Sabtu, 11 Desember 2010

Rumah Idaman “Kemang Village Luncurkan Menara Keenam” plus 2 more

Rumah Idaman “Kemang Village Luncurkan Menara Keenam” plus 2 more


Kemang Village Luncurkan Menara Keenam

Posted: 12 Dec 2010 05:41 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Sehabis menjual lima menara sebelumnya, Kemang Village melakukan Grand Preview menara keenamnya yang dinamakan "The Intercon KVR" dengan konsep 'interconnectable' dan terjual 90 persen hanya dalam satu hari Grand Preview.

Konsep 'interconnectable' adalah 11-in-1 Kemang Village (KV), Luxurious Integrated Development Resort (proyek pengembangan terpadu) senilai US$ 1,2 miliar andalan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).

Direktur LPKR Jopy Rusli mengatakan minat luar biasa terhadap menara terbaru KVR dikarenakan para pembeli dapat melihat potensi keuntungan pada Breakthrough Series (seri terobosan) dari The Intercon KVR yakni kenyamanan sebagai tempat tinggal dan keuntungan sebagai investasi properti.

Pilihan The Intercon dari tipe Suite seluas 38,2 m2 hingga 43,3 m2, 2-Bedroom dari 83 m2 hingga 95,7 m2, 3-Bedroom seluas 140 m2 hingga 4-Bedroom ukuran 179 m2 merupakan hasil terobosan dari konsep interconnectable yang sangat menarik minat para pembeli. Mereka telah mengantre untuk mendapatkan unit di Kemang Village.

Para pembeli The Intercon KVR akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus, yaitu  high capital appreciation dan high rental return di daerah yang memang sudah dikenal sebagai expatriate village ini. Capital appreciation di Kemang Village mencapai 15-20 persen per tahun dan rental dapat mencapai 11-12 persen per tahun.

"Tren yang terjadi saat ini adalah kekuatan peta ekonomi dunia menuju ke Asia. Hal ini sangat baik karena Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang keadaannya paling stabil," ujar Jopy Rusli.

"Didukung oleh semakin menguatnya kurs rupiah sementara situasi ekonomi di Eropa dan Amerika yang cenderung masih tidak dalam kondisi baik. Hal ini mengakibatkan pasar uang dunia banyak mengalir ke Indonesia. Sementara harga properti khususnya harga apartemen atau kondominium di Indonesia masih yang termurah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia."

"Bentuk dukungan Pemerintah seperti pada isu kepemilikan properti oleh asing yang sedang dalam proses disetujui serta dalam bidang infrastruktur khususnya di Jakarta dengan dibangunnya jalan layang Antasari-Blok M yang akan selesai pada tahun 2012. Hal ini menambah kenaikan nilai di Kemang Village sewaktu semua telah terealisasi."

Terobosan KV lain yaitu 'Ready to Fit Finishing' di mana pembeli bebas menentukan lay-out, finishing, furniture dan material yang paling up-date dimana seluruh pembiayaannya dapat dimasukkan dalam nilai KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Tren yang terjadi saat ini adalah kekuatan peta ekonomi dunia menuju ke Asia. Hal ini sangat baik karena Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang keadaannya paling stabil.

-- Jopy Rusli

Penyelesaian pembangunan diperkirakan pada tahun 2013. Layanan luar biasa kepada pembeli The Intercon adalah fasilitas yang tersedia di The Intercon antara lain private indoor swimming pool, private home theater lounge dan private gym, serta memiliki akses langsung ke mal. Pembeli juga mendapatkan keanggotaan atau membership di Country Club Kemang Village.

"The Intercon KVR" akan dibangun setinggi 20 lantai dengan kapasitas 300-an unit. Harga The Intercon KVR akan langsung naik sebesar 5 persen setelah Grand Preview hari ini. Harga keseluruhan kondominium KVR juga akan mengalami kenaikan per 1 Januari 2011.

Lippo Karawaci atau LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset, pendapatan, laba bersih dan kapitalisasi pasar, diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat.

Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp11,8 triliun.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Bakrieland Serius Ingin Kerja Sama Kelola Taman Nasional

Posted: 11 Dec 2010 02:02 PM PST

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Direktur & CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib menyatakan perusahaannya sangat serius bekerja sama dengan pemerintah untuk mengelola Taman Nasional Gunung Salak Halimun (TNGHS) dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Sebab, kedua taman nasional itu berbatasan dengan kawasan perumahan yang dikembangkan Bakrieland.  

Di lahan sendiri saja kami hijaukan, masak hutan lindung mau kami babat.

-- Hiramsyah S Thaib

"Kami terkenal sebagai pengembang kawasan pemukiman. Kami ingin juga menata lingkungan di sekitarnya. Di sini (Bogor Nirwana Residince) ada TNGHS. Lido Resort berbatasan langsung dengan TNGGP," kata Hiramsyah S Thaib, di Bogor, Sabtu (11/12).  

Ia memastikan pihaknya sangat serius untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk mengelola hutan wisata di taman nasional, dengan tujuan untuk melestarikan dan memberi pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan.

Sebab, menurut Thaib, perusahannya sangat berkepentingan untuk memastikan bahwa hutan lindung atau konservasi yang berada di sekitar kawasan pemukiman tetap lestari. Sebab, daya tarik dari BNR dan Lido Resort adalah karena lingkungan sekitarnya yang masih asri dan hijau. "Di lahan sendiri saja kami hijaukan, masak hutan lindung mau kami babat," katanya.  

Bukti keseriusan Bakrieland untuk bisa terlibat mengelola kawasan wisata taman nasional adalah ahli-ahli di perusahaannya sudah melakukan studi dan membuat analisa dampak lingkungan (Amdal) dan melakukan pembicaraan-pembicaran dengan pemerintah. Pihaknya juga sudah mengandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan hidup.  

"Kuartal pertama tahun depan kami harapkan sudah ada kesepakatan pasti kami dengan pemerintah untuk sama-sama menjaga hutan lindung itu. Kami juga menggandeng beberapa LSM lingkungan. Jadi, nanti ada tiga pihak yaitu Bakrieland, pemerintah, dan LSM," katanya.  

Ia juga memastikan, dana yang dipakai untuk kerja sama mengelola taman nasional itu sepenuhnya berasal dari dana perusahaan. "Kami masih ada ratusan miliar rupiah milik kami sendiri," katanya, ketika disingung mengenai rencana penggunaan dana dari penjualan obligasinya tahun depan.  

Thaib berharap kerja sama dengan pemerintah bisa cepat direalisasikan, sehingga tidak terlambat untuk menjaga kelesatarian hutan konservasi taman nasional tersebut. Apalagi ada niat permintah untuk menjadikan taman nasional di Jawa Barat itu menjadi sebuah taman nasional terbesar dan terkaya keanekaragaman hayatinya di Asia.  

"Mudah-mudahan tahun depan dapat dipercepat kerja sama ini, karena yang penting kita tidak terlambat bersama-sama menjaga hutan lindung itu," katanya. (Ratih Prahesti)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Aston Bogor BNR Mulai Beroperasi

Posted: 11 Dec 2010 01:01 PM PST

BOGOR, KOMPAS.com - PT Bakrieland Development TBk resmi membuka pengoperasian Aston Bogor Hotel & Resort di kawasan Bogor Nirwana Residence di Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (11/12). Satu menara condominium hotel (condotel)nya sudah habis terjual.  

Aston Bogor merupakan prodak unggulan Bakrieland terbaru di Bogor melalu Unit Usaha Bogor Nirwana Residence (BNR).

-- Hiramsyah S Thaib

Presiden Direktur & CEO Bakrieland Hiramsyah S Thaib mengatakan, Aston Bogor merupakan prodak unggulan Bakrieland terbaru di Bogor melalu Unit Usaha Bogor Nirwana Residence (BNR). Peresmian condotel berkonsep resor ini juga menandakan serahterima unit condotel kepada para pembelinya sebagaimana jadwal yang dijanjikan Bakrieland.  

Hirmansyah S Thaib yakin Aston Bogor akan diminati dan mendapat tempat dalam masyarakat dan investor karena lokasinya yang stategis dengan ling kungan alam yang asri. Hal itu juga berdasarkan pengalaman Bakrieland menjual unit rumah di BNR.  

"Pembeli rumah-rumah di BNR 70 persen dari Jakarta dan 95 persennya dijadikan rumah tinggal mereka, bukan rumah kedua. Ini sangat menggembirakan. Unit kondotel di tower C, sebanyak 84 unit, juga sudah laku terjual," katanya.  

Direktur Pemasaran BNR Jo Eddy Raspati mengatakan, Aston Bogor merupakan fasilitas yang nyaman unutk keperluan hiburan maupun bisnis karena berada di kawasan permukiman terpadu dan daerah wisata. Dengan unggulan tersebut, para pemilik kondotel dapat menikmati jaminan pengembalian sewa sebanyak 10 persen dari harga beli per tahun, pada dua tahun pertama.  

Setelah itu berdasarkan pengalaman, return bisa menjadi 12-15 persen. Nilai properti pasti naik, bisa mencapai 20 persen lebih per tahun. "Saat ini Tower C sudah terjual dan untuk Tower D mulai dipasarkan dengan harga mulai Rp 700 juta per unit," katanya.  

Bagi PT Aston Internatioan Inonesia, kata Nobert Vas VP Sales & Marketing perusahan jaringan penelola hotel itu, beropersainya Aston Bogor merupakan tongak bagi mereka dalam mengelola hotel dan resor pertama di Bogor. "Apalagi hotel dan resornya itu teritegrasi dengan destinasi wisata dan bisnis dan berwawasan lingkungan," katanya.   

Aston Bogor berada di areal seluas 3,8 hektar dan memiliki empat tower. Tower A untuk pekantoran, tower B untuk hotel, tower C dan D untuk condotel yang setiap unitnya memiliki balkon. Fasilitasnya antara lain lobby lounge, coffe shop, terrace café , ballroom tanpa pillar, serta beberpa ruang pertemuan kontemporer. Ada juga fasilitas rekreasi seperti pusat kebugaran, spa, dan kolam renang. (Ratih Prahesti) 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar