Senin, 08 Februari 2010

Rumah Idaman “Fly Over Lippo Village Berfungsi Juli 2010” plus 3 more

Rumah Idaman “Fly Over Lippo Village Berfungsi Juli 2010” plus 3 more


Fly Over Lippo Village Berfungsi Juli 2010

Posted: 08 Feb 2010 10:55 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Selasa, 9/2/2010 | 06:55 WIB

 TANGERANG, KOMPAS.com -. Kota mandiri Lippo Village Tangerang, segera dilengkapi dengan fly over sehingga makin memudahkan mobilitas penghuni dari kota mandiri Lippo Village menuju ke Jakarta.

"Kehadiran fly over ini sudah saatnya untuk diwujudkan guna memberikan kenyamanan tinggal, bekerja, bermain dan berbisnis di kota mandiri Lippo Village. Satu hal lagi yang pasti adalah meningkatnya nilai properti di kota mandiri Lippo Village," jelas Norita Alex, Marketing Director Lippo Village, Senin (8/2/10).

Pembangunan fly over Lippo Village diperkirakan akan selesai dalam waktu yang tidak lama dan dapat digunakan pada Juli 2010. Fly over Lippo Village yang berada di atas jalan tol Jakarta – Merak memiliki panjang 1,9 kilometer dan lebar 9,50 meter.

Pembangunan fly over Lippo Village yang dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya Tbk. tersebut melibatkan ratusan pekerja. Luas lahan yang terpakai untuk pembangunan fly over Lippo Village ini mencapai 4,31 hektar.

"Dengan fly over ini, para penghuni kota mandiri Lippo Village akan semakin mudah berpergian ke Jakarta. Dampak positif lainnya, arus lalu lintas internal di dalam kota mandiri Lippo Village juga akan semakin lancar dan pada gilirannya bakal memberikan kontribusi positif terhadap pengurangan polusi," tambah Wahyudi Hadinata, Division Head Town Management Lippo Village.

Sejak pertama kali dibangun pada tahun 1993, kota mandiri Lippo Village lebih dahulu membangun berbagai fasilitas bertaraf internasional seperti Sekolah Pelita Harapan, Taman Sari, Rumah Sakit Siloam, Universitas Pelita Harapan, Supermall, Aryaduta Hotel, Imperial Klub Golf dan Benton Junction untuk mewujudkan sebuah kota mandiri yang patut dibanggakan.

Hal ini dilakukan sebelum melakukan penjualan rumah. Sebuah strategi yang terbukti memperoleh respon yang sangat positif dari konsumen. Hingga akhir tahun 2009, total penghuni kota mandiri Lippo Village telah mencapai lebih dari 50.000 kepala keluarga. Sedangkan, jumlah pengunjung ke kota mandiri Lippo Village mencapai 100.000 sampai 150.000 orang per harinya dengan berbagai kepentingan, seperti bekerja, berbisnis maupun bermain.

Dengan perkembangan yang sangat pesat ini, kepadatan jalanan kota mandiri Lippo Village pun semakin meningkat. Untuk itu, dibutuhkan penambahan infrastruktur, prasarana dan sarana kota mandiri Lippo Village yang berstandar internasional seiring meningkatnya kebutuhan para penghuni dan pendatang.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Antony Rubin Rhodes, The Mertasari, dan Arsitektur Tropis

Posted: 08 Feb 2010 02:21 PM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Senin, 8/2/2010 | 22:21 WIB

KOMPAS.com - The Mertasari, salah satu villa "hi-tech" di Sanur, Bali, yang mengedepankan konsep arsitektur tropis. Bangunan ini merupakan perpaduan antara masa lalu yang diwakili oleh arsitektur tropis dan masa depan yang diwakili peralatan "hi-tech" di sudut-sudut bangunan ini.

Antony Rubin Rhodes yang membangun villa ini mengungkapkan, The Mertasari meniru konsep Batu Jimbar Estate, perumahan tropis pertama di Bali pada abad ke-21, yang dikombinasikan dengan konsep modern. "Kami menggunakan bahan-bahan alami dari Indonesia, kecuali peralatan dapur," kata Antony Rubin kepada Kompas.com yang mengunjungi villa-nya di Sanur, Bali, akhir Januari 2010 lalu.

Elemen-elemen bangunan ini menghadirkan eco-property yang sesungguhnya, seperti yang tercermin dalam penggunaan kayu, penghematan energi (listrik dan AC) dan daur ulang air kotor/limbah.

The Mertasari dibangun mengacu pada konsep harmonisasi yang diyakini masyarakat Bali, yang dikenal sebagai Tri Hita Karana, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Arsitektur tropis dikembangkan kali pertama pada perumahan Batu Jimbar Estate di Sanur, Bali. Donald Friend, Geoffrey Bawa, kemudian Peter Muller dan Kerry Hills beserta mitra lokal mereka mengembangkan konsep ini pada awal tahun 1970-an di Bali. Konsep ini memisahkan "living room" dan "bedroom" dengan taman berada di antaranya. Mereka menggunakan bahan-bahan material lokal yang alami dari Indonesia. Arsitektur gaya baru dari Sanur ini kemudian menyebar ke seluruh Bali dan juga ke seluruh dunia dengan cepat. Gerakan arsitektur ini dikenal secara internasional sebagai "Tropical Asian Style"

Prinsip utama arsitektur tropis ini bertujuan menciptakan harmonisasi dalam rumah, ruang keluarga dan ruang tidur yang terpisah dan terbuka, dengan taman yang penuh tanaman dan pepohonan, dan kolam renang alami. The Mertasari menggabungkan tradisi Bali di masa lalu dan "hi-tech" yang modern menjadi perpaduan yang harmonis.

"Di The Mertasari, kami ingin menunjukkan Bali merupakan surga kebudayaan dan lingkungan. Desainer dan konsultan memilih menggunakan bahan-bahan lokal dengan standar internasional untuk green building. Bangunan ini dikendalikan oleh sistem rumah cerdas yang membantu meminimalisir penggunaan listrik dan AC agar penggunaan energi lebih efisien. Juga memanfaatkan teknik pencahayaan yang mengacu pada konsep tradisional Bali," ungkap Antony.

Bukan itu saja. Lantai rumah menggunakan bahan alami dengan tekstur yang indah. Sedangkan bathroom terbuat dari batu-batu alami setempat. Ruang tidur dibuat dengan dinding transparan sehingga penghuninya dapat merasakan langsung suasana alam di luarnya.

The Mertasari bebas dari bahan kimia, dengan kolam renang yang alami dan taman air yang dibersihkan melalui sistem sterilisasi. Airnya pun aman untuk langsung diminum. Ini wajar saja karena The Mertasari menggunakan standar Green Building Amerika dan panduan pembangunan khas Bali, Tri Hita Karana yang mengutamakan harmonisasi dan keseimbangan.

Antony Rhodes Rubin berkebangsaan Inggris, memulai kariernya sebagai surveyor di Kota London, sebelum beralih ke bisnis pedagangan komodiri di Asia. Setelah datang ke Bali, Antony jatuh cinta pada Bali dan tinggal di sini lebih dari 10 tahun, sampai kemudian membawanya masuk ke bisnis hospitality global.

Saat merancang The Mertasari, Antony dibantu oleh arsitek Bali, Ketut Arthana, Gavin Essex, Ketut Hardika, Anthony Shishler, DSaryl Parker, dan Mathiey Gander. Ketut yang belajar Urban Estate Management dari Westminster University ini, pernah merancang hotel di Taiwan, resort di St Martin, Costa Rica, dan Maldives, lalu rumah pribadi di Hawaii, AS dan Jepang, serta sejumlah villa, hotel, dan spa di Indonesia.  

Villa yang dikunjungi Kompas.com sebetulnya contoh (mocked-up) villa The Mertasari yang dibangun di lahan seluas 1.700 meter persegi. Rencananya, akan dibangun 17 villa serupa di lahan seluas empat hektar di Pantai Mertasari.  

Yang menarik dari villa ini adalah begitu banyaknya "pintu rahasia" yang dibuat sedemikian rupa sehingga tamu pun tak mengira dinding di dekatnya adalah "pintu rahasia". Di balik "pintu rahasia" ini, terdapat ruang baca, perpustakaan, ruang cerutu dan anggur.

Lalu berapa biaya yang dihabiskan untuk membangun villa The Mertasari ini? "I can't say that. Tapi Anda dapat menghitungnya sendiri karena kami menggunakan bahan material terbaik. Yang pasti ini ide gila saya, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk villa yang dapat Anda lihat sekarang," kata Antony. (Robert Adhi Ksp) 

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

David JH: Kepemilikan Asing Untungkan Indonesia

Posted: 08 Feb 2010 10:33 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Senin, 8/2/2010 | 18:33 WIB

DAVID James Haughton (46), arsitek asal Australia yang menikah dengan perempuan Indonesia, mengaku Indonesia menjadi berkah bagi dirinya dan keluarganya. David mengerjakan banyak proyek residensial high-end milik pengusaha dan pejabat Indonesia di Jakarta dan Bali.

David yang mendirikan perusahaan DJH & Associates - Interior Architects ini dalam percakapan dengan Kompas.com belum lama ini mengungkapkan pekerjaannya lebih fokus pada proyek-proyek residensial. David terlibat langsung dalam seluruh proses desain interior proyek-proyeknya.

"Saya lebih suka disebut menerapkan gaya maksimalis. Lebih klasik dan modern komtemporer," kata David. Dalam beberapa proyek residensial di Bali, dia banyak menggunakan unsur kayu. "Semacam eco-property, yang menonjolkan hemat energi," katanya. Konsep eco-property ini di masa mendatang akan makin banyak diterapkan di dunia.

Diakui David bahwa biaya proyek residensial yang digarapnya relatif mahal namun pada umumnya kliennya puas. "Mereka ingin menunjukkan keberhasilan mereka, posisi mereka dari rumah mereka," ungkapnya.

David mengaku menikmati eksperimen yang diterapkannya dalam proyek-proyeknya. "Sebetulnya jika klien punya cukup anggaran, saya dapat melakukan apa saja. Kalau uang tak ada, lha apa yang dapat dikerjakan?" ujarnya.

Memang, proyek residensial yang dikerjakan David di Jakarta, Bogor, dan Bali, adalah proyek rumah-rumah mewah. Di sana, David dapat melakukan eksperimen sebagai arsitek interior dengan bebas karena pemilik rumah mampu menyediakan anggarannya. Karya-karya David umumnya berkelas high-end.

Sebelumnya David terlibat dalam pembuatan desain interior sejumlah hotel dan resor di Indonesia, antara lain Bali Padma, Sahid Jaya Jakarta, Oberoi Lombok, Regent Hotel Jakarta, The Elysan Bali, Jamu DFS Bali, Puri Bagus Jati Bali, The Legacy Medspa Resort Bali, Lois Hill's Studio Bali, K7 Villa Bali, Tukad Pangi Villa Bali, K1 Villa Bali.

Dia juga pernah mengerjakan proyek desain interior di Poolman House Australia, Bellamont Forest Irlandia, La Verbier Spa Swiss.   

Arsitek yang tinggal di Seminyak, Bali ini berpendapat Bali adalah "Monte Carlo"-nya Indonesia. Perkembangan Bali sangat fantastis. "Bali merupakan tempat terbaik di Indonesia sebagai meeting point," katanya.

David menilai hal yang paling penting diperhatikan oleh pemerintah Indonesia adalah sistem hukum (legal system). "Sistem hukum di Indonesia harus konsisten dan harus dapat mendukung bisnis," tandasnya. Dia melihat masih banyak pungutan dalam urusan kepabeanan, juga dalam bisnis ekspor dan impor. "Kalau sistem hukum di Indonesia konsisten, bisnis di Indonesia akan semakin kondusif dan berkembang," katanya.

Kepemilikan asing
Ditanya pendapatnya tentang rencana revisi aturan kepemilikan asing di Indonesia, David James Haughton mengatakan bahwa rencana itu sangat baik. Dia memberi contoh banyak orang Jepang memiliki properti di Queensland, Australia. Demikian pula di Indonesia. "Tidak sedikit orang asing yang ingin membeli properti di Bali, menikmati masa pensiun di Bali dan Indonesia," katanya.

Revisi aturan kepemilikan asing akan lebih banyak menguntungkan Indonesia. "Bayangkan pemerintah Indonesia akan memperoleh pajak dan pengembang mendapatkan dana segar, mata uang asing seperti dollar mengalir deras ke Indonesia. Jika bisnis properti berkembang, lapangan kerja pun terbuka lebar bagi masyarakat Indonesia. Dan tentu saja, bisnis properti membutuhkan orang-orang seperti saya," ungkap arsitek dan desainer interior itu. (Robert Adhi Ksp)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Rusunawa untuk Purnawirawan dan Prajurit TNI

Posted: 08 Feb 2010 07:14 AM PST

Message from fivefilters.org: If you can, please donate to the full-text RSS service so we can continue developing it.

Senin, 8/2/2010 | 15:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Persoalan seputar rumah dinas di jajaran TNI mendapat perhatian serius dari pemerintah. Dalam waktu dekat, Kementerian Perumahan Rakyat bersama Kementerian Pertahanan secara khusus akan membahas rencana pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi purnawirawan TNI.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa mengatakan, pihaknya akan membahas hal tersebut dalam rapat dengan Kementerian Pertahanan, Selasa (9/2/2010). "Ya, itu kan masalah perumahan. Akan dibicarakan besok di Kemhan. Paparannya di sana," kata Suharso kepada wartawan seusai meresmikan rusunawa Kopassus di Cijantung, Senin (8/2/2010).

Ia mengatakan, rencana rusunawa purnawirawan sudah mulai masuk pada persetujuan pemerintah yang akan diajukan melalui APBN-P. "Akan berlaku sekitar semester II tahun ini," tuturnya.

Mengenai biaya yang akan dibebankan kepada pihak purnawirawan, Suharso menjelaskan, akan diberikan keringanan biaya. "Bagi purnawirawan, mereka akan tetap berkontribusi dengan kemampuan yang kecil pembayarannya," tuturnya.

Sementara itu, dalam tahun anggaran 2009, Suharso memaparkan, Kementerian Perumahan Rakyat telah membangun tiga rusunawa bagi prajurit TNI Angkatan Darat. Salah satunya adalah rusunawa Kopassus di Cijantung yang baru saja diresmikan. "Dengan demikian, sampai saat ini terdapat 135 twinblock rusunawa yang tersebar di seluruh Indonesia yang sudah terbangun," tegasnya.

Rusunawa di Markas Kopassus

Hari Senin, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meresmikan secara simbolis rumah susun sewa (rusunawa) di Markas Kopassus Cijantung. Turut hadir dalam peresmian tersebut KSAD Jenderal TNI George Toisutta dan Danjen Kopassus Brigjen Lodewijk Freidrich Paulus.

Rusun kedinasan yang dibangun di atas tanah seluas 1174 meter persegi ini terletak di Kompleks Kopassus Cijantung dengan tipe 33 untuk 64 kepala keluarga. Rumah susun bertingkat empat ini secara khusus diperuntukkan bagi keluarga prajurit Kopassus yang masih mengontrak di luar Ksatrian Ahmad Yani Kopassus.

Dalam sambutannya, Menpera menjelaskan, pembangunan Rusunawa ini merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi anggota TNI. Mengenai konsep Rusunawa di lingkungan Kopassus ini, kata Menpera, biaya sewa dan operasional lain sepenuhnya diserahkan untuk dikelola oleh Kopassus.

Dalam program Kementerian Perumahan Rakyat, kata Menpera, telah ditargetkan sebanyak 130 rusunawa yang diperuntukkan bagi prajurit aktif TNI. "Mengenai masalah perumahan rakyat terutama untuk prajurit, pemerintah sangat serius dan tidak main-main," kata Menpera di depan jajaran Kopassus.

Sementara, Panglima TNI Djoko Santoso dalam sambutannya yang dibacakan oleh KSAD Jenderal TNI George Toisutta, mengatakan menyambut baik program dan pembangunan rusunawa khusus TNI yang dilakukan oleh pemerintah.

Ia mengatakan sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI, ada kaitan antara kesejahteraan dan profesionalitas prajurit. "Salah satunya kebutuhan papan, ini perhatian bersama dan tantangan besar bagi TNI, dengan mengusahakan rumah sederhana, sehat, layak huni dan tak jauh dr tempat kerja, semoga ini meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas TNI," sebut George.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar