Kamis, 25 Februari 2010

Rumah Idaman “Tony Roma's Buka di PX Pavillion St Moritz” plus 3 more

Rumah Idaman “Tony Roma's Buka di PX Pavillion St Moritz” plus 3 more


Tony Roma's Buka di PX Pavillion St Moritz

Posted: 25 Feb 2010 11:48 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Kamis, 25/2/2010 | 19:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -   PT Mas Millenium Indonesia yang mengelola Tony Roma's di Jakarta resmi mengumumkan rencana pembukaan restoran ketiganya di Jakarta. Outlet terbaru ini akan dibuka pada April 2010 di Mal PX Pavilion @ St. Moritz, pusat hiburan dan perbelanjaan premium di CBD Jakarta Barat. 

Roni Prananto, Direktur PT Mas Millenium Indonesia mengatakan, "Kami sangat antusias menyambut pembukaan Tony Roma's di St. Moritz yang sangat prestisius ini. Dengan kekuatan brand internasional Tony Roma's dan sudah tersohor akan konsistensinya menyediakan makanan berkualitas dan pelayanan yang prima sejak 1993 di Jakarta, kami yakini kehadiran Tony Roma's di PX Pavilion akan memperkuat status kelas dunia yang ingin dicapai oleh St. Moritz." 

Outlet Tony Roma's terbaru yang merupakan outlet ketiga di Jakarta dibangun dengan kapasitas 125 kursi dan dirancang sesuai dengan konsep dekor terbaru dari Tony Roma's. Desain interior yang modern dan nyaman akan dirasakan oleh para tamu di seluruh ruangan. 

Tony Roma's merupakan restoran waralaba dari Amerika Serikat  yang berkantor pusat di Dallas, Texas. Restoran Tony Roma's memiliki lebih dari 200 outlet yang tersebar di 27 negara. 

Di Jakarta, Tony Roma's dikelola PT Mas Millenium Indonesia di bawah manajemen Mas Millenium Singapore Pte. Ltd, holding company yang mengembangkan restoran Tony Roma's di Singapura, Indonesia, Hongkong, Shanghai (China),  Australia, Filipina, Taiwan dan Thailand.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

BSD Kembangkan Dua Cluster Terbaru

Posted: 25 Feb 2010 11:39 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Kamis, 25/2/2010 | 19:39 WIB

SERPONG, KOMPAS.com - PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk  pada awal tahun 2010 meluncurkan dua produk hunian unggulan, yaitu cluster kembar (twin cluster) Fresco-Aria di kawasan Foresta dan cluster VerdantVille di kawasan The Icon.

Marketing Manager Foresta BSD City, Yanto Suryawan mengungkapkan, twin cluster Fresco-Aria dibangun di atas lahan seluas sembilan hektar di dalam kawasan hunian Foresta. "Nama cluster kembar ini diambil dari bahasa Italia. Fresco berarti segar dan Aria berarti udara. Makna kedua nama itu mencerminkan konsepnya yaitu cluster yang penuh dengan kesegaran, kesejukan, dan kenyamanan," ujarnya.

Konsep segar, sejuk, dan nyaman tersebut diejawantahkan lewat ketersediaan lahan terbuka hijau (green open area) yang tersebar di dalam cluster Fresco-Aria seluas 10.000 m2 atau setara dengan luas dua kali lapangan sepak bola. Lahan terbuka hijau seluas itu membuat konsentrasi debu di dalam udara dapat dikurangi hingga 75 persen sehingga kualitas udara menjadi lebih bersih.

"Keberadaan lahan terbuka hijau seluas 10.000 m2 juga dapat menghasilkan sedikitnya 200 kg oksigen (O2) setiap hari, yang setara dengan kebutuhan oksigen 450 orang dewasa setiap harinya," ungkap Yanto.

Hasil penelitian ahli lingkungan hidup mengatakan bahwa semakin banyak dan luas daerah terbuka hijau di suatu kawasan, dapat menurunkan suhu udara di tempat itu. Selain kualitas udara yang baik, udara segar dan berlimpah, penghuni cluster Fresco-Aria juga akan tinggal di kawasan lebih sejuk. Maka tepat jika cluster Fresco–Aria merupakan cluster terhijau di kawasan terhijau di BSD City.

Cluster Fresco-Aria memiliki fasilitas Thematic Centro Park, yang dilengkapi lapangan basket 3 on 3, area bermain dan mini outbound untuk seluruh anggota keluarga. Produk hunian terbaru itu juga dikelilingi oleh kawasan green belt yang berfungsi sebagai area jogging track yang asri sepanjang 1 km. Keberadaan green belt juga berfungsi mengurangi kebisingan atau polusi suara di cluster Fresco-Aria.

Selain itu, lokasi cluster Fresco-Aria juga berada sangat dekat dengan fasilitas kawasan Foresta. Sebut saja seperti de Palazetto Sport Club dan sentra komunitas North Piazza tepat berada di depan cluster ini. Hal ini semakin menambah kenyamanan penghuni dalam melakukan akitivitas olahraga maupun aktivitas komersial untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Sebagai tahap awal, Yanto mengatakan cluster Fresco telah dipasarkan terlebih dahulu. Peluncuran perdana cluster Aria juga sudah direalisasikan akhir Januari 2010. Cluster Aria menawarkan 116 unit rumah dan kavling dengan variasi tipe rumah yang beragam, yaitu tipe 140/144, 150/180, 206/220, 286/300, dan tipe sudut 335. "Harga yang ditawarkan mulai Rp 800 jutaan per unit dan serah terima Cluster Aria direncanakan pada akhir Juli 2011," ujar Yanto.

VerdantVille
Sementara itu, Puticaryanthi, Manager Promosi Housing 3 PT BSD Tbk, pengembang kawasan The Icon mengatakan, pihaknya terus melanjutkan rencana pengembangan enam zona di dalam kawasan The Icon. Setelah cluster Simplicity dan Cosmo selesai dikembangkan, awal tahun ini mulai dikembangkan cluster teranyar yang diberi nama VerdantVille.

"Cluster VerdantVille dikembangkan selaras dengan konsep The Icon, yaitu sebuah kawasan hunian yang mendukung kehidupan masyarakat perkotaan. The Icon memberikan kesempatan kepada para penghuni dan pelaku bisnis untuk berkembang. Cluster VerdantVille dengan luas 6,8 ha, merupakan zona ketiga dari enam zona yang akan dikembangkan di Kawasan The Icon, " ujar Puticaryanthi.

Cluster VerdantVille menawarkan 200 unit rumah dua lantai dengan tipe besar, yaitu 82/112, 92/128, dan 127/162, dengan desain arsitektur bergaya modern dan berkonsep court yard, di mana setiap rumah memiliki halaman belakang yang luas.

"Keunggulan lain VerdantVille adalah ruang tidur utama di lantai dasar memiliki view ke arah taman, sehingga penghuni dapat segera merasakan kesegaran dan keharmonisan dengan alam saat pertama kali beraktivitas di pagi hari. Rumah di kawasan VerdantVille ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 500 juta per unit," paparnya.

Lokasi cluster VerdantVille di dalam Kawasan The Icon sangat strategis, karena diapit dua boulevard dan berada dekat dengan Icon Centro, sebuah kawasan seluas 4,5 ha yang dibangun untuk kegiatan bersama para penghuni lengkap dengan berbagai fasilitas (urban public facilities area).

Penghuni cluster VerdantVille dapat dengan mudah mendatangi TimeSpark, taman bermain yang menjadi pusat Icon Centro. Di dalam TimeSpark terdapat berbagai wahana seperti Crystal Lagoon, AM-PM Deck, Twilight Amphitheatre, Breakfaster Court dan Teatime Yard. Semua venue tersebut dapat dijadikan tempat hangout yang mengasyikan bagi seluruh anggota keluarga.

Selain itu, Icon Centre masih memiliki Honeycomb Club House, X-F & Bee (pusat retail), Jungle Joy (children outbound area), BeeBee Que Garden (area pesta barbekyu), Cococreek Walk (jogging dan bicycle path mengelilingi kawasan Icon Centro dengan jalur pohon kelapa di kedua sisinya), serta The Breezone, kawasan terbuka hijau yang dapat dijadikan lokasi berbagai kegiatan outdoor bersama seperti bermain futsal, senam taichi, dan kegiatan lainnya.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Indonesia Gandeng Singapura, Kembangkan Kota Maja di Banten

Posted: 25 Feb 2010 11:07 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Kamis, 25/2/2010 | 19:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bersama dengan Singapura mulai menjajaki program kerja sama pengembangan kawasan Kota Kekerabatan Maja di Banten.

Kemenpera berharap kepada Pemerintah Singapura dengan lembaga Singapore Urbanizing Asia (Surbana) Corporation dan Singapore Corporation Enterprise (SCE) dan Bank Dunia untuk melakukan kajian terkait pengembangan kawasan tersebut.

"Kawasan permukiman di wilayah DKI Jakarta sudah terlalu padat. Untuk itu diperlukan pengembangan untuk hunian masyarakat di Kota Kekerabatan Maja," ujar Asisten Deputi Sistem Pengembangan Kawasan Deputi Menpera Bidang Pengembangan Kawasan Hazadin Tende Sitepu saat memberikan penjelasan kepada perwakilan dBank Dunia, SCE dan Surbana di Kantor Kemenpera, Kamis (25/2).

Penjajakan kerja sama ini adalah tindak lanjut dari kunjungan delegasi Kemenpera dengan Bank Dunia ke Singapura tanggal 7-8 Desember 2009 lalu serta nota kesepahaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Singapura.

Menurut Hazadin, kawasan Kota Kekerabatan Maja memiliki potensi untuk dikembangkan. Pasalnya selain harga tanah yang masih cukup murah, wilayah tersebut juga mudah dijangkau oleh masyarakat karena adanya akses transportasi seperti kereta api serta jalan yang cukup memadai. Kota Kekerabatan Maja sendiri berada di tiga wilayah yakni Banten, Tangerang dan Bogor.

Menurut Hazadin, Kemenpera juga telah mengeluarkan Keputusan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 02/ KPTS/ M/ 1998 yang menetapkan Kota Kekerabatan Maja sebagai suatu kawasan yang siap dibangun untuk perumahan dan permukiman bagi masyarakat. Namun demikian, sejak krisis tahun 1998 yang melanda Indonesia, perkembangan Kota Kekerabatan Maja yang memiliki luas sekitar 10.900 hektar menjadi sangat lambat.

"Kami berharap Surbana, SCE dan Bank Dunia bisa membantu Kemenpera dalam pengembangan kawasan itu. Sebab faktanya hingga saat ini baru sekitar 3.000 rumah yang dibangun dari target sekitar 545.000 unit," terangnya.

Sementara itu, Program Direktur World Bank Singapura Kamran Khan menjelaskan, pihaknya melihat potensi pengembangan kawasan di Indonesia memiliki prospek yang cukup cerah. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan kajian terlebih dulu sebelum melakukan investasi di Kota Kekerabatan Maja.

"Kerja sama antara Singapura dan Indonesia telah berjalan sejak lama. Kami harap program kerjasama di bidang perumahan dan permukiman bisa lebih ditingkatkan dan berkesinambungan," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan Surbana, Michael. Menurut Michael, pihaknya juga telah melakukan pengembangan kawasan hunian di Brunei Darussalam. Meskipun luas kawasan hunian yang dikembangkan di Brunei Darussalam tidak telalu luas, dengan kajian yang tepat masyarakat bisa memiliki hunian yang nyaman dan serasi dengan lingkungan di sekitarnya.

"Pemerintah Indonesia setidaknya bisa melakukan pembebasan tanah yang cukup luas sebelum investor masuk dan menanamkan investasinya di kawasan Kota Kekerabatan Maja. Selain itu, kami harap infrastruktur jalan dan tranportasi bisa dibangun sehingga kawasan itu bisa lebih dikembangkan," terangnya. (Sumber: kemenpera.go.id)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Ratusan Arsitek Tolak Pembongkaran Dua Bioskop di Pangkalpinang

Posted: 25 Feb 2010 10:53 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Laporan wartawan Persda Network Muhammad Ismunadi

Kamis, 25/2/2010 | 18:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan arsitek menandatangi Petisi Menolak Pembongkaran Bioskop Garuda dan Bioskop Surya di Pangkalpinang, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (25/2). Mereka menentang adanya rencana pembongkaran terhadap Gedung bioskop Garuda dan bioskop Surya hingga dilakukan kajian oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Selain merupakan bangunan cagar budaya, penolakan pembongkaran yang rencananya dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang pada 28 Februari 2010 itu

"Gedung Bioskop Garuda dibangun pada tahun 1919 dan Gedung Biokop Surya dibangun pada tahun 1924, dahulu bernama Aurora, yang berlanggam art-deco," tulis Ariko Andikabina, seorang arsitek yang jadi pemrakarsa petisi, dalam rilis yang diterima Persda, Kamis (25/2).

"Di dalam buku karangan HM Johan Tjasmadi, pada halaman 11 memuat Bioskop Aurora dalam Daftar Bioskop di Wilayah Hindia Belanda tahun 1936," lanjutnya.

Petisi menolak pembongkaran gedung bioskop Garuda dan Surya ditandatangani sedikitnya 133 orang. Sebagian besar dari mereka adalah arsitek yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Tidak hanya arsitek muda dan calon arsitek, ada juga yang menyandang gelar profesor, seperti M.Danisworo selaku Ketua Pusat Studi Urban Desain, anggota Tim Penasihat Arsitektur Kota DKI Jakarta, dan anggota Tim Sidang Pemugaran DKI Jakarta.

Ariko menuliskan sebelumnya Pemkot Pangkalpinang telah terlebih dahulu membongkar Bioskop Banteng, dibangun pada tahun 1917, walau telah dilakukan kajian oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Dan Gedung Bioskop tersebut telah dinyatakan memenuhi kriteria sebagai Bangunan Cagar Budaya.

Pembongkaran Gedung Bioskop Banteng, yang masuk di dalam daftar Bangunan Cagar Budaya yang dilansir oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwasata, disinyalir telah melanggar UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, dan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. 42 Tahun 2009/Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelestarian Kebudayaan.

"Guna menghindari kemungkinan hilangnya Bangunan Cagar Budaya lainnya, kami menyatakan Petisi Menolak Pembongkaran Gedung Bioskop Garuda dan Bioskop Surya hingga dilakukan kajian oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala," tegas Ariko.

Dilansir Harian Pagi Bangka Pos edisi Kamis (24/2), Pemkot Pangkalpinang menunda pembongkaran gedung Bioskop Garuda dan bioskop Surya hingga akhir Februari ini. Asisten III Setda Pangkalpinang Roni Rahman mengatakan penundaan dikarenakan adanya sejumlah pembahasan dengan warga sekitar kedua gedung bioskop tersebut.

Menurut Roni, tim teknis sudah memeriksa keadaan bioskop sebanyak tiga kali. Dari hasil kajian tim, bekas bioskop era tahun 1900-an itu layak dibongkar.

"Kita masih sibuk dengan kegiatan di pemkot, ada menteri dan sebagainya. Ada hal prinsip jadi ditunda dulu dan tidak ada hubungan dengan surat dari Ditjen," ujar Roni.

Sebelumnya, Kasubdit Registrasi dan Penetapan Ditjen Sejarah dan Purbakala Koos Siti Rohmani mengaku telah melayangkan surat permintaan klarifikasi tentang pembongkaran gedung bioskop Banteng dan rencana pembongkaran gedung bioskop Surya dan Garuda kepada Pemkot Pangkalpinang. Namun pihaknya belum pernah mendapat balasan.

"Kalau ada tentu ada di kantor. Tapi sampai saat ini belum ada surat apa pun," ungkap Ani sapaan akrab Koos Siti Rohmani saat dihubungi Bangka Pos Group di Jakarta, Minggu (21/2). (Persda Network/mun)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar