Selasa, 21 September 2010

Rumah Idaman “SOP Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Disiapkan” plus 2 more

Rumah Idaman “SOP Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Disiapkan” plus 2 more


SOP Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Disiapkan

Posted: 21 Sep 2010 12:48 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyatakan dalam waktu dekat siap memfinalkan standard operating procedure (SOP) terkait Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kemenpera juga optimistis kebijakan FLPP bisa dilaksanakan pada 1 Oktober mendatang.

Untuk itu, Kemenpera akan terus mengintensifkan pembahasan mengenai SOP FLPP bersama dengan Kementerian Keuangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur tentang pengelolaan fasilitas likuiditas bisa segera dikeluarkan.

Sekretaris Kementerian Perumahan Rakyat (Sesmenpera) Iskandar Saleh mengungkapkan, pihaknya saat ini sudah menyiapkan hal-hal terkait SOP FLPP sehingga dapat segera difinalkan. "Kemenpera siap memfinalkan SOP FLPP. Namun untuk implementasinya masih membutuhkan penetapan dari Menteri Keuangan," ujarnya saat memberikan penjelasan pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (21/9).

Iskandar Saleh menjelaskan, SOP tentang FLPP ini nantinya juga akan menerangkan tentang dana FL yang akan digelontorkan ke pihak perbankan serta rate tingkat suku bunga yang akan diberlakukan.

Kemenpera siap memfinalkan SOP FLPP. Namun untuk implementasinya masih membutuhkan penetapan dari Menteri Keuangan.

-- Iskandar Saleh

Iskandar Saleh menuturkan, pihaknya berharap komposisi pemanfaatan FLPP bisa diberikan kepada perumahan formal dan perumahan swadaya. Dengan demikian, masyarakat yang banyak tinggal diperumahan swadaya bisa menggunakan fasilitas pembiayaan tersebut.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Deputi Menpera Bidang Pembiayaan, Tito Murbaintoro. Dirinya membantah Kemenpera tidak serius melaksanakan pola subsidi perumahan yang baru ini. Pasalnya, sejak APBN-P 2010 ditetapkan pada pertengahan tahun ini, para pejabat serta staf Kemenpera terus melakukan proses penyusunan secara insentif dengan Kementerian Keuangan.

"Saat ini proses penyusunan SOP FLPP relatif final. Tapi SOP FLPP ini baru bisa dioperasionalkan jika PMK telah keluar," tandasnya.

Menurut Tito, dalam waktu dua bulan sejak diluncurkannya kebijakan FLPP ini telah banyak kemajuan yang telah dilakukan Kemenpera. Bahkan ada beberapa regulasi yang telah ditetapkan oleh Menpera sehingga kebijakan ini bisa diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan perumahan.

Dalam SOP ini ada dua komponen penting yang harus diperhatikan. Pertama mengenai pengelolaan FLPP dan yang kedua tentang pemanfaatannya. Pengelolaan FLPP nantinya akan dilakukan oleh Kementerian keuangan. Sedangkan Pemanfaatannya ada di Kemenpera.

"Proses penyusunan SOP memang cukup menyita daya dan upaya kami. Besok kami juga akan membahas hal ini bersama dengan pihak Kementerian Keuangan. Kami harap pada tanggal 1 Oktober besok bisa selesai," harapnya

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Dalam Sebulan, Saham Bakrieland Naik 44 Persen

Posted: 21 Sep 2010 11:56 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Saham PT Bakrieland Development (ELTY) kemarin naik tajam. Saham perusahaan properti ini sore kemarin ditutup di posisi Rp 157. Jika dibandingkan dengan kondisi sebulan lalu, harga saham Bakrieland meroket tajam.

Per tanggal 23 Agustus 2010, salah satu saham milik Grup Bakrie ini hanya sebesar Rp 109. Itu artinya, dalam sebulan, saham Bakrieland sudah meroket 44 persen.

Terkait hal itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertanyakan kenaikan saham Bakrieland. Dalam keterbukaan informasi kepada BEI hari ini, pihak Bakrieland mengaku tidak memiliki rencana aksi korporasi apa pun dalam waktu dekat yang bisa mempengaruhi harga saham.

"Kami juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat mempengaruhi harga saham," jelas manajemen Bakrieland.

Sejumlah analis menilai, kenaikan saham Bakrieland terkait dengan pasar properti yang booming menjelang akhir tahun. Selain itu, fundamental Bakrieland yang cukup bagus juga turut mendongkrak harga saham perusahaan ini.

Namun, reli saham Bakrieland hanya bertahan beberapa hari saja. Sebab pada hari Selasa pukul 11.46 ini, saham Bakrieland turun 1,27 persen menjadi Rp 155. (Barratut Taqiyyah/KONTAN)

Kenaikan saham Bakrieland terkait dengan pasar properti yang booming menjelang akhir tahun. Selain itu, fundamental Bakrieland yang cukup bagus juga turut mendongkrak harga saham perusahaan ini.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kawasan Soewarna Bakal Jadi Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta

Posted: 21 Sep 2010 11:46 AM PDT

NUSA DUA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memastikan tidak akan memperpanjang kontrak sewa lahan komplek perkantoran dan pergudangan Soewarna Business Park di wilayah Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya AP II akan mengoptimalkan lahan yang dimilikinya untuk mengembangkan kapasitas bandara tersebut.

Menurut Direktur Utama AP II Tri S Sunoko, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dikembangkan kapasitasnya sehingga bisa melayani 40 juta sampai 45 juta penumpang per tahun.

Saat ini kapasitas bandara itu sekitar 22 juta, terdiri dari kapasitas terminal 1 dan 2 sebanyak 18 juta dan terminal 3 sebanyak 4 juta penumpang. Sementara realitanya Soekarno-Hatta sudah melayani lebih dari 30 juta penumpang pesawat per tahun. Bayangkan, sepanjang Semester I 2010 ini saja jumlah penumpang yang terbang dari dan menuju Soekarno-Hatta tercatat 20,76 juta penumpang.

"Pengembangan kapasitas terutama akan dilakukan di Terminal 3 menjadi 22 juta penumpang. Sehingga seluruh terminal disana bisa melayani sampai 45 juta juta penumpang. Pengembangan bandara perlu dilakukan, karena dengan pertumbuhan penumpang 10 persen maka dalam waktu lima tahun ke depan Soekarno-Hatta bisa dilalui 60 juta penumpang per tahun," kata Tri, Selasa (21/9).

Nah, karena untuk bisa mengakomodasi pertumbuhan penumpang itulah AP II memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak sewa lahan komplek Soewarna yang terletak di dekat pintu masuk wilayah Soekarno-Hatta. Soewarna selama ini dikenal sebagai kawasan perkantoran dan pergudangan yang banyak digunakan logistik di Indonesia.

"Kami mengikuti desain awal dari Bandara ini, bahwa kawasan Soewarna itu akan dijadikan Terminal 4 nantinya. Pengembangan kapasitas yang tidak bisa diakomodir terminal 1-3 akan dilakukan disana. Jadi setelah kontrak Soewarna habis, akan diambil alih lagi oleh AP II. Tapi saya tidak hapal pastinya kapan kontrak itu selesai," ujar Tri.

Menurut mantan Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) itu, perseroan tengah membuat gran desain rencana pengembangan Soekarno-Hatta ke depan. Cetak biru awal itu ditargetkan selesai akhir tahun ini, untuk kemudian dikonsultasikan dengan Kemhub dan Kementerian BUMN.

"Kalau keduanya sudah oke, baru kami bergerak mencari investor mitra yang akan mendanai bersama kebutuhan proyek tersebut," imbuhnya.

Soewarna Business Park merupakan komplek bisnis terpadu di Indonesia yang ada di dalam Bandara Soekarna Hatta, Cengkareng. Kompleks ini dibangun dan dipasarkan sejak 1997 oleh PT Sanggraha Daksamitra dengan luas lahan 102 hektar. Soewarna menawarkan area komersil yang dilengkapi fasilitas seperti : Gedung perkantoran, Kawasan Pergudangan, Kawasan Industri Ringan, Pusat Distribusi dan Logistik sampai Lapangan Golf 18 holes.

Kawasan tersebut banyak disewa oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang bergerak di bidang logistik, freight forwarder, seperti DHL, TNT, Panalpina, Yunsen Airfreight, SDV, Expeditor, dan lain-lain. (Gentur Putro Jati/KONTAN)

Kami mengikuti desain awal bahwa kawasan Soewarna akan dijadikan Terminal 4. Pengembangan kapasitas yang tak bisa diakomodir Terminal 1,2,3 akan dilakukan di sana. Jadi setelah kontrak Soewarna habis, akan diambil alih oleh AP II.

-- Tri S Sunoko

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar