Jumat, 15 Juli 2011

Rumah Idaman “Daya Pikat Fasad di Ruko Modern” plus 2 more

Rumah Idaman “Daya Pikat Fasad di Ruko Modern” plus 2 more


Daya Pikat Fasad di Ruko Modern

Posted: 15 Jul 2011 09:40 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Variasi fasad yang kian menarik dan unik kini bukan hanya mudah ditemukan di rumah tingggal, melainkan juga rumah toko modern. Kehadiran fasad tampak semakin mempertegas semboyan ruko modern sebagai my home, my work, my place.

Permainan warna menjadi salah satu cara membuat fasad ruko modern tampil mengesankan seperti pada Ruko Permata Hijau di area Perumahan Taman Lembah Hijau yang akan segera dirilis PT Lippo Cikarang Tbk bulan ini. Sebanyak 27 unit, ruko terdiri dari dua lantai ini mempunya luas bangunan 139 m2 dan luas tanah 90 m2 dengan menonjolkan daya pikat fasadnya.

Sebagai pemikat, keunikan menonjol dari ruko modern ini adalah adanya dua fasad, yaitu fasad depan dan belakang. Fasat depan menghadap langsung ke jalan utama, Azalea Raya, sedangkan fasad belakang adalah fasad rumah yang berhadapan langsung dengan perumahan Taman Lembah Hijau.

"Sehingga, saat bekerja orang merasakan chemistry bekerja, sementara saat melakukan aktivitas keluarga orang dapat merasakan chimestry rumah," ujar Syukurman Larosa, Kepala Divisi Penjualan dan Pemasaran Lippo Cikarang kepada Kompas.com, Kamis (14/7/2011).

Ia menambahkan, ciri khas fasad rumah kerap dijadikan petunjuk termudah bagi tamu yang akan berkunjung, agar lebih mudah menemukan rumah mereka. Baik dengan warna atau bentuk, semakin menarik dan unik fasad, maka semakin mudah juga tamu menemukan rumah kita.

"Selain permainan warna, cara lain yang bisa dilakukan untuk membuat fasad tampil mengesankan adalah dengan permainan elemen, seperti memanfaatkan kreasi pada atap dan tiang," kata Larosa.

Adapun selain Ruko Permata Hijau, lanjut Larosa, pada Juli ini, Lippo Cikarang juga meluncurkan Oakwood tahap dua sebanyak 70 unit. Oakwood tahap dua ini berada satu lokasi dengan Oakwood tahap satu dengan total luas keseluruhan 6 hektar.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Kolam Ikan dan Daya Pikat Batu Koral

Posted: 15 Jul 2011 08:12 AM PDT

shutterstock

Suara gemericik air dan deretan tanaman dapat menjadi sumber kesegaran sebuah taman berkolam ikan di pekarangan rumah Anda.

shutterstock

Untuk menambah estetika, komposisi batu koral bisa Anda padukan dengan rumput hijau di sekitar kolam.

shutterstock

Koral memiliki ragam bentuk dan varian warna yang tak kalah memesona dengan hiasan lain, seperti putih, merah hati, hijau, atau hitam.

KOMPAS.com - Suara gemericik air dan deretan pot tanaman dapat menjadi sumber kesegaran sebuah taman di pekarangan rumah Anda. Pun, jika Anda menginginkan nuansa alam serupa hadir melalui hiasan batu koral di kolam ikan. 

Batu koral hias (pebbles) nan cantik memang memiliki keunikan pada teksturnya sebagai sebuah dekorasi taman dengan kolam ikannya. Koral memiliki ragam bentuk dan varian warna yang tak kalah memesona dengan hiasan lain, seperti putih, merah hati, hijau, atau hitam. Harganya pun bervariasi, sesuai ukuran dan halus atau kasar permukaannya.

Beruntungnya, tidak terlalu rumit mengaplikasikan dekorasi koral ini. Untuk menambah estetika kolam, komposisi batu koral bisa Anda padukan dengan rumput hijau di sekitarnya.

Hasilnya, selain nilai estetika, batu koral ternyata berfungsi menghalangi tumbuhnya lumut di sekitar kolam ikan akibat air yang terus-menerus mengalir. Caranya cukup mudah. Anda hanya perlu menambahkan cairan coating dengan perbandingan 1 liter coating untuk 6 meter batu koral yang ditebar di sekitar kolam ikan.

Sederhana, kan?

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Bikin Resah... 60 Proyek Terganjal Pengesahan RTRW!

Posted: 15 Jul 2011 07:06 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepastian Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Jakarta 2030 yang tak kunjung disahkan membuat resah kalangan pengembang. Setidaknya, saat ini 60 proyek properti di DKI Jakarta terganjal perijinannya lantaran masih menunggu pengesahan Perda tersebut.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, selama Perda RTRW Jakarta 2030 belum juga disahkan, gerak para pengembang akan terus terhambat.

"Harapan kami sebagai pengembang adalah adanya kejelasan yang dapat kami gunakan untuk melakukan pengembangan. Dengan RTRW akan membuat zonasi permukiman itu lebih jelas. Saat ini, RTRW di Indonesia yang telah disahkan baru 30 persen," katanya dalam diskusi panel pada pelaksanaan Musda ke-7 DPD REI Jakarta, di Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Berlin Hutadjulu mengatakan, banyak hal menjadi pertimbangan harus diperhatikan, salah satunya untuk menterjemahkan draf RTRW agar dimengerti oleh masyarakat umum, bukan saja dari pengusaha.

"Paling tidak, sebelum lebaran ini akan dikeluarkan. Secara substansi sudah disetujui, perbaikan yang kami minta pada penyusunan dan penulisan supaya mudah dipahami," ujarnya.

Ketua baru

Pada kesempatan yang sama, telah terpilih ketua baru DPD REI Jakarta untuk periode 2011-2014, yakni Rudy Margono, CEO Gapura Prima Group. Sebelumnya Rudy Margono sudah menjabat sebagai Plt (Pelaksana Tugas) menggantikan Setyo Maharso, ketua sebelumnya yang kini dipercaya menjadi Ketua Umum DPP REI.

Rudy mengaku siap menjalankan tugasnya dan membina relasi yang baik dengan organisasi dan instansi diluar REI. Ia berharap, Pemda DKI Jakarta bisa menyederhanakan perijinan dan mempersingkat waktu penyelesaian ijin. Menurutnya, proses perijinan ini acapkali dihadapi oleh pengembang yang memakan waktu cukup lama.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar