Kamis, 28 Juli 2011

Rumah Idaman “Ingat... Pilih Jangka Waktu KPR Sesuai Kemampuan!” plus 2 more

Rumah Idaman “Ingat... Pilih Jangka Waktu KPR Sesuai Kemampuan!” plus 2 more


Ingat... Pilih Jangka Waktu KPR Sesuai Kemampuan!

Posted: 29 Jul 2011 05:35 AM PDT

KOMPAS.com - Sejatinya, masyarakat baik di pedesaan maupun perkotaan berharap memiliki sebuah rumah dengan cara mudah. Tak terkecuali mereka yang menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai produk jasa perbankan untuk melayani kebutuhan mereka.

Mereka yang berpenghasilan relatif besar, apa salahnya memilih jangka 5-10 tahun.

-- Bambang Pamungkas

Saat ini, untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut banyak perbankan milik pemerintah maupun swasta menggencarkan kebijakan layanan KPR mereka. Sebut saja BNI Syariah, yang menerapkan kebijakan KPR berjangka waktu maksimal selama 15-20 tahun. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan pilihan bagi masyarakat dalam pembayaran angsuran rumahnya.

"Kami akan membantu mengarahkan pilihan angsuran sesuai kemampuan bayar pemohon. Misalkan, mereka yang berpenghasilan relatif besar, apa salahnya memilih jangka 5-10 tahun. Namun, bila sebaliknya, pilihlah angsuran 10-15 tahun atau semaksimal mungkin agar keuangan Anda tidak terpusat pada pembayaran angsuran KPR saja," kata Bambang Pamungkas, Manager Produk dan Pembiayaan BNI Syariah, kepada Kompas.com, Jumat (29/7/2011).

Ia menambahkan, meskipun keputusan jangka pembayaran angsuran diserahkan sepenuhnya pada nasabah, perlu ingat bahwa semakin lama jangka waktu kredit, semakin besar pula total angsuran harus dibayar pemohon KPR.

"Namun, Anda tak perlu khawatir, ada baiknya jika mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Pengambilan jangka waktu kredit panjang memang disarankan, mengingat investasi properti, yaitu rumah dan tanah, nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun," kata Bambang.

"Kelengkapan administrasi pun sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, sebaiknya pemohon melengkapi data adminstrasi sebelum pengurusan KPR di bank yang dipilih," ujarnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

6 Tips Aman dan Nyaman Memilih KPR

Posted: 29 Jul 2011 04:47 AM PDT

KOMPAS.com - Dewasa ini, untuk membeli sebuah rumah tanpa kredit di daerah perkotaan bagaikan mimpi di siang bolong. Betapa tidak, harga rumah yang melambung tinggi membuat sebagian masyarakat semakin kesulitan menjangkaunya.

Untungnya, beberapa bank telah mencoba menjembatani dengan mengeluarkan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Memang, produk ini menawarkan bantuan bagi masyarakat. Namun, seringkali masyarakat umum masih merasa gamang mengambil KPR. Alasannya, mereka belum siap mental berutang, ragu akan kemampuan melunasi dan berbagai alasan lainnya. Nah, bagi Anda yang ingin memiliki rumah melalui KPR, berikut beberapa tips yang perlu Anda ketahui:

Tentukan jangka waktu KPR

Saat ini, di Indonesia berlaku jangka waktu maksimal yang ditawarkan selama 15 tahun. Makin lama jangka waktu kredit, makin besar pula total bunga harus dibayar.

Meskipun demikian, lebih baik jika Anda mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Anda tak perlu khawatir, pengambilan jangka waktu kredit panjang memang disarankan, mengingat investasi properti (rumah dan tanah) nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Bijak tentukan besarnya cicilan

Setelah memutuskan mengambil KPR, tentu Anda harus menyediakan dana uang muka rumah sebesar 30 % dari harga rumah, dan pinjaman KPR bank tak boleh melebihi 70 % dari harga rumah. Maka, usahakan besarnya KPR yang Anda ambil jangan melewati 30 % dari pendapatan Anda perbulannya. Hal tersebut penting agar keuangan Anda tidak tergerus oleh cicilan hutang dan bank tidak menolak permohonan kredit Anda karena meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjamannya.

Siapkan uang tunai

Anda pasti bertanya, untuk apa uang tunai kalau memilih KPR? Jawabannya, uang tunai dibutuhkan untuk pengurusan KPR di bank antara lain untuk biaya administrasi booking fee, biaya penilaian jaminan, administrsi kredit dan provisi kredit.

Uang tunai juga dibutuhkan untuk mengurus biaya Asuransi, antara lain berupa asuransi jiwa untuk menutupi debitur dan asuransi kebakaran untuk membiayai rumah yang dijadikan agunan KPR tersebut, serta biaya pengikatan kredit secara hukum yang terdiri dari biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), Akta jual-beli biaya bea balik nama sertifikat, BPHTB dan jasa notaris.

Jangan salah pilih

Ada baiknya, Anda membandingkan dulu bermacam fasilitas KPR yang ditawarkan tiap bank. Anda jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Biasakan diri Anda untuk membandingkan paket KPR yang ditawarkan antarbank dan pilihlah yang menurut Anda ringan.

Jangan lupa, pilih bank tempat Anda menjadi nasabahnya. Ini untuk mempermudah penyelesaian seandainya terjadi masalah dengan KPR Anda.

Track record

Lho, apa urusannya dengan track record? Ya, rekaman transaksi Anda harus dijaga dengan baik di bank manapun. Hal ini penting untuk menghindarkan Anda dari penolakan kredit karena bank bisa saja melakukan crosscheck antarbank melalui Bank Indonesia, melalui fasilitas Daftar Hitam Nasabah (DHN) untuk melacak riwayat transaksi Anda.

Siapkan "penampilan"

Penampilan formal maupun informal akan mempengaruhi penilaian bank terhadap Anda, terutama "penampilan" keuangan Anda. Ya, Anda harus mampu menunjukkan bahwa rekening Anda cukup aktif dalam pergerakan dana keluar-masuk di rekening koran/tabungan sehingga pemberi kredit yakin akan kemampuan Anda mengembalikan KPR tersebut.

Selain itu, penampilan formal, yakni, usia pemohon KPR antara 21 tahun dan maksimal 60 tahun saat berakhir pinjaman, fotokopi KTP pemohon, fotokopi kartu keluarga/Akta nikah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, dan dokumen lain yang dibutuhkan terkait profesi Anda.

Nah, Anda sudah siap memilih KPR yang baik untuk Anda? Miliki hunian impian Anda dengan cara yang tepat, jangan sembarang!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Semakin Gampang Menginap di Pekalongan

Posted: 29 Jul 2011 04:11 AM PDT

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Jaringan Grup Hotel Dafam and Resorts Indonesia membangun satu hotel bintang tiga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Hadirnya Hotel ini diharapkan bisa melengkapi kemudahan berbisnis di kota batik tersebut, terutama kemudahan penginapan, selain juga ikut menyukseskan program Kunjungan Jateng 2011.

Managing Director Dafam Hotels and Resorts Indonesia Andhy Irawan mengatakan, Hotel Dafam di Pekalongan ini akan mulai beroperasi pada November 2011.

"Saat ini telah memasuki tahapan penyelesaian pemasangan konstruksi bangunan. Keberadaan hotel kami akan semakin mendukung iklim kepariwisataan di Kota Pekalongan dan sekitarnya," katanya kepada Kompas.com, Jumat (29/7/2011).

Terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Dafam Pekalongan memiliki 8 lantai terdiri dari 90 kamar dengan 44 tipe deluxe, 43 eksekutif, 2 suite, dan 1 royal suite. Fasilitas hotel untuk tamu seperti lounge bar, restoran, meeting room, ball room, fitness center, spa, swimming pool, gymnasium, dan executive lounge.

"Untuk ruang pertemuan berskala besar bisa menampung sampai 800 orang. Ruangan ini bisa dimanfaatkan untuk instansi pemerintah, BUMN, swasta maupun perorangan," jelasnya.

Jaringan Hotel Dafam juga akan melakukan pembukaan untuk hotelnya di Cilacap dan Yogyakarta. Rencananya, Dafam akan memperluas jaringannya sampai ke Makasar, Balikpapan, Bali, Bandung, dan Jakarta.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar