Rabu, 20 Juli 2011

Rumah Idaman “National Hospital, Lengkapi Daftar Rumah Sakit di Surabaya” plus 2 more

Rumah Idaman “National Hospital, Lengkapi Daftar Rumah Sakit di Surabaya” plus 2 more


National Hospital, Lengkapi Daftar Rumah Sakit di Surabaya

Posted: 21 Jul 2011 03:27 AM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Kota Surabaya kembali menambah satu rumah sakit besar dengan dilaksanakannya penutupan atap (topping off) National Hospital Surabaya, Kamis (21/7/2011).

Kami ingin menjadikan National Hospital sebagai rumah sakit baru yang modern dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya

-- Sinarto, Dirut PT Surabaya Jasa Medika

Rumah sakit yang dibangun di atas lahan seluas 8.530 meter persegi itu merupakan bagian dari pengembangan kawasan komersial Megaproyek Festival Walk-Graha Famili.

Direktur Utama PT Surabaya Jasa Medika Sinarto Dharmawan mengatakan, National Hospital dikembangkan oleh PT Surabaya Jasa Medika yang merupakan perusahaan patungan antara PT Grande Famili View, anak perusahaan PT Intiland Development Tbk, dan PT Istana Mobil Surabaya Indah dengan penyertaan modal masing-masing 50 persen.

"Kami ingin menjadikan National Hospital sebagai rumah sakit baru yang modern dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya," ujar Sinarto yang akan melakukan langsung topping off pada Kamis pagi ini.

Adapun rumah sakit ini dibangun dengan 10 lantai, termasuk dua lantai untuk basement dan annex building setinggi 5 meter. Rumah sakit ini disiapkan dengan total luas bangunan sekurang-kurangnya 32.000 meter persegi.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Intiland Bangun "Pondok Indah" di Surabaya

Posted: 20 Jul 2011 01:42 PM PDT

SURABAYA, KOMPAS.com - Selain apartemen, pengembang properti PT Intiland Development Tbk terus mengembangkan proyek propertinya di Graha Famili, Surabaya, dengan klaster baru.

Tahun ini, dari 28 unit apartemen The Platinum yang dipasarkan dengan investasi bangunan senilai Rp 50 miliar, telah terjual 80 persen. Demikian diungkapkan Harto Laksono, Marketing Manager PT Intiland Grande, di Graha Famili, Surabaya, Rabu (20/17/2011).

Harto mengatakan, sehabis hari raya Lebaran tahun ini Intiland juga akan memasarkan kluster perumahan terbarunya, Astrella Place, sebanyak 50 unit. "Ia mengatakan, Graha Famili dibangun sejak 1993 sehingga harus semakin dikembangkan dengan areanya yang seluas 280 hektare ini.

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan rancangan komplek perumahan tingkat atas dengan kombinasi yang bukan hanya tanah, tapi juga rumah berupa klaster, area golf dan komersial lainnya.

"Ke depannya, Graha Famili bukan hanya sebuah komplek perumahan dan apartemen, tapi juga mengedepankan life style. Ini ibarat Pondok Indah-nya untuk Surabaya," kata Harto. Adapun klaster Astrella Place sudah dirancang di atas lahan seluas 8 hektare sebagai perumahan baru.

Harto menuturkan, Astrella Place menghadirkan empat tipe rumah dengan harga jual minimal seharga Rp 2,5 miliar per unit. "Konsep desainnya Eropa dengan atap tinggi dan banyak kolom. Ciri bangunan gaya kolonial dipadu dengan nuansa tropis dan minimalis," ujarnya. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Harga Properti di Vancouver Melangit gara-gara Orang China

Posted: 20 Jul 2011 09:33 AM PDT

VANCOUVER, KOMPAS.com — Gaya hidup orang China banyak yang sudah berubah. China bukan lagi mencerminkan negara terbelakang dan rakyat miskin. Orang China semakin makmur, tidak hanya di negerinya, tetapi juga di negeri orang.

Buktinya, harga properti di Kanada semakin mahal karena semakin banyak orang China membeli properti di kota Vancouver. Harga properti di kota itu naik setidaknya 50 persen dalam tiga tahun terakhir ini.

Su Yi Bin, seorang pedagang, baru saja membeli rumah seluas 450 meter persegi. Harganya? 4,3 juta dollar Kanada atau setara dengan Rp 38,7 miliar. Su hidup di Vancouver dan Shanghai. Ketika dia berada di China, dia ingin keluarganya nyaman berada di negara baru ini.

"Bagi anak saya, tumbuh dan bersekolah di sini (Vancouver) akan memberikan kesempatan baginya untuk berintegrasi sepenuhnya dengan dunia, menjadi bagian dari kehidupan internasional," katanya. "Hal itu sulit didapatkan di China," lanjut Su lagi.

Harga properti di Vancouver naik 54 persen pada tiga tahun terakhir. Tahun lalu saja, harganya naik 13 persen. Agen real estat Vancouver, Clarence Debelle, melihat banyak sekali orang China yang berbisnis di Kanada. Hanya dalam lima bulan terakhir ini, kliennya di China naik dari dua orang menjadi 40 orang.

"Di Vancouver barat, tidak terlalu banyak rumah tersedia. Pembeli China tampaknya banyak memerlukan rumah di sini. Saya rasa harga rumah akan terus naik," ujarnya.

Melihat potensi pasar seperti ini, Cam Good membangun dua apartemen yang serupa dengan bangunan mereka di Hongkong dan Beijing.

Di China, di beberapa kota besar seperti Beijing, warga dilarang memiliki properti lebih dari dua. Apartemen berukuran 70 meter persegi seharga setengah juta dollar Kanada atau Rp 4,4 miliar tampaknya mahal, bahkan dengan iming-iming pemandangan laut.

"Kami telah berkonsultasi dengan ahli fengsui agar properti ini cocok untuk orang China," tambah Debelle. Hasilnya, setengah dari 40 pembeli pertama unit apartemen itu adalah orang China. (AFP/joe)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar