Kamis, 18 Februari 2010

Rumah Idaman “Yuk, Tiru Mereka Wujudkan Green Office” plus 3 more

Rumah Idaman “Yuk, Tiru Mereka Wujudkan Green Office” plus 3 more


Yuk, Tiru Mereka Wujudkan Green Office

Posted: 18 Feb 2010 10:27 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liauw

Jumat, 19/2/2010 | 06:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ternyata mewujudkan green office tidak selalu berkaitan dengan hal-hal teknis. Ada hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan di kantor guna mendukung mewujudkan green office. Mau ikut berpatisipasi, namun masih bingung harus mulai dari mana?

Sebagai pemula, tidak ada salahnya Anda mengikuti hal-hal sederhana yang dilakukan pegawai lembaga internasional di bawah ini. British Council Institusi ini mulai menjalankan kantor berkonsep green office sejak tahun 2006. Hal-hal yang dilakukan para pegawainya adalah menggunakan kertas, amplop, dan map bekas untuk kepentingan internal kantor. Sementara itu, untuk kebutuhan resmi, British Council menggunakan kertas daur ulang.

"Kami juga men-set komputer kami pada posisi hibernate yang dapat menghemat energi. Kertas-kertas bekas yang sudah tidak terpakai kami berikan ke partner kami sehingga dapat didaur ulang," ujar Rosi, pegawai BC, Kamis (18/2/2010) di Jakarta.

"Green office bukan hanya soal teknologi maupun hal-hal yang berkaitan dengan teknik, tetapi lebih pada perubahan perilaku dan cara berpikir," tambah Kepala Dewan Gedung Hijau di Indonesia Naning S Adiningsih Adiwoso.

China National Offshore Oil Corporation Perusahaan penambang minyak asal China ini mewujudkan green office dengan menata kubikel di dekat jendela sehingga dapat memaksimalkan sinar Matahari yang ada sebagai penerangan. CNOOC juga telah memberikan kertas bekasnya kepada supplier untuk kemudian diubah menjadi tisu.

Perusahaan di bidang properti, Jones Lang LaSalle mengaku belum banyak dengan pencapaian di Indonesia. Yang telah dilakukan adalah penyampaian kesadaran pentingnya penghematan energi melalui poster-poster yang ditempel di dinding kantor.

Terakhir, Procon mulai membiasakan diri melakukan presentasi tanpa membagi-bagikan versi hardcopy demi penyelamatan lingkungan. "Ketika presentasi, kami bawa USB. Lalu, USB dicolokkan ke laptop klien, copy file, dan USB kami ambil kembali," ujar seorang pegawai Procon. 
 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Hendro Gondokusumo: Properti Indonesia Perlu Kepastian Hukum

Posted: 18 Feb 2010 10:11 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 19/2/2010 | 06:11 WIB

Anda kembali menyaksikan Bincang Properti. Kali ini kami akan berbincang-bincang dengan pendiri Intiland dan Ketua The Jakarta Property Club, Bapak Hendro Gondokusumo.

Sebagai Chairman The Jakarta Property Club, apa pendapat Pak Hendro tentang perkembangan properti Indonesia, terutama di tengah persaingan regional dan global? 
Saya mungkin jelaskan sedikit masalah (Jakarta) Property Club, suatu perkumpulan owner-owner properti. Untuk menggampangkan kita. Dulu kita bernaung di REI, tapi sekarang kita sudah pensiun dari REI jadi kita membuat (Jakarta) Property Club. Kita ngumpul dan sewaktu-waktu (kami) mengundang pejabat maupun konsultan-konsultan untuk memberikan (kepada) kita gambaran dan keadaan properti. Dan ketuanya bergilir, dan kebetulan ketuanya masih saya.

Kalau bicara soal propetri, kita sama-sama melihat tahun 2010, seharusnya (industri properti) akan menjadi lebih baik, karena seperti diketahui bahwa properti Indonesia yang paling murah di antara (negara-negara) Asia. Di Asia, kita kalah dari Malaysia dan Thailand, dan lainnya. Kita sangat yakin, properti pada tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Dari berbagai pembicaraan dan pertemuan dengan para owner properti Indonesia, sebenarnya persoalan apa yang paling mendesak dibenahi dalam industri properti saat ini?

Saya kira yang paling pertama adalah masalah sertifikat. Di mana pemerintah sudah menyetujui 70 tahun, malah pernah mengatakan 90 tahun. Saya kira ini kepastian hukumnya penting sekali.

Kedua, peraturan orang asing boleh membeli properti di Indonesia, itu juga sangat penting. Kelihatannya (pembahasan ini) cukup lama. Saya selalu katakan, di negara komunis yang tanahnya milik negara, yaitu China, orang asing begitu gampang beli properti di sana, tanpa ada batasan, malah mereka tak punya batasan.

Kalau di Indonesia, saya melihat, kalau orang asing beli properti, pentingnya bukan untuk, ya, memang perusahaan properti akan dapat kerjaan lebih banyak, dan kita dapat mempekerjakan lebih banyak orang. Tapi yang penting yang saya lihat, (yang) lebih besar lagi. Bayangkan, kalau tak punya properti di Australia mungkin kita tak pernah pergi (ke Australia). Kalau  tak pernah pergi, gimana kita bisa spend di Australia dan atau kita melihat opportunity?
 
Kalau orang asing datang ke Indonesia, dia punya property, minimal dia datang ke Indonesia. Setelah datang dia akan spend, pasti dia akan melihat opportunity yang bisa dia bawa ke negaranya. Mereka akan bisnis di Indonesia.

Walaupun saya tahu pemerintah juga takut (jika) properti (bisa dibeli) untuk asing, harga properti akan melonjak sehingga rakyat tak bisa membeli (properti). Prinsip kita setuju, (misalnya) diberi satu angka, harus satu Miliar ke atas atau lainnya. Jadi berilah satu angka. (Kebijakan kepemilikan asing ini akan membuat mereka) investasi ke Indonesia lebih gampang. Sekarang mereka ragu-ragu masuk ke Indonesia. Ini yang saya lihat.

Selain itu kalau bicara rusunami, masalah subsidi, kelihatannya perlu dibicarakan lebih mendalam.

Intiland mengembangkan proyek properti Reggata dengan desain unik dengan 10 menara dan satu hotel bintang lima di tepi laut. Dan perancang Regatta adalah Atkins dari Inggris, yang juga perancang The Burj Khalifa Dubai. Menurut Pak Hendro, bagaimana perkembangan desain arsitektur di Indonesia saat ini?

Saya melihat desain arsitektur di Jakarta suda mulai membaik. Kalau dulu asal-asalan, kelihatan developer sekarang sangat-sangat serius untuk medesain. Kalau dari segi Intiland, Intiland merasa market kita bukan market masaal. Kita buat suatu produk, kita ingin produk itu sangat perfect. Supaya mungkin 10 tahun, 20 tahun, maupun 50 tahun, khususnya kita bicara high-rise, itu masih eksis. Seperti kita beri contoh building kita, Intiland Tower, masih eksis. Saya kira tak ada orang merasa building kita kumuh. Dan okupansi masih di atas 90 persen. Berarti masih ada yang menyukai building kita.

Kalau kita tak yakin, kita tak suka dengan desain yang ada, kita stop, kita akan coba mencari desain supaya bisa langgeng dan supaya pembeli suka. Dan sebenarnya apartemen ini, saya melihat, pengertian Intiland, transfer dari landed ke atas. Sebenarnya yang kita inginkan landed. Tapi landed lama-lama tambah mahal. Kita coba usahakan, supaya di susun pun seperti di landed. Seperti Regatta, you bisa lihat, 1Park Residences yang baru  di-launch.  Kita menghindari koridor-koridor yang ada. Kalau bicara high-rise, itu adalah koridor pun, consumption cost pun dihitung. Jadi kita ingin meski di atas, tapi tetap merasa di dalam (landed).

Secara keseluruhan, saya lihat cukup maju. Intiland gunakan Atkins dan lainnya karena kita tahu produk-produk mereka, desain-desain mereka cukup disenangi. Khusus kayak Regatta dan kita minta Atkins. Dan kita tak cuma minta Atkins, karena Atkins perusahaan besar, mungkin mereka punya 200-300 arsitek. Kita khusus minta arsitek, siapa yang desain Burj Khalifa (itu juga) yang khusus desain Regatta. Dan kelihatannya, so far  kita sangat happy kerja sama dengan mereka. Karena mereka memikirkan keseluruhannya. Dan sekarang empat tower sudah selesai. Kelihatan pembeli bisa merasakan desain yang sudah bagus itu seperti apa.

Saat ini eco-property dan isu sustainable dalam dunia properti makin santer dibicarakan. Dan ini juga akan dibahas dalam Kongres Fiabci di Bali, Mei mendatang. Nah Intiland sendiri memiliki Intiland Tower dan Graha Famili di Surabaya yang sudah menerapkan prinsip-prinsi ecoproperty. Menurut Pak Hendro, bagaimana kesiapan pengembang menerapkan konsep ini secara menyeluruh?

Saya melihat di Indonesia ini, pengembang mulai menyadari. Kalau dulu kita merasa ini warisan nenek moyang kita, sekarang pengembang merasakan bahwa kita sebenarnya  berutang kepada generasi penerus. Apalagi kita melihat bencana-bencana begitu besar, dan kalau meninggal itu sudah bukan satu dua-orang, tapi ratusan, ribuan orang, malah seperti Aceh ratusan ribu orang. Jadi kita mulai merasakan (pentingnya green property).

Di Jakarta, pengembang, Intiland dan industri semen, kontraktor, kita juga mendirikan suatu asosiasi green property. Bagaimana caranya, pengertian green itu apa. Itu sudah kita bentuk dan dan sudah mulai (menggelar) training-training. Kita dengan Atkins pun, desain-desain di proyek lain, kita bayar konsultan green mereka, karena kita merasa penting sekali. Dan dunia terhadap green, sekarang kelihatan bukan hanya semboyan tapi sudah keharusan. Malah di luar negeri, kalau bank-bank tahu ini green buidling, mereka bisa memberikan interest yang lebih murah. Dan penyewa perusahaan asing mereka juga concern terhadap green. Kelihatan mulai bukan hanya wacana dan lainnya, tapi mulai dilaksanakan.

Saya cerita sedikit, rasanya nggak bisa developer, tapi terintegrasi termasuk pemerintah, Waktu lebaran saya ke London, saya melihat satu building, setinggi dan sebesar Intiland Tower, kira-kira 35.000 m2 hanya untuk yang kita sewakan, itu parkirnya hanya 35. Jadi green mereka sama kita aagak sedikit lain. Kalau kita tak ada parkir, mungkin kita tak bisa sewa.

Yang paling lucu, ada satu bangunan yang mereka katakan green building, kira-kira 3.000 m2- 4000 m2, di dalanmya tak ada satu mobil tempat parkir, yang ada 26 sepeda. Jadi mass transportasion juga penting. Ini salah satu masalah green, kalau kita lihat, selain pengunaan material, barang dan lainnya. Saya lihat Indonesia antusias untuk menuju ke sana. Malah saya lihat ada sebagian developer tidak gembar gembor. Saya dengar termasuk  Grand Indonesia, mereka sudah terapkan green property. Saya puji mereka.

Demikian Bincang Properti kali ini. Sampai jumpa. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

China Tahan Laju Kenaikan Harga Properti

Posted: 18 Feb 2010 09:01 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 19/2/2010 | 05:01 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mengambil langkah untuk mengekang kenaikan harga properti, di tengah kekhawatiran bahwa spekulasi dan pertumbuhan eksplosif pinjaman bank dapat menyebabkan gelembung harga aset.

Salah satu langkah terbaru, sejumlah bank besar memiliki aturan keras soal pinjaman bagi pengembang properti dan pengurangan kuota pinjaman tahun 2010.

Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), bank pemberi pinjaman terbesar, menyebutkan akan menghentikan memberi pinjaman kepada pengembang properti tanpa modal ataupun tanpa mengantungi izin, bahkan akan mengambil kembali uang pinjaman dari mereka yang menimbun tanah dan rumah.

China Construction Bank telah mengatur kuota pinjaman baru untuk tahun 2010 ini menjadi 750 miliar yuan (atau 109,8 miliar dollar AS), turun dari 950 miliar yuan yang diberikan tahun 2009.

Banyak bank lainnya juga memotong diskon hipotek, setelah People's Bank of China dan Komisi Regulator Perbankan China memerintahkan untuk tetap menjaga pertumbuhan pinjaman dari risiko kredit dan gelembung aset.

Hukuman
Komisi Perencanaan Kota Beijing hari Selasa mengatakan telah menolak rencana perubahan lahan di pusat kota, salah satu transaksi tanah termahal tahun lalu.


Fangxing Property, anak perusahaan negara Sinochem, memenangkan tawaran lahan seluas 155.900 meter persegi senilai 4,06 miliar yuan Juni 2009 lalu. Perusahaan properti yang dikenal denganm sebutan "raja tanah" itu akan membangun gedung-gedung lebih tinggi, dan mengubah peruntukan lokasi yang sebelumnya untuk taman. Namun rencana itu ditolak oleh komisi.

Selain itu, pemerintah lokal telah mencabut hak sejumlah pengembang real estate untuk membeli lahan perumahan, menyusul keterlambatan pembayaran dan penutupan transaksi.

Biro Sumber Daya Lahan Kota Beijing pada awal Februari lalu menyatakan telah mencabut hak Beijing Dalong Weiye Real Estate Development Co, untuk membeli lahan setelah perusahaan itu kehabisan waktu untuk menandatangani kesepakatan penyerahan lahan.

Badan itu juga memutuskan untuk menjaga deposit 200 juta yuan yang sudah dibayar Beijing Dalong. Perusahaan itu milik pemerintah kabupaten Shunyi di Beijing, yang mendapatkan tawaran untuk lahan perumahan di Shunyi senilai 5,05 miliar yuan, 20 November 2009 lalu.

Dalong tidaklah sendirian. Pemerintah Najing awal Februari lalu juga telah mencabut hak dua pengembang properti untuk membeli rencana perumahan yang mereka menangkan dalam lelang dua tahun lalu.

Pemerintah daerah disarankan untuk bekerja mengikuti aturan penjualan lahan, kata Wang Yu, seorang pengacara firma hukum Dacheng yang berkantor di Beijing.

Hukuman tepat waktu terhadap para pengembang properti yang cepat menawar tanah meski tak punya modal ini, membantu menahan kenaikan harga rumah, kata Wang.

Penjualan Tanah
Pasar properti yang bergairah memicu pertumbuhan penjualan tanah dalam jumlah yang besar tahun lalu sehingga banyak pengembang properti bergegas mencari lahan dengan harapan dapat mengambil keuntungan dari kenaikan harga tanah.

Yang Hongxu, seorang analis dari E-House China, perusahaan jasa real estate, mengatakan ketika perekonomian dalam pemulihan yang lambat, banyak perusahaan, khususnya milik negara dengan dana berlimpah, cenderung melakukan investasi dalam real estate agar cepat meraih keuntungan dan terlindung dari inflasi.

Pemerintah China menerima 1,59 triliun yuan dari penjualan tanah tahun lalu, naik 63,4 persen dari tahun sebelumnya, menurut Kementerian Sumber Daya Lahan. Penjualan tanah merupakan sumber utama pendapatan pemerintah-pemerintah lokal di China, terutama ketika sumber lainnya turun akibat resesi ekonomi global.

Kota Hangzhou di timur China memperoleh bersih 105,4 miliar yuan dari pajak penjualan tanah sepanjang tahun 2009, terbesar di antara kota lainnya di seluruh dunia, menurut China Index Research Institute. Kota Shanghai menyusul dengan 104,3 miliar yuan, sedangkan Beijing pada posisi ketiga dengan 92,8 miliar yuan.

Para pakar mengatakan pemerintah daerah harus mempercepat restrukturisasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan dari penjualan tanah untuk pendapatan fiskal, karena ketergantungan itu membuat pemerintah daerah enggan mengendalikan harga tanah.

Zeng Yesong, seorang peneliti mengatakan, untuk mengekang kenaikan harga rumah, prioritas harus diletakkan pada mereformasi alokasi pendapatan dari penjualan tanah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk mengurangi dorongan mengambil keuntungan dari penjualan tanah.

Kunci Pertumbuhan?
Sektor real estate di China memberi kontribusi sekitar 20 persen dari investasi asettetap dan sekitar 10 persen dari GDP, demikian analis mengungkapkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan memicu kontroversi: apakah sektor ini telah "menculik" ekonomi China, dengan ketidakinginan pemerintah mengambil langkah-langkah sulit untuk mengekang harga karena khawatir itu akan menurunkan pertumbuhan GDP?

Para analis mengatakan harga rumah yang tinggi juga melekukkan konsumsi pribadi, ketika sebuah apartemen di kota besar dapat menjadi tabungan untuk tiga generasi. "Ketika pasar properti pulih dengan cepat tahun ini, harga-harga rumah di sejumlah kota juga naik sangat cepat. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat," kata PM China Wen Jiabao kepada Xinhua akhir Desember lalu.

Harga rumah di 70 kota besar dan menengah, meningkat 7,8 persen pada Desember 2009 dibandingkan tahun sebelumnya, dan ini laju tercepat dalam 18 bulan, demikian angka resmi menunjukkan.

Foto-foto di sejumlah kota besar di China memberi peringatan: harga properti di Shenzhen naik rata-rata dua kali lipat menjadi 21.660 yuan per meter persegi pada Oktober 2009 dibandingkan pada bulan Februari ketika harga mulai merambat naik.

"Pemerintah pusat khawatir kenaikan harga rumah di sejumlah kota ini akan menyebabkan bertambahnya jumlah keluarga dari kelas menengah yang tak mampu membeli rumah," kata Wang Tao, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi China dalam sebuah risetnya.

Namuin pemerintah berhati-hati mengambil langkah di tengah kekhawatiran, jika beberapa kebijakan yang diterapkan terlalu keras, dapat merugikan industri konstruksi -salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi China pada saat permintaan ekspor China masih lemah, katanya.

Mengingat pentingnya sektor real estate terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerintah daerah, pemerintah pusat China akan meningkatkan pasokan rumah, daripada melakukan tindakan keras untuk mengurangi harga rumah, demikian ungkap China International Capital Corporation (CICC) yang dipimpin ekonom Ha Jiming dalam laporan risetnya. Tindakan yang terlalu keras dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi, ungkap hasil riset itu.

Pasar real estate di China mungkin masih tetap lemah pada kuartal pertama tahun ini, sebagai dampak dari pembelian besar-besaran pada akhir tahun 2009 dan spekulasi bahwa pajak dan insentif akan berakhir mengurangi jumlah pembeli rumah yang potensial. Namun harga rumah di China kemungkinan akan naik pada kuartal kedua tahun ini karena inflasi mungkin dapat meningkatkan tingkat bunga rill. (Sumber: Xinhua)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Kereta Api Cepat China Lampaui 3.300 Km, Terpanjang di Dunia

Posted: 18 Feb 2010 06:09 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Jumat, 19/2/2010 | 02:09 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China mengoperasikan kereta api berkecepatan tinggi yang menjelajahi jarak lebih dari 3.300 kilometer. Ini merupakan jarak terpanjang di dunia untuk kereta cepat, dan ini membuat China memimpin dalam teknologi perkeretaapian dunia.

Situs Kementerian Perkeretaapian China hari Kamis (18/2/10) menyebutkan, tahun lalu China mengoperasikan dua kereta berkecepatan tinggi antara Wuhan-Guangzhou dan Zhengzhou-Xi'an dengan kecepatan 350 km per jam. Sebelumnya China telah membangun kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota-kota besar di negeri tirai bambu itu, meliputi Beijing-Tianjin, Shijiazhuang-Taiyuan, Qingdao-Jinan, Hefei-Wuhan, dan Hefei-Nanjing.

Sejumlah kereta baru berkecepatan tinggi sedang dipersiapkan dan akan selesai dalam beberapa tahun ke depan, salah satunya rute Beijing-Shanghai sepanjang 1.318 km dengan kecepatan 350 km per jam. Pembangunan konstruksi jalur ini dimulai April 2008 dan akan selesai dalam waktu lima tahun. Jika kereta cepat di rute ini beroperasi, ini berarti akan mempersingkat waktu perjalanan antarkedua kota itu dari 12 jam menjadi hanya lima jam.

Sambungan rel kereta api China telah diperluas menjadi 86.000 kilometer pada akhir tahun 2009, dan ini merupakan kedua terpanjang di dunia setelah Amerika Serikat. Jumlah penumpang kereta api di China mencapai puncaknya pada tahun 2009 lalu, mencapai angka 1,53 miliar penumpang. Sedangkan transportasi kargo mencapai 3,32 miliar ton.

Investasi kereta api melonjak 80 persen menjadi 600 miliar yuan pada tahun 2009, didorong oleh paket stimulus senilai 4 triliun yuan. Pemerintah China merencanakan menggunakan 823,5 miliar yuan pada tahun 2010 untuk memperluas jaringan kereta hingga 90.000 km pada akhir tahun 2010 ini. (Xinhua) 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar