Rabu, 08 Desember 2010

Rumah Idaman “Pasar Kondominium di Bangkok Tidak Oversupply” plus 1 more

Rumah Idaman “Pasar Kondominium di Bangkok Tidak Oversupply” plus 1 more


Pasar Kondominium di Bangkok Tidak Oversupply

Posted: 08 Dec 2010 11:41 AM PST

 

Gelembung properti atau oversupply akan tergantung pada jumlah pasokan baru yang akan diluncurkan tahun 2011.

-- Phanom Kanjanathiemthao

BANGKOK, KOMPAS.com - Pasar kondominium Bangkok, Thailand diperkirakan akan melambat tahun 2011, namun jumlah unit-unit baru yang diluncurkan tetap mencapai 40.000 hingga 50.000, tanpa menyebabkan oversupply.

Diperkirakan jumlah unit baru yang diluncurkan sejak Juli hingga November 2010 mencapai 48.973 unit, lebih tinggi dibandingkan jumlah unit kondominium keseluruhan sepanjang tahun 2007, tahun puncak kegemilangan sektor kondominium.

Phanom Kanjanathiemthao, Managing Director Knight Frank Thailand, perusahaan konsultan properti global, menyebutkan sekitar 60 persen dari unit-unit baru yang diluncurkan telah terjual. Ini menunjukkan kebutuhan yang sangat besar atas kondominium di dalam kota.

"Gelembung properti (bubble) atau oversupply akan tergantung pada jumlah pasokan baru yang akan diluncurkan tahun 2011," kata Phanom yang merasa percaya diri memperkenalkan sekitar 10.000 unit baru setiap kuartal tanpa menyebabkan oversupply. Riset Knight Frank menunjukkan jumlah unit baru kondominium di Bangkok setiap kuartal antara 3.000 dan 6.000 unit.

Pada kuartal pertama tahun 2010, sebanyak 7.000 sampai 8.000 unit kondominium diluncurkan dan 75 persen di antaranya terjual. Sedangkan dalam kuartal kedua, dari 960 unit baru, yang terjual 80 persen. Sementara pada periode Juli-November 2010, dari 48.973 unit baru yang diluncurkan, 60 persen di antaranya sudah terjual. Setengah dari jumlah itu dijual seharga 1 juta sampai 2 juta Baht per unit.

Pemerintah melihat kecenderungan permintaan kondominium yang terus meningkat, terutama di wilayah pinggiran Bangkok di mana setiap proyek memiliki unit dalam jumlah besar.

Kebutuhan terus meningkat namun tidak secepat pasokan. Pemain utama dalam kondominium akan meluncurkan sejumlah unit baru, menanggapi permintaan akan pasar low-end di lahan yang relatif lebih murah. Pengembang juga akan memfokuskan diri pada unit-unit lebih kecil dengan harga yang lebih terjangkau. pasar kondominium Bangkok diperkirakan tetap fokus pada pembeli kelas menengah dan menengah bawah.

Para pembeli asing membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan kepercayaan mereka pada situasi politik Thailand, sedangkan pembeli lokal lebih berminat pada unit-unit kondominium di dekat rute-rute MRT.

Pasokan kondominium di Bangkok secara keseluruhan tercatat 167.815 unit. Unit-unit yang baru diluncurkan umumnya berlokasi di wilayah pinggiran kota di mana rute-rute baru MRT dan bus direncanakan dalam waktu dekat. Kelompok ini berjumlah 77 persen dari jumlah keseluruhan, dan pasar ini dikendalikan kebutuhan lokal.

Jumlah unit kondominium yang diluncurkan di CBD hanya 5 persen, sedangkan di wilayah pinggian kota sekitar 18 persen. Sebagian besar unit kondo yang diluncurkan pada bulan Juli hingga November 2010 masuk dalam ketegori grade C. Selama periode itu, hanya ada satu proyek kondo grade A berjumlah 240 unit yang diluncurkan di Bangkok.

Sebanyak 26 persen dari unit yang diluncurkan pada periode tersebut berlokasi di sepanjang rute bus yang sudah ada, dan 17 persen di sepanjang rute MRT yang sudah ada. Sedangkan 19 persen lainnya di sepanjang rute baru bus yang direncanakan sebagai jalur light green dan jalur dark green. Sementara itu 20 persen berlokasi di lokasi bukan area MRT, 10 persen di rute masa depan, dan 8 persen di lintasan kereta bandara.

Knight Frank menggunakan unit-unit baru yang diluncurkan pada periode Juli-November sebagai indikator kebutuhan pasar. Jumlahnya 29.358 unit atau 60 persen dari jumlah total, sedangkan pada kuartal kedua jumlahnya 769 dari 960 unit atau sekitar 80 persen.

Kebutuhan kondo di wilayah pinggiran kota juga besar, yaitu 22.088 unit pada periode Juli-November. Permintaan akan kondo yang harganya relatif lebih rendah, jumlahnya 58,5 persen, sebagian besar kebutuhan orang-orang Thailand sendiri.

Rata-rata harha kondominium di Bangkok meningkat di semua segmen, sementara harga kondo premium tidak berubah akibat situasi politik Thailand yang tidak stabil dan menyebabkan turunnya minat orang asing membeli kondo di sana. (The Bangkok Post/KSP)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Teguh dan Yuke Jadi President dan VP FIABCI Asia Pasifik

Posted: 08 Dec 2010 07:50 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Umum International Real Estate Federation FIABCI (FIABCI), organisasi global industri real estat dan properti bergengsi yang berbasis di Perancis, belum lama ini memilih pakar properti Teguh Satria dan Direktur Eksekutif Lippo Yuke Elia Susiloputro, masing-masing sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk Asia Pasifik untuk masa jabatan 2011-2013.

Teguh Satria dan Yuke Elia Susiloputro akan mengembangkan industri properti menuju panggung global, serta membawa ide-ide global dalam pembangunan dan investasi ke Indonesia.

FIABCI didirikan tahun 1945, adalah federasi yang terdiri dari 100 asosiasi real estat nasional dengan para profesional di bidang real estat dari 60 negara. FIABCI adalah federasi global, diwakili oleh cabang-cabang di 48 negara. Lembaga ini juga merupakan konsultan khusus dengan status LSM bagi Economic and Social Council of the United Nations Organization (ECOSOC).

Teguh Satria, adalah Pelindung REI (Asosiasi Real Estat Indonesia) dan pernah menjabat sebagai Presiden REI. Teguh memiliki pengalaman istimewa dalam pelayanan publik di sektor ini. Teguh Satria juga pernah memimpin REI tahun 2007-2010.

Sedangkan Yuke Elia Susiloputro, adalah Direktur Eksekutif PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan telah menjadi eksekutif Lippo sejak tahun 1992. Yuke pernah menjadi Presiden dan CEO Lippo Cikarang, anak perusahaan LPKR yang mengembangkan sebuah perkotaan untuk residensial, komersial dan lahan industri seluas 2.940 hektar di timur Jakarta sampai tahun 2009 ketika dia ditugaskan di kantor pusat LPKR untuk menangani pengembangan proyek.

Yuke (51) lahir di Jawa Tengah. Ia memiliki profesi sebagai arsitek lulusan Southern California Institute of Architecture Santa Monica, California, Amerika Serikat. Penunjukan pakar properti Indonesia untuk memimpin FIABCI Asia Pasifik untuk periode berikutnya mencerminkan kemajuan pertumbuhan Indonesia sebagai negara berkembang terkemuka di dunia, terutama di Asia dan Pasifik. Hal ini juga melambangkan peluang di sektor properti Indonesia.

Baik Teguh Satria dan Yuke Elia Susiloputro berniat mengembangkan industri properti menuju panggung global, serta membawa ide-ide global dalam pembangunan dan investasi ke Indonesia.

Teguh Satria dan Yuke Elia Susiloputro mengatakan, "Kami bangga telah terpilih untuk melayani dan akan menjalankannya dengan tekun dan profesional. Kami berharap dapat mengangkat Indonesia ke panggung dunia sebagai tempat terbaik untuk investasi di bidang properti dan real estat."

Lippo Karawaci merupakan perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset, pendapatan, laba bersih dan kapitalisasi pasar, diperkuat dengan land bank luas dan basis pendapatan recurring yang kuat. Divisi usaha LPKR meliputi Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. Lippo Karawaci tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp12,6 triliun.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured site: So, Why is Wikileaks a Good Thing Again?.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar