Minggu, 26 September 2010

Rumah Idaman “Pesan Kamar Hotel Harris dari Ponsel Pintar” plus 2 more

Rumah Idaman “Pesan Kamar Hotel Harris dari Ponsel Pintar” plus 2 more


Pesan Kamar Hotel Harris dari Ponsel Pintar

Posted: 27 Sep 2010 03:47 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Harris Hotels & Resorts meluncurkan aplikasi WAP yang semakin mempermudah para pelanggan untuk memesan kamar. Aplikasi ini sangat membantu mencari dan memilih hotel, informasi mengenai hotel, foto-foto hotel dan terutama untuk memesan kamar. Pengguna Blackberry juga dapat mengunduh Blackberry launcher di situs harrishotels.com.

"Kami  menciptakan sebuah alternatif baru bagi para pelanggan untuk memesan kamar di hotel kami. Kini para pelanggan Harris dapat dengan mudah mengakses situs dan memesan kamar melalui perangkat telepon dimana pun mereka berada," kata Rini Wulandari, Corporate Director of Marketing, Tauzia Hotel Management, perusahaan operator Harris Hotels & Resorts. Rini yakin, dengan semakin bertambahnya pengguna smartphones, layanan ini akan makin dikenal
dan digunakan oleh banyak orang"

Harris Hotels & Resorts saat ini terdiri dari enam properti, sedangkan 12 properti lagi yang sedang diselesaikan. Yaitu terdiri dari masing-masing 2 properti di Jakarta, Bandung, Batam Center, Puncak, Sentul, Surabaya, Malang. Kemudian 4 properti lainnya di Bali. Sehingga pada tahun 2012, sebanyak 18 properti dari Harris Hotels & Resorts akan beroperasi dengan jumlah total kamar 2.799 unit.

Kami menciptakan sebuah alternatif baru bagi para pelanggan untuk memesan kamar di hotel kami. Kini para pelanggan Harris dapat dengan mudah mengakses situs dan memesan kamar melalui perangkat telepon dimana pun mereka berada.

-- Rini Wulandari

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Aston Segera Operasikan favehotel ke-4 di Bali

Posted: 27 Sep 2010 03:28 AM PDT

BALI, KOMPAS.com - Aston International makin agresif berekspansi di Bali. Aston akan mengoperasikan favehotel ke-4 di Kuta, Bali, setelah Denpasar, Legian, dan Seminyak.

Hotel bintang dua dengan brand favehotel Kuta ini akan beroperasi pada Oktober 2011. Hotel ini memiliki 100 kamar hotel bintang dua yang dapat dicapai dengan berjalan kaki ke pusat Kuta dan beragam pusat perbelanjaan serta hiburan. Kemudahan ini  menjadikan favehotel Kuta sangat ideal bagi para pelancong yang mencari akomodasi berkualitas dengan bujet terbatas tepat di pusat Kuta. Favehotel Kuta ini akan memiliki fasilitas ruang parkir yang luas dan café shop yang eklektik dan trendi.

Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Aston International, Mr. Norbert Vas mengatakan, "Permintaan akan hotel brand dengan standar internasional di Bali benar-benar tak berbatas dan kami sangat yakin bahwa favehotel baru ini akan menjadi sangat populer dan berjalan dengan baik. Kami percaya masih ada ruang dan kami juga sedang mencari kemungkinan untuk menambah 150 kamar favehotel di Jalan Dianapura, serta lokasi di Jalan Dewi Sri, Sunset Road, Tuban, dan Singaraja."

Hotel bintang dua dengan brand favehotel Kuta ini akan beroperasi Oktober 2011. Hotel ini memiliki 100 kamar hotel bintang dua yang dapat dicapai dengan berjalan kaki ke pusat Kuta dan beragam pusat perbelanjaan serta hiburan.

Menurut Norbert, selain Bali, Aston juga sedang mengembangkan sebuah favehotel di Langkawi, Malaysia, dua di Jakarta, dua di Surabaya, dan daerah tujuan lainnya seperti Solo, Solo Baru, dan Banjarmasin."
 
Favehotel merupakan brand pilihan terbaru yang diluncurkan bulan Juli 2009 oleh Aston International, grup hotel terbesar di Indonesia. Brand ini menawarkan pilihan menginap dengan harga terjangkau, baru, menarik dan hotel bintang 2 kontemporer bagi para pelancong berbujet.
 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Dubai Islamic Bank Akuisisi Tamweel

Posted: 27 Sep 2010 03:11 AM PDT

DUBAI, KOMPAS.com - Pemerintah Dubai mengatakan telah memberikan lampu hijau kepada Dubai Islamic Bank untuk mengakuisisi saham mayoritas di Tamweel, salah satu kelompok pembiayaan properti terbesar emirat.

Langkah strategis ini puncak dari upaya intensif selama beberapa bulan lalu untuk menyelesaikan kebuntuan di Tamweel yang akan memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan aktivitas utamanya memberikan kredit perumahan dan pembiayaan real estat.

DIB sekarang akan menjadi pemegang saham terbesar di Tamweel dengan 57,33 persen saham, pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan Minggu, sebuah tindakan untuk menghidupkan kembali pasar pinjaman properti yang telah menderita terburuk oleh krisis keuangan global.

"Langkah strategis ini adalah puncak dari upaya intensif selama beberapa bulan lalu untuk menyelesaikan kebuntuan di Tamweel yang akan memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan aktivitas utamanya memberikan kredit perumahan dan pembiayaan real estat," kata pernyataan.

"Langkah ini akan memberikan momentum baru ke pasar KPR lokal yang telah memasuki fase pemulihan setelah serangkaian langkah-langkah tegas diambil oleh pemerintah setelah krisis keuangan global," tambahnya.

Hanya kurang dari dua tahun lalu, pemerintah UEA mulai proses untuk menggabungkan Tamweel dan kelompok pembiayaan properti lain yang berbasis di Dubai, Amlak Finance, bersama-sama memiliki aset membanggakan mendekati tujuh miliar dolar (lima miliar euro).

Proses merger, yang bertujuan menyiapkan lembaga pembiayaan real estat Islam terbesar di UEA, belum selesai, meskipun saham kedua perusahaan tersebut telah disuspensi sejak saat itu.
Tamweel membukukan kerugian sebesar 14,7 juta dolar (11 juta euro) pada 2009 dibandingkan dengan laba bersih sebesar 125,6 juta dolar (93,20 juta euro) tahun sebelumnya. Pada semester pertama tahun ini mencatat keuntungan 2,6 juta dolar (1,9 juta euro).

Sektor properti Dubai telah terpukul sangat keras oleh krisis ekonomi global dengan harga real estat serta sewa jatuh oleh lebih dari separuhnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar