Senin, 13 Desember 2010

Rumah Idaman “Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Dibangun, Nilai Properti Melambung” plus 2 more

Rumah Idaman “Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Dibangun, Nilai Properti Melambung” plus 2 more


Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Dibangun, Nilai Properti Melambung

Posted: 14 Dec 2010 05:44 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  Di penghujung tahun ini, Pemerintah DKI Jakarta memulai proyek pembangunan jembatan layang alias fly over Kampung Melayu–Tanah Abang. Jembatan sepanjang 1,6 kilometer (km) ini diprediksi akan melambungkan harga tanah di Jalan Satrio.

PT Agung Podomoro Land Tbk, pengembang superblok Kuningan City, termasuk yang cukup yakni bahwa nilai jual properti di kawasan itu akan melambung. Indra Widjaja Antono, Direktur Pemasaran Agung Podomoro, mengatakan, saat ini, harga tanah di kawasan Satrio berkisar Rp 8 juta–Rp 12 juta per meter persegi (m2). "Harga tanah berpeluang naik lebih dari 20 persen saat fly over usai dibangun," ujar Indra. 

Prospek cerah properti di kawasan ini membuat Agung Podomoro giat mengebut proyek. Kuningan City merupakan superblok seluas 3,6 hektare (ha) dengan luas bangunan 384.000 m2. Proyek yang menelan investasi Rp 2,2 triliun ini terdiri dari dua menara apartemen Denpasar Residence setinggi 42 lantai. "Tingkat penyerapan di kedua menara ini sudah mencapai 95 persen dan 85 persen," kata Indra.

Kuningan City juga memiliki menara perkantoran Axa Tower yang menyediakan 58.000 ruang penjualan mencapai 65 persen. Ada pula menara gaya hidup dan hiburan Gourmet Tower yang telah terisi 65 persen - 75 persen.

Indra mengatakan, pembangunan Kuningan City sudah 70 persen selesai. Dia menargetkan, pembangunan selesai kuartal I-2011 dan penjualan usai akhir tahun 2011.

Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Property Tbk, juga meramal, dengan adanya fly over, harga tanah di kawasan tersebut akan naik lebih dari 20 persen. "Fly over akan menambah daya tarik kawasan ini," kata Artadinata.

Ciputra World merupakan superblok seluas 5,4 ha dengan luas bangunan 400.000 m?. Pembangunansuperblok yang menelan investasi Rp 3 triliun ini ditargetkan selesai dan terjual pertengahan tahun 2012.

Ciputra World terdiri dari mal enam lantai yang kini telah terserap 20 persen. Ada pula apartemen My Home setinggi 46 lantai yang menawarkan 136 unit hunian. Saat ini My Home sudah terjual 60 persen

Stefanus Ridwan, Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, pengembang Kota Kasablanka juga sumringah. Dia meramal, keberadaan fly over akan menurunkan kemacetan di terusan Satrio hingga 50 persen. "Fungsi fly over sebagai pengurai kemacetan cukup besar," katanya. Kota Kasablanka berdiri di atas lahan seluas 9,5 ha dengan total luas bangunan 650.000 m2. Hingga kini, penjualan Kota Kasablanka telah mencapai 90 persen. (Umbara Purwacaraka/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Okupansi Apartemen di Lokasi Strategis 70 Persen

Posted: 14 Dec 2010 05:27 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan apartemen sebagai tempat tinggal dan investasi terus meningkat, lihat saja beberapa pengembang properti tidak kesulitan menjual apartemennya. Sebut saja, Royal Mediterania Garden Residences dan Central Park Residences milik PT. Agung Podomoro Land Tbk, saat ini telah mecapai tingkat okupansi 95 persen dari 10 menara yang ada.

Sebagai tempat hunian, superblok terpadu ini berdiri diatas lahan seluas 21 hektar di kawasan Podomoro City -Jakarta Barat dengan total nilai investasi Rp. 4 triliun. Mega Integrated Complex Central Park terdiri dari shopping center, hotel bintang lima, gedung perkantoran dan tower apartemen dengan total area bangunan yaitu 655.000 m2.

Royal Mediterania Garden Residences dan Central Park Residences terintegrasi dengan Central Park Office Tower 46 lantai dengan luas 80.000m2, Central Park Mall, hotel bintang lima 12 lantai dengan 420 kamar, Shopping Arcade, serta penyelesaian proyek apartemen lainnya yang tersisa lima menara lagi.

"Nantinya kapasitas 15 menara apartemen yang bakal rampung di pertengahan tahun 2011 bisa mencapai 10 ribu unit," kata Alvin Andronicus, Marketing General Manager Podomoro City.

Kisaran harga per unit yang ditawarkan untuk Royal Mediterania Garden Resedences dan Central Park residences antara Rp 600 juta sampai Rp 2 miliar dengan komposisi per unit apartemen untuk 1 kamar tidur seluas 44 m2, 2 kamar tidur seluas 77 – 82 m2, dan 3 kamar tidur seluas 112 m2.

Alvin berharap target penjualan pada 2011 akan meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun 2010. Sedangkan target penjualan tahun 2010 ini telah surplus sekitar 30 persen. Pertumbuhan ini menurutnya, karena harga jual apartemen akan selalu meningkat 10 persen - 20 persen per tahun, sehingga berinvestasi dengan membeli apartemen menjadi salah satu pilihan masyarakat.

Sementara itu PT. Intiland Development Tbk membangun 1Park Residences di Kebayoran Baru untuk segmen menengah. Akan berdiri tiga menara di atas lahan seluas 1,2 hektare (ha)dengan total jumlah 379 unit apartemen. Pengembangan proyek ini menelan investasi Rp 350 miliar.

Corporate Marketing Director PT. Intiland Developmnet Tbk Susan Pranata menuturkan, hingga saat ini tingkat okupansi untuk ketiga tower apartemen 1Park mencapai 70 persen. "Penjualan kami targetkan kelar pada Juni 2012 nanti dan diperkirakan bisa mencapai Rp.500 miliar," Imbuhnya.

Elizabeth Tanti, Senior Analyst – Research & Advisory Cushman Wake & Field Indonesia bilang, kawasan strategis seperto Kebayoran Baru, Senayan, Menteng, Pondok Indah, Pemata Hijau dan Kemang tingkat hunian keseluruhan sekitar 64 persen.

Dari jumlah unit yang terhuni, sekitar 55 persen unit dihuni oleh pemilik dan sekitar 45 persen unit dihuni oleh penyewa. "Dari jumlah unit yang tersewa, sekitar 72 persen unit disewa oleh ekspatriat dan sekitar 28 persen unit disewa oleh penyewa lokal," tambahnya. (Umbara Purwacaraka/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Intiland Bangun Graha Natura yang Inovatif dan Green Property

Posted: 14 Dec 2010 05:12 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk menyiapkan Graha Natura, sebuah proyek perumahan baru di Surabaya. Graha Natura disiapkan sebagai perumahan dengan konsep yang benar-benar baru dan produk inovasi yang bakal menjadi tren sebuah kawasan perumahan di masa depan.

Saya optimistis Graha Natura akan menjadi salah satu barometer perumahan modern yang mengutamakan aspek kesehatan, teknologi, dan natural. Proyek ini memiliki skala pengembangan cukup luas dan terpadu serta diperkirakan akan selesai dalam lima tahun ke de

Proyek perumahan yang lokasinya berada di kawasan Surabaya Barat ini merupakan pemukiman terpadu yang memiliki potensi pengembangan seluas 100 hektar. Peluncurkan Graha Natura ini menyusul kesuksesan perseroan dalam mengembangkan Graha Famili sebagai barometer kawasan perumahan ideal di Surabaya.

Sinarto Darmawan, Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland sangat optimistis Graha Natura akan menjadi salah satu barometer perumahan modern yang mengutamakan aspek kesehatan, teknologi, dan natural. Proyek ini memiliki skala pengembangan cukup luas dan terpadu serta diperkirakan akan selesai dalam lima tahun ke depan.

"Kami telah melakukan investasi awal untuk pembebasan lahan dan pembangunan sarana infrastruktur kawasan. Kami yakin Graha Natura akan menjadi salah satu perumahan paling favorit bagi masyarakat Surabaya yang menginginkan hunian yang modern dan asri serta menjadi sarana investasi yang menguntungkan," kata Sinarto.

Menurutnya, Graha Natura dirancang untuk membidik segmen pasar menengah ke atas. Untuk pengembangan tahap pertama, perseroan telah menyediakan lahan seluas 32 hektar yang akan dikembangkan untuk 492 kavling rumah tinggal yang terbagi ke delam empat kluster yang akan diluncurkan pada awal tahun 2011. "Kami telah memulai pembangunan infrastruktur dan 16 unit rumah contoh karya arsitek ternama Indonesia, antara lain seperti Simonata dan Budhi Harmunanto," ujarnya.

Rencana induk atau masterplan pengembangan Graha Natura dikerjakan oleh firma arsitek terkemuka Peddle Thorp Indonesia. Sementara untuk desain arsitektural landscape dipercayakan kepada Karl Prinsic, sebuah firma arsitektur yang banyak mengerjakan desain landscape hotel-hotel di Bali.

 

Sebagai perumahan baru di Surabaya, menurutnya, Graha Natura menawarkan konsep dan nilai lebih sebuah kawasan hunian yang ideal dan sesuai kebutuhan masyarakat modern. Perumahan ini menawarkan konsep inovasi baik dari sisi desain arsitektural, pengembangkan kawasan, infrastruktur dan teknologi.

Desain arsitektural dari rumah-rumah di Graha Natura bertujuan pada pencapaian aspek kenyamanan, kemudahan, dan harmonisasi keluarga sebagai prioritas utama. Ruangan-ruangan utama sengaja ditempatkan di lantai dasar bertujuan agar kebersamaan dan komunikasi antaranggota keluarga.

Menurut Sinarto kebutuhan dan pemahaman masyarakat mengenai konsep luxury atau kemewahan sebuah rumah tinggal terus mengalami berubah. Dulu yang diartikan luxury adalah sebuah rumah besar dan megah yang dilengkapi dengan pilar-pilar tinggi. Kemudian konsep tersebut berubah bahwa yang dianggap luxury adalah rumah dengan konsep green dengan lingkungan asri yang dipenuhi pohon-pohonan.

"Kami melihat konsep luxury atau kemewahan rumah tinggal akan bergeser ke fokus pada aspek kesehatan dan teknologi. Konsep rumah dan lingkungan sehat akan menjadi tren baru yang di dalamnya mencakup aspek alami dan asri serta penerapan teknologi tepat guna. Kami akanmenerapkan inovasi dan konsep rumah sehat sebagai keunggulan utama di Graha Natura," ujarnya lebih lanjut.

Konsep tersebut diterjemahkan antara lain dengan merancang sistem infrastruktur limbah rumah tangga (septic tank) yang terpadu untuk semua kawasan. Infrastruktur septic tank tidak ditempatkan di masing-masing rumah, namun disalurkan ke pusat pengolahan untuk diproses lebih lanjut.

"Penempatan septic tank yang ditanam di area rumah sangat rawan dan tidak baik bagi kesehatan karena ada resiko kebocoran yang bisa menyebabkan bakteri berkembang di mana-mana. Di Graha Natura infrastruktur septic tank dan seluruh limbah cair disalurkan ke pusat pengolahan terpadu, sehingga aman bagi lingkungan dan memenuhi aspek kesehatan bagi para penghuninya," tutur Sinarto.

Untuk pembangunan infrastruktur pengolahan limbah terpadu di Graha Natura ini Intiland bekerja sama dengan Meinhardt asal Australia. Meinhardt merupakan perusahaan konsultan ahli infrastruktur untuk pengolahan limbah septic tank, jaringan serat optik, dan daur ulang air secara terpadu.

Selain memiliki keunggulan dari aspek kesehatan, proyek Graha Natura juga memiliki keunggulan dari sisi penerapan teknologi. Di proyek ini dibangun jaringan fiber optic terpadu yang difungsikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan teknologi dan komunikasi bagi para penghuninya.

"Penggunaan jaringan fiber optic di seluruh kawasan akan sangat membantu para penghuni Graha Natura menikmati berbagai fasilitas teknologi maupun komunikasi secara efisien. Contohnya mereka bisa melakukan model-model komunikasi berbasis teknologi tinggi sepertiteleconference, Voice over Internet Protocol, jaringan internet berkecepatan tinggi, maupun untuk keperluan pengawasan lingkungan rumah secara terpadu berbasis closed-circuit television (CCTV) dengan kualitas gambar yang sangat bagus," lanjutnya.

Intiland adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan pengalaman hampir 40 tahun. Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia sejak 1992, Intiland dikenal sebagai inovator dan penggagas trend di industri properti Indonesia. Dalam beberapa tahun, Intiland mengembangkan banyak gedung yang menjadi ikon nasional, melalui Intiland Tower dua gedung kebanggaan di Jakarta

dan Surabaya yang dirancang oleh Paul Rudolph dan The Regatta, kondominium tepi pantai yang mewah di Pluit, Jakarta Utara yang dirancang oleh Tom Wright (perancang Burj Al Arab).

Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. Saat ini, Intiland memiliki portofolio produk properti beragam, termasuk kawasan pemukiman, gedung perkantoran, apartemen, pengelolaan gedung, kawasan industry, serta pengelolaan sarana olah raga dan golf. Intiland telah menjadi pengembang properti dengan konsep gaya hidup yang terkemuka.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar