Selasa, 12 Juli 2011

Rumah Idaman “Hijaukan Dapur, Sehatkan Lingkungan” plus 2 more

Rumah Idaman “Hijaukan Dapur, Sehatkan Lingkungan” plus 2 more


Hijaukan Dapur, Sehatkan Lingkungan

Posted: 13 Jul 2011 04:58 AM PDT

KOMPAS.com - Mendengar ungkapan, "You are what you eat ", rasanya tak heran jika dapur selalu mencuri perhatian bagi mereka yang senang mengutak-atik interior rumah. Apalagi, jika kesenangan itu dikaitkan dengan konsep green living, pastinya semakin menarik dan bermanfaat bagi kesehatan.

Konsep desain ramah lingkungan yang menyehatkan juga bisa dimulai dari dapur. Perlu diingat, desain yang baik tak cukup hanya mengutamakan fungsi dan estetika semata, melainkan juga kelangsungannya di masa depan dan dampaknya bagi lingkungan. Karena, bagaimana pun juga kita tak bisa lepas dari alam, bukan?

Oleh sebab itu, Anda bisa mempraktikkan gaya hidup "hijau" agar hidup lebih sehat dimulai dari dapur. Anda bisa membuat dapur yang hemat energi, berusaha mengurangi bahan material yang sulit didaur ulang di dalamnya, bahkan menghemat penggunaan air dalam aktifitas harian di ruangan itu.

Scott Martin, pendiri Desain Plum Biru mengatakan, peralatan yang hemat energi, dimulai dari penggunaan bahan pintu secara efisien serta jendela inklusi standar dalam pekerjaan renovasi ruangan.

"Sebuah produk harus membantu agar dapur menjadi lebih efisien dan nyaman," katanya.

Alhasil, selain penghematan biaya energi yang lebih rendah (low cost), ada manfaat kesehatan dan dampak positif pula bagi lingkungan kita. United States Environmental Protection Agency (US EPA) memperkirakan, orang Amerika menghabiskan rata-rata 90 persen dari waktu mereka dalam ruangan, dan konsentrasi polutan dalam ruangan sering 10 sampai 100 kali lebih besar dibandingkan di luar ruangan. Bahkan, dapur disinyalir memberi kontribusi besar dalam pangsa polusi udara di ruangan melalui asap dan gas memasak dari lantai, cat, lemari dan meja.

Tak sulit

Pemakaian produk hijau mengurangi paparan polutan udara. Sebagai contoh, senyawa organik volatil (VOC) biasanya dipancarkan oleh cat, pengawet kayu, dan sumber lain. Gas-gas tersebut mempunyai efek kesehatan jangka pendek dan panjang, termasuk gejala yang berkisar dari iritasi mata, hidung dan tenggorokan kanker. Untuk itu, beberapa tips berikut mungkin bisa dijadikan pertimbangan dalam menerapkan dapur ramah lingkungan:

- Sebaiknya Anda menggunakan kayu solid yang bersertifikat. Kayu lapis atau MDF memiliki kandungan lem dan bahan kimia lainnya yang berbahaya jika terhirup. Tapi ingat, gunakan kayu solid bersertifikat, jangan yang ilegal.

- Pilih perlengkapan dengan efisiensi energi yang tinggi, yaitu hemat listrik dan hemat air.

- Buatlah ventilasi yang baik agar udara dalam ruangan tetap segar. Gunakan pembersih alami, misalnya baking soda, cuka, atau sabun berbahan dasar sayuran. Ingat, bahan kimia bisa mencemari lingkungan sekitar.

- Perbaiki segala kebocoran pada keran air atau ganti dengan yang baru. Anda bisa menghemat bergalon-galon air setiap tahunnya.

- Jika lantai Anda menggunakan vinyl, saatnya Anda menggantinya dengan linoleum yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.

- Manfaatkan cahaya alami semaksimal mungkin. Lengkapi dengan lampu berbasiskan LED (Light Emiting Diode), karena selain estetika, lampu ini juga mampu menjawab kebutuhan hemat energi. LED mampu menghemat energi sampai 80 persen. Sementara jenis CFL (Compact Fluorescent Light), Anda dapat menghemat energi hingga 75 persen.

- Membuat tempat sampah daur ulang juga perlu jadi pertimbangan. Carilah bentukan tempat sampah yang memungkinkan Anda dengan mudah memisahkan sampah kertas, makanan, botol, plastik, dan lainlainnya yang dapat dibuang atau didaur ulang dengan cara berbeda.

- Pakailah Eco-Friendly Flooring yang diproduksi dari hutan terbarukan untuk menyediakan lantai yang indah, harga terjangkau, dan tahan lama seperti bambu. Sebuah karpet bambu? Mungkin, saat ini ide yang bagus untuk lantai Anda.

- Anda dapat memastikan kontrol pencahayaan dengan memaksimalkan cahaya alami dan memberikan kesan alam bagi dapur Anda. Kontrol pencahayaan bisa dilakukan dengan memasang lampu sederhana di dapur dan digunakan pada malam hari saja. Lalu, gunakan warna yang soft pada dinding untuk mendukung suasana hati Anda di dapur.

Tak terlalu sulit, bukan? Percayalah, dapur yang ramah lingkungan akan berimbas baik pada kesehatan Anda sekeluarga. Selain itu, Anda pun dapat membuat dapur menjadi "hijau" tanpa biaya tambahan atau kesulitan berarti sehingga bias lebih menghemat uang dan nyaman beraktivitas di dalamnya. (M10-11/KUN AGUNG)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Pilah-pilih Ragam Model Dapur yang Cocok

Posted: 12 Jul 2011 02:10 PM PDT

KOMPAS.com - Berkat beragam program kuliner di televisi dan seri memasak, keberadaan dapur saat ini terus bergeser. Dapur bukan lagi menjadi area yang enggan dilirik, namun malah menjadi salah satu tempat favorit menyiapkan makanan sumber gizi bagi seluruh keluarga.

Mungkin, di antara Anda, dalam waktu dekat ini hendak merenovasi dapur, karena terinspirasi dapur-dapur cantik dalam program memasak di televisi. Namun, jangan dulu terburu-buru, karena bisa jadi luasan dapur Anda kurang tepat untuk dibentuk sedemikian rupa seperti di televisi. Ada baiknya, Anda mengenali lebih dulu beberapa bentuk dapur seperti berikut ini; 

Single Line

Dapur dengan model ini membentuk satu garis lurus, yaitu antara dapur kotor (tempat kegiatan memasak, dari mengolah bahan mentah sampai makanan siap saji) dan dapur bersih (tempat untuk kegiatan memasak sederhana, biasanya untuk keluarga modern) bisa menjadi satu ruangan.

Jenis dapur seperti ini biasanya cocok diterapkan pada apartemen atau rumah yang memiliki luas memanjang namun tidak terlalu lebar. Tak heran, dapur model ini dapat menghemat tempat di rumah yang sempit.

Double Line

Dapur model ini akan menempatkan dapur kotor dan dapur bersih pada dua sisi berlawanan. Dengan dipisahkan keduanya, aktivitas memasak yang berbeda tetap bisa dilakukan di area dapur dengan model ini.

Bagi yang ingin menerapkan, Double Line cocok untuk rumah-rumah dengan bentuk memanjang.

Dapur "L"

Model dapur ini biasanya diterapkan pada rumah dengan area dapur terbatas. Bentuk "L" itu dengan sendirinya dapat memisahkan posisi dapur kotor dan dapur bersih, tergantung Anda menyukai sisi mana.

Dapur "U"

Model "U" biasanya memakai tiga sisi atau dua sisi dinding, kemudian ditambah mini bar di bagian atau sisi ketiganya. Model ini biasanya di ruangan yang cukup luas dan prosi kegiatan memasaknya lebih kompleks.

Tak hanya tempat memasak, dapur ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan, seperti menyimpan alat-alat memasak yang jarang terpakai.

Island

Model dapur ini membawa kesan ekskusif di area rumah yang luas. Peralatan dapur seperti kompor, oven, atau cooker hand bisa disimpan terpisah dari perangkat dapur lainnya.

Bagi yang tertarik, model ini akan semakin apik setelah ditambahkan meja di tengah ruangan. Meja ini akan berfungsi sebagai tempat menyajikan makanan sekaligus ruang makan. Tak jarang, kadang aktivitas kerja juga bisa dilakukan di sini jika sedang bosan di ruang kerja.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Dapur Putih? Ah, Siapa Takut!

Posted: 12 Jul 2011 12:05 PM PDT

KOMPAS.com - Orang kerap berpikir ulang memilih warna putih sebagai warna utama dapur berikut furnitur-furniturnya. Dengan warna putih yang diasosiasikan sebagai warna mudah kotor, akan terbayang kelelahan mengurus perawatannya.

Kebersihan dapur memang mutlak. Namun, sebetulnya tak hanya dapur berwarna putih semata yang harus dijaga kebersihannya, karena semua dapur pun seharusnya diperlakukan demikian. Untuk itu, kalau masih ragu-ragu menerapankannya, Anda bisa mencoba memakai warna putih pada bagian-bagian tertentu saja.

Pada rak-rak piring gantung atau dinding saja, misalnya, karena warna putih cukup bersahabat dengan warna-warna lain, seperti pada gambar desain dapur putih ATT design. Di sini, dapur putih dipadu dengan aksen warna coklat pada dinding atas yang juga sebagai lemari penyimpanan. Hasilnya, warna coklat sangat memberi sentuhan berbeda dan tidak membosankan.

Perpaduan warna lain di dapur putih juga bisa Anda terapkan lewat pemilihan perlengkapan memasak, seperti barang pecah belah dan perabotan lain. Sementara untuk Anda yang sudah memantapkan hati memakai warna putih yang mendominasi dapur, ada baiknya mempertimbangkan pemilihan material furniturnya.

Namun, untuk memilih furnitur tersebut Anda harus mencermati bahan-bahan pelapis furnitur yang mudah dibersihkan (easy clean). Tujuannya jelas, yaitu memperkecil risiko mudah kotor karena noda. Misalnya, Anda dapat menggunakan cat dinding yang berbahan akrilik. Cat seperti ini, bila tak sengaja kena cipratan minyak atau makanan lainnya, dapat dengan mudah dibersihkan.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar