Kamis, 14 Juli 2011

Rumah Idaman “Sim Salabim... Jadi Kolam Ikan Minimalis!” plus 2 more

Rumah Idaman “Sim Salabim... Jadi Kolam Ikan Minimalis!” plus 2 more


Sim Salabim... Jadi Kolam Ikan Minimalis!

Posted: 14 Jul 2011 03:27 PM PDT

KOMPAS.com — Kini, setelah mengetahui posisi, bentuk, dan ukuran kolam, Anda hanya membutuhkan sedikit ketekunan dan kesabaran membuat kolam ikan minimalis. Berikut ini langkah praktisnya:

- Potong dan hilangkan rumput dari area yang direncanakan untuk membuat kolam. Jangan dibuang semua, tetapi sisihkan untuk dimanfaatkan sebagai penghias jika sewaktu-waktu diperlukan agar lebih variatif.

- Galilah tempat tersebut dengan tingkat landas secukupnya hingga mencapai ukuran bak kolam.

- Siapkan bak kolam yang terbuat dari bahan fiberglass. Posisikan bak kolam ke dalam lubang yang digali sesuai bentuk yang diinginkan.

- Aturlah sedemikian rupa agar kolam benar-benar siap digunakan. Pukul kuat-kuat dasar kolam agar padat.

- Tambahkan air mancur bila diinginkan sebagai pemanis. Untuk membuat air mancur, siapkan pipa kecil berdiameter 4-5 cm dan hubungkan dengan water pump khusus kolam ikan.

- Sebagai finishing, untuk menambah keindahan kolam, Anda bisa membuat kalung dari batu yang mengelilingi taman kolam. Agar terkesan berbaur dengan lanskap alam sekitar, maka pertimbangkan tanaman air seperti lili dan teratai untuk memberi kesan alami.

- Anda pun bisa menanam tanaman akar telanjang langsung ke kerikil atau tempat tanaman dengan beberapa tanah masih menempel ke kerikil. Ini akan membantu tanaman untuk tumbuh lebih cepat.

- Mulailah mengisi air dengan suhu 24-30 derajat celsius, lalu masukkan ikan sesuai keinginan Anda.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Wuuuss... Penjualan Perkantoran di CBD Naik 20 Persen!

Posted: 14 Jul 2011 02:50 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain kondominium strata, perusahaan konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle mencatat, selama kuartal kedua 2011, penyerapan ruang perkantoran di area segitiga emas (CBD) mencapai 99.000 meter persegi (m2). Berdasarkan survey pasar selama triwulan kedua tahun 2011, seluruh subsektor properti di Jakarta mengalami peningkatan positif namun beragam, baik dalam hal permintaan maupun harga atau biaya sewa.

Jones Lang LaSalle Head of Research Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan angka itu naik 20 % dari penyerapan ruang di kuartal pertama 2011 yang seluas 82.500 m2. Ia mengatakan, penyerapan ruang perkantoran pada kuartal kedua ini telah melampaui penyerapan ruangan kantor sepanjang tahun lalu yang sekitar 50.000 m2.

"Tahun ini peningkatannya sangat signifikan. Hingga akhir tahun nanti, penyerapan ruang perkantoran komersial di CBD kami perkirakan bertambah menjadi 150.000 m2," kata Anton di Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Ia mengatakan, peningkatan tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan pada subsektor perkantoran komersial. Penyumbang terbesar peningkatan itu berasal dari grade A sekitar 60 % dari total penyerapan di sepanjang semester pertama 2011, yakni 244.000 m2. Sementara itu, pada grade B sebanyak 30 %, sedangkan grade C berkontribusi sebsar 10 %.

Menurutnya, para investor dari dalam negeri maupun luar negeri saat ini kebanyakan memilih kelas premium. Hal itu terjadi karena mereka lebih memperhatikan kualitas dan lokasi, sehingga tingginya harga bukan merupakan kendala.

Kini, akibat tingginya permintaan perkantoran grade A, harga sewa pun menjadi lebih tinggi. Harga sewa ruang perkantoran kelas premium sebesar Rp 120.000 per m2 per bulan. Sementara, pada grade B Rp 79.000 per m2 per bulan, dan grade C Rp 70.000 per m2 per bulan.

Adapun berdasarkan catatan Jones Lang LaSalle, jumlah persediaan ruang perkantoran di kawasan CBD yang tersedia sepanjang 2011 ini mencapai 4,12 juta m2 dengan tingkat okupansi sekitar 87%. Sementara rata-rata harga sewa sebesar Rp 143.000 per m2 per bulan.

Sebelumnya diberitakan, Jones Lang LaSalle Head of Research Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan, di subsektor kondominium strata, penjualan unit baru di proyek-proyek sedang dibangun mencapai sekitar 2.000 unit.

"Angka ini meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Anton di Jakarta, Kamis (14/7/2011).

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Penting, Pertimbangkan Bahan Pembuat Kolam Ikan!

Posted: 14 Jul 2011 12:57 PM PDT

KOMPAS.com - Memilih bahan membuat untuk "rumah" ikan memang memerlukan kecermatan. Bukan apa-apa. Karena, bahan yang akan Anda pilih harus memberikan keselarasan bagi ikan-ikan peliharaan Anda.

Selain hawa sejuk, keberadaan kolam ikan di pekarangan atau halaman belakang rumah memang memberikan nuansa tersendiri bagi Anda sekeluarga maupun tamu-tamu yang berkunjung. Menikmati pemandangan ikan-ikan di kolam diyakini, setidaknya mempunyai efek terapi sebagai pelebur stres.

Untuk itu, Anda perlu cermat memilih bahan untuk keselarasan kolam dan ikan-ikan di dalamnya agar sedap dipandang. Beberapa langkah berikut mungkin bisa Anda jadikan acuan:

Beton

Kolam terbuat dari beton memang tahan lama bila dipasang secara tepat. Namun, bila tidak tepat dalam mencampur "adonannya", beton bisa-bisa malah retak sebelum dipakai. Maka, tak bisa tidak, pembuatannya harus di tangan yang benar-benar ahli. Keluar uang sedikit tentu bukan masalah, asalkan hasilnya memuaskan ketimbang dikerjakan sendiri dan rusak sebelum waktunya. 

Semen

Semen juga memilki daya tahan kuat. Umumnya, penggunaan semen jika pemilik rumah lebih senang memelihara ikan koi dan nila. Hanya saja, Anda harus memberikan makanan yang cukup karena persedian makananan alami di kolam semen tidak akan tersedia selain lumut.

Batu Padat

Batu padat juga apik memberikan kesan tersendiri. Selain akan memberikan efek alami, batu padat juga memberikan kelembaban berlebih di sekitar kolam. Anda boleh menetapkan batu-batu alam, mulai di bibir kolam, dinding air terjun, hingga hiasan kubus-kubus.

Plastik

Bila persedian air di daerah Anda terbatas, kolam pastik bisa dijadikan jalan keluar. Selain hemat air dan tempat, kolam ini juga memberikan efek dramatis. Namun, untuk kolam berbahan jenis ini Anda sebaiknya memelihara jenis ikan yang "tenang", seperti ikan gurame misalnya.

Tanah

Jika tidak cukup punya uang untuk membuat kolam, cobalah Anda menggali lahan kosong di pekarang rumah Anda. Dengan kolam ini, Anda tidak terlalu banyak memberikan makanan buat ikan, karena dari tanah itu sendiri persedian makanan sudah tersedia.

Memang, Anda harus memilih jenis-jenis kolam sesuai dengan kantong Anda. Jika kantong tipis, pembuatan kolam tidak perlu mendatangkan ahli, sebab Anda cukup hanya menyediakan lahan minimal 2 x 3 meter.

Ahli pembuat kolam Usup Supriatna pernah mengatakan, hal penting perlu Anda perhatikan dalam pembuatan kolam adalah aliran air pembuangan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan kolam.

Jangan lupa, hadirkan aksesoris untuk kolam Anda, seperti pompa, selang, filter, zat aditif air dan air mancur, serta tumbuhan airnya. Khusus pompa, Anda bisa memilihnya berdasarkan kapasitas air dalam galon dari kolam Anda.

Selamat membangun kolam! 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar