Kamis, 02 September 2010

Rumah Idaman “Harris Hotel di Festival City Bandung” plus 3 more

Rumah Idaman “Harris Hotel di Festival City Bandung” plus 3 more


Harris Hotel di Festival City Bandung

Posted: 02 Sep 2010 02:48 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Tauzia Hotel Management akan mengelola Hotel Harris di Festival City, Bandung. Hotel yang berlokasi di Jalan Peta, dan dekat dengan pintu keluar jalan tol Pasirkoja ini, merupakan Hotel Harris pertama yang beroperasi di Jawa Barat.

Presiden Direktur Tauzia Hotel Management Marc Steinmeyer mengatakan, Hotel Harris Bandung memiliki 180 kamar, lima ruang pertemuan dan pusat pameran seluas 3.000 m2 dengan fasilitas wifi, restoran, dan butik. Hotel ini dibangun oleh PT Brilliant Sakti Persada, anak perusahaan Agung Podomoro Group.

Jumlah Hotel Harris di Indonesia saat ini enam properti. Dalam waktu dekat, akan dibuka 12 Hotel Harris lagi, masing-masing dua di Jakarta, Bandung, Batam Center, Puncak, Sentul, Surabaya, Malang, dan empat properti lainya di Bali.

Steinmeyer menargetkan pada tahun 2012, sebanyak 18 Hotel Harris akan beroperasi dengan jumlah 2.799 kamar.

Tauzia Hotel Management, pengelola hotel dengan brand Harris dan Pop Harris ini, didirikan tahun 2002 lalu. Brand lainnya Preference Hotels, sedang dalam pembangunan, sedangkan Managed by Tauzia di Eden Kuta dan Solo Paragon. Tauzia juga memiliki Divisi Estate Management yang mengoperasikan kondominium.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Aston Kelola Dua Favehotel di Solo

Posted: 02 Sep 2010 01:53 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Aston International akan mengelola dua hotel bintang dua di bawah brand favehotel di Solo, Jawa Tengah.

Wakil Presiden Penjualan & Pemasaran Aston International, Norbert Vas, hari Kamis (2/9/10) menjelaskan,  FaveHotel yang pertama direncanakan dibuka pada akhir tahun 2011. Hotel bintang dua ini terletak di dekat pusat daerah bisnis Solo yang menawarkan sekitar 190 kamar dan beragam tempat pertemuan dengan fleksibilitas untuk memenuhi konferensi dari 2 hingga 200 orang.

Sedangkan favehotel kedua akan dibuka pada pertengahan tahun 2012 di Solo Baru dan menambah sekitar 150 kamar baru pada jumlah kamar favehotel di Solo. favehotel Solo Baru juga akan menjadi jaringan hotel internasional pertama di Solo Baru.

Brand favehotel oleh Aston merupakan sebuah grup hotel baru dan hotel dengan layanan pilihan untuk pebisnis dan pelancong yang menghargai gaya, fungsi dengan harga yang sesuai.

Norbert Vas mengatakan, kedua favehotel di Solo ini akan menambah jumlah brand favehotel Indonesia yang pada saat ini telah beroperasi ataupun sedang dalam tahap pengembangan, menjadi sembilan buah.

"Sementara favehotel lainnya sedang dalam tahap pembangunan di Malaysia dan Filipina. Ini membuat favehotel menjadi brand pilihan dengan perkembangan yang sangat cepat di kawasan ASEAN. Tujuan kami adalah menyediakan hotel bujet yang menyenangkan dan memiliki gaya serta desain menarik untuk segmen hotel bintang 2 pada umumnya," kata Norbert.

Favehotel merupakan brand pilihan terbaru yang diluncurkan oleh Aston International, grup hotel terbesar di Indonesia, ditujukan untuk menawarkan pilihan menginap dengan harga terjangkau, baru, menarik dan hotel bintang 2 kontemporer bagi para pelancong berbujet.

Sejak peluncurannya pada Juli 2009, favehotel telah menjadi yang terdepan pada sektor hotel bujet. Hotel ini ditujukan bagi kelas menengah dengan tempat tidur berkualitas tinggi dilengkapi televisi LCD serta mengusung tema yang berkaitan erat dengan lingkungan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Saham di Bursa China Turun Setelah Aturan Ketat Harga Rumah Diterapkan

Posted: 02 Sep 2010 01:24 PM PDT

Apartemen di Hangzhou, China. Foto diambil awal Juli 2010. Pemerintah China melanjutkan kebijakan memperketat harga properti agar masyarakat menengah bawah tetap dapat memiliki rumah atau apartemen

SHANGHAI, KOMPAS.com - Berbeda dengan teman-teman satu peer-nya, saham-saham di bursa China mengalami penurunan. Bahkan penurunannya merupakan yang terbesar dalam seminggu terakhir.

Kondisi ini terjadi setelah kantor berita Xinhua melaporkan kalau pihak regulator akan menetapkan aturan ketat terkait pemangkasan harga perumahan. Selain itu, pernyataan yang dikeluarkan Citi Securities bahwa reli yang terjadi atas saham-saham dengan kapitalisasi kecil akan segera berakhir juga turut menekan pergerakan bursa China.

Saham-saham yang melorot hari ini antara lain Poly Real Estate Group Co dan Gemdale Corp dengan penurunan masing-masing sebesar 1,1 persen.

"Kita tidak akan melihat pertumbuhan impresif di sektor real estate dalam beberapa tahun ke depan. Sebab pemerintah tidak akan melonggarkan kebijakannya atas perumahan hingga ada penurunan harga rumah secara riil," jelas Zhao Zifeng dari China International Fund Management Co di Shanghai.

Pada penutupan pukul 15.00 waktu lokal, Shanghai Composite Index tergerus 0,6% menjadi 2.622,88. Sementara, CSI 300 Index mengalami penurunan 0,7 persen menjadi 2.884,04 di mana penurunannya dipimpin oleh perusahaan berbasis kesehatan dan teknologi. (Bloomberg/Barratut Taqiyyah/KONTAN)

Saham-saham yang melorot hari ini antara lain Poly Real Estate Group Co dan Gemdale Corp dengan penurunan masing-masing sebesar 1,1 persen. Kita tidak akan melihat pertumbuhan impresif di sektor real estate beberapa tahun ke depan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Pengembang Apartemen Dukuh Golf Dinyatakan Pailit

Posted: 02 Sep 2010 01:14 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Megacity Development harus menelan pil pahit. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan pengembang apartemen Dukuh Golf pailit.

Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim yang diketuai Syarifuddin berpendapat, Megacity terbukti memiliki utang terhadap 10 konsumen. Pasalnya Megacity tidak kunjung menyelesaikan dan menyerahkan unit apartemen meski pun pembeli sudah melunasinya.

Selain itu, majelis sependapat dengan pemohon bahwa pembeli berhak mengakhiri perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) secara sepihak karena Megacity tidak melaksanakan perjanjian tersebut. "Menyatakan mengabulkan permohonan seluruhnya. Menyatakan PT Megacity Development pailit dengan segala akibatnya," kata Syarifuddin saat membacakan putusannya, Kamis (2/9).

Atas putusan itu, pengadilan telah menunjuk Soedeson Tandra dan Idho Sedeur Nalle selaku kurator yang bertugas mengurusi harta pailit dan menunjuk Hakim Nirwana selaku Hakim Pengawas.

Dengan demikian, majelis hakim berkesimpulan permohonan kepailitan telah memenuhi syarat kepailitan sebagaimana diatur dalam UU Kepailitan. Atas putusan ini, Wahab Abdilah kuasa hukum pembeli mengaku puas dan menerima putusan. "Kami menerima putusan ini," katanya.

Sementara itu, Yan Apul selaku kuasa hukum Megacity berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan ini. Dia menilai, majelis hakim kurang mengerti rasa keadilan masyarakat. "Yang membeli apartemen ini ada 4.000 orang bukan 10 orang saja. Toh sudah ada perjanjian dengan Agung Sedayu untuk melanjutkan pembangunan apartemen ini," jelasnya.

Sepuluh pembeli apartemen Megacity kembali memohonkan pailit setelah sebelumnya gagal. Lim Siong Kwong, dkk memohonkan pailit karena sejak tahun 1994 sampai sekarang Megacity tidak kunjung menyelesaikanb pembangunan apartemen di bilangan Pademangan, Jakarta Utara, meskipun rata-rata pembeli telah melunasi kewajiban pembayarannya. (Yudho Winarto/KONTAN)

Megacity terbukti memiliki utang terhadap 10 konsumen. Pasalnya Megacity tidak kunjung menyelesaikan dan menyerahkan unit apartemen meski pun pembeli sudah melunasinya.

-- Syarifuddin

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar