Kamis, 21 Juli 2011

Rumah Idaman “Daya Tarik Pohon Besar di Bordes Tangga” plus 2 more

Rumah Idaman “Daya Tarik Pohon Besar di Bordes Tangga” plus 2 more


Daya Tarik Pohon Besar di Bordes Tangga

Posted: 22 Jul 2011 05:16 AM PDT

KOMPAS.com - Entah karena isu lingkungan yang sedang marak dibicarakan atau sekadar gaya desain, bentuk pohon dalam interior kini sedang naik daun. Aplikasinya bermacam-macam, mulai dari hiasan dinding sampai gantungan baju.

Pohon yang satu ini misalnya, tak bisa menghasilkan oksigen untuk Anda. Namun, pohon ini bisa membuat ruang Anda tampil lebih memikat.

Ini bukan wall painting, melainkan wall sticker. Anda tak perlu jago menggambar untuk menerapkannya pada rumah Anda, juga tak perlu lama menunggu cat mengering. Yang Anda butuhkan hanya sedikit waktu dan kesabaran untuk menempelkan satu per satu bagian pohon dua dimensi ini. Jika diperhatikan lebih dekat, bisa terlihat bahwa setiap helai daun ditempelkan satu per satu.

Tinggi menjulang. Itulah yang membuat dinding di bordes tangga ini cocok dihiasi gambar pohon. Jika biasanya dinding rumah tingginya hanya sekitar 3 meter, tinggi dinding di bordes tangga ini bisa mencapai satu setengah kalinya atau mungkin lebih, sehingga pas proporsinya untuk dihiasi gambar yang tinggi besar.

Wall sticker ini dipasang sendiri oleh sang pemilik rumah, Pandji Z. Katanya, dinding di bordes tangga terlalu polos. Padalah, ia ingin ada pemandangan saat menaiki tangga. Dinding dilapis dahulu dengan cat warna hijau, kemudian wall sticker dipasang.

Nah, mudah dan menarik, bukan? (Indra Zaka Permana)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

REI: Wajar Kalau Perumnas Alami Kendala!

Posted: 22 Jul 2011 04:22 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Real Estate Indonesia (REI) menilai, permasalahan pencapaian target yang membelit Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) dalam penyediaan Rumah Sederhana (RS) bagi masyarakat menengah ke bawah sewajarnya terjadi. Hal itu disebabkan karena perusahaan pelat merah tersebut mengalami kendala, baik internal maupun eksternal yang masih belum teratasi.

Demikian diungkapkan Ketua Uuum REI Setyo Maharso di Jakarta, Rabu (20/7/2011). Untuk mengatasinya, koordinasi semua pihak terkait sangat dibutuhkan. Hal serupa juga terjadi di REI, yaitu pada program penyediaan 200 ribu unit hunian, dengan target 60 persen diantaranya untuk pembangunan Rumah Sederhana.

"Target itu pun baru tercapai sebesar 25 persen hingga memasuki awal semester kedua tahun ini. Selain itu, aturan main yang diterapkan pemerintah terhadap developer swasta pun masih menjadi kendala tersendiri," ujar Setyo.

Ia mengatakan, aturan pada Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) pun masih menjadi keluhan bagi anggota REI. Padahal, pada akhir 2011 semua target sudah harus tercapai.

"REI dan Perumnas merupakan Badan Usaha Milik Negara dan tidak memiliki hubungan hirarki. Secara khusus pun REI tidak ada sumbangsih domain, namun kami tetap saling mendukung bagi kepentingan masyarakat," ujarnya. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Kejar Setoran, 70 Persen Hunian Dijual ke PNS!

Posted: 22 Jul 2011 03:51 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Demi mencapai target penjualan, Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) bekerjasama dengan pemerintah daerah, seperti Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Bangka-Belitung, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kerjasama ini bertujuan untuk menyediakan hunian bagi pegawai negeri sipil di daerah tersebut," ujar Tedi Robinson Siahaan, Direktur Pemasaran Perumnas di Jakarta, Rabu (20/7/2011).

Ia mengatakan, penjualan hunian Perumnas yang ditargetkan untuk PNS sebesar 70 persen. Seperti di Tarakan, Kalimantan Timur, pembangunan rumah sebanyak 1000 unit saat ini sebagian besar untuk hunian para PNS.

"Selain membantu menyediakan hunian bagi PNS yang mempunyai penghasilan tetap, program ini juga untuk mencegah kredit macet," terang Tedi.

Penjualan untuk hunian PNS ini diharapkan mencapai target penjualan di semester kedua 2011. Untuk meningkatkan pemasarannya itu, Perumnas perlu bekerjasama dengan pemerintah daerah. 

Seperti diberitakan sebelumnya (Baca: Penjualan Perumnas Baru 23 Persen dari Target), penjualan Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) masih jauh dari target. Sepanjang semester pertama 2011 ini, penjualan Perumnas baru mencapai 23 % dari target sebesar Rp 1 triliun.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Perumnas sudah membukukuan penjualan 3.800 unit rumah atau setara Rp 230 miliar. Menurut Teddy Robinson Siahaan, Direktur Pemasaran Perumnas, penjualan naik 41% dibandingkan periode sama di tahun lalu sebesar Rp 170 miliar. Padahal, Perumnas menargetkan menjual 20.000 unit rumah sampai akhir tahun. Teddy optimistis, penjualan bakal melejit pada sisa enam bulan terakhir.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar