pakubowono  dibangun, belum pernah terjadi banjir di kawasan ini?
Kebetulan level tanah, peil banjir cukup tinggi Kebayoran Baru. Di belakang ada sungai. Sungai itu kita senantiasa bersihkan sehari dua kali. Sumur-sumur di sungai di belakang kita bikin filter, kemudian kita angkat sampah ke bak sampah, lalu pakai truk sampah kita angkut ke luar.

Setelah sukses dengan Pakubuwono Residences, pengembang membangun proyek baru The Pakubuwono View dan The Pakubuwono Signature. Bisa dijelaskan tentang proyek baru ini?  
The Pakubuwono View dan The Pakubuwono Signature merupakan kelanjutan Pakubuwono Residences. Kelasnya sama, lokasinya juga berdampingan dengan Pakubowono Residences. Secara konsep pembangunan, juga sama. Kita hanya me-utilize. Sebenarnya 80 persen kita siapkan untuk lanskap. Pakubuwono Residences yang dibangun cuma 17 persen, jadi 83 persen untuk lanskap. Sama seperti Pakubuwono Residences, Pakubuwono View juga kita bangun hanya 17 persen untuk bangunan. sisanya 83 persen kita sediakan untuk lanskap, juga kita sediakan taman yang luas.

Siapa sih target pasar The Pakubuwono View?
Yang mampu beli, untuk seluruh orang Indionesia yang sanggup beli. Jadi kalau ditanya target market, selalu saya jawab, untuk orang Indonesia yang sanggup membeli.

Satu pertanyaan lagi, saat ini didiskusikan soal kepemilikan asing, apa pendapat Ibu tentang soal ini?
Saya rasa harusnya (langkah ini) positif. tapi saya tak mau mendahului bapak-bapak yang membahas kepemilikan asing. Menurut saya ini langkah positif, karena kalau kita menuju era globalisasi, kita harus sanggup bersaing di dalam dan luar negeri. Kalau di negeri lain yang sedang dan sudah berkembang, orang kan makin mobile, bisa hidup di setiap negara. Jadi kita lebih baik jangan membatasi. Untuk pemerintah, mungkin ada pemikiran lain yang mana kita akan coba saling mengerti dan saling menjembatani, supaya kita tetap bersaing di luar dan dalam negeri. Ini akan men-trigger developer layak membangun bangunan yang memang layak untuk dihuni bukan hanya masyarakat  orang Indonesia tapi juga orang asing.

Demikian Bincang Properti kali ini.  Sampai jumpa. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Diperluas dengan Konsep Eco-Airport

Posted: 01 Feb 2010 12:11 PM PST

Senin, 1/2/2010 | 20:11 WIB

BALI, KOMPAS.com - Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali akan diperluas, agar mampu melayani penumpang sampai 20 juta per tahun atau lebih dari dua kali lipat dari kapasitas saat ini.

General Manager PT Angkasa Pura I, Heru Legowo dalam percakapan khusus dengan Kompas.com akhir pekan lalu mengungkapkan, saat ini kapasitas terminal domestik Bandara Internasional Ngurah Rai 1,5 juta penumpang per tahun, namun pada praktiknya terminal domestik sudah melayani 4 juta penumpang per tahun. "Sejak bom Bali II, jumlah penumpang yang datang ke Bali melalui terminal domestik meningkat pesat," kata Heru.

Luas terminal domestik pun yang saat ini 16.000 meter persegi, sudah tidak layak lagi. "Nanti akan dibongkar dan diperluas menjadi 120.000 meter persegi. Terminal domestik ini akan menjadi terminal internasional, dan terminal internasional sekarang akan menjadi terminal domestik," ungkap Heru Legowo.
 
Biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi Bandara Internasional Ngurah Rai Bali mencapai Rp 1,7 triliun. "Pemerintah meminta PT Angka Pura sendiri yang membiayai renovasi bandara ini. Kami masih menunggu persetujuan soal biaya ini dari Menteri Negara BUMN dan soal perizinan dari Menteri Perhubungan," jelasnya. Perluasan bandara akan membuat perumahan PT Angkasa Pura I di sekitar bandara harus dibongkar.

Pemerintah Provinsi Bali mengharuskan bentuk terminal baru nanti mencerminkan nuansa Bali. "Awalnya ini menjadi perdebatan panjang karena kami ingin fungsional saja, dan nuansa Bali ada dalam gedung. Namun karena ada permintaan pemerintah Bali, kami mencoba memadukan ini," ungkap Heru.

Heru berharap perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan meningkatkan kapasitas penumpang menjadi 20 juta per tahun. Saat ini baru 9 juta penumpang per tahun.

Menurut Heru, pemerintah Bali harus ikut memikirkan bagaimana pengaturan lalu lintas di luar bandara  agar lebih lancar. "Kami berharap akses ke Nusa Dua dan Kuta lebih lancar. Sebab saat ini saja jalan keluar bandara padat di Patung Dewa Ruci. Pemerintah Bali harus membuat akses jalan di luar bandara ini lebih lancar," tandasnya.

Eco-airport
Heru Legowo menambahkan, Bandara Internasional Ngurah Rai yang baru nanti akan menerapkan eco-design sehingga ini menjadi eco-airport. Di Indonesia, ada enam bandara yang menjadi proyek percontohan eco-airport. Selain Ngurah Rai Bali, juga Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara  Juanda Surabaya, Batam, Palembang, dan Tarakan.

Salah satu yang harus diterapkan adalah keran di bandara setiap menit berhenti sendiri, tak usah diputar. Lalu penggunaan lampu dari atas (sky-light) menembus lantai dan dinding kaca dan menembus ke ruang lainnya. "Kalau di Bali, bike to work masih memungkinkan, tapi di kota lain mungkin bisa keringetan," ujar Heru yang suka menulis di blog.

Selain itu, Heru menambahkan, sudah menerapkan peperless. "Kalau dulu, informasi tentang gaji dicetak. Bayangkan jumlah karyawan ada 1.000, kalau di-print bisa seharian. Kami buat website dan karyawan bisa cek di website dengan memasukkan nomor PIN. Ini sangat meneghemat kertas, tinta, dan menghemat energi," jelasnya.

Selain itu, eco-airport juga ditunjukkan dengan penanaman pohon pelindung di sekitar bandara dan pembayaran secara online. Heru juga membagi tugas kepada para staf dan karyawannya melalui surat elektronik. Ini semua upaya membuat bandara ini menuju eco-airport.

 
 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Whiz Hotels Yogyakarta dan Semarang Beroperasi Tahun 2010

Posted: 01 Feb 2010 10:47 AM PST

Senin, 1/2/2010 | 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Intiwhiz International, anak perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk terus berekspansi mengembangkan jaringan Whiz Hotels, hotel bintang dua, di sejumlah kota di Indonesia.

Pembangunan Whiz Hotels Yogyakarta telah menyelesaikan penutupan atap pada bulan Desember 2009. Hotel yang berlokasi di kawasan strategis, jalan Malioboro Yogyakarta ini, akan mulai beroperasi pada Juni 2010. Sementara di Semarang, Jawa Tengah, hotel ini sudah memaskui tahap ground breaking dan pembangunan pondasi. Hotel yang dibangun di Jalan Pieere Tendean, dekat kawasan Tugu Muda, Semarang ini, diperkirakan beroperasi pada awal tahun 2010 ini.

Menurut Presiden Direktur Intiwhiz International Moedjianto Soesilo Tjahjono hari Senin (1/2/10), selain Yogyakarta dan Semarang, Intiland juga akan membangun Whiz Hotels di sejumlah kota besar lainnya. Kota-kota tersebut antara lain Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Lampung, dan Bali. Khusus di Jakarta,  pada tahap awal ini  Intiland akan membangun tiga Whiz Hotels, yakni di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dan dua hotel di kawasan elit yakni di Menteng, Jakarta Pusat, dan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Whiz Hotels Hayam Wuruk Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan sudah memasuki tahapan desain. Whiz Hotels Bali, nantinya akan dibangun di kawasan Legian, dan lokasinya sudah siap bangun," katanya.

PT Intiwhiz International adalah anak perusahaan perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk, akan menjadi operator hotel jaringan Whiz Hotels, akan mengelola seluruh jaringan Whiz Hotels yang ada di dalam maupun luar negeri.

Intiland melihat bisnis jaringan hotel ini akan menjadi mesin bisnis Perseroan dalam jangka panjang. Perseroan menargetkan akan mendirikan hingga 60 Whiz Hotels dalam lima tahun ke depan dan menjadi jaringan hotel terkemuka. Peluang pengembangan hotel tersebut dapat dilakukan melalui skema kerjasama strategis dengan pemilik tanah, build-operate-transfer (BOT), maupun sebagai manajemen operator.

Intiland saat ini terus mengeksplorasi sejumlah peluang baru bersama beberapa investor potensial yang memungkinkan jaringan Whiz Hotels tumbuh dengan cepat secara signifikan. Strategi ekspansi Whiz Hotels ini sesuai dengan strategi Intiland untuk berbagi kesuksesan melalui upaya kerjasama dengan para investor.
 
Intiland adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 1992, Intiland dikenal sebagai inovator dan penggagas trend di industri properti Indonesia.

Dalam beberapa tahun, Intiland mengembangkan banyak gedung yang menjadi ikon nasional, melalui Intiland Tower dua gedung kebanggan di Jakarta dan Surabaya yang dirancang oleh Paul Rudolph dan The Regatta, kondominium tepi pantai yang mewah di Pluit, Jakarta Utara yang dirancang oleh Tom Wright (perancang Burj Al Arab).

Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Saat ini, Intiland memiliki portofolio produk properti beragam, termasuk kawasan pemukiman, gedung perkantoran, apartemen, pengelolaan gedung, kawasan industry, serta pengelolaan sarana olah raga dan golf.  Intiland telah menjadi pengembang properti dengan konsep gaya hidup yang terkemuka.

Intiland juga merupakan pelopor di segmen layanan hospitality di Indonesia. Melalui anak usahanya, PT Grand Interwisata, Intiland memiliki dan mengelola Graha Residen, landed service residential pertama di Surabaya. Intiland juga mengelola dan menjalankan Grand Trawas Hotel dan Villa Dharma Raya Trawas.

Kerja sama dengan Danone Aqua
Hari Senin (1/2/10), PT Intiwhiz International menjalin kerja sama strategis dengan PT Tirta Investama (Danone Aqua), produsen air mineral kemasan terbesar di Indonesia. Kerja sama strategis dengan pihak Danone Aqua ini meliputi penggunaan air mineral merek Aqua untuk kebutuhan air minum di seluruh jaringan Whiz Hotels. Selain itu, pihak Danone Aqua juga sepakat memilih Whiz Hotels sebagai hotel tempat menginap bagi para eksekutifnya yang bertugas atau bepergian ke seluruh nusantara.

Kedua belah pihak telah menandatangani Nota Kesepahaman kerjasama tersebut pada tanggal 1 Februari 2010. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Presiden Direktur Intiwhiz International Moedjianto Soesilo Tjahjono dan Chief Operating Officer Danone Aqua Charlie Cappetti.

Moedjianto menjelaskan Whiz Hotels merupakan jaringan hotel baru yang modern dan nyaman.  Hotel ini mengutamakan standar kualitas layanan yang tinggi serta membidik segmen pasar kalangan pebisnis yang kerap bepergian. Oleh sebab itu, dalam memilih air untuk minum, Whiz Hotels menyediakan yang sudah teruji dan terbesar yakni merek Aqua.  Penggunaan air kemasan merek Aqua di seluruh jaringan Whiz Hotels ini untuk menjaga standar kualitas layanan hotel yang  modern, nyaman dan aman. 
 
Chief Operating Officer Danone Aqua Charlie Cappetti menghargai kerja sama dengan mitra bisnis, seperti kanal distribusi modern, termasuk pasar modern maupun outlet-outlet tradisional, termasuk perhotelan yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bisnis Danone Aqua. 

"Dengan pertumbuhan jangka panjang dan target untuk membangun sebanyak 60 Whiz Hotels dalam waktu 5 tahun—merupakan jaringan hotel baru yang bergaya dan menghargai nilai uang—maka kita senang untuk menggunakan Whiz Hotels sebagai hotel pilihan bagi karyawan kami dalam perjalanan bisnis. Kami percaya bahwa kerjasama ini bermanfaat bagi kedua pihak," kata Charlie.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Dato' Alan Tong: Malaysia Perbolehkan Asing Beli Properti Sejak 20 Tahun Lalu

Posted: 30 Jan 2010 10:59 AM PST

Sabtu, 30/1/2010 | 18:59 WIB

BALI, KOMPAS.com - Dato' Alan Tong Kok Mau, Presiden FIABCI dunia (2005-2006) dan Presiden FIABCI Malaysia (1994-2000) adalah pengusaha properti Malaysia yang sukses. Pemilik dan Chairman Grup Bukit Kiara Properties yang bergerak di bidang investasi, konstruksi dan pengembangan real estate ini memberi pendapat tentang rencana penyelenggaraan FIABCI di Bali, Mei 2010 mendatang, tentang eco-property, dan tentang kepemilikan properti oleh orang asing di Malaysia dan Indonesia.


Berikut petikan wawancara khusus Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Dato' Alan Tong Kok Mau, pemilik dan Chairman Grup Bukit Kiara Properties Malaysia di Jimbaran, Bali, Jumat (29/1/10) malam.

Bali akan menjadi tuan rumah Kongres Dunia FIABCI ke-61, Mei 2010 mendatang. Apa komentar Datok tentang Bali?
Kongres dunia akan menjadi kesempatan baik bagi FIABCI Indonesia untuk mengundang peserta FIABCI dari seluruh dunia ke Bali. Acara ini sangat baik untuk Indonesia, dan Indonesia dapat menunjukkan apa yang telah dilakukan industri properti seperti di Bali, misalnya. Banyak orang sudah mendengar tentang Bali namun belum semua punya kesempatan datang ke Bali.

Saya dukung Bali sebagai tempat penyelenggaraan Kongres Dunia FIABCI ke-61. Saya berulang kali datang ke Bali, di antaranya ke Amandari, Four Seasons. Anak saya suka ambience dan culture di sini. Saya ke Bali setiap tahun, bersama anak dan cucu untuk berlibur. Kebudayaan Bali merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa bagi orang-orang asing yang datang ke Bali. Saya yakin kolega dari luar negeri yang datang ke Bali, akan terkesan dan akan datang kembali ke Bali. Dan bagi saya, Bali sangat menarik dan punya kelas tersendiri.  

Kongres Dunia FIABCI di Bali Mei mendatang akan membahas isu seputar eco-property. Sejauh mana konsep green property, eco-property sudah diterapkan di Malaysia?  
Saya berpendapat FIABCI punya komitmen untuk mempromosikan eco-property ke seluruh dunia. Saya pikir Presiden FIABCI Elizabeth akan datang ke sini dan membagi pengalamannya tentang eco-property di Bali. Saya gembira Kongres FIABCI digelar di Bali. Elizabeth mesti datang ke Bali dan melihat, apa yang telah Bali berikan untuk dunia. Di Malaysia sendiri, sejumlah pengembang sudah menerapkannya. Ada eco-city di Shah Alam dan di Johor, yang dikembangkan oleh developer yang sama, yaitu SP Setia. Mereka membangun housing estate yang sangat atraktif.
 
Malaysia sudah memulai eco-property sejak sepuluh tahun yang lalu. Perusahaan swasta membangun township di Johor yang eco-friendly dan saving energy, sedangkan Pemerintah Malaysia, pemerintah lokal membangun Kota Baru Shah Alam dengan konsep eco-property.  
 
Perusahaan saya, Sunrise yang kemudian berkembang menjadi Bukit Kiara, membangun high-rise condominium. Kondominium ini dibangun dengan nuansa hijau dan lanskap yang indah.
 
Saat ini Indonesia masih membahas soal kepemilikan properti oleh orang asing. Di Malaysia sendiri bagaimana aturan soal ini?
Coba kita lihat situasi dunia global saat ini. Sebagian besar negara di dunia maju karena industri properti yang berkembang pesat. Malaysia sudah menerapkan aturan kepemilikan properti oleh orang asing sejak 20 tahun yang lalu. Memang, sebelumnya Malaysia takut jika banyak orang asing membeli properti. Namun larangan itu hanya untuk pembelian lahan kosong. Kini orang asing di Malaysia diizinkan membeli apartemen. Kondominium yang dibangun perusahaan saya, banyak dibeli orang asing.  
 
Menurut saya, rakyat Indonesia, pemerintah Indonesia tidak perlu takut menjual properti ke orang asing. Jika secara politis, pemerintah takut, saran saya, lakukanlah seperti yang dilakukan pemerintah Malaysia dengan menerapkan aturan bahwa orang asing hanya boleh membeli properti seharga misalnya di atas 100.000 USD. Alangkahnya bodohnya jika Indonesia melarang orang asing membeli properti. Saya kira Indonesia telah kehilangan waktu beberapa dekade dari Malaysia dan Singapura soal kepemilikan asing ini. Tentu dapat Anda bayangkan bagaimana orang asing membawa uang tunai ke negeri Anda. Dana segar ini dapat digunakan untuk keperluan lain seperti membantu orang-orang tak mampu untuk memiliki rumah.  

Anda bisa lihat contoh Singapura dan Hongkong. Banyak gedung dibangun dan pembelinya selalu orang asing. Negara mendapat keuntungan dari pembelian properti ini. Mengapa sangat penting bagi negara? Karena dapat menggiatkan pembangunan properti. Dan pemerintah tidak hanya mendapatkan pajak dan pengembang memperoleh dana segar, namun pembangunan proyek-proyek properti akan dapat menciptakan lapangan kerja. Ini akan menghidupkan sektor industri lainnya seperti baja, listrik, furnitur dan banyak lagi. Makin banyak properti dibangun, makin hidup industri properti, makin banyak lapangan kerja tercipta. Ini sudah kami alami di Malaysia.
 
Saya yakin industri properti di Indonesia sangat prospektif. Pembangunan di Indonesia dalam beberapa tahun ini berkembang sangat pesat. Pendapat per kapita dan daya beli masyarakat Indonesia meningkat. Tak perlu takut jika orang asing beli properti di negeri Anda. Dan saya kira Indonesia perlu belajar dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Hongkong, Filipina, bahkan juga China. Kalau Anda beli properti di Malaysia, Anda boleh menggunakan sampai kapan pun tanpa batas waktu. Malaysia sangat murah hati dan tidak takut soal kepemilikan asing ini. Di Vietnam dibatasi samapi 70 tahun, demikian pula di Singapura. China dulu juga melarang orang asing beli properti, tapi sekarang mereka mengizinkannya.

Anda lihat Dubai di Timur Tengah. Tiga puluh tahun lalu, Dubai hanya gurun pasir. Tak ada orang yang datang ke sana. Setelah dibangun proyek properti, proyek real estate di Dubai, kota itu kini sangat hidup. Dan Anda tahu siapa pembeli properti di Dubai? Sebagian besar orang-orang asing. Jadi tak ada alasan bagi Indonesia untuk takut jika orang asing membeli properti.  (Robert Adhi Ksp) 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar