Jumat, 03 Desember 2010

Rumah Idaman “Wika dan Danamon Jalin Kerja Sama Pembiayaan Properti” plus 2 more

Rumah Idaman “Wika dan Danamon Jalin Kerja Sama Pembiayaan Properti” plus 2 more


Wika dan Danamon Jalin Kerja Sama Pembiayaan Properti

Posted: 04 Dec 2010 05:15 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) dengan PT. Wijaya Karya Realty Tbk. (Wika Realty) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) untuk pembiayaan kepemilikan properti di Semarang dan Balikpapan.

Kerja sama antara Danamon dan Wika Realty ini langkah yang dibutuhkan industri properti saat ini, dan akan mendukung pertumbuhan perumahan dan usaha kecil dan menengah.

-- Michellina Triwardhany

"Kerja sama antara Danamon dan Wika Realty ini merupakan langkah yang dibutuhkan industri properti saat ini, dan akan mendukung pertumbuhan sektor properti, khususnya untuk jenis properti perumahan dan usaha kecil dan menengah, atau UKM," ungkap Michellina Triwardhany, Direktur Konsumer Danamon.

Untuk tahap ini, Danamon akan melayani nasabah untuk kepemilikan properti jenis rumah, rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan) di Tamansari Majapahit dan The Hills Tamansari di Semarang, serta Tamansari Bukit Mutiara di Balikpapan. 

Dalam acara penandatanganan tersebut, Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Wika Realty menambahkan, "Kami menyambut baik kerjasama antara Wika Realty dan Danamon, yang tentunya memberikan pilihan pembiayaan yang lebih luas kepada para konsumen."

Saat ini Wika Realty memiliki kurang lebih 18 kawasan perumahan yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. "Kerja sama ini kami harap dapat meluas ke proyek-proyek pengembangan kami yang ada di berbagai kawasan," lanjut Budi.

Melalui kerja sama dengan developer properti terkemuka seperti Wika Realty, potensi pembiayaan perumahan, baik yang sepenuhnya digunakan sebagai tempat tinggal maupun yang juga berfungsi sebagai tempat usaha dapat dioptimalkan.

Selain developer, yang merupakan mitra utama untuk pemasaran proyek perumahan baik landed houses maupun strata title, para perusahaan broker properti juga merupakan mitra kerja yang potensial untuk merealisasikan pertumbuhan sektor ini.

"Ke depannya, kami percaya bahwa pembiayaan perumahan akan tumbuh pesat seiring dengan pertumbuhan permintaan pasar yang besar. Hal ini tentunya tak lepas dari pengalaman Danamon di bidang ini dan dukungan dari tim pemasaran yang solid," ujar Michellina. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Ascott Buka Serviced Residence Pertama di Indonesia

Posted: 04 Dec 2010 05:08 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com -  The Ascott Limited (Ascott), unit bisnis serviced residence yang dimiliki CapitaLand telah membuka Citadines serviced residence pertama di Indonesia, karena peluang pasarnya masih menjanjikan.

Kami akan terus mengembangkan usaha di Indonesia dengan membuka Ascott Kuningan Jakarta, Citadines Rasuna Jakarta dan Citadines Kuta Bali pada tahun 2012.

-- Alfred Ong

Siaran pers Ascott Limited yang diterima di Jakarta menyebutkan,  Citadines Quartier Jakarta adalah bangunan baru yang terdiri dari 135-unit yang merupakan properti ke-15 di bawah naungan Ascott sejak pertama kali merk Eropa ini diperkenalkan di Asia Pasifik tahun 2006. 

Dengan Citadines Quartier Jakarta akan memperkuat posisi Ascott sebagai pemilik dan operator serviced residence terbesar di Indonesia dengan lebih dari 1.800 unit apartemen di sembilan properti di Jakarta, Surabaya dan Bali.

Managing Director Ascott untuk Asia Tenggara dan Australia, Alfred Ong mengatakan, properti-properti Ascott dan Somerset di Indonesia telah meraih rata-rata tingkat hunian mencapai  80 persen.

"Dengan diperkenalkannya Citadines maka kami akan mampu meraih segmen pasar yang lain,  yakni wisatawan yang menghargai pelayanan fleksibel sesuai dengan kebutuhan gaya hidup mereka.," katanya.

Menurut dia, ekonomi Indonesia diharapkan tetap kuat, sesuai dengan prakiraan Economist Intelligence Unit yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada tahun 2010 dan 2011.

Pertumbuhan ekonomi fundamental yang dapat diandalkan akan membantu menarik investasi dan menaikkan jumlah wisatawan dan pada akhirnya akan menimbulkan permintaan untuk serviced residence kami.

"Kami akan terus mengembangkan usaha di Indonesia dengan membuka Ascott Kuningan Jakarta, Citadines Rasuna Jakarta dan Citadines Kuta Bali pada tahun 2012,"  ucapnya.

Citadines Quartier Jakarta merupakan bagian dari pengembangan terpadu yang mencakup gedung perkantoran. Citadines Quartier Jakarta menawarkan tipe apartemen studio, satu dan dua kamar tidur serta kamar bertingkat

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Banyak Lahan Produktif di Bantul Berubah Jadi Perumahan

Posted: 04 Dec 2010 05:01 AM PST

BANTUL, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah mencermati pertumbuhan perumahan yang terpusat di wilayah tertentu atau aglomerasi seperti di Kecamatan Sewon, Kasihan, dan Banguntapan.

Kami khawatir dampak terbesar pertumbuhan perumahan itu adalah penyusutan lahan pertanian, jika terus dibiarkan hal itu akan berdampak pada penurunan produksi pangan di Bantul.

-- Agus Subagyo

"Kami mencermati pertumbuhan perumahan di wilayah aglomerasi karena sesuai peruntukan lahan di wilayah aglomerasi yang subur bukan untuk pembangunan perumahan," kata Ketua Komisi C DPRD Bantul, Agus Subagyo di Bantul, Jumat.

Menurut dia dalam pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kabupaten Bantul lahan wilayah aglomerasi sesuai rencana semula bukan untuk pembangunan perumahan karena menjadi daerah subur pertanian.

"Perda RTRW tersebut belum terkawal dengan baik, karena banyak lahan pertanian produktif yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran pendirian bangunan perumahan," katanya.

Agus mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan perumahan di wilayah aglomerasi karena lokasinya yang berdekatan dengan kota Yogyakarta, sehingga menjadi daya tarik bagi calon pembeli perumahan.

"Kami khawatir dampak terbesar pertumbuhan perumahan itu adalah penyusutan lahan pertanian, jika terus dibiarkan hal itu akan berdampak pada penurunan produksi pangan di Bantul," katanya.

Sebaliknya dalam RTRW lama, katanya, Kecamatan Pajangan dirancang menjadi pusat pengembangan perumahan, namun kenyatannya selama ini tidak banyak pengembang yang menaruh minat di lokasi tersebut.

"Lokasi Pajangan yang terpencil dan minimnya sarana prasarana menjadi penyebabnya, namun sebaliknya justru yang tumbuh perumahan banyak berada di tiga kecamatan yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta tersebut," katanya.

Oleh karena itu, katanya, DPRD Bantul tengah merampungkan Raperda tentang RTRW yang baru, dimana akan lebih tegas mengatur zonasi wilayah di kabupaten Bantul sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Agus menyebutkan di Kecamatan Piyungan dan Sedayu untuk pengembangan industri, Kecamatan Bantul untuk kawasan perdagangan dan jasa, dan Kecamatan Dlingo untuk kawasan pariwisata, selain itu dalam RTRW baru juga mengatur soal peta kawasan bahaya gempa.

"Perda RTRW yang akan ditetapkan diharapkan nantinya dapat menjadikan solusi guna kembali melakukan penataan ruang di Kabupaten Bantul dengan lebih ketat," katanya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar