Kamis, 16 September 2010

Rumah Idaman “Matahari Bakal Jual Hypermart” plus 3 more

Rumah Idaman “Matahari Bakal Jual Hypermart” plus 3 more


Matahari Bakal Jual Hypermart

Posted: 16 Sep 2010 02:55 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) bakal kembali melakukan aksi korporasi lagi. Setelah menjual kepemilikan sahamnya di PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), perusahaan Grup Lippo ini bakal menjual aset Hypermart miliknya.

Sumber KONTAN membisikkan, saat ini manajemen MPPA masih melakukan review terhadap rencana penjualan asetnya ini. Tapi, "Penjualan aset Hypermart ini adalah salah satu bagian dari opsi yang lain," katanya tanpa mau disebutkan identitasnya.

Benjamin Mailool, Presiden Direktur MPPA mengatakan, penjualan aset ini belum tentu akan dilakukan. Yang pasti, MPPA sudah menunjuk Merryl Linch sebagai konsultan untuk melakukan strategis review terhadap bisnisnya. "Kami sudah tunjuk konsultan pada Juni lalu dan kajiannya akan selesai akhir September," katanya.

Menurut Benjamin, strategis review ini dilakukan untuk mencari pola pengembangan bisnis MPPA ke depannya. Dia juga bilang, bisa saja pengembangan dilakukan dengan cara penambahan gerai, akuisisi, atau merger.

Benjamin menambahkan, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk mengajak partner dalam pengembangan bisnis nantinya. Nah, kalau pencarian partner ini yang paling bagus, tentunya MPPA akan menjual sebagian sahamnya kepada sang mitra. "Semua akan sangat tergantung dari hasil kajiannya," imbuhnya.

Sayang, Benjamin enggan mengatakan jika hasil kajiannya memilih pencarian partner, apakah MPPA tetap akan menjadi pemegang saham mayoritas pada Hypertmart ini. "Ini bukan kewenangan manajemen, ini kewenangan pemegang saham, jadi saya tidak bisa berkomentar," paparnya.

Jika penjualan Hypermart ini dilakukan, maka MPPA hanya tinggal memiliki bisnis Matahari Food Businness (MFB) seperti Foodmart, Boston. Hal ini sangat ironis. Padahal, MPPA baru saja menjual LPPF. Penjualan saham ini pun sempat terganjal dari otoritas pasar modal. (Abdul Wahid Fauzie/KONTAN)

Jika penjualan Hypermart ini dilakukan, maka MPPA hanya tinggal memiliki bisnis Matahari Food Businness (MFB) seperti Foodmart, Boston. Hal ini sangat ironis.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Grup Tauzia Operasikan Pop Harris Hotel Denpasar

Posted: 16 Sep 2010 02:23 PM PDT

DENPASAR, KOMPAS.com - Tauzia Hotel Management mengoperasikan hotel bujet mereka, Pop! Harris di Denpasar, Bali. Pop! Harris merupakan brand hotel bintang dua dari grup ini.

Pop! Harris Denpasar memiliki 147 kamar dengan 'shower pod' yang didesain secara eksklusif, sedangkan pemanas air menggunakan tenaga surya dan materi konstruksi ramah lingkungan.

Pop! Harris berlokasi di Jalan Teuku Umar, Denpasar, mudah diakses dari berbagai tempat wisata di Bali, pusat bisnis dan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Pop!Harris dilengkapi juga oleh fasilitas Wifi gratis, safe deposit box di dalam kamar, TV kabel, ruangan rapat, penganan nasi jinggo gratis dan mesin penjual makanan dan minuman.

"Kami sangat bangga dengan hotel Pop!Harris yang pertama ini, " kata Marc Steinmeyer, President Director Tauzia Hotel Management. "Konsep yang sangat unik ini diterima dengan baik oleh masyarakat bahkan sangat ditunggu-tunggu oleh mereka. Dalam waktu dekat ini kami akan membawa Pop!Harris hotel ke kota-kota lain di Indonesia," kata Marc.

Pop!Harris Hotels adalah sebuah jaringan hotel yang terdiri dari 8 properti yang akan dibuka dalam 18 bulan ke depan. Hotel pertama dibuka pada bulan September 2010 di Jl. Teuku Umar Denpasar, dan segera diikuti dua properti lagi di Bali, dua di Jakarta, dan masing-masing satu di Manado, Yogyakarta dan Surabaya.

Tauzia Hotel Management yang didirikan tahun 2001 adalah perintis dari konsep hotel dan produk sejak tahun 2002 dari merek-merek Préférence Hotels,  Harris Hotels & Resorts,  Pop!Harris Hotels,  dan Managed by Tauzia. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Grup Santika Operasikan Amaris Cihampelas Bandung

Posted: 16 Sep 2010 01:28 PM PDT

BANDUNG, KOMPAS.com - Grup Hotel Santika meluncurkan Amaris Cihampelas, hotel bujet kedua yang beroperasi di Kota Bandung. Ini merupakan hotel kesembilan yang membawa brand Amaris, atau hotel ke-28 dalam jaringan Grup Hotel Santika.

Sebelumnya, sudah beroperasi Amaris Hotel Panglima Polim Jakarta, Amaris Banjar (Kalimantan Selatan), Amaris Hotel Ambon, Amaris Hotel Bandara Soekarno-Hatta, Amaris Hotel Panakkukang – Makassar, Amaris Hotel Palangkaraya, Amaris Cimanuk – Bandung dan Amaris Hotel Diponegoro – Jogja, Amaris Hotel Cihampelas - Bandung berlokasi di Jl. Cihampelas No. 171 Bandung, tepat di pusat kota, area bisnis dan perbelanjaan.

Amaris Hotel Cihampelas – Bandung yang beroperasi secara resmi 9 September 2010 lalu merupakan hasil kerja sama PT Sarana Wirausaha dengan Santika Indonesia Hotel and Resorts. Hotel bintang dua yang dipimpin manager Hikmat Nugraha dan dibantu 35 orang karyawan.

Konsep Amaris Hotel sebagai smart hotel diwujudkan dengan smart di bidang investasi, pelayanan, karyawan dan fasilitas, serta minimalis, modern, trendy, full color dan efisien. Lokasi yang strategis dan dekat pusat pemerintahan dan perbelanjaan. Amaris Hotel Cihampelas - Bandung memiliki 132 kamar. Semua kamar disebut dengan Smart Room. Setiap kamar dilengkapi LCD TV, in room safe.

Amaris Hotel Cihampelas juga dilengkapi Kid's pool , dengan 3 Meeting Room kapasitas hingga 50 orang, Kafe @Xpress dan wifi menjadikan Amaris sebagai pilihan yang tepat bagi para business traveler yang membutuhkan akomodasi di kota Bandung.

Selama masa promosi, harga Rp. 405.000 nett sudah termasuk makan pagi untuk 2 orang, berlaku sampai tanggal 31 Oktober 2010. Anda tertarik?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Jalan Susun Antasari Dilelang November

Posted: 16 Sep 2010 01:25 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com -  Setelah didesain ulang agar tahan gempa dan menjadi lebih tinggi, proyek pembangunan jalan susun akhirnya siap dilelang pada November 2010. Proses pembangunan fisik jalan susun ruas Jal an Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang akan dimulai pada awal 2011.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo, Kamis (16/9/2010) di Jakarta Pusat, mengatakan, proses lelang seharusnya sudah dilaksanakan pada Agustus yang lalu. Namun, karena Kementrian Pekerjaan Umum meminta desain ulang agar tahan gempa, proses lelang harus diundur sampai desain yang baru disetujui.

Jalan susun ini akan ditinggikan dari tujuh meter menjadi 12 meter sehingga harus dipastikan tahan terhadap gempa bumi. "Faktor ketahanan terhadap gempa sangat mempengaruhi struktur bangunan sehingga perlu penyusunan desain yang baru," kata Ery.

Peninggian jalan susun dilakukan agar tanaman di di bawah jalan susun tetap mendapat sinar matahari dan bisa bertahan hidup. Jalan susun yang terlalu rendah akan menutup sinar matahari dan mematikan tanaman di sepanjang jalan.

Ery berharap kedua jalan susun itu dapat selesai sebelum proses konstruksi jalur MRT dimulai. Jalan susun pada ruas Jalan Antasari-Blok M merupakan jalan alternatif saat jalur MRT dibangun di Jalan Fatmawati ke arah Jalan Sudirman.

Jalan layang Antasari-Blok M sepanjang 5,5 kilometer (km) akan dibangun dengan dana Rp 1,3 triliun. Jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang sepanjang 3,5 kilometer akan dibangun dengan dana Rp 800 miliar.

 

 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar