Senin, 15 Februari 2010

Rumah Idaman “Kompensasi Apartemen Asing untuk Subsidi Silang RSS” plus 3 more

Rumah Idaman “Kompensasi Apartemen Asing untuk Subsidi Silang RSS” plus 3 more


Kompensasi Apartemen Asing untuk Subsidi Silang RSS

Posted: 15 Feb 2010 01:02 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Laporan wartawan KOMPAS Brigita Maria Lukita

Senin, 15/2/2010 | 21:02 WIB
null

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

James Riady: Saya Tidak Paksa Anak-anak Terjun dalam Bisnis

Posted: 15 Feb 2010 12:52 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Senin, 15/2/2010 | 20:52 WIB

KOMPAS.com — JAMES Riady (53), CEO Lippo Group, bicara tentang alih generasi di Grup Lippo, tentang pendanaan proyek-proyek properti, dan tentang kegiatannya saat ini. James adalah putra taipan Mochtar Riady, yang mendirikan usaha bisnis Lippo. Setelah krisis ekonomi 1997, Lippo memfokuskan pada usaha jasa, mulai dari hotel, mal, ritel, rumah sakit, sekolah-universitas, sampai megaproyek superblok di Kemang Village, Jakarta Selatan, dan St Moritz-Puri, Jakarta Barat. Sedangkan Lippobank sudah berpindah tangan ke grup Khazanah Malaysia dan berganti nama menjadi CIMB Niaga.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan James Riady, CEO Lippo Group, di kantornya di SPH Lippo Village, Tangerang, Banten, Februari 2010.

Grup Lippo mulai dipegang oleh generasi ketiga keluarga Riady. Michael Riady, misalnya, memegang megaproyek superblok St Moritz di Puri. Bagaimana kebijakan Lippo saat ini dalam kepemimpinan dalam perusahaan ini?
Kami sebetulnya menggunakan sistem bahwa setiap perusahaan sebaiknya dijalankan oleh CEO yang sangat profesional. Di atasnya ada Board of Commissioner. Tugas saya, satu tahun sekali menerima laporan apa yang dikerjakan para profesional itu. Kalau di luar negeri ada tren-tren khusus yang perlu diikuti grup Lippo, saya sampaikan kepada mereka.

Prinsip saya, perusahaan harus dilembagakan oleh manajer-manajer profesional baik dari keluarga Riady maupun bukan keluarga. Namun, yang terbaik adalah bukan dari keluarga. Kalaupun ada dari keluarga, itu sangat terbatas. Dalam hal ini, saya tidak pernah memaksa anak-anak saya harus masuk bisnis. Setiap orang diberi 200-300 talenta, namun setiap manusia hanya punya dua sampai tiga talenta yang unik. Setiap manusia harus mengembangkan talenta terbesar yang dimilikinya. Jika anak-anak dari keluarga Riady tidak punya talenta dalam bidang bisnis, jangan masuk bisnis.

Kalau mereka punya talenta sebagai guru, silakan menjadi guru. Kalau cocok di bidang kesehatan, masuklah di bidang kesehatan. Nah, kebetulan keponakan saya, Saudara Michael (Riady), punya talenta di bidang properti. Saya mendorong Michael ke arah sana. Silakan. Tapi keponakan-keponakan saya lainnya banyak terjun di bidang pendidikan, mengajar di sekolah dan universitas.

Harus diingat bahwa pendidikan bagi kami bukan merupakan jenis usaha. Bidang pendidikan adalah bentuk pelayanan masyarakat dan non-profit. Ini merupakan kegiatan sosial, yang merupakan bagian dari cita-cita dan visi grup Lippo. Saya ingin Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

Grup Lippo saat ini memfokuskan diri pada bidang jasa, bukan manufaktur. Semua komoditas adalah jasa, apakah itu lembaga keuangan, properti, rumah sakit, hotel, mal, ritel, media, semua di bidang jasa. Terutama bidang ritel merupakan salah satu yang terbesar dan terpenting untuk kelompok Lippo. Namun, ritel dan mal juga penting. Health care, multimedia, hotel juga penting. Financial service sekarang tidak terlalu signifikan lagi. Setelah krisis ekonomi 1997, kami mengambil sikap dan langkah terbaik, yaitu Lippo Bank diserahkan kepada pihak asing supaya kami dapat berkonsentrasi di bidang lain.

Saat ini Lippo membangun sejumlah megaproyek yang membutuhkan dana yang tidak sedikit, seperti superblok Kemang Village dan St Moritz di Jakarta. Bagaimana strategi pendanaan untuk megaproyek ini?
Bagaimana makan satu gajah yang besar? Apakah manusia bisa memakan satu gajah besar sekaligus? Sesungguhnya kita bisa makan gajah besar itu, tapi satu per satu. Megaproyek Kemang Village yang besar harus dibagi satu per satu. Proyek mal di sana memiliki nilai tambah, dan dicarikan pendanaan yang terpisah. Banyak bank yang bersedia mendanai proyek tersebut.

Lalu ada apartemen. Pendanaannya sebagian besar diperoleh dari pre-selling. Ini cara pendanaan yang berbeda dengan hotel, misalnya, yang harus dilakukan dengan pendanaan dari bank dengan finansial sendiri. Sementara sekolah diserahkan saja ke yayasan, dan mereka mencari pendanaan sendiri.

Jadi dalam megaproyek seperti Kemang Village dan St Moritz, kita harus beranggapan bahwa itu adalah gajah yang besar. Satu per satu bagian dicarikan pendanaan tersendiri berdasarkan kelayakan proyek. Dengan cara seperti ini, megaproyek dapat dikerjakan.

Tahun depan, Lippo butuh 2 miliar dollar AS. Kalau kita berpikir jumlah 2 miliar dollar AS, mungkin berhadapan dengan jalan buntu. Tapi kalau kita berpikir bahwa 2 milliar dollar AS itu dibagi lagi, masing-masing bagian. Jadi kita berpikir how to eat elephant. Dimakan secara bertahap, gigitan per gigitan, sampai gajahnya habis.

Apa kegiatan Pak James Riady saat ini?
Yang pasti, saya ingin mengatur hidup saya untuk memberkati banyak orang. Saya sekarang lebih banyak terjun ke bidang pendidikan. Lima puluh persen waktu saya untuk pendidikan (Yayasan Pelita Harapan). Kantor saya satu-satunya di Indonesia dan luar negeri adalah di sini (Sekolah Pelita Harapan, Lippo Village, Tangerang). Ini kantor yayasan yang menaungi Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan. Saya ingin sisa hidup saya dapat menjadi berkat bagi bangsa ini melalui pendidikan. Selebihnya, saya gunakan waktu di Kadin dan yayasan lainnya di gereja. Waktu untuk bergerak dalam bisnis hanya 20 persen. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tol Puri-Penjaringan Beroperasi 22 Februari

Posted: 15 Feb 2010 09:26 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

Senin, 15/2/2010 | 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ruas Tol Kebon Jeruk (Puri Indah)- Penjaringan, yang dikenal sebagai Tol West (W)-1 Jakarta Outer Ring-Road (JORR), dijadwalkan siap diresmikan pada tanggal 22 Februari 2010. Kepastian ini didapat setelah tol itu, lolos Uji Layak Operasi oleh tim gabungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan .

"Kami jadwalkan dapat diresmikan Presiden tanggal 22 Februari saat ini masih menunggu persetujuan dari Sekretariat Negara," kata Direktur Utama PT Jalan Lingkar Barat (JLB) I, Fatchur Rochman , Senin (15/2/2010) di Jakarta.

Fatchur juga menyampaikan persoalan pemegang saham di PT JLB I juga sudah tuntas dengan menempatkan PT Bangun Tjipta Sarana sebagai mayoritas 42 persen, sedangkan lainnya PT Bosowa 25 persen danPT Jasa Marga Tbk 23 persen.

Penyelesaian pembangunan ruas ini sempat mundur dari jadwal yang seharusnya Juni 2009. Sehingga, sempat memuat tol ini jadi sorotan, terutama karena tak harus menunggu pembebasan lahan.  
 
Tarif
Fatchur mengatakan, Lalulintas Harian Rata-Rata (LHR) targetnya pada awal operasi 10.000 kendaraan. Lalu dalam enam bulan mendatang diharapkan naik 50.000 sampai 60.000 kendaraan. Bahkan setelah terkoneksi JORR East dan South (Cakung-Pondok Indah-Ulujami) seluruhnya dapat 100.000 kendaraan.

Tol sepanjang 8,4 kilometer, yang nantinya menghubungkan jaringan Tol Jakarta-Tangerang dengan Tol Sedyatmo Bandara Soekarno-Hatta itu, dibagi menjadi delapan paket pekerjaan berkonstruksi layang.

Alasan membagi menjadi delapan paket pekerjaan, karena kapasitas kemampuan kontraktor rata-rata terbatas hanya Rp300 Rp 400 miliar. Maka agar pembangunan cepat, maka pekerjaan harus dibagi ke dalam paket-paket.

JORR W1 meski belum tersambung, de ngan jaringan JORR lainnya, diperkirakan tarifnya sebesar Rp 7.000 dengan sistem terbuka (tanpa kartu tol). JORR W1, akan memiliki enam pintu masuk yang pengoperasiannya dibantu pihak PT Jasa Marga dan PT Marga Mandala Sakti.   

 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pemerintah Jamin Pembebasan Lahan Infrastruktur

Posted: 15 Feb 2010 08:36 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Senin, 15/2/2010 | 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menjamin langsung pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur. Dengan begitu, pemerintah berharap bisa menarik sebanyak mungkin investor untuk terlibat dalam proyek infrastruktur. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan, pemerintah akan melakukan proses pembebasan tanah.

Pertama, mulai dari proses mencari lokasi hingga menetapkan tanah itu sebagai lokasi pembangunan. "Jadi, kalau sudah masuk lokasi pembangunan infrastruktur, tanah tidak boleh dijual tanpa izin walikota/bupati, kami menyebutnya freezing," ujar Hermanto di sela-sela rapat dengan Komisi V DPR, Senin (15/2/10).

Kedua, menyiapkan tim penilai indepeden (independent appraisal) untuk menaksir jumlah dana yang dibutuhkan pemerintah untuk membiayai pembebasan tanah, sekaligus menilai harga jual tanah yang layak. "Kedua hal itu berdasarkan penilaian independent appraisal," kata Hermanto.

Ketiga, menurut Hermanto apabila pembebasan tanah sudah mencapai di atas 51%, pemerintah akan melakukan konsinyasi atau menitipkan uang ganti kerugian ke pengadilan lahan bersengketa. Selama ini, konsinyasi baru bisa dilakukan setelah pembebasan tanah mencapai 75%. "Maka, berapa pun keputusan pengadilan, masyarakat tetap dapat ganti kerugian, di sisi lain konstruksi bisa berjalan terus," kata Hermanto.

Keempat, pemerintah akan mengupayakan proses pembebasan tanah berjalan sebelum tender proyek dilakukan.

Sekadar informasi saja, Presiden telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) nomor 13 tahun 2010 tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Swasta dalam penyediaan Infrastruktur, pekan lalu. Dengan demikian, pemerintah bisa segera melakukan tender proyek infrastruktur yang menggunakan skema kerjasama pemerintah dan swasta atau Public Private Partnership (PPP). (Hans Henricus/KONTAN)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar