Rabu, 01 September 2010

Rumah Idaman “APG Operasikan Mal Festival City Bandung Oktober 2010” plus 1 more

Rumah Idaman “APG Operasikan Mal Festival City Bandung Oktober 2010” plus 1 more


APG Operasikan Mal Festival City Bandung Oktober 2010

Posted: 02 Sep 2010 05:37 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang Agung Podomoro Group (APG) lewat anak perusahaannya PT Briliant Sakti Persada (BSP) bakal meluncurkan pusat perbelanjaan Festival Citylink di Bandung pada akhir Oktober 2010 ini. Proyek senilai Rp 500 miliar ini disebut mengusung konsep mixed used development yang terdiri dari shopping mall, convention and exhibition hall, hotel, dan condotel.

Launching akan dilakukan dalam tiga tahap. "Akhir Oktober atau awal November, kita launching basement, ground floor, dan lantai 1," kata Center Director BSP Budiarto Winarto usai penandatanganan kerjasama Tauzia Hotel Management dan BSP di Hotel Harris Jakarta, Rabu (1/9) malam.

Menyusul pada Desember 2010, lantai 2 akan diresmikan. Pada bulan Maret atau April akan dibuka lantai 3a, Skydining, bersamaan dengan dibukanya pembangunan hotel.

Hingga saat ini, Budiarto mengatakan, sudah ada 3 anchor tenant yang bergabung yaitu Lotte Mart, Matahari Department Store, dan XXI Studio. Sementara untuk hotel, APG menggandeng Tauzia Hotel Management yang merupakan pengelola jaringan Harris Hotel and Resorts.

Menurut Presdir Tauzia Marc Steinmeyer, hotel di Bandung ini akan melengkapi 6 hotel Harris yang sudah beroperasi sebelumnya di Jakarta, Bali, dan Batam. "Hotel Harris Bandung ini memiliki 180 kamar, dan akan jadi Hotel Harris pertama di Jawa Barat," tukas Marc.

Sementara untuk Condotel, baru akan dimulai pembangunannya setelah hotel selesai dibangun. Rencananya akan ada 144 room dengan ukuran sekitar 20 m2. APG sendiri belum memutuskan harga jual dan pengelola Condotelnya.

"Kami belum putuskan harganya. Akan dilihat lagi investasi dan marketnya. Untuk pengelola, bisa saja kami kerjasama lagi dengan Hotel Harris," kata CEO Festival Citylink Budi Yanto Lusli.

Festival Citylink bakal dibangun diatas lahan seluas 30.173 m2 dan merupakan rekonsep dari Mall Molis yang bangkrut akhir tahun 2009 lalu. APG sendiri mulai mengambil alih Molis pada Februari 2009.

Sudah ada 3 anchor tenant yang bergabung yaitu Lotte Mart, Matahari Department Store, dan XXI Studio. APG menggandeng Tauzia Hotel Management, pengelola jaringan Harris Hotel and Resorts.

-- Budiarto Winarto

Budiarto optimistis pusat perbelanjaan ini bakal diminati lantaran lokasinya yang strategis di wilayah padat penduduk. "Targetnya Festival Citylink bisa dikunjungi 40 ribu-50 ribu orang per hari," katanya. (Teddy Gumelar/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Carrefour Keluar dari Pasar Singapura, Malaysia, dan Thailand

Posted: 01 Sep 2010 08:19 AM PDT

HONGKONG, KOMPAS.com — Peritel dari Eropa dan Asia Tenggara kini berebut untuk memberikan penawaran sejumlah aset Carrefour senilai 1 miliar dollar AS dengan penawaran pertama yang akan berakhir pada Rabu (1/9/2010). Carrefour telah memutuskan untuk keluar dari pasar Singapura, Malaysia, dan Thailand serta berniat untuk fokus di pasar kunci, yaitu menjadi pemimpin di hipermarket.

"Sampai saat ini belum jelas apakah penjualan tersebut satu paket dengan aset atau aset akan dijual secara terpisah," kata sumber yang tahu persis dengan keputusan peritel raksasa asal Eropa ini. Menurut sumber tersebut, Carrefour lebih suka pembeli yang datang dengan iming-iming dan membeli tiga aset sekaligus. "Penjual tentu menyukai skema yang demikian," katanya.

Peritel asal Perancis, Casino Guichard Perrachon SA, dan peritel asal Singapura, Dairy Farm International Holding Ltd, disebut-sebut sebagai perusahaan yang memberikan penawaran untuk Carrefour. Konon, dua perusahaan tersebut sudah mendapatkan nasihat dari tim investasi perbankan mengenai niat mereka membungkus aset Carrefour.

Perusahaan lain yang meminati aset Carrefour ini adalah Tesco Plc asal Inggris, Berli Jucker Pcl Thailand, dan perusahaan energi terbesar Thailand, PTT Pcl.

Beberapa pembeli strategis berharap akan bisa menguatkan posisi mereka di tiga pasar di Asia Tenggara tersebut seiring dengan daya beli masyarakat yang meningkat di tengah menguatnya perekonomian.

Hingga saat ini, baik Carrefour maupun peritel yang meminati aset Carrefour menolak memberi komentar. Selain itu, sumber yang mengabarkan berita ini enggan bila namanya muncul di media ini karena akan sensitif terhadap proses lelang tersebut.

Sumber itu juga menjelaskan, Carrefour membagi penjualan aset ini menjadi dua bagian, Singapura dan Malaysia dalam satu paket serta Thiland dijual terpisah. Dalam pelepasan gerai ini, Goldman Sachs Group Inc bertindak sebagai penasihat Carrefour.

Di Asia, Carrefour memiliki total 626 gerai dengan lebih dari dua pertiganya ada di China, 76 gerai di Indonesia, 19 gerai di Malaysia, 2 gerai di Singapura, dan 40 gerai di Thailand; termasuk 39 hipermarket.

Tahun lalu, penjualan Carrefour di Asia mencapai 85,9 miliar euro atau 111 miliar dollar AS.  (Reuters/Femi Adi Soempeno/KONTAN)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar